
Goblin adalah makhluk kerdil yang memiliki bentuk mirip dengan manusia tapi berwarna hijau keseluruhan. Karena tidak memiliki akal dan cenderung menyerang apapun yang dilihatnya maka mereka dikategorikan sebagai monster. Mereka sendiri merupakan monster peringkat terendah, dimana kekuatan mereka tidak lebih kuat dari pria dewasa pada umumnya dan karena mereka sendiri tidak memiliki akal dan hanya bergerak mengikuti instingnya membuat mereka sangat mudah dikalahkan bahkan oleh orang biasa yang tak memiliki kemampuan bertarung selama mereka tidak lengah. meskipun begitu ada hal yang perlu diperhatikan soal mereka, dimana mereka selalu hidup sebagai suatu kelompok menjadikan bahaya yang mereka timbulkan meningkat. Tapi masalah nya akan sangat berbeda jika yang muncul bukanlah goblin biasa.
"Ada goblin....
Sebuah teriakan terdengar dari luar untuk memperingatkan semua rombongan, sepertinya teriakan itu berasal dari mercenary yang disewa sebagai pengawal dalam perjalanan ini.
" Kau terlihat tenang tenang saja meskipun ada monster diluar "
Aku berbicara kepada gaston karena dia terlihat biasa saja seolah tak ada masalah sama sekali, mungkin itu karena dia sangat percaya kepada kemampuan mercenary yang dia sewa.
"Itu hanya sekelompok goblin, para mercenary itu lebih dari mampu untuk menanganinya"
Sepertinya tebakanku benar, kepercayaan dirinya itu bukan karena tanpa alasan. Para mercenary yang dia sewa memang sangat berpengalaman dan para goblin itu juga tidak sulit untuk diatasi jadi tak ada yang perlu dikhawatirkan.
Tak lama kemudian terdengar teriakan dari para mercenary itu arghhhh...
"Apa itu, ada apa sebenarnya!? "
Mendengar hal itu gaston tidak bisa tidak menjadi panik bagaimana tidak seharusnya tak akan ada masalah tapi dari teriakan teriakan tanpa dilihat sekalipun pasti bukan hal yang baik. Sepertinya ini sudah saatnya untuk aku membalas budi.
"Kau tetaplah di sini jangan kemana mana? "
Dia mengangguk begitu saja dengan perintah yang kuberikan karena dia sendiri sudah dilanda kecemasan dan ketakutan.
Saat aku keluar dari kereta dan aku melihat kearah dimana pertarungan terjadi, di sana terdapat orang orang yang sedang bertarung dengan sesuatu yang terlihat seperti goblin namun jauh lebih besar dan jumlahnya ada beberapa, saat ini mereka terdesak, beberapa dari rekan mereka juga sudah tumbang beserta semua goblin biasa lainnya.
Saat aku menganalisa makhluk yang seperti goblin itu dengan kemampuan mataku hasilnya adalah, makhluk itu memang goblin namun sudah berevolusi ke tingkat yang lebih tinggi aku tak tau mereka menyebutnya seperti apa disini.
Kemudian aku mendekat kearah mereka dan menyuruh mereka untuk menyingkir sementara aku mengurus para makhluk itu.
Beberapa saat sebelumnya....
__ADS_1
"Hei kapten bukankah yang di sana itu adalah sekelompok goblin"
Seorang mercenary yang duduk paling depan diantara semua rombongan menyipitkan matanya sambil melihat ke arah depan dan di kejauhan terlihat sekelompok mahkluk kerdil berwarna hijau yang mendekat ke arah mereka.
"Kau benar, peringatkan semua orang! "
Perintah seorang mercenary yang merupakan pemimpin mereka dan mengikuti perintah itu pun salah seorang diantara mereka berteriak.
"Ada goblin....
Dan dengan itulah seluruh rombongan berhenti untuk sementara waktu selagi mereka mengurus para goblin itu.
" Semuanya bersiap untuk bertarung"
Sang kapten berteriak ke arah para anggota nya untuk bersiap, meskipun semua anggota nya melakukan yang seperti dia perintahkan tapi mereka menganggapnya tak terlalu serius dan bersikap santai.
"Ayolah kapten, itu hanya sekedar kelompok goblin, kita bisa mengatasinya dengan mudah"
"Itu benar kapten, tak ada yang perlu dikhawatirkan"
Meskipun yang diucapkan oleh anggotanya itu benar tapi ada sebuah perasaan yang tidak mengenakkan yang sedang dia rasakan sekarang, apalagi biasanya tak ada monster di jalan yang sedang mereka lewati sekarang ini.
"Meskipun begitu jangan lengah, aku memiliki perasaan buruk soal ini"
"Ya ya, terserah kau saja"
Setelah beberapa waktu mereka berhasil menumpaa habis semua goblin tanpa ada yang terluka diantara mereka meskipun mereka menitikkan keringat karena harus sedikit bekerja keras.
"Kau lihat kapten, tak ada yang perlu dicemaskan, kau hanya terlalu khawatir saja"
Ucap seseorang yang ada didekatnya.
__ADS_1
"Kurasa kau benar, aku hanya terlalu khawatir saja"
Meskipun dia setuju dengan apa yang diucapkan oleh anggota nya tapi entah kenapa perasaan tidak enak yang dari tadi dia rasakan tak kunjung hilang malah sebaliknya itu semakin menguat seolah olah yang dia khawatirkan akan segera datang.
Dan tak lama kemudian apa yang dia khawatirkan terjadi Beberapa monster goblin besar terlihat mendekat ke arah mereka. Jumlah oara monster itu jauh lebih sedikit daripada para goblin sebelumnya bahkan lebih sedikit dari jumlah mereka sendiri namun kekuatan dari monster itu melebihi dari apa yang mereka bisa atasi. Terlintas dalam benaknya untuk lari bersama dengan para anggotanya namun hati nuraninya tak membiarkan dia melakukan hal tersebut karena masih ada banyak orang yang harus mereka lindungi, selain itu jika mereka lari sekarang akan ada hukuman dari serikat untuk mereka dan jika mereka lari maka tak ada lagi yang akan mau mempekerjakan mereka apalagi tuan gaston selalu baik pada mereka. Jadi pikiran untuk melarikan diri sudah terkubur dalam dalam di pikiran nya, dan sepertinya para anggotanya yang lain pun juga berpikiran sama.
Dengan itupun mereka menguatkan tekad mereka untuk bertarung tapi perbedaan kekuatan tidak bisa diatasi dengan hanya bermodalkan tekad saja.
Argghhh...
Salah satu diantara mereka berteriak sangat keras karena di pukul oleh monster itu dan alhasil dia terlempar kearah kereta dan akhirnya pingsan.
Para anggota yang lain pun tidak terlalu jauh berbeda, beberapa dari mereka sudah tumbang dalam waktu yang singkat. Bahkan pikiran untuk melarikan diri yang sebelumnya sudah terkubur dalam dalam mulai bangkit kembali. Itu semua karena perasaan putus asa yang mereka rasakan saat ini.
Ughh...
Sang kapten berhasil menahan serangan monster itu tapi dia mengalami luka dalam yang cukup parah sampai membuat dia muntah darah, bahkan tangan nya pun sepertinya patah.
Hanya tersisa sebagian dari mereka saja yang masih bertahan itupun dengan luka luka yang tidak bisa dianggap enteng. Perasaan Putus asa yang mereka rasakan pun semakin dalam dan sekarang mereka hanya bisa pasrah sambil berharap akan ada sebuah keajaiban yang terjadi pada mereka.
Tak lama kemudian pun dia mendengar suara langkah kaki dari belakang diikuti oleh kalimat.
"Menyingkir lah, mulai dari sini serahkan saja padaku"
Saat dia menoleh kebelakang dimana suara itu berasal dia melihat seorang anak kecil yang memakai topeng. Itu adalah anak yang sama dengan yang mereka lihat sebelumnya bersama tuan gaston. Awalnya dia merasa terselamatkan karena kata katanya tapi itu hanyalah bagian dari harapan kecilnya dengan cepat dia kembali ke realitas.
"Hei, itu terlalu berbahaya kau tak bisa menghadapi para goblin Lord itu"
Meskipun dia mencoba untuk memperingatkan dia namun hal itu tak digubris sama sekali olehnya.
Memangnya apa yang bisa dilakukan oleh seorang anak melawan para monster itu, sesuatu itu bahkan tidak bisa dilakukan oleh orang dewasa sepertinya, tapi kemudian semua pikirannya itupun terbantahkan, dia tidak percaya dengan apa yang dia lihat.....
__ADS_1