Reinkarnasi Tak Terduga

Reinkarnasi Tak Terduga
Chapter 13 Reruntuhan Kastil


__ADS_3

Apa ini sebenarnya, jantungku berdetak menjadi sangat kencang dibandingkan sebelumnya padahal aku sendiri hanya diam saja. Aku bisa merasakan sebuah perasaan yang cukup aneh, dimana seperti ada sesuatu yang mencoba memanggilku namun aku tidak tahu apapun soal itu lebih seperti insting hewan liar yang sedang berburu mangsanya. Aku mencoba untuk memenangkan diriku tapi apapun yang ku coba lakukan semua hanya sia sia saja.


Aku berdiri dari tempat duduk ku sekarang ini dan menoleh kearah sekeliling untuk memastikan apa itu namun tak ada apapun yang aneh disekitar. Apakah perasaan ini hanya sekedar ilusi semata, jika memang begitu tak ada penjelasan logis tentang reaksi tubuhku sekarang ini yang berarti ini benar-benar terjadi.


Melihat diriku yang mulai bertingkah aneh Ricky mencoba bertanya padaku jika saja ada yang salah dia bisa memperingati semuanya untuk bersiap.


"Ada apa leo!? Apa ada bahaya yang mendekat"


Tanya Ricky dengan raut wajah khawatir.


"Bukan apa apa, aku hanya sedang banyak pikiran"


Dengan jawaban ku dia mulai kembali bersikap tenang seperti sebelumnya. Tak terasa waktu pun terus berlalu dan sekarang ini sudah pagi, semua orang mulai bangun dari tidur nyenyak mereka dan segera keluar tenda untuk bersiap siap berangkat. Semua orang sedang sibuk dengan tugas mereka masing-masing.


Seorang pria mendekat kearah kami dan bisa kulihat dengan jelas ekspresi kantuknya itu lewat dirinya yang menguap sepanjang jalan, orang ini adalah si gaston.


"Hei kalian, bagaimana keadaan semalam? "


Dia bertanya sambil menguap, memangnya tidur semalaman tidak cukup untukmu hah? Pikir ku dalam hati. Makan dan tidur dengan baik mungkin itulah kunci kenapa dia bisa tumbuh dengan subur.


"Ah tuan gaston semuanya baik baik saja, tak ada yang aneh semalam, iyakan leo"


"Seperti yang dia bilang"

__ADS_1


"Baguslah kalau begitu, tinggal menunggu orang orang itu ber beres kita akan langsung berangkat"


Singkat cerita kami sekarang sedang dalam kereta menuju tujuan, dan hal aneh yang sebelumnya kurasakan semakin menjadi jadi seolah hal itu semakin dekat. Tinggal beberapa hari lagi kami akan sampai ke tujuan.


Dan hal yang kurasakan sebelumnya semakin dan semakin kuat sehingga aku sudah tidak tahan lagi, aku harus segera memeriksa sumber dari semua ini. Mungkin saja apa yang sedang mengganggu ku sekarang ini adalah suatu hal yang baik.


"Umm gaston, aku cukup sampai sini saja"


Aku memberitahu dia sambil membuka pintu kereta yang sedang berjalan, tapi kata kataku tak membuatnya terkejut sama sekali.


"Sepertinya kau sudah tahu kalau aku akan pergi"


"Sebut saja ini intuisi seorang pedagang"


"Baiklah kalau begitu sampai jumpa lagi"


Setelah mengatakan kata perpisahan aku langsung melompat ke luar kereta dan berhenti ditengah jalan.


Kalau begitu saatnya menuju sumber rasa tidak nyaman ini. Aku kemudian menutup mataku dan mencoba untuk fokus menemukan arah yang seharusnya aku lalui.


Dan aku menemukannya tepat di depanku saat ini adalah padang rumput luas sepanjang mata memandang. Karena ada sebuah jalan setapak kecil disini maka itu berarti satu hal, ada sesuatu di ujung jalan ini. Mungkin sebuah tempat yang bisa dikunjungi seperti sebuah desa atau semacamnya.


Tak ada yang aneh di sepanjang jalan kecuali beberapa rumput dan ilalang yang tumbuh menjalar di tengah jalan, yang memberi tahu bahwa jalan ini sudah lama tidak digunakan. Mungkin sudah sekitar setengah hari aku berjalan namun ujung dari jalan setapak ini juga belum terlihat.

__ADS_1


"Mungkinkah ini ide yang sia sia? Tapi karena sudah sejauh ini kurasa lebih baik untuk melanjutkan nya, lagipula aku benci sesuatu yang sia sia setelah bekerja"


Tak lama kemudian pun semua keluhan ku mendapatkan hasilnya, ujung jalan ini sudah terlihat dan di sana terdapat reruntuhan yang seperti sebuah kastil. Daripada menyebutnya sebagai kastil mungkin lebih tepatnya adalah sebuah kota kecil karena terdapat beberapa bangunan kecil yang sepertinya adalah bekas perumahan penduduk.


Saat aku memasuki area sekitar kastil bisa Ku ketahui kalau tempat ini sudah sangat lama ditinggalkan gerbang nya yang terbuat dari kayu tebal itu sudah sangat lapuk, aku bahkan tak perlu menggunakan kekuatan sama sekali untuk menerobos masuk.


"Ini... "


Awalnya aku mengira bahwa tempat ini memang sudah ditinggalkan, tapi sepertinya perkiraan ku salah tempat ini masih saja dihuni oleh para penduduknya atau lebih tepatnya sisa sisa dari apa yang ada terdapat dari mereka.


Dari awal aku masuk aku sudah melihat tengkorak manusia dimana mana, baju yang mereka kenalan juga berlubang atau sobek seperti bekas di tebas oleh sebuah pedang. Apa mereka semua tewas diserang oleh musuh tapi kalau begitu ini semua akan menjadi lebih aneh lagi karena tak ada tanda tanda kerusakan pada dinding di sekeliling.


Tiba tiba suara langkah kaki terdengar, dari suaranya ini adalah langkah kaki dari sekelompok orang yang sedang jalan berbaris dan suara yang lain terdengar seperti berasal dari baju besi. Biar bagaimana pun aku memikirkan ini sangat mencurigakan mana mungkin ada sekelompok tentara berbaju besi di tempat yang ditinggalkan seperti ini.


Suara itu semakin mendekat dan aku memutuskan untuk bersembunyi dan mengamati apa yang akan datang. Memang benar bahwa itu adalah sekelompok tentara berbaju besi namun yang ada di dalamnya bukan lah makhluk hidup tapi tengkorak manusia yang bergerak seperti manusia pada umumnya.


Aku tak percaya dengan apa yang aku lihat ini, bagaimana mungkin tengkorak biasa bisa menjadi hidup seperti itu. Sebelumnya aku memang pernah melihat hal yang serupa tapi apa yang aku lihat sebelumnya setidaknya memiliki sebuah jiwa. Tapi mereka yang aku lihat sekarang ini hanya sekumpulan tulang saja, bahkan saat aku melihatnya dengan mataku tak ada tanda bahwa mereka memiliki jiwa.


Aku sangat ingin kembali tapi aku tak bisa melakukan nya perasaan kuat dalam diriku yang sebelumnya memaksaku untuk tinggal disini sampai aku mendapatkan nya. Apalagi aku bisa merasakan nya bahwa sesuatu yang menarik ku sebelumnya ada di tempat ini.


Setelah mengamati seluruh tempat ini kecuali di dalam kastil ada beberapa hal yang pasti. Pertama jumlah prajurit tengkorak itu bukan hanya beberapa tapi ada ratusan. Kedua apa yang aku cari sepertinya ada didalam kastil tapi aku tak bisa masuk karena penjagaan di dalam nya sangat ketat. Ketiga kekuatan prajurit tengkorak itu tidak terlalu berbeda dari orang dewasa tapi jumlah mereka lah yang menjadi masalah nya. Keempat pergerakan prajurit tengkorak itu sangat terorganisir itu berarti ada seseorang atau suatu makhluk yang memberikan perintah pada mereka dan sepertinya dia sedang ada didalam kastil.


Hari kedua aku disini dan aku masih belum menemukan celah untuk menyelinap kedalam kastil dan pengintaian ku terus berlanjut....

__ADS_1


__ADS_2