
Situasi saat ini benar-benar bisa dengan mudah oleh orang lain dimana ada seorang gadis muda dengan ekspresi malu malu mendatangi kamar seorang anak lelaki di malam hari.
Berbanding terbalik dengan Ilya yang sedang malu malu ekspresi leo sama sekali tak menunjukkan bahwa dia sedang terganggu oleh hal ini sama sekali. Dia hanya menunjukkan ekspresi seperti biasanya seolah mengatakan kalau hal ini adalah hal yang biasa.
Setelah kuberi ijin untuk dia masuk, kemudian dia berjalan kearah tempat tidur dan duduk di sana sementara aku duduk di kursi yang tak jauh darinya.
"jadi apa yang ingin kau bicarakan? "
Dari ekspresi nya yang dia tunjukkan dari tadi sepertinya hal yang ingin dia sampaikan adalah sesuatu yang besar. Akan menjadi masalah besar kalau hal itu adalah sesuatu yang merepotkan.
"Ini soal ujian sertifikat mercenary besok, apa kau punya sesuatu yang khusus untuk digunakan besok? seperti suatu strategi? "
"Jadi soal itu, tidak, aku tak memiliki sesuatu seperti karena aku percaya diri dengan kekuatan ku, lalu kau sendiri bagaimana? "
"sama sepertimu aku juga percaya diri dengan kekuatan ku, tapi hanya saja-"
Dia berhenti sejenak seperti sedang memikirkan sesuatu.
"Hanya saja apa? "
"Hanya saja aku dengar kalau Monster yang akan di jadikan percobaan besok adalah Goblin Lord"
Goblin Lord? Apa itu Monster yang pernah ku hadapi waktu itu, kalau begitu ini akan jadi sesuatu yang sangat mudah. Tapi itu tak menjelaskan kenapa dia begitu gelisah, kalau hanya Monster setingkat itu seharusnya bukan masalah besar juga baginya atau apakah ada sesuatu yang tak aku ketahui soal Monster itu.
"Kau bilang kau percaya diri dengan kekuatan mu kan, lalu kenapa kau seperti itu, apa kau merasa tak bisa menang darinya? "
"Apa!? kau pikir aku akan kalah dari Monster rendahan sepertinya"
Dia sedikit meninggikan suaranya karena kesal.
"kalau begitu apa masalahnya, hah? "
"Masalahnya, itu adalah Monster Goblin lo"
"Memangnya ada apa dengan Goblin? "
"Itu Monster yang sangat menjijikkan lo"
"Hanya karena hal itu!?"
kupikir itu masalah yang lebih besar tapi ternyata hanya masalah sepele saja.
"Apa maksudmu hanya itu saja!? "
"Terus apa lagi memangnya? "
"Goblin itu adalah makhluk hijau menjijikan yang suka menculik wanita lalu mereka ***** dan ***** kemudian ***** seperti itu! Apalagi kalau itu gadis secantik diriku, mereka pasti akan menjadi lebih gila"
Dia menjelaskannya dengan cukup detail soal kebiasaan mereka padaku sambil memasang wajah dengan ekspresi jijik padanya. Dasar wanita bukankah dia agak sedikit terlalu berlebihan dengan hal itu, tak seperti dia adalah gadis tak berdaya di hadapan Monster itu.
"Hah? kau kan bisa langsung menebasnya menjadi beberapa bagian atau kau bisa membakarnya sampai menjadi abu dengan sihirmu!! "
"Ta-tapi tetap saja itu-
Dia tetap saja mencari cari alasan seperti itu.
sudahlah, aku lelah menanggapi nya jadi aku hanya diam saja dan suasana pun menjadi hening beberapa saat sampai dia kembali membuka mulutnya.
" Ngomong ngomong leo, apa kau tak merasakan sesuatu saat ini? "
__ADS_1
Aku hanya merasakan jengkel setelah mendengar omong kosongnya beberapa saat lalu, jadi apa yang dia harapkan.
"Sesuatu seperti apa? "
"sesuatu yang spesial"
kali ini dia mengatakannya dengan suara pelan namun aku masih bisa mendengarnya dengan jelas. Tapi apa yang dia maksud dengan spesial?jika itu adalah sesuatu yang seperti rasa bahagia, maka aku sudah lama tak merasakannya sampai aku sendiri lupa kapan aku pernah merasakannya.
"Tak ada"
"cihh-
Dia mendecakkan lidahnya kemudian membenamkan dirinya di kasurku dan berbaring dengan membelakangi ku.
hahhh aku hanya bisa terdiam saja dengan tingkah anehnya itu.
" hei itu tempatku, kalau kau ingin tidur kembalilah ke kamarmu"
Tak ada tanggapan sama sekali darinya atas kata kataku dan dia hanya diam saja sambil menutupi wajahnya dibalik bantal. Sepertinya aku hanya bisa mengalah dan mencari tempat lain, untungnya ada beberapa kamar kosong disini. Lalu aku berjalan keluar dan menutup pintu kamarnya, meninggalkan dia sendiri di dalamnya.
Sementara itu ilya didalam kamar, wajahnya yang dibalik bantal memerah karena sesuatu, dan diikuti dengan perasaan kesal.
"Menyebalkan"
____________________________________________________
Keesokan harinya..
Selain kami berdua ada banyak orang lain juga yang mengikuti ujian ini, beberapa dari mereka sama seperti kami yang langsung ingin mendapatkan lisensi rank b, sementara sisanya adalah para mercenary veteran rank c yang baru saja membangkitkan mana mereka.
Kebanyakan dari mereka yang ada disini berusia dewasa semua meski ada beberapa yang masih remaja sedikit lebih tua dari kami.
"Semuanya ikuti aku!! "
"Ujian kali ini hanya dilakukan dengan tes sederhana, kalian hanya perlu bertarung melawan Monster yang telah kami persiapkan"
kemudian beberapa orang lagi yang juga adalah pengawas menggiring seekor Monster. Persis seperti apa yang dikatakan ilya tadi malam Monster itu adalah Seekor Goblin Lord.
"Kalian bebas menentukan siapa yang akan maju duluan! " tegasnya.
"Kalau begitu aku duluan"
seseorang diantara kerumunan peserta mengangkat tangannya tinggi tinggi. Orang ini memiliki badan yang biasa saja namun dengan senjata kapal besar dibelakangnya. Terdapat banyak bekas luka pada dirinya yang mengatakan kalau dia adalah seseorang yang telah banyak melalui pertarungan, bahkan para peserta yang lainpun ikut bersorak saat dia maju ke depan.
"Ayo gleen, kau pasti bisa!! "
kurang lebih seperti itulah sorakan mereka semua.
"Bagaimana menurut mu leo? apakah dia akan berhasil? "
"Entahlah"
Mana yang kulihat dalam dirinya sedikit sekali, yang membuktikan kalau dia baru saja membangkitkannya. Tapi jumlah mana sendiri tak bisa menentukan secara akurat tingkat kekuatan seseorang, percuma saja jika memiliki mana yang banyak namun tak tahu cara penggunaannya dengan benar, meski hal itu tak bisa diremehkan sama sekali.
"Kurasa pengalamannya itu akan bisa menutupi kekurangan mananya itu"
Dan ilya mengangguk tanda setuju dengan pernyataan ku barusan. Dan ujian pun dimulai saat pengawas melepaskan rantai yang ada pada Monster itu.
Sesaat setelah rantai itu terlepas, orang yang bernama gleen itu yang pertama kali menyerang. Dia berlari ke arah Monster itu dan langsung melepaskan serangan frontal padanya, Momentum dari ayunan kapak besar dan berat itu memberikan daya hancur yang kuat ditambah dengan Goblin Lord yang bergerak lambat, membuat serangan itu berhasil.
__ADS_1
Namun itu saja tak akan cukup, kapak besar miliknya itu sendiri tak cukup tajam dan kuat untuk menembus kulit keras dari Monster itu. Serangan barusan hanya meninggalkan luka goresan pada Monster dan hanya membuatnya marah.
"sial"
Gleen meludah kearah Monster itu karena serangan nya barusan tak berhasil. Dan itu dibalas dengan pukulan kuat dari Monster itu untuk nya, untungnya dia berhasil menghalaunya dengan kapak miliknya tapi tetap saja di terpental beberapa meter kearah belakang.
"Ugghh, tanganku rasanya mati rasa, jadi inikah kekuatan dari Monster peringkat b? "
Tak main main, jika terus begini keadaan nya maka tinggal masalah waktu saja baginya untuk mendapatkan kekalahan dan dia pun sepertinya sadar akan hal itu.
"Apa hanya sampai disini saja huh? "
Gleen merasa pahit akan kekurangannya, dan sekarang satu satunya kesempatan untuk kemenangan adalah dengan menggunakan mana yang dia miliki meski itu tak seberapa.
"Tidak!! aku tak boleh kalah sampai disini saja!! "
Dia mengultimatum dirinya sendiri dan kemudian berteriak, arghhh, kemudian mana yang ada didalam tubuhnya keluar dan membuat kekuatan fisiknya menjadi lebih kuat dari sebelumnya. sekarang pertarungan berlanjut dengan kekuatan dari keduanya yang kurang lebih setara, serangan demi serangan di lancarkan oleh kedua belah pihak.
Teriakan para penonton semakin meriah saat pertarungan mencapai puncaknya, saat ini baik Glenn maupun Monster itu sama sama terluka parah dan hanya perlu satu serangan lagi untuk menentukan pemenang nya.
"Tinggal sedikit lagi"
gleen yang terengah-engah sudah hampir mencapai batasnya terus memaksakan dirinya sendiri, karena jika dia kalah maka dia harus menunggu satu tahun lagi untuk ujian kenaikan berikutnya.
Dalam nafas terakhirnya dia mengumpulkan semua semua sisa kekuatannya untuk serangan terakhirnya. serangan kali ini sama seperti sebelumnya yaitu serangan frontal namun dengan kekuatan penghancur yang jauh lebih besar dari sebelumnya.
"Hyaaaaaah"
Serangan itu diblokir oleh Monster itu namun dengan semangat juang yang membara, serangan itu menerobos pertahanannya dan mengenai langsung kepala Monster itu, karena serangan fatal Monster itu pun berhasil ditumbangkan, dengan gleen yang ikut terjatuh ke tanah karena kehabisan tenaga dan luka yang dia alami.
Tepuk tangan para penonton pun mencapai puncaknya saat gleen berhasil menang. Dan salah satu pengawas mendekat kearahnya dan memberikan dia ramuan penyembuhan.
"Kerja bagus, kau lulus peserta"
Mendengar nya gleen hanya bisa tersenyum puas, sekarang impiannya menjadi petualangan rank b telah tercapai setelah waktu yang lama.
Dan ujian pun terus berlanjut, lebih dari setengah peserta sudah maju dan hampir seluruhnya juga ubah gagal, hanya beberapa orang saja yang berhasil. Dan sekarang tibalah waktunya untuk giliran ku.
Para penonton yang melihat seorang anak kecil maju ke depan membuat mereka tak bisa menahan diri untuk bertanya tanya siapa sebenarnya anak itu? dan beberapa lainnya mengatakan "cuma seorang bocah bau kencur, paling dia akan langsung gagal " Seperti itu.
Ingin sekali aku menghajar mereka yang mengatakan itu padaku, kalau saja ini di tempat yang sepi, mereka pasti sudah ku buat babak belur.
" Peserta leo, apa kau sudah siap? "
Pengawas bertanya pada ku untuk konfirmasi lalu aku mengangguk padanya dan ujian pun di mulai, tapi itu tak berlangsung lama karena setelah ujian di mulai aku mengambil pedang yang kudapatkan dari gard dan langsung memotong monster itu menjadi dua bagian.
Pedang yang kudapatkan dari gard memang luar biasa sampai sampai aku tak memerlukan usaha yang seharusnya untuk memotong monster itu menjadi dua bagian, pedang itu mampu menembus pertahanan dari monster itu seolah olah dia adalah kue ulang tahun.
Semua peserta yang lain menjadi diam seketika saat menyaksikan kejadian yang singkat itu, membuat tempat ini menjadi sunyi tanpa satupun suara, kecuali ilya yang dengan sombongnya berpendapat " Itu hal yang biasa ".
" Pengawas, ujiannya sudah selesai kan? "
Mendengar kata kataku, pengawas itu pun langsung tersadar dan melanjutkan tugasnya.
"Ehemm, selamat karena sudah berhasil peserta leo, lisensi mu akan segera di berikan saat seluruh ujian selesai "
"Baiklah"
Dan aku pun kembali ke tempat sebelumnya, semua yang ada disana mengubah pandangan mereka padaku yang awalnya meremehkan menjadi segan. Dan ujian pun terus berlanjut, tak butuh lama untuk membuat sisa peserta tersingkir sampai akhir ujian.
__ADS_1
Dan untuk ilya, tentu saja dia juga berhasil dalam ujiannya dan mendapatkan lisensi nya. Sama sepertiku sebelumnya dia juga menyelesaikannya dengan cepat, sesaat setelah ujian di mulai dia langsung menggunakan sihir api yang kuat yang langsung mengubah monster itu menjadi daging panggang, tentu saja ini juga membuat semua orang tercengang.
Dan ujian pun berakhir, setelahnya hanya hari hari yang damai di kota yang bebas ini, aku hanya bersantai di mansion karena ingin beristirahat saja, memang sih fisikku baik baik saja tapi mental ku sangat lelah karena banyak yang terjadi padaku selama beberapa bulan terakhir...