
Saat dia memasuki ruangan di sana terdapat seorang pria paruh baya yang gemuk dengan hasrat keserakahan yang terpancar dengan jelas yang sedang duduk di kursi yang ada di tengah tengah ruangan. Orang itu terlihat seperti babi gemuk yang dipenuhi oleh keserakahan.
Dan tepat dibelakangnya ada beberapa orang yang merupakan bawahannya dan diantara mereka juga terdapat sosok yang tidak asing yang merupakan bagian dari bawahanku atau lebih tepatnya mantan bawahanku.
Seorang penghianat dan musuh yang sedang duduk santai didepannya, tapi bukan mereka yang paling menarik perhatiannya. Seluruh perhatiannya sedang tertuju pada sosok perempuan yang sedang tergeletak di antara dia dan musuhnya. Sosok perempuan itu sangat akrab baginya, sosok yang dia lihat setiap pagi saat dia terbangun dari tidurnya.
"Aliciaaaa"
Sosoknya yang tergeletak di sana tak bergerak sedikitpun bahkan setelah namanya dipanggil dengan sangat keras. Baju putih yang sedang dikenakannya berubah menjadi merah karena darah yang bersimbah di seluruh tubuhnya. Dan yang paling menyesakkan adalah fakta bahwa ada sesosok bayi yang sedang dia peluk dengan eratnya namun bayi itu juga sama sepertinya tak bergerak sedikitpun.
Dengan berlinang air mata dia berlari ke arah istri dan anaknya berharap bahwa masih ada kemungkinan walau hanya sedikitpun mereka masih hidup, sayang harapan kecilnya pupus saat dia memastikan bahwa mereka berdua sudah mati.
Dia memeluk erat tubuh keduanya yang sudah dingin sambil menangis dan dia akhirnya mengalihkan perhatiannya kepada orang orang yang ada didepannya.
"Kenapa, kenapa kau harus sejauh ini goran!? "
Dia berteriak kepada sosok yang ada didepannya.
"Ahahahah kau bertanya kenapa? Seharusnya kau sudah tau alasannya kankan Norman? "
Dia menjawab pertanyaan ku dengan pertanyaan lain, sementara dia sendiri memasang ekspresi yang menjijikkan di wajahnya itu.
"Jadi ini semua karena tambang itu saja hah? "
"Apa maksud mu dengan itu saja? Kau tahu sendiri kan berapa nilai dari tambang besi itu, bahkan wilayah mu yang dulunya miskin menjadi makmur seperti ini"
"Jadi hanya karena itu kau melakukan semua ini!! "
Aku berteriak padanya sambil menggertakkan gigiku dan dalam hatiku yang dipenuhi amarah ini aku mengutuknya tanpa henti.
"Kau serang wilayahku, kau bunuh rakyatku, dan kau juga membunuh istri dan anakku-"
Aku perlahan melepaskan pelukan ku pada istri dan anakku kemudian membaringkan mereka kembali ke lantai sementara itu aku perlahan berdiri sambil menarik pedang ku yang ada di pinggangku.
"-aku pasti akan membunuhmu goran!! "
Aku mengeluarkan seluruh kekuatan yang ku miliki dengan niat untuk membunuhnya, dan dia pun tersentak karena merasakan niat membunuhku yang sangat kuat yang kuarahkan padanya, membuat ekspresi dia yang awalnya tenang menjadi cukup panik.
__ADS_1
"A-apa lagi yang kalian tunggu!! Cepat bunuh dia "
Dia memberi perintah pada para anak buahnya yang ada disana dengan agak gagap karena sedang dilanda kepanikan, biar bagaimana pun juga orang ini bukan hanya serakah saja tapi juga merupakan orang yang sangat pengecut. Dia orang yang akan bertindak perkasa kepada mereka yang lemah tanpa kekuatan apapun sementara bersikap seperti makhluk rendah kepada mereka yang kuat. Dia merupakan orang yang seperti itu.
Mengikuti perintah dari goran, para kesatria bawahannya yang awalnya diam saja dari tadi mulai mengambil tindakan dan menghalangi langkahku untuk menebaa goran.
"Menyingkir dari jalanku!!"
Dan dengan itu aku berlari dengan cepat ke arah mereka semua, menggunakan kemampuan berpedang keluarga ku yang sudah ku pelajari selama belasan tahun ditambah dengan mana yang ku gunakan untuk menyelimuti pedang ku, membuatnya menjadi semakin tajam dan tajam sampai membuat orang pertama yang ku tebas terbelah menjadi dua.
"Hiekk- "
Darah dari orang yang ku belah barusan menciptakan ke arah goran karena dia tepat aa dibelakangnya, membuat dia menjadi semakin ketakutan.
"Cepat- cepat kalahkan dia, aku tak membayar kalian mahal mahal untuk menjadi tidak berguna! "
Sisa dari orang orang itu menjadi lebih waspada, padahal aku ingin sekali membunuh goran sekarang juga untuk meredakan amarahku ini tapi orang orang ini sangat gigih untuk mengahalangiku.
Aku mengayunkan pedang ku sekuat tenaga kepada mereka namun beberapa dari mereka cukup kuat untuk mengahalau seranganku.
"Hehehe melawan orang sebanyak ini, kau tidak akan bisa berbuat apapun loh! "
"Tutup mulut sialan mu itu, apa pun yang terjadi aku pasti akan membuatmu membayar dengan harga yang sangat mahal!! "
Dia hanya tersenyum saja menanggapi kata kataku, dan meskipun aku mengatakan itu situasi ku sekarang sangat tidak menguntungkan apalagi kemampuan mereka beberapa diantaranya hanya sedikit dibawah atau bahkan setara dengan ku. Jujur saja kesempatan untuk menang sangat tipis tapi meskipun begitu aku tak memiliki niatan untuk mundur karena aku harus membalaskan dendam ini.
Dan beberapa saat pun waktu berlalu..
"Hah hah hah"
Setelah bertarung melawan mereka selama beberapa waktu membuat ku sangat kelelahan tapi hasilnya sepadan. Kerja kerasku membuahkan hasil yang kuinginkan meskipun tak semua dari mereka berhasil Ku singkirkan tapi jumlah mereka yang awalnya ada delapan hanya tersisa dua orang.
Dan aku juga sudah berhasil menyingkirkan para penghianat itu, kemenangan sudah di depan mata apalagi dua dari mereka yang tersisa sekarang sudah tak memiliki kekuatan lagi untuk melawan.
"Ba-bagaimana ini mungkin terjadi, kau hanya sendiri melawan orang orang kuat yang telah kupilih dengan sangat hati-hati tapi kau bisa sampai sejauh ini"
Goran yang dari tadi menyaksikan seluruh pertarungan tak bisa percaya dengan keadaan sekarang ini, awalnya dia sangat yakin tak akan ada masalah untuk menjalankan semua rencana yang telah dia siapkan dengan hati hati selama beberapa bulan terakhir, dia juga membayar orang orang kuat yang dia temukan dengan mahal untuk menjamin kemenangannya tapi sekarang itu tak seperti yang dia harapkan.
__ADS_1
"Tunggu saja giliranmu bajingan!! "
Aku mengarahkan pedang ku kearahnya dengan penuh percaya diri bahwa aku akan bisa melakukannya, meskipun begitu tak ada sedikitpun senyum di diriku setelah semua. Bahkan jika aku berhasil balas dendam anak dan istriku tak akan kembali ke pelukanku tapi setidaknya itu akan meringankan beban di hatiku.
Slashhh
Dengan tebasan itu dua orang terakhir tersingkir.
"Dan sekarang saatnya untuk menangani penyebab semua ini"
Aku perlahan menuju kearah goran setelah selesai dengan semua anak buahnya, dari pertarungan barusan aku mengalami beberapa luka parah yang cukup signifikan menganggu pergerakan ku tapi itu tak akan menjadi masalah untuk menangani pecundang seperti dia.
"Jangan mendekat"
Sekarang hanya dia yang tersisa sendiri membuatnya jatuh dalam ketakutan yang tak pernah dia alami sebelumnya.
"Jangan khawatir goran, aku tak akan langsung membunuhmu, aku hanya akan menyiksamu secara perlahan sampai kau mati"
"I-itu lebih parah dasar bajingan"
"Bajingan? Memnagnya kau berhak mengatakan itu hah? "
Semakin aku mendekat ke arahnya semakin putus asa juga juga dia, dia mencoba lari dariku tapi dengan kaki pendek dan berlemak yang dia miliki itu mustahil untuk bisa kabur dari ku. Dan untuk mencegah dia lari lagi aku memotonh salah satu kakinya.
"Arghhhhh..
Dia berteriak dengan sangat kencang saat salah satu kakinya terpisah dari tubuhnya. Dan sekarang karena dia sudah tak bisa lari lagi dia hanya pasrah padaku..
" Sudah selesai larinya? "
Aku bertanya padanya dengan nada yang sangat dingin tapi dia tak menjawab pertanyaan ku dan hanya bisa terdiam sambil menahan rasa sakit luar biasa yang sedang dia rasakan sekarang.
"Awalnya aku berniat untuk menghabiskan waktu yang cukup lama sambil menyiksamu tapi sekarang aku berubah pikiran"
Aku tak tahan melihatnya lebih lama lagi dan aku akan langsung membunuhnya saja. Aku mengangkat pedang ku tinggi tinggi dan bersiap menebasnya..
"Pergilah keneraka!! "
__ADS_1
Namun tepat sebelum pedang ku mengenainya dia mengatakan sesuatu yang tak pernah aku duga..
"Apa kau tidak ingin tahu dalang sebenarnya dari semua tindakanku ini!? ".......