Reinkarnasi Tak Terduga

Reinkarnasi Tak Terduga
Chapter 15 Lich


__ADS_3

Sementara itu didalam reruntuhan kastil yang sudah lama ditinggalkan itu disana terdapat sebuah sosok yang mirip seperti manusia namun bukan manusia sesungguhnya. Kulitnya yang terlihat membusuk namun itu bukan sesuatu yang aneh darinya, bahkan di beberapa bagian tubuhnya hanya ditutupi oleh sedikit daging sampai membuat sedikit tulangnya kelihatan.


Didalam tempat yang gelap dan sunyi di sana bukan hanya dia yang ada tapi juga ada mahkluk lain yang lebih tidak masuk akal lagi yaitu kumpulan tulang yang bergerak seolah mengikuti perintahnya. Tempat ini yang awalnya saja sudah cukup menakutkan menjadi lebih menakutkan lagi karena kehadiran mereka.


"Akhirnya mahakarya terhebat ku akan selesai sebentar lagi dan aku akan bisa mewujudkan keinginan terbesar ku yaitu mengubah dunia ini menjadi surganya orang mati"


Makhluk itu berujar sambil menatap benda yang ada di depannya, itu adalah sebuah bola kristal namun didalamnya terdapat sebuah kekuatan yang akan membuat orang yang melihatnya berpikiran buruk tentang itu.


Bila kristal yang diselimuti oleh aura hitam tersebut adalah sebuah artefak yang mana dia sudah habiskan waktu yang sangat lama untuk menciptakannya. Dengan mengumpulkan energi negatif yang dihasilkan dari kematian tragis milik orang-orang yang Dibunuhnya. Dan semua energi negatif itu terkumpul dan tersimpan didalam kristal tersebut.


"Ngomong ngomong bagaimana keadaan sekitar apa ada yang mencurigakan? "


Dia bertanya kepada salah satu diantara kumpulan tengkorak tersebut, tidak seperti yang lain yang satu ini masih memiliki daging yang utuh menempel pada dirinya meskipun dia juga tak bisa dikatakan sebagai mahkluk hidup.


"Menjawab master, tak ada yang janggal dari keadaan disekitar dan saya tak melihat satupun makhluk hidup disini"


Dia menjawab pertanyaan dari makhluk itu dengan sangat sopan seolah olah dia adalah makhluk yang diciptakan oleh dia. Dan itu bukannya tidak mungkin dengan suatu sihir hal itu bisa saja terjadi.


"Bagus kalau begitu, para makhluk hidup itu pasti akan mencoba mengganggu ku dengan cara apapun yang bisa mereka lakukan"


Makhluk hidup yang dimaksud oleh dia sepertinya adalah para mercenary, karena tak mungkin juga orang biasa akan cari masalah dengan para mahkluk menakutkan ini, yang membuat para mercenary lah yang memiliki kemungkinan paling tinggi untuk ini.


"Dan untuk mereka yang sudah merenggut segalanya dariku akan ku buat mereka merasakan apa itu penderitaan yang sesungguhnya"


Mengenang masa lalu dahulunya aku adalah seorang bangsawan di suatu daerah yang terpencil, meskipun begitu wilayah yang aku kuasai sangat makmur dan tak ada satupun dari warga ku yang menderita kemiskinan apalagi kelaparan. Tentu saja semua ini tak bisa terjadi begitu saja alasan mengapa kami semua hidup makmur adalah karena tambang bijih besi yang ada di daerah kami dan dengan kerja keras mengelolanya kamipun bisa hidup seperti itu. Dan aku menjadi lebih bahagia lagi karena tak lama setelah nya istri ku dan aku akhirnya menjadi orang tua.


"Sayang lihatlah bayi kita ini"


Istri ku yang menjadi lemah setelah melahirkan menatapku dan berbicara padaku dengan hanya sedikit kekuatan yang tersisa darinya, meskipun begitu kebahagiaan terpancar dengan jelas di matanya.


"Dia sangat cantik persis seperti dirimu, Alicia"


Anak perempuan kami yang baru saja lahir tidur dengan lelap di pelukan ibunya yang membuat dia terlihat seperti malaikat kecil di mataku. Dengan semua ini kukira aku tak bisa menjadi lebih bahagia lagi lebih dari ini.


"Akan kau beri dia nama siapa sayang? "


Dia bertanya dengan penuh harap padaku, tapi jujur aku sendiri sangat payah soal ini selera penamaanku sangat lah jelek bahkan aku sendiri sadar dengan hal itu tapi dia tetap saja memintanya padaku meski dia sendiri juga tahu itu.

__ADS_1


"Umm, bisa kau beri aku waktu memikirkan nya, lagipula aku tak ingin anakku memiliki nama yang kurang baik"


Dengan ekspresi bodoh aku hanya bisa mengatakan bahwa aku membutuhkan waktu untuk ini. Dan setelah mendengar jawaban ku dia hanya bisa tersenyum sambil tertawa ringan.


Melihat dia seperti itu membuat hatiku terasa hangat, dia sangat cantik dengan senyum manisnya dan bagiku tak ada seorang pun yang bisa menggantikan nya dalam hidupku. Andai saja selamanya bisa seperti ini namun tak semau hal yang kau inginkan terjadi sesuai dengan harapanmu.


"Tuan!!, ada masalah yang terjadi di tambang!!"


Salah seorang bawahanku datang dan memanggilku dari balik pintu, dari kata katanya barusan terjadi masalah ditambang. Biasanya memang ada masalah ditambang karena bangsawan dari daerah sekitar juga menginginkan tambang tersebut namun aku selalu berhasil mengatasinya.


Biasanya dalam beberapa waktu akan ada masalah kecil di sana sehingga kami sudah terbiasa dengan itu. namun melihat dia yang sepertinya cukup panik pasti masalah yang terjadi sekarang cukup serius.


"Katakan padaku ada masalah besar apa sampai kau panik seperti itu!? "


Dia kemudian menenangkan dirinya dan mengatur napasnya kemudia memberikan laporan kepadaku.


"I-itu, Baron goran!!"


"Keuhh, bajingan itu lagi, apa dia tak bosan mencari masalah dengan ku, kali masalah apalagi yang dia Timbulkan? "


Baron goran dari daerah selatan dari wilayah ku, memang ada beberapa bangsawan yang menginginkan tambang bijih besiku tapi cuma dia yang paling tamak akan itu, dia tidak akan segan segan menggunakan cara licik untuk memenuhi keinginan nya. Membuat ku sangat tidak menyukai dia bahkan mendengar namanya saja sudah membuat ku mendapatkan sakit kepala.


"Ikuti aku!! Dan bawa para kesatria kita!! "


Sesampainya ke tambang apa yang kulihat adalah setumpuk mayat yang dibunuh dengan kejam, hampir semuanya mati karena anggota tubuh mereka terpotong dan tertusuk oleh pedang.


"A-apa yang..


Awalnya kukira ini hanyalah masalah kecil seperti biasanya tapi ternyata bukan, melakukan semua pembunuhan kejam ini hanyalah berarti satu hal yaitu pernyataan perang.


" Segera periksa sekitar, dan jika ada musuh langsung saja bunuh ditempat!! "


Aku memberi arahan kepada para kesatria yang mengabdi padaku yang segera mereka lakukan.


"Baron goran!! Aku tak akan memaafkan mu!! "


Semua ini membuatku sangat geram, tapi sekarang aku hanya bisa menggigit jari saja sambil menahan semua ini. Dan tepat saat aku merenungkan ini semua salah satu kesatria ku melaporkan padaku temuan mereka.

__ADS_1


"Tuan, tak ada siapapun disekitar sini dan didalam tambang juga kosong, dan satu hal lagi"


Untuk yang terakhir dia terlihat sedikit ragu saat ingin mengatakannya.


"Apa itu!? Katakan saja padaku!! "


Aku berteriak keras padanya karena saat ini aku sedang kesal, apalagi ini bukan saatnya untuk ragu.


"I-itu darah dari mayat para penambang semua sudah kering, seolah mereka sudah dibunuh cukup lama!! "


"Apa!? "


Bahkan jika butuh beberapa waktu untuk sampai kesini dari kediaman kami, seharusnya itu tak cukup untuk membuat darah mereka mengering seperti itu. Hal ini membuat perasaan tidak enak muncul didadaku.


"Hei, dimana orang Yang melaporkan hal ini padaku!? "


Aku bertanya kepada semua orang disini tapi tak ada satupun yang bisa menjawabnya. Lalu aku tersadar bahwa ini semua hanyalah pengalihan saja.


"Sialan!! Semuanya cepat kembali ke mansion utama!! "


Mengikuti perintahku mereka semua segera menaiki kuda tunggangan mereka dan mengikuti aku yang ada didepan mereka menuju mansion tempat tinggal kami.


"Semoga saja ini semua tak seperti yang kupikirkan"


Aku bergumam pada diriku sendiri untuk menenangkan ku tapi perasaan tidak enak yang kurasakan sebelumnya tidak menghilang tapi sebaliknya itu semakin berat rasanya saat kami semakin mendekati tempat tujuan dan benar saja.


Kumpulan asap tebal terlihat dari jauh yang berada dari rumah para penduduk yang terbakar dengan hebat. Dan aku juga bisa melihat pertempuran antara dua belah pihak, yang satunya adalah para prajuritku dan pihak yang lainnya itu memakai sebuah simbol yang tidak asing di seragam mereka, simbol dari keluarga bangsawan yang menyebabkan ini semua, Baron goran.


"Cepat bantu orang orang kita! "


Sementara para kesatria yang sebelumnya bersama dengan diriku membantu para prajurit kami mengalahkan musuh aku memacu kudaku dengan cepat menuju mansion karena apa yang paling aku khawatirkan sekarang adalah keselamatan istri dan anakku.


Dalam perjalanan ke mansion aku bisa melihat mayat para prajurit yang berguguran dari kedua belah pihak tapi apa yang membuat ku menjadi semakin marah ialah terdapat mayat para penduduk biasa diantara mereka dan bukan hanya mayat para orang dewasa tapi juga ada mayat anak anak yang tidak mengerti apapun bersama mereka.


Saat aku sampai ke mansion aku berlari menuju kamar tempat dimana istri dan anakku berada tapi kehadiran mereka tak bisa kutemukan di sana, aku pun menjadi semakin panik dan memeriksa setiap ruangan yang kutemui tapi tetap saja aku tak bisa menemukan mereka dimanapun.


Sampai pada akhirnya aku memeriksa ruangan terakhir yaitu ruang utama tempat dimana biasanya aku memerintah. Aku membuka pintu nya dengan harapan bahwa istri dan anakku ada di sana dan harapan ku pun terkabul....

__ADS_1


__ADS_2