
Di depan sebuah kastil yang terbengkalai terdapat sosok dia orang dengan tumpukan kerangka yang berserakan di sekitar mereka, jika itu orang yang tak tahu situasi nya pasti akan mengira kalau mereka telah melakukan sesuatu yang mengerikan setelah melihat ini, apalagi salah satu diantara mereka mengenakan sebuah topeng dan yang lainnya mengenakan sebuah jubah menutupi identitas mereka yang membuat mereka terlihat sangat mencurigakan.
"Bukankah ini menjadi lebih mudah, benarkan leo? "
Dia membuka mulutnya sembari menarik senjatanya yang tertancap di salah satu tengkorak, kemudian menendang nya sampai tengkorak itu tercerai berai.
"Yah mungkin karena kita dalam keadaan prima, tak seperti kemarin, karena seseorang keadaan nya jadi lebih sulit"
"Hmmm, bukankah aku sudah minta maaf soal itu tadi malam, kenapa kau masih mengungkitnya hah? "
Dia sedikit kesal dengan pernyataan ku, tapi itulah yang membuatnya semakin menyenangkan, dia sangat lucu saat sedang marah apalagi saat dia menggembungkan pipinya. Membuatku merasa ingin terus menjahilinya.
"Hahahaha aku hanya bercanda soal itu, baiklah sekarang saatnya menghadapi pemilik tempat ini"
Di salah satu ruangan yang sepertinya adalah ruang taha duduk sesosok yang menyeramkan, kurasa dialah sang Lich itu.
"Kukuku jadi kalian berdua yang mengacaukan rencana ku? "
Makhluk membuka mulut nya dan suara yang keluar darinya membuat bulu kuduk ku berdiri.
"Hei ilya, hanya untuk memastikan, apa dia yang disebut Lich itu? "
"Kurasa iya, aku juga tak pernah melihatnya secara langsung"
Meskipun ilya kurang yakin tapi kurasa memang benar bahwa dialah Lich itu, karena hanya ada dia yang disini.
"Karena sudah dipastikan itu memang dia, ayo kalahkan dia!"
Kupikir pertarungan ini memang akan sulit karena kami memiliki kesempatan menang tapi setelah
Beberapa saat kemudian setelah pertarungan dimulai kami berdua benar benar di hancurkan.
Saat ini ilya telah tak sadarkan diri setelah sihir dari Lich itu mengenai nya.
"Dasar bajingan!! "
Aku menerjang kearah Lich itu dengan sisa sisa kekuatan ku, dan serangan itu pun berhasil, aku berhasil menebas tangannya sampai putus tapi itu sia sia saja karena setelah tangannya putus dia langsung memulihkannya.
Dan berita buruknya aku juga terkena sihirnya saat aku melancarkan serangan tersebut.
'"Ughhh"
Pandangan ku dengan cepat memudar dan aku kehilangan kesadaran ku saat itu juga. Dan aku tak tau apa yang akan terjadi selanjutnya..
____________________________________________________
__ADS_1
Sementara itu di luar dinding penghalang terdapat seseorang yang sedang berdiri tepat didepannya. Sosoknya yang jauh lebih besar dari pada manusia dewasa pada umumnya membuat dia terlihat kuat dengan ototnya yang mengagumkan menyempurnakan kesana kuat pada dirinya.
"Jadi benar benar ada Lich didalam sini huh? "
Pria itu bergumam pada dirinya sendiri sambil mengamati dinding penghalang ini.
"Benar benar menambah pekerjaan saja, huh? "
Tiba tiba saat dia mengamati seluruh keadannya dari balik dinding penghalang dia tiba tiba saja merasakan gelombang mana yang tidak biasa dari dalam.
"Aneh, sepertinya sebuah ada pertarungan di dalam sana"
Kesimpulan yang dia buat ini bukanlah sekedar tebakan semata melainkan dari segudang pengalaman yang dia miliki.
"Tapi siapa yang sedang bertarung, meskipun dapat dipastikan salah satunya ialah Lich tersebut"
Tanpa menunda waktu lebih lama lagi dia menyentuh penghalang tersebut dengan tangan kirinya untuk menentukan lintasan dari tinju dari tangan kanannya yang sudah mengambil ancang ancang, dia menumpuk mana yang luar biasa ditangan kanannya dan kemudian dia meninju penghalang tersebut.
Hyahhh
Penghalang tersebut langsung hancur seketika setelah menyentuh tinjunya.
"Hmm sangat mudah"
Lalu kali ini dia mengumpulkan mana pada kakinya dan bersiap untuk melompat. Tanah yang dia pijak pun hancur karena kekuatan yang biasa dan di melompat langsung ke arah kastil. Itu adalah lompatan yang mencengangkan, bagaimana tidak, jarak antara dia dengan kastil berada lebih dari satu kilometer, dan dia melompatinya hanga dengan satu kali percobaan.
"A-apa!? "
Lich itu terkejut dengan kedatangan dia yang sangat tak biasa.
Dan di dalam sana terdapat sosok Lich, seperti yang dia perkirakan tapi bukan hanya Lich yang ada disana melainkan terdapat dua sosok lagi yang sedang terbaring tak sadarkan diri.
"Seorang anak manusia dan seorang anak elf?, kombinasi yang sedikit tak biasa"
Dia mengatakan hal tersebut karena kebanyakan elf memiliki prasangka buruk terhadap sebagian manusia, meskipun tak sampai di titik dimana mereka akan langsung menyerang jika melihat manusia di hadapan mereka.
"Yah, mari kita urus itu nanti, sekarang saatnya mengurus sekantong kotoran tak berguna ini"
Dia membuat pernyataan itu sambil mengepalkan tangannya kearah Lich itu.
"Tu-tunggu tidak bisakah kita membicarakan ini dulu? "
Lich itu mencoba mengajukan solusi damai, biar bagaimanapun juga saat kemunculan yang tiba tiba, Lich itu sudah merasakan perbedaan kekuatan yang luar biasa di antara mereka berdua. Jika mereka bertarung maka dia akan langsung kalah, dan dia tak bisa membiarkan itu terjadi apalagi tujuannya belum tercapai.
"Membicarakan ini katamu? "
__ADS_1
"Ya kau benar, jika kau membiarkan ku kali ini, kau pasti tak akan menyesalinya"
"Aku tak akan menyesalinya? Memangnya apa yang bisa kau berikan padaku? "
Dia bertanya pada Lich itu, karena suatu kesepakatan seharusnya memberikan keuntungan untuk pihak yang terlibat, jika tidak kesepakatan tak akan terjadi.
"Untuk sekarang aku tak bisa memberimu apapun, tapi aku akan berutang budi padamu, dan aku pasti akan membayarnya"
Mendengar hal tersebut dia pun berpikir sejenak, membuat dia berhutang budi padaku juga tak terdengar buruk, tapi sayang dia itu monster, terlibat dengan nya hanya akan mendatangkan sakit kepala lainnya.
"Ha ha ha-
Setelah berpikir sejenak dia pun tertawa keras.
-tak ada kebutuhan bagiku untuk terlibat denganmu, tapi memang ada sesuatu yang ku ingin darimu sih? "
Mendengar hal tersebut membuat Lich itu melihat sedikit cahaya harapan, namun harapan tersebut langsung pupus dengan kalimat berikutnya dari orang besar tersebut.
"Bukan hal besar sih, hanya nyawamu saja"
Setelah mengataka hal tersebut orang besar itu menyeringai sambil menerjang kearah Lich itu.
Lich itu sudah mengerti bahwa tak ada lagi ruang untuk dialog, dan dia hanya bisa mengutuk padanya.
"Sialan kau!!
Lich tau kalau dia tak akan bisa menang bahkan sekarang pun ketakutan tengah dia rasakan, tapi dia mengabaikan semua yang dia rasakan sekarang ini. Dia mengumpulkan seluruh kekuatan nya pada satu serangan karena bagaimana pun juga serangan setengah setengah tak akan berguna padanya.
"Sihir Pelahap jiwa"
Itu adalah sihir yang sama yang telah dia gunakan sebelum nya pada anak anak itu, namun kali ini skala nya jauh lebih kuat dari sebelumnya karena dia menggunakan seluruh mananya dalam sihir ini.
Biasanya saat sihir ini mengenai seseorang, orang tersebut akan langsung tak sadarkan diri dan perlahan jiwanya aka terkikis sampai pada akhirnya dia mati, namun hal tersebut tak berlaku untuk orang besar ini, saat sihir tersebut mengenainya dia masih bisa tersenyum seolah dia tak merasakan apapun dari sihir ini.
"B-bagaimana mungkin!? Bahkan jika hanya sedikit kau seharusnya terdampak oleh serangan ini!! "
Dia tidak percaya dengan apa yang dia lihat, dari awal memang terdapat perbedaan kekuatan yang besar di antara mereka, tapi seharusnya itu tak sampai di titik dimana serangan terkuatnya tak berdampak apapun.
"Kau bertanya kenapa!? Tentu saja karena ototku yang sangat kuat!! "
Justru hal tersebut lah yang membuatnya lebih tak masuk akal, sihir pelahap jiwa adalah sihir bertipe kutukan dimana sihir ini akan langsung menyerang jiwa tanpa mempedulikan kekuatan fisik.
Saat masih dalam keadaan bingung, tinju orang besar itu sudah didepan mata Lich itu, dan saat tinju tersebut mengenai nya Lich tersebut langsung menghilang bahkan jiwanya pun tak bersisa membuat dia tak bisa bangkit lagi.
Tak sampai disitu, tinjuan tersebut sangat kuat bahkan dinding kastil yang berada dibelakang Lich itu juga ikut hancur, membuat kastil tersebut runtuh.
__ADS_1
"Baiklah sekarang pekerjaan telah selesai, tapi apa yang harus kulakukan terhadap dua anak ini? "
Dia pun mengangkat keduanya dan langsung pergi dari tempat itu.....