Reinkarnasi Tak Terduga

Reinkarnasi Tak Terduga
si pandai besi 2


__ADS_3

Sesaat setelah aku menunjukkan pedang itu padanya matanya terbelalak seakan tidak percaya dengan apa yang dia lihat.


"I-ini!? "


"Hei ada apa, kenapa kau bereaksi seperti itu, apa ada sesuatu yang spesial soal pedang itu? "


"Bukan hanya spesial, tapi melainkan luar biasa, pedang ini merupakan sebuah senjata tingkat mitos!! "


"Apa!? "


Ilya yang berdiri disamping ku berteriak setelah mendengar hal itu.


"Kau kenapa sih!? Berteriak seperti itu!!"


"Itu adalah tingkat mitos loh! Bahkan rapier ku saja hanya berada di tingkat epik"


"memangnya ada apa dengan tingkat mitos? "


Merespon pertanyaan ku wajahnya membuat ekspresi seakan mengatakan kau tidak tau hal ini!?


Meski aku sedikit kesal dengan itu tapi tak ada yang bisa kulakukan sebagai pembelaan karena aku memang benar benar tidak tahu.


Lalu dia menjelaskan secara singkat seperti ini.


Senjata tingkat mitos adalah senjata tingkat tertinggi dan keberadaan sangat jarang. Selain itu dia juga menjelaskan tentang tingkatan senjata mulai dari: biasa, luar biasa, epik, legenda dan mitos.


"Kau sepertinya tau banyak soal ini? "


"Ini adalah pengetahuan umum diantara orang orang seperti kita ini"


Aku merasa bodoh sekarang karena tidak tau akan banyak hal, bahkan pengetahuan umum seperti itu.


"Hei nak, bisa kau tarik pedang ini, aku tak bisa melakukannya seberapa keraspun aku mencoba nya"


Tidak aneh sih, bahkan Gordon yang sekuat itu juga tak bisa menariknya. Awalnya aku sempat ragu karena aku juga tak yakin apakah aku bisa menariknya, tapi setelah mencobanya pedang itu bisa keluar dalam percobaan pertama seperti tak ada masalah sama sekali.


"Oh aku berhasil"


Tapi masalah baru muncul setelahnya, sesaat pedang itu keluar dari sarungnya itu mengeluarkan aura kematian yang sangat pekat di sekelilingnya, ilya dan garad yang merasakan hal itu secara reflek mundur menjauh dariku.


"Itu terlihat seperti pedang yang sangat jahat" Ilya


"Pendapat ku juga sama, apa kau tak terpengaruh oleh aura kematian itu hak? "


Oh ya benar juga, setelah diingatkan oleh garad aku baru sadar bahwa aku sendiri tak sedikitpun terpengaruh olehnya, ini sedikit aneh.


"Aku tak merasakan apapun yang buruk darinya"


"Begitu ya, sepertinya pedang itu sudah menganggapmu sebagai tuannya, jadi kekuatan nya tak akan mempengaruhi mu"


"Kurasa juga seperti itu"


"Hei nak, ini membuat ku penasaran sekali, dari mana sebenarnya kau mendapatkan pedang itu? "


"Aku juga tak begitu mengerti, aku tiba tiba saja memilikinya"

__ADS_1


"Leo, kau tau berbohong itu tidak baik, mengapa kau tak mengatakan yang sebenarnya saja? "


Ilya mencoba menasehati ku soal ini, tapi ekspresi nya itu benar-benar menyebalkan, seolah dia sedang menasehati anak kecil yang nakal.


"Kau tau, kau itu benar-benar menyebalkan, dan aku juga bicara apa adanya soal ini, saat aku bangun pedang ini sudah ada disisiku"


"Sudah sudah, berhenti ribut"


Sebagai satu satunya orang dewasa di tempat ini garad mau tak mau harus bersikap seperti itu dengan dua anak kecil yang sedang bertengkar dihadapannya.


"Yang dikatakan leo itu bukannya tidak mungkin, karena senjata setingkat ini memilih tuannya sendiri, jadi leo sepertinya tidak bohong soal ini"


"Kau dengar itu Ilya, tak baik menuduh orang seperti itu, lain kali jadilah anak yang baik dan dengarkan orang lain"


"Hmmm"


Dia sedikit kesal dengan itu tapi dia hanya bisa menerima nya karena dia tak memiliki pembenaran untuk itu.


"Kalau begitu garad, bisakah kau mengatakan padaku soal kemampuan dari pedang ini? "


"Baiklah"


Dia pun mengaktifkan skill analisanya dan mulai menganalisa kemampuan pedang itu.


"Bagaimana? "


"Pedang ini memiliki kekuatan penetrasi yang sangat kuat hampir bisa menembus penghalang apapun dan yang lebih menakutkan adalah luka yang dihasilkan oleh pedang ini adalah akan menimbulkan rasa sakit yang luar biasa bahkan sampai bisa melukai jiwa korbannya"


"Terdengar sangat jahat" Ilya


Aku memperhatikan pedang itu dan merasa kalau kami benar-benar terhubung oleh sesuatu.


"Karena sudah selesai penilainnya bisakah kau sekarang menyimpannya kembali sebelum aku pingsan"


Itu bukan hanya sekedar candaan, garad yang sekarang terlihat sedang terengah-engah karena aura dari pedang ini. Dan saat aku ingin menyimpan nya kembali ke cincin penyimpanan ku dia kembali membuka mulutnya.


"Tunggu sebentar, kau bisa menyimpan senjata tingkat legenda dan mitos langsung kedalam tubuhmu"


"Benarkah? Kalau begitu bagaimana cara menyimpannya? "


"Kau hanya perlu memikirkannya saja"


Aku pun mengikuti seperti apa yang dikatakan nya dan aku terkejut bahwa itu benar-benar berhasil, sekarang aku tak perlu khawatir akan kehilangannya.


"Benar-benar cara penyimpanan yang nyaman, sekarang aku hanya perlu memilih senjata untuk kugunakan"


"Bukankah kau sudah memiliki nya kenapa kau ingin senjata lagi? "


"Ilya, menurut mu aku akan selalu menggunakannya pada keadaan biasa? "


"Ah benar juga, kau akan mendapatkan masalah yang tidak perlu jika menggunakan nya di tempat umum"


Sepertinya dia tersadar akan dampaknya jika aku melakukan itu.


"Kalau begitu ikuti aku, aku menyimpan karya terbaikku di dalam"

__ADS_1


Dia pun kemudian memandu kami berdua kesebuah ruangan yang ada didalam tempat ini. Berbeda dengan tempat sebelum nya didalam sini terlihat sangat bersih dan rapi, barang barang yang di pajang juga terlihat sangat terawat.


"Ini semua adalah karya terbaikku, dan semuanya berada di rank epik, pilih yang mana saja yang menarik perhatian mu, kau juga nona kecil"


"Tak perlu, aku sudah punya milikku sendiri"


Aku mulai berkeliling memperhatikan senjata senjata itu satu persatu dengan teliti, semuanya adalah senjata yang bagus tapi tak ada satupun yang menarik perhatian ku.


"Apa ini sudah semua? "


Aku bertanya kepada garad yang sedang sibuk merapikan senjata senjata yang lain dan membersihkan nya.


"Ada satu lagi sih, tapi aku tak tau apa kau akan menyukainya atau tidak"


"Kalau begitu, tunjukkan saja padaku"


Kemudian dia mengambil sebuah kotak lusuh berdebu yang berada di bawah meja yang ada disana. Di dalamnya terdapat sebuah pedang yang berkilau keperakan yang memepesona.


"Pedang yang bagus"


Itu adalah pendapat jujur ku mengenai pedang itu.


Aku tak mengerti kenapa dia menyimpan nya di tempat seperti itu, jika saja dia mau menjualnya pedang itu pasti akan bernilai mahal.


"Benarkan?, pedang ini memiliki ketajaman yang sempurna dan dayat tahan yang baik serta mampu beradaptasi dengan mana penggunanya dengan sangat baik namun entah mengapa aku selalu merasa ada yang kurang darinya, itu sebabnya aku menyimpannya sebagai pajangan saja"


Entah mengapa aku bisa merasakan sedikit penyesalan darinya, mungkin ada sebuah cerita di balik pembuatan pedang ini.


"Kalau begitu aku akan memilih pedang ini saja"


"Kalau begitu, ambillah"


Kemudian aku menyimpannya di penyimpanan ku, dan karena urusan kami disini sudah selesai kamipun pamit padanya dan segera meninggalkan tempat itu.


Melihat sosok leo yang meninggalkan tempat itu dari belakang membuatnya mengingat seseorang yang sudah lama tiada, seseorang yang selalu baik dan tersenyum padanya dan seseorang yang seharusnya menggunakan pedang itu sekarang.


"Ahh, sepertinya aku sudah tau apa yang kurang darinya"


Tepat setelah kami meninggalkan daerah pinggiran itu ternyata hari sudah malam, dan aku belum menemukan tempat untuk menginap sama sekali.


"Ilya, apa kau sudah menemukan sebuah tempat tinggal di kota ini? "


"Tidak sama sekali, sama seperti mu"


Mungkin Ini adalah hari sial bagi kami berdua bahkan setelah mengunjungi setiap tempat penginapan yang ada diseluruh kota tak satupun dari mereka memiliki tempat yang kosong.


Tapi sepertinya itu benar kalau usaha akan selalu memberikan hasil, pemilik penginapan terakhir yang kami kunjungi memberikan saran untuk menyewa mansion saja, meskipun mahal tapi hasilnya sepadan.


Mansion yang kusewa tidak besar namun juga tidak kecil dan itu memiliki beberapa kamar kosong dengan fasilitas yang lengkap seperti toilet dan kamar mandi.


"Ahhh, ini benar benar surga"


Tempat ini memiliki bak mandi sendiri dengan air hangat yang tercipta dari item sihir yang menempel padanya. Rasanya seluruh kotoran dan debu beserta rasa penatku menghilang seketika setelah aku berendam.


Dan setelah aku selesai mandi sebuah ketukan terdengar dari pintu kamarku, saat aku membuka pintunya ilya sedang berdiri disana dengan wajahnya yang sedikit merah sambil malu malu.

__ADS_1


"Leo, bisakah aku masuk?, ada sesuatu yang ingin kubicarakan denganmu"....


__ADS_2