
Daerah pinggiran atau sering disebut sebagai daerah kumuh berada di pinggiran kota, dan seperti namanya itu adalah sebuah daerah yang kurang di perhatikan. Di tempat ini hampir tak ada aturan sama sekali karena meskipun terjadi sesuatu kebanyakan orang juga tak peduli.
Jalanan becek yang kotor dengan sampah di mana mana dan bangunan lusuh hampir di semua tempat yang ada melengkapi alasan mengapa tempat ini di abaikan.
Hampir semua orang yang ada disini adalah orang buangan dan orang miskin yang bahkan tak punya uang untuk membeli makanan. Dan kebanyakan orang orang yang tinggal disini menderita kelaparan dan penyakit.
"Kau kenapa? "
Aku bertanya pada ilya karena dia tak terlihat seperti biasanya.
"Bukan kah orang orang disini sangat menyedihkan leo? "
"Namanya juga kehidupan, ada yang di atas dan ada juga yang dibawah, hal ini tak terhindarkan"
"Meski begitu bukankah ini tidak adil, bukan keinginan mereka untuk di lahirkan dalam keadaan seperti ini"
Setelah kupikir pikir kehidupan ku juga tak jauh dari kata menyedihkan, bukan hanya dari masa lalu tubuh ini tapi juga kehidupan ku yang sebelumnya.
Ini semua yang namanya takdir, mereka yang lemah hanya bisa pasrah pada takdir mereka sementara yang kuat akan berusaha mengubahnya.
"Hei apa yang sedang kau lakukan! "
Gadis ini tiba tiba saja mendekat kearah seorang anak perempuan yang sekiranya lebih muda darinya beberapa tahun. Anak itu terlihat sangat kurus karena sudah lama tak makan lalu dia mengeluarkan makanan yang dia beli beberapa waktu lalu dan memberikannya ke anak perempuan tersebut.
Tak kusangka gadis yang berusaha membunuh ku disaat kami pertemuan pertama kali memiliki sisi lembut seperti itu.
Aku pun berjalan mendekat kearah nya dan menepuk pundaknya.
"Ada apa? "
"Sepertinya kau butuh lebih banyak makanan, ilya"
Melihat ilya memberikan makan pada anak itu membuat anak anak yang lain ikut berkumpul di sekitar kami, tapi untung saja makanan yang dia bawa cukup untuk mereka semua.
Setelah itu kami pun pergi dari tempat itu dan anak anak itu melambaikan tangan mereka kepada kami sambil mengucapkan Terima kasih.
"Tapi yah, tak kusangka kau akan mengasihani mereka seperti itu, kupikir kau tak memiliki hati nurani sama sekali"
Aku mencoba sedikit menggodanya karena suasana menjadi sedikit suram barusan..
"Jangan mengejekku, kau kira aku ini seperti apa, aku adalah seorang gadis yang sangat cantik dengan hati seperti malaikat lo, jadi berhenti mengatakan itu"
Dia memproklamirkan dirinya sendiri seperti itu dengan ekspresi cemberut di wajahnya, menanggapi itu aku hanya tersenyum ringan kepadanya.
"Iya iya, kau memang seperti itu"
"Baguslah kalau kau tau itu"
Sepertinya dia senang dengan kata kataku tapi dia sepertinya merasa malu dan memalingkan wajahnya yang sedikit memerah.
Tak terasa waktu berlalu dan kami sudah sampai ketempat yang dijelaskan oleh Gordon, sebuah toko lusuh dengan penanda toko besi didepannya.
"Hei ilya, kita sudah sampai"
"Kau yakin ini dia tempatnya? "
"Seharusnya sih iya"
"Tapi tempat ini.. "
Aku mengerti kenapa dia ragu seperti itu, dibandingkan bangunan lain yang ada di tempat ini, bangunan ini adalah yang paling lusuh, penanda yang menandakan tempat ini sebagai toko besi sudah berkarat dan terdapat bagian yang sudah lapuk di beberapa tempat.
__ADS_1
"Mungkin hanya luarnya saja yang seperti ini, ayo masuk"
Karena Gordon sendiri yang merekomendasikan kurasa tempat ini cukup baik, meskipun begitu saat kami masuk.
"Uhuk uhuk"
Kami berdua batuk karena debu yang ada dimana mana di tempat ini.
"Tempat ini berdebu sekali, ayo kita pergi saja leo! "
"Hahh satu lagi pelanggan kurang ajar yang berkunjung, tempat ini bukan untuk orang seperti mu nona muda! "
Sebuah suara seorang pria paruh baya terdengar dari bagian dalam toko, dan dari suara tersebut berasal muncul seorang pria pendek dengan janggut yang panjang sampai kakinya.Tapi tak seperti dwarf yang lain meski tubuh mereka pendek mereka memiliki badan besar yang berotot tapi tidak degnannya, Aku pun menggunakan skill ku untuk memastikannya.
"Seoarang dwarf?, tidak, kurasa bukan sepenuhnya dwarf, apa campuran? "
Mendengar kata kataku dia menjadi marah meskipun sebelumnya dia sudah agak marah, tapi kali ini dia benar-benar meledak.
"Memang kenapa dengan ras campuran hah!? Apa kau memandang rendah aku karena aku ras campuran sama seperti orang orang itu!! "
Ada apa dengan nya? Kenapa dia menjadi begitu marah dengan kata kataku barusan, aku benar-benar tidak mengerti alasannya.
"Sepertinya kau telah salah paham, aku tak pernah memandang rendah kearah mu"
"Ehh, kau serius? "
"Iya"
"Tapi kenapa kau seperti itu barusan? "
"Aku hanya sedikit terkejut, karena aku tak pernah melihat ras campuran sebelumnya jadi aku bereaksi seperti itu"
"Benarkah itu? Kau tak akan merendahkan ku? "
"Iya, tapi kenapa kau bersikap seperti itu? "
"Tak seperti ras campuran lainnya, setengah dwarf biasanya tak akan di akui oleh dwarf maupun manusia lainnya, karena itu mereka sering di pandang sebelah mata"
Ilya yang dari diam membuka mulutnya dan menjelaskan padaku akar masalahnya kenapa orang tua ini bersikap seperti itu.
"Tapi bukankah konyol memandang rendah seseorang karena alasan seperti itu, bukan dari apa yang merek perbuat"
Mendengar pernyataan ku membuat orang tua ini terharu bahkan sampai menitikkan air matanya.
"O-oh ter ternyata kau a adalah orang yang ba baik, maaf karena su sudah menuduh mu nak"
Dia menangis tersedu seru, Benar benar orang yang mudah terbawa perasaan.
"Bisakah kau sudahi ini, kau terlihat sangat jelek menangis seperti itu! "
"Kau kasar juga ya nak, tapi baiklah apa yang kau butuhkan, sebuah pedang atau baju besi? Aku memiliki banyak hal disini dengan kualitas terbaik"
Mendengar nya bicara seperti itu membuat ku mengaktifkan skill analisa ku dan menatao ke sekeliling arah di mana semua senjata tersusun rapi. Dan benar saja seperti yang dia bilang kualitas senjata yang di sini benar benar menakjubkan.
"Benar benar senjata yang menakjubkan"
"Kau bisa melihatnya? Apa itu sebuah skill tipe analisa? "
"Bagaimana kau tau? "
"Aku hanya menebaknya dari tingkahmu, karena aku juga memiliki skill yang sama tapi milikku hanya bisa digunakan untuk menilai senjata"
__ADS_1
"Aku baru tau kau memiliki skill seperti itu? " Ilya
"Aku juga baru tau soal skill"
Dia diam saja menanggapi ku, mungkin karena dia mengira aku bercanda dengannya.
"Ngomong ngomong berapa harga senjata senjata ini? "
"Hahaaha kau tak perlu membayarnya, melihat senjata senjata itu berguna saja sudah membuat ku bahagia"
"Tapi aku tak bisa menerima nya begitu saja-
Tepat ditengah tengah pembicaraan kami sekelompok orang masuk kedalam toko, dari penampilan nya saja aku bisa langsung tahu kalau mereka adalah sekelompok sampah.
"Hei pak tua! Sudah saatnya bayar uang keamanan"
Salah satu diantara mereka yang berada paling depan depan membuka mulutnya untuk pertama kali, dan melihat dari sikapnya sepertinya dia adalah pemimpin mereka.
"Bukankah aku sudah membayarnya minggu lalu, kenapa kau memintanya lagi? "
"Minggu lalu ya minggu lalu, sekarang sudah beda lagi pak tua, huh? "
Kata katanya terhenti setelah melihat aku dan ilya yang berada di sana.
"Wah wah, sepertinya kau memiliki tamu disini, bagaimana kalau"
Dia perlahan berjalan kearah kami berdua namun dia dihentikan oleh si pak tua yang segera berdiri di depan kami sambil memasang badan.
"Akan kuberikan uangnya, jadi jangan ganggu mereka berdua!! "
Saat mendengarnya bajingan itu berhenti dan menerima uang yang dia berikan kemudian mereka langsung pergi begitu saja, namun saat dia berada didepan pintu dia menoleh kebelakang, lebih tepatnya ke arah ilya lalu pergi.
"Ugghh dasar orang yang menjijikkan"
Menyadari tatapan darinya ilya hanya bisa merasa jijik dengannya.
"Haaaahhhh akhirnya orang orang itu pergi juga"
"Siapa sebenarnya orang orang itu pak tua? "
"Panggil saja aku garad, dan untuk orang orang itu, anggap saja mereka adalah kumpulan preman yang membuat tempat ini semakin sulit"
"Kalau begitu kenapa guild Mercenary diam saja, apa mereka tak pernah mencoba menangani mereka? "
"Hal itu sudah pernah dilakukan, namun karena ada pengaruh dari seorang bangsawan dan ditambah tempat ini yang merupakan tempat terbuang membuat kasus itu benar-benar diabaikan"
Namun masih ada satu hal yang mengganjal didalam pikiranku, yang merekomendasikan tempat ini padaku adalah Gordon pemimpin dari semua mercenary yang ada, kalau begitu bukanlah mereka saling kenal, tapi kenapa dia diam saja seperti itu sementara kenalannya sedang kesusahan.
"Hei garad, apakah kau mengenal Gordon? "
"Dia pernah menyelamatkan ku sekali dan aku berhutang budi padanya, tapi hanya seperti itu hubungan kami"
Ternyata seperti itu, kukira hubungan mereka lebih dekat ternyata hanya sekedar kenalan lewat.
"Apa kau ingin aku mengurus mereka untuk mu? Kau bisa menganggap nya sebagai bayaran dariku"
Dia menggeleng kan kepalanya atas tawaranku, sepertinya dia tak ingin masalah ini menjadi panjang.
"Ya sudah Kalau kau maunya begitu, kembali kebisnis, ada sesuatu yang ingin aku kau nilai untuk ku"
Setelah itu akupun mengeluarkan pedang yang beberapa waktu lalu kusimpan di penyimpanan ku dan menunjukkan itu padanya.
__ADS_1
"I-ini!? ".....