
Sudah sebulan berlalu sejak aku tiba pertama kali di dunia ini dan selama waktu itu jugalah aku mencari cara keluar dari hutan ini namun tak berhasil.
Sejak kejadian terakhir kali aku merasakan kekuatan yang luar biasa mengalir ditubuh ku membuat ku jauh merasa lebih kuat daripada diriku yang sebenarnya. Ada juga perubahan pada tubuhku mulai dari mataku yang awalnya berwarna biru menjadi merah dan jika aku memfokuskan pandangan ku akan suatu benda maka informasi yang terkait dengan benda tersebut akan langsung dikirim ke otakku. Selain itu pemulihan tubuhku juga menjadi lebih cepat sekarang semua luka luka yang ada tubuhku sudah sembuh dan meskipun aku mengalami kelaparan hebat hal itu tak mempengaruhi tubuhku sama sekali meski rasa laparnya masih menggangguku.
Aku sudah menjelajahi hutan ini selama beberapa waktu dan ada beberapa hal yang kurasa aku mengerti soal hutan ini. Pertama tidak ada satu makhluk hidup pun di hutan ini mau itu hewan atau bahkan serangga sekalipun. Kedua hutan ini sangat luas sekali jika perkiraan ku tidak salah aku sudah berjalan lebih dari seribu kilometer namun ujung dari hutan tak nampak sedikit pun. Ketiga pemandangan di hutan ini terlihat cukup mirip satu dengan lain seolah-olah hutan ini tercipta dari sebuah ilusi semata.
Seminggu lagu pun berlalu dan akhirnya dari kejauhan aku bisa melihat ada makhluk hidup. Manusia pertama yang aku lihat, dan bukan cuma ada satu tapi sekelompok orang, itu berarti tempat keluar dari hutan ini sudah dekat. Akan kutanyakan itu pada mereka sekalian tanya arah kemana tempat pemukiman terdekat berada. Tapi pertama tama haruskah aku meminta makanan pada mereka.
Dari kejauhan orang-orang ini terlihat biasa saja namun saat aku mendekat terasa ada yang janggal dari mereka. Merasa ada yang tidak beres aku mencoba mengintip mereka dari balik pepohonan yang agak jauh meskipun begitu aku bisa melihat mereka dengan jelas karena mata baruku.
Dan kecurigaan ku ternyata benar mereka ternyata bukan orang biasa, penampilan mereka yang sangat dengan bekas luka di wajah tubuh mereka dan pakaian mereka yang mereka kenakan juga tak memenuhi estetika berpakaian sama sekali, dimana kebanyakan dari mereka hanya mengenakan celana panjang degan bagian atas yang terbuka. Dan mereka semua memegang senjata apalagi terdapat sebuah kereta kuda di sana dengan banyak bercak darah, bisa aku simpulkan bahwa identitas asli dari sekelompok orang ini adalah kelompok bandit atau perampok, kesimpulan ku juga menjadi semakin akurat setelah mendengar kata kata mereka.
"Kupikir aku bisa meminta pertolongan mereka tapi ternyata mereka adalah bandit, ayo pergi dari sini, tak ada alasan bagiku untuk membahayakan keselamatan ku dengan terlihat dengan mereka"
Namun apa yang tak kusadari adalah ada seorang bandit, anggota mereka yang melihatku mengintip dari balik pepohonan, aku tak merasakan hawa keberadaannya sampai dia berada dibelakang ku.
____________________________________________________
Sementara itu para bandit..
"Hahaha penghasilan kita hari ini tercatat sangat besar, siapa sangka orang kaya seperti mereka hanya membawa sedikit pengawal untuk melintasi tempat ini"
Ucap salah seorang bandit dengan tawa bahagia.
"Benar sekali, apa mereka tidak tau tempat seperti apa ini, bahkan rombongan besarpun akan berpikir dia kali untuk melewati tempat ini"
Sahut salah seorang bandit.
"Bagaimana menurutmu bos? "
Seorang diantara mereka bertanya kepada seorang bandit botak berbadan besar dengan bekas luka di kepalanya yang merupakan bos dari mereka.
"Sudah cukup lama sekali kita mendapatkan panen sebesar ini, maka dari itu hari ini kita akan minum sepuasnya"
Kata bos bandit tersebut sambil mengangkat gelas yang diisi minuman keras ditangan nya dan berteriak cukup keras 'Bersulang' diikuti oleh para anak buahnya, mereka semua tertawa dengan keras. Dan tak lama setelahnya mereka semua mulai mabuk oleh minuman keras yang mereka minum.
"Tapi bos, sayang sekali tak ada wanita diantara mereka"
"Benar yang diucapkan oleh kibo bos, sudah lama sekali aku tidak bermain dengan wanita"
"Aku juga sudah lama tidak melakukan nya!, tapi apa boleh buat kan semenjak poster pencarian kita diterbitkan kita sudah tidak bisa lagi pergi ke kota sesuka hati"
Terdapat sedikit penyesalan dalam kata katanya, biar bagaimana pun mereka menjadi bandit untuk bertahan hidup juga. sebelumnya mereka adalah sekelompok prajurit bayaran namun mereka terpaksa berhenti karena tak ada yang mau mempekerjakan mereka karena performa mereka kurang memuaskan apalagi tak ada satupun diantara mereka yang merupakan seorang pengguna mana. Pada akhirnya mereka terpaksa harus berakhir seperti ini.
"Oh ya, dimana Barton, sudah dari tadi aku tidak melihat dia? "
Tanya bos bandit kepada anak buahnya setelah menyadari salah seorang anak buahnya tidak ada.
"Dia bilang ingin bab tadi, sudah tiga puluh menit sejak itu, sepertinya masalah perutnya tambah parah"
"Begitu ya"
Mereka melanjutkan pesta minumnya dengan ruang gembira namun tak lama kemudian
Banggg..
terdengar suara yang cukup keras diikuti oleh seseorang yang terhempas dengan keras ketanah.
Seorang pria yang ternyata merupakan anggota mereka terlempar tepat kearah mereka berada, orang tersebut adalah Barton yang baru saja mereka bicarakan.
__ADS_1
___________________________________________________
Seseorang menganggap punggung ku sambil berkata.
"Apa yang sedang kau lakukan nak?"
"Uwahh"
Hal itu membuatku terkejut setengah mati sampai membuat ku terjatuh dan saat aku melihat kebelakang ada seseorang pria, dia terlihat seperti anggota para bandit itu.
"Apa yang sedang dilakukan anak anak sepertimu di tempat seperti ini hah? "
Dia bertanya padaku sambil mencoba menangkap ku.
"A-apa yang akan kau lakukan?"
"Kebetulan sekali, anak anak dihargai mahal sebagai budak di pasar gelap, boss pasti akan memujiku untuk ini"
Dia mengatakan hal tersebut sambil tersenyum jahat seolah aku adalah korban yang mudah hanya karena aku anak anak. Hal tersebut tentu saja membuat ku marah apalagi aku yang seorang dari dunia modern dimana tidak ada budak lagi.
"Jadi kau akan menjual ku sebagai budak ya? "
"Benar sekali nak, sekarang patuhlah padaku, dengan begitu kau tidak akan terluka"
Tepat saat dia berada di depan ku, banggg......
Aku memukulnya dengan sekuat tenaga ku yang mengakibatkan dia terlempar belasan meter tepat kearah dimana kelompok dia berada. Tentu saja hal ini membuat bandit yang lain ikut terkejut.
"Boss, Barton, di-dia tidak bernapas"
Ucap salah seorang bandit dengan ekspresi panik, tapi bukan hanya dia saja yang begitu, hampir semo panik kecuali sang boss yang terlihat sedikit tenang seperti seseorang yang sudah memiliki banyak sekali pengalaman mengejutkan seperti ini. Dan untuk bandit yang aku pukul barusan sepertinya dia bernama Barton dan dia hampir dapat dipastikan sudah mati atau paling tidak sekarat dan akan mati sebentar lagi.
Sang boss bandit berteriak kearah anak buahnya untuk membuat mereka kembali sadar. Kemudian dia melanjutkan nya dengan menatap ke arahku sambil berkata.
"Lawan kita adalah seorang pengguna mana, semuanya waspada"
Tentu saja hal ini merupakan kejutan bagi mereka semua seseorang yang ada didepan mereka hanyalah seorang anak namun dia bisa menggunakan mana, apalagi tidak sembarang orang bisa menggunakannya.
"T-tapi boss, bukankah dia hanya seorang anak!? "
"Maksudmu seorang anak biasa bisa membuat seseorang yang jauh lebih besar darinya terlempar sejauh belasan meter sampai mati!! "
"Angkat pedang kalian, jika kalian semua tidak mau mati"
Dan dengan instruksi sang boss mereka semua sudah bersiap untuk bertarung.
"Hahh"
Aku menghela nafas dengan semua kejadian ini, dan aku juga tidak tau ternyata aku sekuat ini, jadi tidak perlu takut pada mereka, malah akan lebih bagus jika aku melenyapkan mereka dengan begitu tak akan ada lagi yang perlu menderita karena mereka.
"Awalnya aku tidak berniat untuk terlibat dengan kalian karena tak ada untungnya juga buatku tapi aku berubah pikiran, akan kulenyapkan kalian semua"
"Jangan bercanda! Mana mungkin kami percaya dengan omong kosong mu, kau pasti seorang mercenary tingkat atas yang ditugaskan untuk menyingkirkan kami kan"
Mercenary? Sepertinya dia telah salah paham dengan ku, akun bukan seorang mercenary seperti yang dia kira.
"Aku bukanlah seorang mercenary seperti yang kau kira, melainkan seorang anak biasa yang hanya sedang lewat sambil mencari jalan keluar dari tempat terkutuk ini"
Aku menjawab pertanyaan dia dengan jujur karena kenyataannya memang begitu tapi sepertinya dia tidak sepenuhnya percaya kata kataku, terlihat jelas dari raut wajahnya.
__ADS_1
" Kau kira aku akan percaya? Mana mungkin ada seorang pengguna mana yang hanya menjadi orang biasa"
Padahal aku sudah mengatakan yang sejujurnya tapi ternyata itu semua sia sia karena tak mungkin mereka akan percaya padaku apalagi setelah aku membunuh salah satu teman mereka.
Dan apa sih yang dia ocehkan dari tadi, mana? Apa itu sesuatu yang membuat diriku sekuat ini? Dan menilai dari kata katanya sepertinya mereka yang bisa menggunakan mana memiliki kedudukan yang tinggi didunia ini.
"Bahkan meskipun kau seorang pengguna mana sekalipun, kau tetaplah seorang bocah"
Sambil mengatakan itu dia dengan cepat menerjang kearah ku sambil mengayunkan pedang yang ada ditangannya kepadaku dengan sekuat tenaga. Tak ada keraguan sedikit pun dimatanya meski begitu semua itu hanya akan sia-sia, dihadapkan dengan perbedaan kekuatan yang besar perjuangan seperti tak akan berarti.
Meskipun dia bergerak dengan cepat dimata orang lain tapi di hadapan mataku dia terlihat bergerak sangat lambat dan ayunan pedangnya dapat kuhindari dengan mudahnya. Karena serangan pertamanya tidak berhasil dia menyerangku lagi dan lagi mulai dari ayuna, tusukan dan tebasan tapi semua serangannya tak ada artinya bagiku, sama seperti sebelumnya aku dapat dengan mudah menghindari semuanya. Lalu dalam satu gerakan aku menajamkan tangan kananku dengan mana yang ku miliki dan dalam momen sekejap itu juga aku menyerangnya secepat yang kubisa dan hasilnya tangan kananku menembua dadanya, membuat dia muntah darah hebat, dan beberapa darahnya menciprat kepadaku.
"Ah, seperti aku terlalu meremehkanmu, melawan seorang pengguna mana aku terlalu arogan, seharusnya dari awal aku lari saja"
Dia perlahan kehilangan kesadarannya bahkan suaranya pun bergerak karena sekarat.
"Jangan khawatir bahkan jika kau lari sekalipun kau juga kan mati"
Aku mengatakannya dengan nada dingin dan ekspresi datar.
"Hehe, begitu ya"
Dan pada akhirnya dia benar benar mati, namun apa yang tak bisa kupahami adalah mengapa dia menunjukkan ekspresi itu saat dia mati. Ekspresi yang menunjukkan kepuasan.
Saat kutarik tangan ku tercipta sebuah lubang menganga di dadanya dan karena aku melepaskan diriku darinya tubuhnya terjatuh ke tanah karena sudah tak lagi memiliki pangkuan.
Para bandit yang lain yang menyaksikan hal tersebut menjadi putus, mereka tak sebodoh itu untuk tidak menyadari perbedaan kekuatan. satu demi satu dari mereka menjatuhkan senjata yang mereka pegang dan berbalik arah lari sekencang mungkin, berharap mereka akan selamat. Namun harapan mereka tak akan pernah terjadi, aku tidak pernah berniat melepaskan satupun di antara mereka.
Aku pun mengambil pedang boss bandit yang tergeletak didekat kakiku lalu mengejar mereka semua. Aku bergerak dengan cepat mengejar lalu menebas mereka satu persatu dengan mudah seperti sepotong kue, bukan hanya karena aku lebih kuat dari mereka tapi mereka juga tak melawan sama sekali,menunjukkan punggung mereka dengan cerobohnya. Tak butuh waktu lama untuk ku menghabisi mereka semua.
Karena sekarang aku sudah selesai melakukan pekerjaan saatnya mengambil hadiahnya. Pertama tama aku Menggeledah kereta yang ada disana, benar dugaanku terdapat peti didalam kereta yang berisi ratusan koin emas dan perak. Selain uang disana juga beberapa benda dagangan.
"Sepertinya korban mereka adalah seorang pedagang kaya, beristirahatlah yang tenang tuan pedagang aku sudah membalaskan dendam kalian, uangnya juga akan kugunakan sebaik mungkin untuk diriku jadi kau tidak perlu khawatir"
'Tapi bagaimana caraku membawa semua koin emas ini, jika aku mengangkut nya begitu saja akan sangat mencurigakan, bisa bisa aku ditangkap. '
Sayang sekali jika aku harus meninggalkan semua koin emas ini dan perak ini. Aku mencoba berpikir dengan keras sambil melihat ke sekitar untuk mencari solusi, dan pandanganku akhirnya tertuju pada cincin yang dikenakan oleh pemimpin bandit. Cincin itu terlihat tidak biasa, dan saat aku mencoba mencari tahu dengan kekuatan mataku,
Itu menunjukkan bahwa cincin itu adalah sebuah artefak yang memiliki kekuatan penyimpanan di dalamnya.
Akupun mengambil nya tapi aku tidak tahu cara menggunakan nya, apa aku harus menggunakan manaku untuk ini, tapi hal itu tidak berhasil pemimpin bandit juga bukan seorang pengguna mana. Lalu bagaimana?
Aku mencoba memikirkan cara agar petiku bisa masuk kedalam cincin. Dan wahh, peti tersebut masuk begitu saja kedalam.
"Sepertinya untuk menggunakan nya hanya perlu memikirkannya saja"
Lalu untuk barang dagangan nya kubiarkan begitu saja karena aku tak memiliki waktu untuk menjual nya juga. Baiklah kalau begitu, karena urusan disini sudah selesai saatnya untuk pergi.
Tak lama kemudian pun aku berhasil keluar dari hutan ini, terdapat jalan setapak yang cukup besar diluar sini yang sepertinya mengarah ke tempat pemukiman terdekat. Aku berjalan terus mengikuti jalan tersebut, ditengah perjalanan aku juga menemukan danau tepat disamping jalan, dan akhirnya memutuskan untuk beristirahat sebentar untuk membasuh mukaku yang terkena cipratan darah.
Airnya sangat menyegarkan saat aku meminumnya rasanya seluruh rasa hausku sebulan terakhir langsung terpenuhi.
Dengan semua ini aku tergoda untuk mandi dan berenang, tapi aku menahan diriku untuk mandi karena aku tidak punya baju lagi selain yang aku kenakan dan aku juga tidak punya kebiasaan mandi tanpa busana di tempat terbuka seperti ini.
Sudah cukup istirahatnya, saatnya melanjutkan perjalanan. Saat aku sampai nanti aku berencana untuk membeli baju baru, makan sepuasnya dan mencari tempat untuk menginap. Seharusnya dengan semua koin emas yang kudapatkan cukup untuk memenuhi semua kebutuhan itu.
, sebuah kota...
Artefak adalah sebuah benda yang memiliki kekuatan khusus didalamnya.....
__ADS_1