
Biasanya saat ada dua orang bangsawan yang akan melakukan peperangan wilayah harus ada ijin dari sang raja, karena jika peperangan itu mengakibatkan dampak yang besar maka raja akan menghalangi nya, apalagi jika itu membuat kerajaan rugi besar. Dan jika ada yang melanggar maka akan diberikan hukuman berat atas dasar penghianatan dan status nya sebagai bangsawan akan di copot begitu juga wilayahnya kekuasaannya juga akan diambil.
Jadi memang ada dalang yang sebenarnya di belakang dia, setelah dipikir pikir tak mungkin juga orang yang sangat pengecut seperti dia akan mengambil resiko besar untuk melakukan semua ini.
"Jadi katakan padaku goran, siapa itu!? "
Aku bertanya padanya sambil mengarahkan pedang ku tepat kearah tenggorokannya.
"So-soal itu-"
Kenapa dia ragu ragu saat ini? Padahal nyawanya sedang di pertaruhkan disini. Kecuali dia sangat takut pada orang yang ada dibelakangnya.
"Apa orang yang ada di belakangmu begitu menakutkan sampai sampai kau ragu seperti itu? "
Menanggapi pertanyaan ku dia hanya diam saja sambil mengalihkan pandangan nya dariku.
"Melihat reaksimu, sepertinya tebakanku benar ya?"
Sama seperti sebelumnya dia hanya diam saja.
"Kalau begitu cepat katakan goran, siapa orang itu?
" Jika aku mengatakannya padamu, aku akan berakhir dengan sangat buruk!! "
Dia mencoba menerangkan alasan dia menjadi sangat ragu seperti itu, tapi aku tak peduli apapun yang terjadi padanya bahkan jika dia akan berakhir di neraka terdalam sekalipun.
"Kau pikir kau akan berakhir lebih baik ditanganku? "
Ujung pedang ku yang sebelumnya hanya menempel pada tenggorokan nya kini sedikit menggores kulitnya sampai sedikit mengeluarkan darah dan aku melanjutkannya dengan memberikannya sebuah penawaran.
"Jika kau memberi tahu ku sekarang aku bisa janjikan kalau kau akan mati tanpa rasa sakit"
Tentu saja itu bohong, aku tak berniat untuk memberinya sebuah kematian yang tenang, akan ku beri dia kematian yang sangat menyakitkan sampai dia akan selalu menyesalinya bahkan saat dia sudah mati nanti.
"Baiklah kalau begitu akan kuberitahu"
Sepertinya dia sadar akan konsekuensi dari apapun yang dia pilih adalah kematian, tapi jika dia membocorkan soal informasi orang yang ada dibelakangnya setidaknya dia akan mati dengan tanpa rasa sakit.
"Orang yang menyuruhku melakukan semua ini adalah sang raja kita"
"A-apa!? "
Itu adalah fakta yang sangat mencengangkan bagiku, apalagi aku selalu menjadi bangsawan yang baik dan seharusnya aku tak pernah melakukan apapun yang membuat raja tersinggung sampai menaruh dendam padaku. Dia juga seharusnya tidak memiliki alasan apapun untuk menyingkirkan ku.
"Kenapa dia melakukan ini semua padahal aku sangat setia padanya, katakan padaku goran? "
"Aku juga tidak tahu dengan pasti, dia menawarkan uang yang sangat banyak jika aku melakukannya dan jika aku menolaknya waktu itu aku pasti sudah lama disingkirkan"
"Raja yang sudah ku layani seumur hidupku dengan seluruh kesetiaan yang kumiliki, tapi apa balasan yang ku terima sekarang huh? "
__ADS_1
Ekspresi ku sekarang benar benar-benar kosong, Aku benar-benar tak ingin percaya dengan ini, tapi melihat dari ekspresi goran yang sekarang tak mungkin juga dia sedang berbohong padaku.
Saat aku merenungkan semua kemungkinan yang mungkin menjadi alasan di balik semua tragedi ini goran membuka mulutnya lagi.
"Bukan cuman itu saja, sepertinya beliau sangat serius soal menyingkirkan mu"
"Kenapa kau berpikir seperti itu? "
"Buktinya saja dia mengeluarkan uang yang sangat banyak untuk ini, ditambah kau tahu sendiri kan kalau dia itu orang yang cukup kikir soal hartanya"
Yah omongan dia ada benarnya juga, tapi aku sudah tak peduli lagi soal apapun tentangnya. Aku hanya akan menghabisi semua orang yang terlibat dengan ini lalu membunuh diriku sendiri, tunggu aku kalian berdua...
"Terima kasih untuk semua informasi mu dan sekarang matilah...
Aku mengayunkan pedang ku kearahnya namun itu terhenti sebelum kena, tidak, bukan hanya terhenti tapi aku bahkan membuat pedang itu terlepas dari genggaman ku. Dan aku juga tiba tiba muntah darah yang cukup hebat.
" Apa yang.. "
Sebuah anak panah bersarang tepat di dada ku dan itu bahkan menembusnya membuat ku kehilangan seluruh kekuatan ku untuk berdiri sampai pada akhirnya membuat ku pun ambruk kelantai.
Sebelum aku kehilangan seluruh kesadaran ku, aku mendengar suara langkah kaki mendekat kearah mereka.
"Kau hampir saja gagal melakukan tugas yang diberikan padamu goran"
Sebuah suara yang sangat tidak asing terdengar, suara itu adalah suara yang selalu aku dengar setiap harinya.
"Jadi kau juga berkhianat ya Kepala pelayan"
Itu semua adalah kenangan terakhir ku sebagai manusia dan suatu hari aku bangkit dari kematianku dan menjadi sosok ini.
"Pembalasan ku akan tiba sebentar lagi, jadi tak ada satupun yang boleh mengganggu"
Dia sangat senang karena sebentar lagi balas dendamnya akan terwujud dan setelah itu dia bisa pergi dengan tenang kepada anak dan istrinya.
Tapi tiba tiba 'boom' sebuah ledakan yang cukup keras terdengar dari arah luar kastil menyebabkan senyumnya berubah menjadi keseriusan.
"Cepat periksa itu, tak ada yang boleh mengacaukan rencanaku"
"Bunuh semua makhluk hidup yang kalian temui"
Saat dia memberikan perintah semua tengkorak itu berlutut dengan satu kaki seperti seorang kesatria pada umumnya, dan setelah perintah selesai diberikan mereka pun segera bangkit dan bergegas menuju tempat sumber dari suara ledakan tersebut.
____________________________________________________
"Hah hah hah, akhirnya selesai juga"
Yang mengatakan hal tersebut ialah seorang gadis yang sedang tersandar pada sebuah pohon akibat kelelahan setelah pertarungan yang baru saja dia lakukan.
Dua buah telinga runcing yang tak seperti milik manusia pada umumnya terlihat saat dia melepaskan tudung jubah yang menutupi penampilan nya selama ini. Rambutnya yang berkilau keemasan seperti sebuah harta karun yang tak ternilai dan mata birunya yang sebiru lautan membuat setiap orang yang melihatnya merasakan ketenangan yang dalam sehingga membuatnya tak sadar telah terpesona.
__ADS_1
Penampilan nya yang mampu membuat setiap wanita yang ada didunia iri dan membuat setiap lelaki jatuh hati padanya.
"Akhirnya orang yang mencurigakan itu telah mati karena sihir terakhir ku jika tidak pasti akan sangat berbahaya"
Orang mencurigakan yang dia maksud adalah seorang anak berambut perak yang baru saja dia kalahkan. Awalnya dia merasa kalau dia adalah lawan yang mudah karena bahkan saat dia sedang mendekat pihak lain tak menyadari nya sama sekali membuat dia meremehkan musuhnya, tapi siapa yang menyangka bahwa musuhnya mampu memberikan perlawanan yang sengit sampai membuat dia hampir kehilangan nyawanya.
"Haaaahhhhh
Dia menarik napas panjang saaat dia mencoba beristirahat.
" Sekarang aku bisa beristirahat dengan tenang "
Seperti itulah yang dia pikir tapi kenyataan tak sebaik yang dia harapkan.
"Kurasa kau tidak akan punya waktu untuk itu"
Sebuah suara yang asing namun juga akrab terdengar dari kepulan asap yang membumbung tinggi dihadapannya, dan dari sanalah seseorang keluar dengan hanya sedikit luka bakar saja.
"Ba-bagaimana mungkin!?"
Gadis itu tak percaya dengan apa yang dia lihat, bagaimanapun dia sangat yakin kalau serangan terakhir yang dia lancar kena dengan telak.
"Apa maksud mu dengan bagaimana mungkin? "
"Seharusnya kau sudah mati karena serangan tersebut!! "
Menanggapi pernyataan gadis tersebut pihak lain hanya tersenyum.
"Aku hanya melakukan seperti yang kau lakukan barusan, menyelelimuti tubuhku dengan perisai mana yang kubentuk"
"Jadi kau juga bisa menggunakannya? "
"Tak sulit kok, hanya butuh sedikit usaha untuk mewujudkannya"
"Padahal aku sendiri yang disebut sebagai jenius terbaik diseluruh benua butuh waktu yang lama dan usaha yang keras untuk bisa melakukan itu, tapi bagaimana mungkin kau bisa melakukannya semudah itu"
Dia berpikir cukup keras kenapa hal seperti ini bisa terjadi, padahal dia sendiri tak pernah mendengar tentang siapapun yang memiliki bakat melebihi dirinya selama dia hidup.
"Tak perlu berpikir keras seperti itu, aku hanya lebih baik darimu, itu saja"
"Gurggh sialan kau"
Dia menggeram sambil mengutuknya, biar bagaimana pun juga harga dirinya sebagai jenius terbaik di benua baru saja dilukai.
"Mengutuk sekalipun tak akan mengubah keadaan loh"
Mendengar hal tersebut hanya membuat gadis itu semakin kesal, biarpun sedang kelelahan masih ada sedikit tenaga pada dirinya, cukup untuk menebas orang mencurigakan sekaligus menyebalkan dihadapannya.
"Sepertinya kau masih mempunyai tenaga, baguslah kalau begitu karena kita kedatangan tamu".
__ADS_1
Sekelompok tengkorak berlari kearah kami berdua...