
Dalam dongeng cerita naga digambarkan sebagai makhluk absolute yang sangat kuat bahkan sampai sekarang tak ada satupun cerita yang mengisahkan tentang kekalahan mereka tapi untuk alasan yang tidak diketahui mereka punah sejak jaman dulu, apakah mereka dimusnahkan oleh dewa karena keangkuhan mereka atau mereka berperang satu sama lain sampai musnah, tak ada yang tau.
Dan apa yang sedang ada didepan ku sekarang adalah salah satu dari makhluk tersebut, atau lebih tepatnya adalah apa yang tersisa darinya.
Sebuah kerangka raksasa berbentuk naga yang diikat oleh banyak sekali rantai hitam pekat yang cukup besar. Dia terlihat seperti sedang disegel oleh seseorang atau sesuatu tapi ada yang aneh dengannya meskipun hanya tersisa kerangka saja, terdapat sebuah benda seperti kristal cukup besar berwarna merah tepat di bagian dadanya.
Apa itu adalah jantung atau inti makhluk ini, seperti yang banyak makhluk fantasi lainnya miliki. Namun apa yang paling membuat ku terkejut adalah dia berbicara padaku.
"Aku sudah lama menunggumu anak manusia"
____________________________________________________
Beberapa saat sebelumnya...
Sudah berapa lama sejak aku disegel disini ratusan ataukah ribuan tahun. Bahkan sekarang tubuhku sudah hanya tinggal tulang tulang saja meski aku mencoba memulihkan nya dengan kekuatan ku yang tersisa tapi itu tak berhasil, rantai hitam ini yang dapat menetralisir kekuatan ku sehingga apapun bentuk usaha yang aku gunakan untuk bebas berakhir sia sia.
Aku sudah sangat putus asa dengan keadaan ku, dengan menggunakan kekuatan terakhir yang kumiliki aku memindahkan kesadaran ku tepat ke inti (core) ku. Meskipun begitu waktu yang kumiliki terus berkurang setiap detiknya waktu berlalu hanya bisa diam menunggu untuk mati.
Andai saja aku memiliki sebuah wadah untuk menampung kesadaran ku dengan begitu aku akan bebas dari sini. Tapi memangnya siapa yang akan datang ketempat seperti ini? Tempat di segel sekarang sangat tersembunyi apalagi mengingat sifat bajingan menyebalkan itu yang menyegel ku dia pasti membuat tempat ini seperti sebuah benteng yang mustahil untuk ditembus dengan berbagai macam jebakan mematikan.
Dan tak lama setelah nya aku merasakan Sebuah kehadiran makhluk hidup mendekat. Kehadiran nya cukup lemah, apakah dia manusia biasa? Selain aura kehadiran nya aku tak merasakan sedikitpun mana pada dirinya. Baguslah jika manusia ini memiliki kekuatan yang kuat aku tak akan bisa merebut tubuhnya dengan keadaanku sekarang, karena dia lemah akan mudah bagiku untuk melakukan nya, sungguh kesempatan yang sempurna.
____________________________________________________
"A-apa!? Siapa itu yang sedang bicara "
Aku sangat terkejut karena tiba tiba mendengar sebuah suara yang sepertinya ditujukan padaku namun tak ada seorangpun makhluk hidup disini selain diriku. Mungkinkah itu kerangka yang ada didepan ku saat ini.
"Tunjukkan dirimu!!"
Aku mengatakan nya dengan sedikit panik
"Tenanglah anak manusia, aku sekarang sedang berada didepan dirimu"
"Jadi kau adalah kerangka ini? "
"Apakah kau bodoh, mana mungkin sebuah kerangka bisa bicara, tubuhku sudah lama mati dan menjadi tidak berguna, sekarang aku hanyalah sebuah kesadaran yang terdapat pada intiku"
Inti yang dia maksud mungkin sebuah kristal berwarna merah itu.
"Kau bilang kau sedang menungguku, apa yang sebenarnya kau inginkan dariku?"
"Dan kenapa kau bisa ada disini? "
"Kenapa aku ada disini ya?"
Menjawab pertanyaan ku dia mulai bercerita kepada ku kenapa dia bisa ada disini, sebuah dongeng dari naga sepertinya akan cukup seru.
Ini semua dimulai sekitar 2000 tahun yang lalu saat aku hanya bersantai di sarangku namun tiba tiba muncul seseorang yang menggunakan baju zirah lengkap berwarna hitam legam sampai menutupi seluruh tubuhnya. Awalnya aku mengira dia merupakan salah satu dari manusia bodoh dan lemah yang mencoba menantang diriku untuk mengejar ketenaran semata. Tapi perkiraan ku salah, sosok berzirah hitam legam itu ternyata sangat kuat, dia mampu bertarung secara setara denganku.
Kami bertukar serangan demi serangan mulai dari sihir serangan fisik sampai serangan mental. Hanya saja kami berdua sangat tangguh bahkan dengan semua serangan mematikan itu.
Pertarungan itu berlangsung selama sepuluh hari sepuluh malam itu menyebabkan kerusakan yang patah pada daerah sekitar tanpa ada yang bisa menentukan pemenangnya.
__ADS_1
Setelah pertarungan yang panjang kedua belah pihak menderita luka yang cukup parah namun tidak ada satupun pihak yang menunjukkan tanda tanda untuk tumbang.
Ditengah pertarungan aku mencoba berkomunikasi dengan dia.
" kau, alasan apa kau yang punya sampai beetarung denganku? "
Tapi pertanyaan ku diabaikan begitu saja meski begitu aku tidak menyerah untuk mendapatkan informasi dari dirinya.
"Hei apakah kau tidak bisa berbicara atau semacamnya"
Dia masih saja tidak mau berbicara denganku.
"Kau diam saja dari tadi apakah kau takut padaku? "
Aku mencoba sedikit memprovokasi nya namun tak peduli apapun yang kulakukan dia tetap saja diam seperti patung. Mungkinkah dia memang tidak bisa berbicara dari awal. Tepat saat aku memikirkan segala kemungkinan tentang siapa dia sebenarnya, tanpa aba aba dia dengan cepat menyerangku dan serangan itu berhasil dan kedua sayapku terpotong.
Aku membuat kesalahan besar, seharusnya aku fokus pada pertarungan saja daripada memikirkan hal yang tidak pasti.
Dengan itu dia bersiap melancarkan serangan penghabisan, namun belum sempat dia melakukannya dia juga melakukan kesalahan fatal karena merasa sudah menang dariku dia menjadi lengah. Menciptakan sebuah peluang untukku menyerang balik.
Aku pertaruhkan segalanya untuk serangan ini dan dengan sedikit energiku yang tersisa aku menggunakan semuanya untuk nafas naga milikku yang juga merupakan serangan terkuatku.
Hasilnya sepadan, serangan itu berhasil mengenai dia dengan telak menyebabkan dia menderita kerusakan parah. Dia jatuh ke tanah namun dia masih punya tenaga untuk berdiri dan zirah hitam legam nya yang kokoh pun mulai hancur, perlahan menampakkan sosok yang ada dibaliknya.
Aku sudah menduga kalau dari awal dia bukanlah manusia, karena manusia tidak mungkin bisa menjadi sekuat ini dan dugaanku benar.
Sosok yang ada di balik zirah itu memiliki postur tubuh yang mirip dengan manusia tapi penampilan yang dia miliki sangat aneh, warna kulit nya sama hitamnya dengan warna zirahnya. Kepalanya memiliki sebuah tanduk disisinya dan mata berwarna putih sepenuhnya. Setelah kupikirkan lagi yang aku kira zirah itu sepertinya adalah bagian dari rubuhnya sendiri terlihat itu menempel seperti sebuah daging dan tulang.
Aku sangat bingung dan penasaran bagaimana tidak dari ribuan tahun aku hidup aku tak pernah melihat makhluk sepertinya.
Meskipun makhluk tersebut sudah sekarat dan hampir mati, tiba tiba dia melakukan gerakan aneh dan meneriakkan kata kata yang tidak aku mengerti seperti sedang mempersembahkan dirinya kepada sesuatu yang aku tahu, kemudian rantai hitam muncul dan mengikat dan menyegel ku. Sepertinya upaya terakhir yang dia lakukan adalah menyegel ku karena dia telah kalah dariku. Hal terakhir yang aku lihat darinya adalah dia berubah menjadi abu dan menghilang ke udara.
"Begitulah kejadiannya kenapa aku bisa berakhir disini"
Dan dengan itupun dia selesai bercerita.
"Oh ya namaku adalah Artemis salah satu dari ras naga yang merupakan ras terkuat dan siapa namamu anak manusia"
Dia mengatakan nya dengan naga yang terdengar agung apalagi dia juga menonjolkan kata 'terkuat'
dalam kalimatnya, yah meskipun itu sebenarnya cocok dengan ras naga.
"Namaku adalah ni-" Tidak karena sekarang aku berada di tubuh anak ini aku juga harus menggunakan namanya.
"Maksudku, namaku adalah leo"
Ini adalah nama yang diberikan oleh ibu leo padanya dia berharap agar saat leo tumbuh dewasa dia akan menjadi seorang yang pemberani. Meskipun sebenarnya leo memiliki sebuah nama keluarga yang dia dapatkan dari ayahnya namun dapat kurasakan dengan jelas bahwa tubuh ini sangat membenci nama itu karena hanya membawa kepedihan padanya.
"Leo ya? Nama yang bagus, setidaknya akan kugunakan nama tersebut sebagai tanda Terima kasih ku"
Kata kata itu membuat perasaanku ku jadi tidak enak.
"Apa yang kau bicarakan? Tidak, apa yang kau maksud?"
__ADS_1
"Seperti yang ku katakan, akan kuambil alih tubuhmu"
Tepat setelah dia mengatakan hal tersebut tubuhku tidak bisa digerakkan sama sekali seolah-olah tubuhku sedang dikendalikan oleh sesuatu yang tak kasat mata.
"Apa yang sedang kau lakukan pada tubuhku?! "
Aku berteriak padanya sambil berusaha melepaskan diriku dari apapun ini.
"Hmmm, melihat dari reaksimu sepertinya kau tidak pernah melihat kekuatan sihir ya? Yah apapun itu sudah tidak penting lagi karena kau akan segera berakhir"
Jadi benar benar ada kekuatan sihir di dunia ini. Meskipun aku sebenarnya ingin berteriak kegirangan akan hal tersebut, tapi keadaan diriku sekarang tidak memungkinkan untuk itu.
Kristal merah yang dari tadi berbicara padaku mendekat secara perlahan dan bersiap untuk melakukan sesuatu. Apapun yang akan dia lakukan sepertinya bukan hal yang baik untukku, dia bilang dia akan mengambil alih tubuhku, jika dia berhasil bukanlah aku akan lenyap? Mengetahui hal tersebut aku Dicengkeram oleh kepanikan ekstrim mengetahui bahwa sebentar lagi aku akan mati membuat keringat dingin mengalir deras ditubuhku.
"Baiklah ini dia, ayo mulai"
Sepertinya persiapan dia sudah selesai dan detik berikutnya seluruh tubuh ku dilanda oleh rasa sakit yang luar biasa. Aku ingin berteriak sekeras mungkin tapi tubuhku sama sekali tak merespon.
Saat seluruh rasa sakit ini kurasakan waktu terasa berjalan sangat lambat, berapa lama ini akan berakhir, aku ingin ini semua segera selesai, rasa sakit ini membunuh ku. Namun apa yang bisa kulakukan, saat ini aku hanyalah seorang korban yang tidak berdaya dan hanya bisa pasrah akan keadaan. Perlahan kesadaran ku menghilang ditelan oleh kegelapan. Inikah akhirnya pikirku, padahal aku sudah mendapatkan kesempatan kedua untuk menjalani hidup sesukaku.
____________________________________________________
"Hmm jadi dia sudah berhenti melawan ya? "
Tubuh nya yang dari tadi memberontak sekuat tenaga meski sudah ku ikat dengan sihir sudah mencapai batasnya. Anak manusia bernama leo ini cukup gigih.
"Jangan salahkan aku leo, aku sendiri terpaksa melakukan hal ini untuk kebebasanku, jangan khawatir aku akan pastikan menggunakan tubuh ini sebaik mungkin"
Meskipun kata katanya bernada penyesalan namun di dalam hatinya tak ada sedikitpun rasa bersalah apalagi rasa penyesalan, justru sebaliknya dia merasa sangat senang karena akan terbebas dari belenggu ini tak lama lagi.
Tak lama setelahnya ritual pengambilalihan tubuh yang dia lakukan telah selesai, namun apa yang menunggunya tak seperti yang dia harapkan.
Meskipun dia telah berhasil apa yang ada disana hanyalah sebuah ruang kosong tanpa ada apapun.
Seharusnya dia sudah bebas dan berlarian keluar didunia ini tapi apa yang tidak dia sangka adalah tubuh leo sudah pernah diambil sebelumnya dan ritual sihir pengambilan tubuh tidak bisa digunakan pada tubuh yang sudah berganti pemiliknya.
"Apa yang sebenarnya terjadi!? Bukankah aku sudah berhasil tapi kenapa aku terjebak disini"
Dia tak ingin percaya dengan apa yang dia alami tapi seperti inilah kenyataan yang sebenarnya. Dan begitulah dia terjebak didalam ruang kosong tersebut dan secara perlahan menghilang tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Inti kehidupan milik Artemis menyatu dengan tubuh leo dan memberinya sebuah kekuatan yang tidak pernah dia bayangkan sebelumnya. Sebuah kemalangan bagi Artemis namun sebuah berkah bagi leo.
Karena Artemis yang menjadi objek penyegelan sidah tidak ada lagi maka segelnya pun akan menghilang dan tempat dimana leo berada yang terbuat dari sihir juga ikut menghilang tanpa jejak.
____________________________________________________
"Urghh apa yang sebenarnya terjadi? "
Kepalaku sangat pusing dan saat aku membuka mata aku sudah tidak berada di tempat yang sama dengan sebelumnya, aku tengah berbaring di tengah hutan.
Kenapa aku bisa berakhir disini, bukankah terakhir kali aku berada di tempat itu dan makhluk sialan itu yang mencoba mengambil alih tubuhku. Ada banyak sekali pertanyaan yang terlintas di benakku namun tak ada gunanya bertanya karena tak ada yang akan menjawabnya. Akan menjadi sebuah mimpi buruk bagiku jika aku bertanya dan yang menjawab adalah makhluk sialan itu.
Leo mencoba menahan rasa penasarannya akan apa yang terjadi barusan dan bagaimana dia bisa selamat dari Artemis karena apa yng paling penting baginya sekarang adalah keluar dari tempat ini.....
__ADS_1