
Itu adalah suatu pagi yang cerah aku bangun dengan perasaan menyegarkan yang pertama kali aku rasakan semenjak tiba di dunia ini. Untuk satu koin perak permalam semua ini cukup memuaskan apalagi kalau kau bisa tidur tanpa ada yang perlu kau khawatirkan rasanya seperti seekor burung yang terbang bebas di udara.
Jika ini adalah dunia ku sebelumnya saat pagi aku pasti akan sarapan dulu, tapi disini sangat berbeda bukan hanya karena rasa makanan nya yang tawar tapi aku juga sebenarnya tidak memerlukan makanan sama sekali karena tubuhku sudah berbeda. Meski rasa laparnya masih terasa tapi sekarang aku sudah terbiasa dan semua tenaga ku yang hilang akan pulih dengan sendirinya berbarengan dengan mana ku.
Bangkit dari tempat tidur ku aku langsung melakukan sedikit peregangan dan setelah ganti baju aku turun ke bawah, hari ini aku berencana untuk mendaftarkan diriku Ke serikat mercenary. Tepat saat aku sampai dilantai satu ada sesuatu yang membuat ku sedikit terkejut, itu adalah tempat itu sudah ramai di pagi hari dan ada seseorang yang ku kenal di sana, ialah si darton sang mercenary.
"Hey bagaimana kabarmu? "
Aku mencoba menyapanya dengan ramah tapi dia langsung menyemburkan minuman keras yang sedang diminumnya karena kaget akan sapaanku.
"Aku baik baik saja"
Dia menjawab sapaanku dengan sedikit terguncang dan dengan cepat bangkit dari tempat duduknya berusaha pergi secepat mungkin. Dia sangat bodoh, maksudku jika kau akan lari setelah melihatku untuk apa kau datang kesini padahal kau sendiri tahu bahwa aku menginap disini. Mari kesampingkan kebodohannya, ayo bertanya padanya dimana markas cabang mercenary di kota ini. Dengan begitu aku pun dengan cepat memegang punggung nya agar dia tak bisa lari dariku.
"Hei mau kemana kau? Aku punya pertanyaan padamu!!"
Aku menguatkan pegangan ku supaya dia duduk kembali dan itu berhasil.
"Kau lari seperti sedang melihat hantu saja"
"K-kau salah paham, a-aku sebenarnya ada pekerjaan penting jadi aku harus pergi"
Sepertinya setelah kejadian kemarin dia menjadi takut padaku dia bahkan berkeringat cukup banyak hanya dengan duduk bersamaku.
"Apa pekerjaan itu sangat penting? "
Aku bertanya padanya dengan nada dingin dan menatap tajam padanya, hal itu membuat dia tersentak.
"Ahh setelah kupikir lagi seperti nya itu tidak terlalu penting aku bisa mngerjakannya nanti"
Dan dengan itu dia berhenti berharap bisa pergi dariku dan pasrah saja pada keadaan. Akupun kembali tersenyum ramah padanya sambil bertanya apa yang ingin ku ketahui.
"Kalau begitu apa yang ingin kau tanyakan? "
__ADS_1
"Oh tidak banyak aku hanya ingin tau dimana markas cabang mercenary di kota ini"
"Oh itu sangat mudah, kau tinggal pergi ke pusat kota, setelah itu carilah bangunan terbesar disana kau sangat mudah mengetahuinya, apalagi terdapat para mercenary yang keluar masuk dari tempat itu"
"Oh begitu ya"
Akupun berdiri dari tempat dudukku dan keluar dari penginapan menuju tempat itu tapi sebelum itu sepertinya aku harus menyelesaikan masalah ku dengannya.
"Oh ya, soal kemarin waktu itu aku sangat lelah apalagi ditambah kau yang mengganggu ku jadi bisakah kau lupakan saja soal itu"
"Ya? "
Dia bingung dengan kata kataku yang seperti permintaan maaf padahal yang salah adalah dia, tapi aku hanya tak ingin masalah tambahan yang tidak perlu saja jadi kulakukan itu.
"Kau akan melakukannya kan? "
Aku kembali menggunakan nada yang dingin padanya membuat dia dengan cepat menganggukan kepalanya. Dan dengan itu punaku pergi..
'Sungguh bocah yang menakutkan' pikir darton.
"Sepertinya yang itu ya"
Terdapat sebuah bangunan yang memenuhi kriteria yang disebutkan darton, itu adalah sebuah bangunan paling besar di pusat kota dengan banyak mercenary yang keluar masuk.
____________________________________________________
Didalam gedung terdapat sebuah aula yang besar tepat setelah pintu masuk dan disinilah segala urusan mercenary diselesaikan seperti menerima permintaan dari klien dan mengambil bayarannya. Terdapat banyak orang didalam sana, dan bukan hanya para mercenary tapi juga ada pedagang dan orang biasa di sana untuk memberikan permintaan.
Mata semua orang yang ada di sana tertuju pada seorang anak yang baru saja masuk, dia terlihat seperti seorang pangeran dari negeri dongeng. Rambutnya yang berwarna keperakan seperti sebuah salju yang sangat lembut dan halus dan mata merahnya yang semerah darah seakan bisa melihat menembus segalanya dan wajahnya yang cukup cantik untuk membingungkan orang yang melihatnya apakah dia seorang laki-laki atau perempuan, dia berjalan terus menuju tempat dimana konter pegawai berada, sepertinya dia ingin membuat permintaan karena tidak mungkin juga orang sepertinya akan mendaftarkan diri sebagai mercenary. Begitulah yang dipikirkan kebanyakan orang yang ada di sana tentangnya namun mereka semua salah dia bukan datang kemari untuk membuat permintaan tapi untuk mendaftar sebagai seorang mercenary dan satu lagi anak itu tidak terlihat lemah seperti penampilan nya.
____________________________________________________
Ini aneh mengapa semua orang menatapku tepat setelah aku masuk kesini, apa karena penampilan ku yang aneh? Tidak sepertinya bukan itu, aku memakai baju sepertinya kebanyakan orang pada umumnya atau mungkinkah rumor soal kejadian di penginapan sudah tersebar sampai sini? Tenggelam dalam pikiran ku tak terasa aku sudah sampai di konter pelayanan.
__ADS_1
Seorang staff yang ada didepan ku saat ini adalah seorang gadis yang sepertinya beberapa tahun lebih tua dari ku dan dari tadi pandangannya kosong sampai tak menyadari aki ada didepannya.
"Hei, aku mendaftarkan diri sebagai mercenary!! "
Dia akhirnya tersadar saat aku berbicara cukup kencang padanya.
"Y-ya? Apa yang bisa aku bantu? "
Setelah sadar dia langsung kembali seperti staff profesional yang berpengalaman.
"Aku bilang, aku mendaftarkan diri sebagai mercenary"
"Ehh, mendaftar? Bukan untuk membuat permintaan? "
Dia terkejut dengan perkataan ku seolah hal itu sesuatu yang tidak mungkin. Memangnya kenapa kau terkejut seperti itu, apa jangan jangan setelah kau melihat ku sebagai seorang anak kecil maka jadinya aku tidak boleh daftar begitu? . Memangnya ada aturan seperti itu hah? Aku menggerutu dalam pikiran ku karena perilakunya yang menyebalkan bagiku.
"Kenapa? Apa aku tidak boleh daftar ? "
Aku bertanya padanya untuk memastikan tapi tepat sebelum aku mendapatkan jawaban yang kuinginkan seorang staff lainnya datang kepada kami, kali adalah seorang lelaki paruh baya dan dia mengatakan padaku untuk ke lantai dua tempat dimana manajer cabang sudah menunggu.
"Tunggu sebentar, dari mana kau yakin bahwa yang dia maksud adalah aku? Bisa saja kau salah orang kan? "
Aku mencoba bertanya padanya untuk memastikan bahwa yang dia maksud memang aku.
"Itu tidak mungkin salah, ciri ciri yang dikatakan oleh manajer hany cocok dengan anda"
"Memangnya ciri ciri seperti apa yang dikatakan nya? "
"Seorang anak laki-laki berambut perak dengan mata berwarna merah tua"
Setelah aku melihat ke sekeliling ternyata memang benar, cuma aku yang cocok untuk ciri ciri itu. Kemudian dia pun menuntunku kelantai dua kesebuah ruangan dan disana sudah ada seseorang yang menunggu, mungkin dia adalah manajer cabang yang dia maksud. Itu adalah seorang wanita dengan penampilan berumur sekitar 30 tahunan.
Dan dia bicara padaku
__ADS_1
"Apa kau ingat aku? ini adalah pertemuan kedua kita sejak kemarin"
"Kau adalah.......