
Jadi para makhluk ini disebut sebagai goblin Lord ya? Kekuatan tempur yang mereka tunjukkan jauh melebihi para goblin biasa, jika harus ku perhitungkan kekuatan mereka setidaknya satu tingkat di atas mercenary rank c seperti gaston itu.
Memang akan sedikit menyusahkan namun dengan kerja keras seharusnya tak ada masalah untuk mengalahkan mereka.
Aku pun mengambil pedang yang terletak di bawah kakiku, pedang ini mungkin milik salah satu para mercenary itu. Biasanya aku hanya akan menyerang nya saja dengan pukulan seperti biasa, namun karena kulit mereka yang tebal dan cukup keras kurasa sesuatu seperti pukulan akan kurang efektif.
"Kulitnya terlalu keras untuk pedang biasa seperti ini untuk menembus pertahanan nya"
Kau pikir aku tidak tahu, sekali lihat saja aku sudah tahu kualitas pedang ini, bilahnya tidak terlalu tajam dan untuk daya tahannya apalagi. Bagaimana bisa kau membeli pedang seperti ini hah, ini pasti pedang murahan yang bisa kau temukan dengan mudah di pasar barang bekas. Dalam hati hatiku aku terus mengeluh tentang ini, tapi tak ada gunanya juga sekarang bahkan jika aku mengutarakannya, setidaknya pedang ini bisa dipakai.
Aku mencoba memasukkan mana milikku kedalam pedang ini untuk membuatnya lebih tajam dan kuat. Cukup sulit untuk melakukannya karena ini adalah kali pertama ku melakukannya apalagi orang ini terus membuat keributan sehingga menggangu konsentrasi ku.
"Bisakah kau diam!? "
Aku membentaknya karena aku sudah tidak tahan lagi dan untungnya sepertinya dia mengerti tentang itu. Baiklah ini dia, awalnya itu hanya sangat sulit namun secara perlahan aku mulai bisa melakukannya, tapi itu tak seperti yang kuharap kan mana yang bisa ku aliri kepada pedang itu hanya membuatnya sedikit lebih baik meski untuk sekarang ini saja sudah cukup.
"I-itu kan mana, ternyata dia seorang pengguna mana, pantas saja dia sepercaya diri itu"
__ADS_1
Orang ini masih saja bergumam tidak jelas seperti itu, tapi ya sudahlah lagian aku sudah berhasil. Sekarang saatnya untuk menghabisi monster hijau ini.
Dari tadi mereka hanya diam saja seperti Seolah-olah membiarkan ku untuk bersiap. Mungkinkah mereka meremehkan ku karena mereka barusan menang telak melawan orang orang ini. Jika memang begitu maka kalian sudah melakukan kesalahan yang sangat besar karena aku sangat berbeda dari orang orang ini.
Aku menerjang goblin Lord yang ada didepan ku sekaligus yang paling dekat, mereka mungkin kuat dalam hal kekuatan fisik saja aku lebih lemah dari mereka, lagipula membandingkan seorang manusia dengan monster itu tidak relevan. Meskipun begitu dalam hal kecepatan aku jauh di atas mereka, kecepatan mereka hanya sedikit di atas rata rata pria dewasa, bahkan para mercenary ini sedikit lebih baik. Ditambah mereka juga kurang waspada karena kepercayaan diri mereka.
Karena hal itulah aku berhasil menusukkan pedangku tepat kearah perutnya, meskipun aku gagal menembusnya tapi itu saja sudah cukup untuk memberikan luka fatal padanya, dia mengerang dengan keras karena rasa sakit yang dia rasakan sampai sampai dia terjatuh dengan lutut nya, tak menyia nyiakan kesempatan aku langsung menebas kepalanya dengan sekuat tenaga sehingga kepalanya terbang ke udara.
Melihat kejadian tersebut semua orang yang ada di sana terkejut, membuat para goblin Lord yang tersisa menjadi lebih waspada.
Mulai sekarang ini akan menjadi sedikit lebih sulit..
Sadar akan kata kata ku dia segera bergegas menghampiri pera rekannya yang terluka dan memberi mereka sesuatu yang seperti cairan namun sedikit bercahaya dengan warna biru. Setelah itu luka luka yang ada pada diri mereka mulai pulih secara perlahan namun tak sembuh sepenuhnya.
'Benda apa itu sebenarnya, sepertinya aku harus mencari tahu tentang itu setelah ini' meninggalkan pikiran tersebut aku kembali fokus pada apa yang ada didepan ku saat ini.
Karena satu sudah mati sekarang tersisa dua lagi akan menjadi masalah jika mereka menyerang secara bersamaan, jadi aku harus memikirkan sebuah cara.
__ADS_1
Ayo cepatlah, sama seperti yang kupikirkan mereka berdua menyerang secara langsung bersama, aku pun lalu melemparkan pedang yang dilapisi mana yang sedang kupegang saat ini dan itu menancap ke bagian paha salah satu dari mereka, sehingga membuatnya tidak bisa bergerak untuk sementara waktu. Sementara yang satunya masih terus berlari ke arah ku..
Tak mau kalah dengannya, aku juga ikut berlari ke arah monster itu dan mengambil sebuah pedang lagi saat melakukannya dan kemudian mengisinya dengan mana lagi. Tak seperti yang pertama kali aku melakukannya sekarang aku sudah mulai terbiasa sehingga untuk melakukannya lagi hanya membutuhkan waktu yang sangat singkat.
Tak seperti dua goblin Lord yang lainnya, yang saat ini didepan ku memiliki sebuah senjata, sebuah pedang besar yang dari tadi tak pernah dia gunakan.
Saat kedua pedang kami berbenturan itu menimbulkan sebuah gelombang kejut yang sampai menerbangkan rumput rumput di sekitar.
Jika dilihat sekilas mungkin kekuatan kami terlihat setara namun sebenarnya tidak, dari benturan barusan membuat tangan kananku yang memegang pedang mati rasa sementara goblin Lord itu sepertinya tidak merasakan apa apa.
Setelah itu pedang kami beberapa kali lagi berbenturan, dan Jika terus begini aku pasti akan kalah darinya. Sepertinya aku hanya bisa mengandalkan kecepatan ku untuk mengalahkan nya.
Aku pun memfokuskan semua tenaga ku untuk kecepatan. Aku yang sekarang bahkan lebih cepat dari saat aku membunuh goblin Lord pertama, aku terus melancarkan serangan padanya dengan tusukan dan tebasan alhasil dia tidak bisa menangkis satupun serangan ku saat ini namun sebagai gantinya aku hanya bisa memberikan luka kecil padanya. Seiring berjalannya waktu luka kecil yang ku berikan padanya semakin banyak dan dengan semua akumulasi luka itu akhirnya membuat dia kewalahan juga dan dengan serangan terakhir yang tepat menembus jantungnya menjadikan itu sebagai akhir hidupnya.
Dan goblin Lord yang ketiga mulai menjadi ketakutan, dia berusaha lari dariku tapi apalah daya saat ini salah satu kakinya tidak bisa digunakan karena serangan ku sebelumnya. Meskipun dia lari dengan satu kaki yang aktif kecepatan nya tetap saja sangat lambat dan pada akhirnya setelah berusaha lari beberapa puluh meter dia akhirnya terjatuh.
Dia menatapku yang mendekat padanya dengan mata yang memelas memohon belas kasihan, tapi aku tidak peduli dengan itu. Tak perlu memberikan belas kasihan pada musuhmu karena itu hanya akan membuat masalah padamu nantinya.
__ADS_1
Dan slashhh.... Kepalanya pun terbang.
Karena aku sudah selesai menangani mereka semua aku pun kembali ketempat semula. Para anggota pedagang yang awalnya bersembunyi dalam kereta mulai memunculkan diri dan merawat mereka yang terluka, berkat itu beberapa dari sudah mulai bisa bergerak dengan bebas.. .