Reinkarnasi Tak Terduga

Reinkarnasi Tak Terduga
Chapter 18 Pemimpin Mercenary


__ADS_3

Di sebuah ruangan yang terlihat seperti sebuah ruangan kerja terdapat seseorang yang sedang duduk di sana sambil memeriksa tumpukan kertas laporan dimeja yang ada didepannya.


Ruangan kerja itu terlihat biasa saja tak ada yang istimewa darinya seperti kebanyakan ruangan kerja lainnya. Tapi yang menarik perhatian adalah orang yang sedang duduk itu, tubuhnya jauh lebih besar dari pada manusia pada umumnya.


Tingginya yang hampir mencapai 3 meter membuat manusia normal lainnya terlihat kecil baginya, apalagi bukan hanya tinggi terdapat otot yang besar dan kuat di tubuhnya. Sekali pandang saja orang-orang akan mengerti berapa kuatnya dia, tapi apakah dia benar benar manusia?.


Tok tok tok


Sebuah ketukan terdengar dari pintu yang merupakan satu satunya akses keruangan tersebut dan terdapat sebuah suara seorang wanita yang mengiringi ketukan pintu tersebut.


"Guildmaster, ini dahlia, bolehkah saya masuk"


"Masuklah"


Sesosok wanita dengan pakaian yang rapi masuk lewat pintu menuju orang besar tersebut sambil memberikan sebuah laporan.


"Apa ini dahlia? "


Dia bertanya kepada wanita itu sambil melihat laporan tersebut.


"Ini adalah laporan terbaru mengenai reruntuhan kastil korakan sandora"


"Kastil sandora?, apa mungkin yang kau maksud adalah reruntuhan kastil terbengkalai itu? "


"Anda guildmaster"


Jawab wanita itu.


"Memang ada apa dengan reruntuhan kastil itu? "


"Seperti yang tertera dalam laporan tersebut-


Dia menunjuk kearah kumpulan kertas yang sedang di pegang oleh orang besar itu sambil melanjutkan kata katanya.


-orang yang kita kirim untuk mengawasi tempat itu melaporkan bahwa terlihat aktivitas dari sekumpulan mayat hidup disana"


Hahahaha


Orang besar itu tertawa dengan keras.


"Kalau cuman setumpuk tulang bergerak, seharusnya orang orang itu bisa mengatasi nya dengan mudahkan? Kenapa sampai harus dilaporkan padaku segala"


Hahhhh


Wanita itu kemudian menarik napas panjang dan menjelaskan alasan dari laporan tersebut.


"Kalau hanya itu, tentu saja saya tak akan melaporkan nya pada anda, tapi dari keterangan yang kudapatkan sekelompok tengkorak itu bergerak dengan teratur"


"Apa maksud mu dahlia!? "


Ekspresi orang besar itu yang awalnya santai menjadi lebih serius setelah mendengar kata kata wanita itu.


"Seperti yang Anda khawatirkan, sepertinya bukan hanya tengkorak hidup saja yang ada disana"


Dia berhenti sejenak kemudian melanjutkan nya

__ADS_1


"Kemungkinan terburuknya adalah ada sesosok mayat hidup tingkat tinggi yang ada disana memerintahkan para tengkorak itu"


"Kalau itu mayat hidup tingkat tinggi mungkinkah monster itu? "


"Saya rasa juga begitu"


Lich: sebuah mayat hidup tingkat tinggi yang mampu memerintah mayat hidup lainnya. Mahkluk ini tercipta akibat sebuah perasaan negatif yang sangat kuat seperti dendam yang teramat kuat bahkan setelah dia mati.


Tingkat bahaya A-S.


"Kalau begitu tunggu apalagi, segera kerahkan para mercenary rank s untuk menangani ini"


"Justru itulah masalahnya guildmaster"


Wanita itu ragu ragu untuk memberitahu orang besar tersebut namun dia tetap melakukannya.


"Semua mercenary rank s sedang menjalankan tugas keluar kota, dan tak ada yang akan segera kembali dalam waktu dekat"


"Begitu ya"


Ekspresi orang besar itu menjadi pahit karena dia bisa menebak bahwa apada akhirnya dialah yang akan bekerja sendiri.


"Sepertinya hanya anda lah yang bisa pergi"


Wanita itu mengusulkan pada orang besar itu.


"Dahlia, sudah berapa lama kau menjadi sekretaris ku hah? "


Dia bertanya dengan sedikit lemas pada wanita itu yang ternyata identitas adalah sekretaris dari orang besar tersebut.


Sekretaris nya bertanya kembali pada orang besar itu karena dia sedikit tak mengerti kenapa orang besar itu bertanya seperti itu padanya.


"Sudah selama itu kau bersamaku, seharusnya kau tau sendiri kalau aku tak menyukai pekerjaan tersebut"


Seperti yang bisa didengar dari kata katanya orang besar ini hanya bersemangat dengan sesuatu yang membuat nya tertarik sementara sesuatu yang dia anggap tidak menarik akan menjadi suatu hal yang paling dia hindari.


"Anda tak boleh bersikap begitu guildmaster, bagaimanapun juga Anda adalah pemimpin seluruh mercenary yang ada di dunia ini"


Sekretaris nya mencoba mengingatkan nya soal sikapnya yang tak seharusnya tak seperti itu pada sesuatu yang sudah menjadi tugasnya tersebut.


"Iya iya, aku mengerti, aku akan segera berangkat sekarang juga"


Dan dengan itu dia keluar dari pintu menuju tempat dimana pekerjaan yang membosankan baginya sedang menunggu.


Hahhhh


Menghadapi sikap atasannya yang bertindak seenaknya membuat dahlia hanya bisa menarik napas panjang sambil memegangi kepalanya.


____________________________________________________


Sekelompok tengkorak hidup berlarian kearah kami berdua, meskipun jumlah mereka jauh melebihi kami berdua menangani mereka semua bukanlah sebuah masalah yang besar hanya butuh sedikit usaha, karena bagaimana pun mereka hanya memiliki kekuatan fisik yang tak jauh berbeda dari orang biasa yang menjadi senjata utama mereka.


Meskipun mereka memiliki beberapa pedang tambahan di tangan mereka, tapi itu hanya mengayunkan kesana kemari secara acak sama sekali bukanlah ancaman bagi kami berdua, dan tak butuh lama untuk mereka semua dikalahkan.


"Itu tadi terlalu mudah"

__ADS_1


Sebuah pernyataan dari seorang gadis yang aku tak tahu namanya, tapi justru pernyataan seperti inilah yang biasanya membawa nasib buruk.


"Jangan terlalu senang dulu, masalah utamanya baru saja dimulai"


Aku mencoba mengingat kan dia kalau ini semua belum berakhir bahkan bisa dibilang ini semua hanyalah awal dari semuanya.


"Apa maksud mu baru saja dimulai? Bukankah mereka semua sudah dikalahkan? "


Hahh


"Coba lihatlah kesana! "


Aku menunjuk kearah depan yang cukup jauh dan di sana terdapat sesosok pria dengan memakai baju zirah besi dan sebuah pedang di tangannya.


Dari kejauhan dia terlihat seperti seorang kesatria normal pada umumnya tapi saat dia mendekat ke arah kami berdua sosok aslinya di tampakkan.


Wujud nya yang seperti pria dewasa namun dengan daging yang membusuk menempel hampir di keseluruhan badannya dan di beberapa bagian tubuh nya terlihat hanya tersisa tulang tulangnya saja, aku tak tahu nama makhluk ini tapi bisa ku pastikan satu hal bahwa kalau dia bukanlah manusia dan juga dia seorang musuh karena hawa permusuhan yang dari tadi dia tunjukkan pada kami.


Aku mencoba menganalisa nya dengan kemampuan mataku untuk mengukur seberapa kuat dia dan hasilnya adalah jumlah mananya tak jauh berbeda dengan kami berdua. Dan jika kuasumsikan jumlah mana menentukan kekuatan seseorang maka makhluk ini sekiranya sekuat kami.


"Itu adalah kesatria kematian! "


Gadis ini baru saja menegaskan nama sebenarnya dari mahkluk ini.


"Kesatria kematian? Apa itu? "


"Yah, seperti yang kau lihat sekarang didepan mu"


"Kalau itu aku juga tau, maksudku bisakah kau menerangkannya secara spesifik!! "


Dia sedikit kesal dengan kata kataku tapi dia masih tetap mencoba menjelaskan padaku makhluk apa ini sebenarnya.


"Seorang kesatria kematian adalah seorang kesatria yang bangkit dari kematian karena keadaan tertentu, dan keadaan terburuknya jika ada kesatria kematian mungkin akan ada juga Lich"


"Lich? Makhluk apalagi itu? "


"Bisakah kau menyimpan itu untuk nanti!! Fokus saja dengan makhluk yang ada didepanmu sekarang!!


" Kau benar, ayo kalahkan dia"


Aku membunyikan Kepalan tanganku karena bersemangat, tapi setelah kupikir pikir sekarang sejak kapan aku mulai menikmati pertarungan seperti ini? Sepertinya bukan hanya tubuhku yang berubah tapi juga sifatku.


"Tapi sebelum mulai, ambil ini"


Aku mengambil ramuan penyembuhan dari cincin penyimpanan ku dan memberikannya pada gadis ini.


"Ramuan penyembuhan, tapi apa kau tak punya yang lebih baik dari ini? "


"Huhh yang lebih baik? "


"Itu loh yang warnanya merah"


Jadi ada ramuan penyembuhan yang lebih baik dari pada ini? Kurasa banyak sekali hal yang perlu ku pelajari soal dunia ini.


"Berhentilah mengeluh, Hanya itu yang kumiliki sekarang ini"

__ADS_1


Dia sedikit menggeram dan bisa kudengar gerutuannya dari belakang 'bukanlah kau yang dari tadi cerewet' tapi ku abaikan saja itu semua..


__ADS_2