Reinkarnasi Tak Terduga

Reinkarnasi Tak Terduga
Chapter 6 Penginapan


__ADS_3

Itu adalah sebuah bangunan yang tidak terlalu besar namun juga tidak kecil terdapat dua lantai dimana lantai pertama adalah tempat sebuah bar dan lantai kedua difungsikan sebagai sebuah penginapan.


Tepat setelah aku membuka pintu semua pasang mata yang ada di sana tertuju padaku. Kebanyakan dari orang orang yang sedang minum di sana terlihat seperti orang yang berumur 30 tahunan dengan senjata yang ada didekat mereka. Sebagian dari mereka juga mengenakan sebuah armor dan identitas dari orang orang ini sepertinya adalah para mercenary. Sebuah pekerjaan lepas yang dimana kau akan dapat sejumlah uang yang telah disepakati setelah mengerjakan tugas yang diambil.


Aku pun terus berjalan lurus kearah tempat yang seharusnya adalah sebuah tempat resepsionis penginapan sekaligus tempatnya bartender yang menyiapkan minuman untuk para pelanggan.


"Halo, aku ingin menginap disini"


Aku membuka mulutku untuk memberitahu bahwa aku ingin menginap disini tapi untuk beberapa alasan dia seperti mengabaikan aku dan terus mengelap gelas yang ada ditangannya, meskipun begitu dia tetap membuka mulutnya sambil mengatakan tarif penginapan.


"Satu malam harganya 1 koin perak, harus bayar dimuka"


Untuk referensi 1 koin emas senilai 100 koin perak


1 koin perak senilai 100 koin tembaga.


"Tak masalah, kalau begitu aku ingin menginap selama seminggu"


Aku mengeluarkan 7 koin perak dan meletakkannya di mejanya lalu dia pun mengambilnya dan memberikanku sebuah kunci.


"Kamarnya ada di lantai atas, kau bisa kesana melewati tangga itu dan kamarmu adalah yang paling ujung dan kau bisa memesan makanan disini"


Kata sang pemilik penginapan sambil menunjuk sebuah tangga yang ada dipojokan. Dari tadi aku merasakan tatapan dari orang orang ini yang cukup mengganggu tapi sebaiknya ku abaikan saja, namun salah seorang dari mereka mulai membuka mulutnya.


"Hei nak, tempat ini terlalu keras untuk bocah seperti mu"


Orang itu memiliki badan yang besar dan sangat kekar namun dia tidak begitu tinggi dan terdapat beberapa bekas luka diwajahnya dan dia mengatakan nya dengan segelas bir yang sedang diminumnya, terlihat jelas kalau sedang mabuk tapi aku mengabaikannya saja karena aku sudah terlalu lelah bukan secara fisik namun secara mental.


"Hei nak, apa kau mencoba mengabaikan ku, yang merupakan salah satu mercenary terkuat disini? "


Dia menjadi tidak sabaran dan menjadi lebih kasar dari sebelumnya. Bisa kudengar yang lain mengatakan 'ahh darton mulai lagi' sambil memegang kepala melihat kearah kami.

__ADS_1


"Ayolah darton, dia hanya anak kecil, lepaskan saja dia kali ini"


Salah seorang yang duduk di meja yang sama dengan dia mencoba menenangkannya tapi tak digubris sama sekali.


"Diamlah darrio, tak ada yang boleh mengabaikan ku darton sang mercenary peringkat c"


Dia mengumumkan ranking nya seolah itu sangat tinggi dan sangat hebat padahal hanya peringkat menengah dari keseluruhan ranking mercenary yang ada.


Dan dengan itu juga orang yang bernama darrio tersebut langsung menyerah mungkin karena dia tidak betul betul mencoba menghentikan rekannya.


"Darton, kalau kau merusak barang barang milikku kau harus mengganti"


Kali yang angkat bicara adalah sang pemilik toko tapi dari nada kata katanya yang datar sepertinya dia juga tak berniat untuk menghentikan nya.


"Jangan khawatir pemilik, aku hanya akan mengajarinya sedikit sopan santun"


"Hei nak, kalau kau melihat orang yang lebih kuat darimu kau maka kau harus sedikit menunduk tau"


"Apa matamu itu hanya pajangan nak? Lihat kami semua, bukankah kami semua terlihat sangat kuat"


Dia kemudian tertawa diikuti oleh yang lainnya.


"Jadi yang kau maksud itu adalah kalian semua?


Bukankah mereka semua hanya orang jodoh berotot termasuk dirimu? "


Aku bertanya sambil sedikit tersenyum licik dan dengan nada yang sedikit merendahkan. Menyadari hal tersebut dia menjadi marah, wajahnya menjadi merah dan terlihat beberapa urat nadi di kepalanya.


"Nak, awalnya aku berniat hanya sedikit memberiku pelajaran tapi sekarang aku berubah pikiran! "


Dia berjalan kearah ku sambil mengkretek kretekkan jarinya. Kemudian menundukkan sedikit kepalanya agar sejajar dengan ku. Apa aku takut? tentu saja tidak semenjak beberapa kejadian yang kualami terakhir kali sepertinya keberanian menjadi lebih besar.

__ADS_1


Aku sudah melihatnya dengan menggunakan kemampuan mataku, tak ada seorangpun dari mereka yang memiliki mana kecuali seseorang yang sedang duduk dipojokan menggunakan jubah menutupi seluruh tubuhnya. Dia hanya mengamati seluruh kejadiannya dengan tenang.


Sementara untuk darton yang dari cari masalah denganku, aku mencengkram kepalanya yang sedang menunduk itu dengan kuat bahkan sampai terdengar suara retak.


"A-apa?! "


Dia sangat terkejut dengan itu dan bukan hanya dia yang mengalaminya, orang orang yang sedang ada di sana pun ikut terkejut. Di tengah itu semua sebuah suara tertawa yang keras terdengar, tawa keras itu berasal dari seorang berjubah yang dari tadi diam saja dipojokan.


"Ha ha ha darton, sepertinya kau mencari masalah dengan orang yang salah, bocah itu adalah seorang pengguna mana"


Mendengar hal tersebut semua orang menjadi gugup terutama si darton yang sedang terlihat secara langsung. Keringat dingin mengalir ditubuh nya, yang ada dipikirannya saat ini hanya tentang nyawanya dan bagaimana cara agar bisa keluar dari situasi ini, teman temannya pun hanya bisa diam saja tanpa bisa berbuat banyak.


Darton kemudian berpikir jika dia meminta maaf mungkin dia akan dimaafkan dan dilepaskan. 'Lagi pula dia hanyalah bocah yang naif' meski dibawah semua tekanan ini dia masih bisa saja berpikir seperti itu.


Tapi sayang sekali aku tak berniat untuk melepaskan nya begitu saja, setidaknya aku akan memukulnya sekali.


"A-aku minta ma" Bangg....


Belum sempat selesai darton berbicara, seperti nya dia mencoba meminta maaf tapi aku tak peduli. Aku menghempaskan kepalanya yang aku cengkeram dengan kuat ke lantai membuat lantai yang dihantam hancur dan darton pun pingsan seketika. Semua orang yang ada disana hanya bisa msmbeku sambil menelan ludah, kecuali orang berjubah itu yang hanya tersenyum dengan semua kejadian tersebut seolah olah semuanya hanya hiburan menarik semata baginya.


"Kau bisa menagih kerusakannya pada orang bodoh itu"


Aku berbicara kepada pemilik penginapan sambil menunjuk si darton itu.


"B-baiklah"


Aku selesai dengan semua urusan disini, sudah saatnya untuk tidur dikasur empuk yang sudah lama tidak kurasakan. Akupun berjalan menuju lantai dua tempat kamarku menginap berada melewati tangga yang ada di pojok menuju keatas.


Sekarang saatnya untuk memikirkan rencanaku kedepannya, inginnya sih aku menjadi mercenary juga karena uang yang kumiliki sekarang pastinya tidak akan cukup memenuhi semua kebutuhan ku selama hidupku. Selain untuk mencari uang menjadi mercenary juga sangat sempurna untuk diriku yang ingin menjelajahi dunia ini.


"Baiklah untuk urusan nanti biar kupikirkan nanti saja, sekarang saat untuk tidur"

__ADS_1


Aku menjatuhkan diriku kekasur dan perlahan keadaranku memudar.....


__ADS_2