
Wajah semua seorang diliputi dengan kelegaan setelah berhasil selamat dari serangan para goblin. Untungnya tak ada korban jiwa meski beberapa diantara mereke harus beristirahat untuk sementara waktu. Aku kemudian mencari kapten para mercenary itu untuk menanyakan soal benda yang dia gunakan waktu itu. Meski aku bilang begitu dialah yang lebih dulu mencari ku.
"Terima kasih karena telah menyelamatkan kami semua, jika bukan karena mu kami semua mungkin akan mati"
Dia dengan sangat tulus berterima kasih padaku dan sedikit menundukkan kepalanya, dan semua orang yang menyaksikan itu juga ikut menundukkan kepala mereka sebagai tanda Terima kasih. Tapi bukan itu yang kuinginkan melainkan sesuatu yang lain.
"Lupakan saja, daripada itu ada sesuatu yang kutanyakan padamu"
"Apapun itu akan ku jawab sebisaku"
Karena dia sudah memberikan lampu hijau aku pun bertanya padanya soal benda yang dia gunakan sebelumnya.
"Apa maksudmu itu ramuan penyembuh ini? "
Dia kembali bertanya padaku untuk konfirmasi sambil menunjukkan benda apa yang ku maksud.
"Ya itu, apa itu? Dan bagaimana caraku mendapatkannya? "
"Benda ini namanya ramuan penyembuh, sebenernya benda ini cukup umum dalam pekerjaan berbahaya seperti ini, dan untuk mendapatkan nya kau bisa membelinya di toko obat yang ada di kota dengan harga 1 koin emas perbotol, agak mahal sih tapi ini dapat menyelamatkan mu dari situasi tak terduga "
"Begitu ya, sepertinya aku baru bisa mendapatkan nya saat sampai di kota"
"Kalau kau sangat menginginkan nya sekarang aku bisa memberimu beberapa, anggap saja sebagai Terima kasihku karena sudah menyelamatkan aku"
Tiba tiba seseorang ikut serta dalam obrolan kami, orang itu adalah gaston dan nampaknya dia sudah menjadi lebih tenang dari sebelumnya.
"Memang berapa banyak yang kau bisa berikan padaku? "
Aku bertanya padanya karena dia bilang akn memberiku beberapa. Lagipula dia adalah seorang pedagang pasti akan ada beberapa perhitungan.
"Sebelum itu ingin kau apakan para goblin Lord yang kau kalahkan? "
Aku menjadi bingung akan kata katanya, memang apa yang bisa kulakukan pada itu, aku tak bisa memikirkan manfaat apapun darinya. Sempat sih aku kepikiran untuk memanfaatkan dagingnya tapi kurasa itu tidak mungkin karena teksturnya yang sangat keras, bentuknya tubuhnya yang agak mirip dengan manusia juga juga membuatku tidak selera.
__ADS_1
"Kalau kau bingung kau bisa menjualnya padaku tau menukarkan nya dengan ramuan penyembuh"
Dia kemudian memberikan proposal yang menarik, karena monster itu juga tidak berguna untukku, dan aku bisa mendapatkan apa yang aku mau. Jadi tak ada alasan untuk menolaknya.
"Baiklah kalau begitu"
Karena kami sudah sepakat dia menyuruh anak buahnya untuk mengangkut mayat monster itu kedalam kereta.
"Tapi apa monster itu memang berharga seperti itu? "
"Haha, kau mungkin tidak tau tapi setiap monster memiliki inti yang ada pada tubuhnya, dan inti koster tingkat tinggi seperti goblin Lord bisa dimanfaatkan untuk berbagai macam hal"
Aku baru tahu hal yang seperti ini, mungkin karena ini jugalah mereka yang bekerja sebagai mercenary memiliki uang lebih dikantong mereka.
"Ngomong ngomong kau sangat luar biasa karena bisa mengalahkan para monster itu seorang diri"
Kali ini yang bicara adalah pemimpin mercenary sebelumnya yang sampai sekarang aku tidak tau namanya.
Kali ini gaston yang angkat bicara dan begitulah obrolan kami terus berlanjut.
"Apa kau sebenarnya seorang mercenary rank tinggi? "
"Bukan, justru itulah alasan aku ke kota bebas adurant untuk mendaftar secara resmi"
"Benarkah? "
Mereka berdua seakan tidak percaya kata kataku, tapi tak alasan juga aku untuk membohongi mereka berdua, karena itulah mereka meyakinkan diri mereka untuk percaya.
"Kau pasti akan menjadi mercenary yang hebat mengingat usiamu sekarang ini"
Tepat ditengah obrolan kami salah seorang anak buah gaston memberitahu nya bahwa semua mayat monster sudah di angkut ke kereta dan semua orang juga sudah selesai diobati. Dengan begini sudah saatnya untuk melanjutkan perjalanan kami ke kota tujuan.
Sudah sekitar seminggu lebih perjalanan kami berlalu, itu berarti bahwa kami sudah setengah jalan ke tujuan. Dan karena sekarang sudah malam kami pun memutuskan untuk beristirahat disini malam ini.
__ADS_1
Tempat kami beristirahat sekarang adalah sebuah padang rumput terbuka, dan jika kami mendirikan tenda disini maka akan mudah bagi kami untuk memantau keadaan sekitar kalau kalau ada sesuatu yang berbahaya mendekat.
Harus kukatakan bahwa gaston cukup murah hati untuk menggunakan rempah rempah yang berharga untuk makan malam kami kali ini. Meskipun itu hanya sebuah sup biasa dengan beberapa roti tapi itu sebenarnya tak terlalu buruk, sup hangat sangat cocok untuk udara malam yang dingin.
Malam sudah menjadi larut dan semua orang saat ini sedang pergi tidur kecuali mereka yang bertugas untuk memantau keadaan sekitar dan aku termasuk diantara mereka. Sebenarnya yang lain sudah memintaku untuk tidur saja tapi aku tolak karena aku sedang ingin menikmati malam, lagipula aku juga sebenarnya tak terlalu membutuhkan tidur.
Dan untuk menghabiskan waktu aku mencoba untuk mengobrol.
"Menurut mu bagaimana kota adurant itu sebenarnya Ricky? "
Aku bertanya pada seseorang yang saat ini juga sedang berjaga bersamaku, dia tak lain adalah pemimpin mercenary yang belakangan ini aku ketahui namanya adalah Ricky.
"Kota adurant ya, itu adalah sebuah kota yang jauh lebih besar dari kota perbatasan seperti turdas, bisa kukatakan di sana adalah tempat yang bisa menyediakan segala yang kau inginkan, tapi biaya hidup di sana juga sangat tinggi, tidak cocok untuk mercenary kecil seperti kami. Jadi setelah urusan di sana selesai kami akan langsung kembali"
Ada sedikit nada penyesalan padanya, mungkin dia sangat ingin untuk tinggal di sana tapi dia tak mampu. Karena tak ada yang bisa dia lakukan untuk itu dia pun hanya pasrah akan keadaan.
"Kalau itu kau, kau pasti bisa berhasil di sana, apalagi hanya sedikit manusia yang mampu menggunakan mana"
"Manusia? "
Apa yang dia maksud soal itu.
"Kau mungkin sudah mendengar nya bahwa di kota itu bukan hanya para manusia yang tinggal tapi ada juga dari ras lain, dan kebanyakan mercenary yang kuat di sana berasal dari ras lain"
Oh jadi itu yang dia maksud, memang sih dibandingkan ras manusia itu ras lain jauh lebih unggul apalagi mereka yang tak memiliki apapun akan sangat mudah tersingkir di dunia yang keras ini.
"Oh ya leo, apa alasan mu untuk menjadi mercenary, dari yang kulihat kau sepertinya tak memiliki masalah keuangan, apa itu untuk menjadi terkenal? "
"Tentu saja bukan itu alasannya, alasan ku sebenarnya adalah ingin mempelajari dunia ini lebih lanjut sambil berpetualang sebagai mercenary"
"Pasti akan menyenangkan, kalau saja aku memiliki kekuatan seperti mu aku mungkin akan melakukan nya juga"
Terdapat rasa penyesalan dalam kata katanya, penyesalan yang disebabkan oleh ketidakmampuannya dirinya sendiri, jika saja dia terlahir dengan sedikit bakat mungkin semuanya akan menjadi berbeda baginya. Obrolan kami terus berlanjut sampai bulan terlihat dengan sangat jelas karena gelapnya malam dan saat itu juga aku merasakan sesuatu..
__ADS_1