Reinkarnasi Tak Terduga

Reinkarnasi Tak Terduga
Chapter 8 Mercenary


__ADS_3

" Siapa kau? "


"Serius? Bukankah kita berjumpa di bar penginapan kemarin sore"


Aku bersumpah kalau aku tak pernah bertemu dengan nya, apalagi kemarin meski aku sudah menggali semua ingatanku soal kemarin namun dia tak ada didalamnya.


Tunggu sebentar mungkinkah dia sebenarnya orang yang memakai jubah itu, kemudian aku menggunakan kemampuan mataku untuk melihat mana miliknya dan ternyata itu sesuai dengan mana milik orang itu. Untuk memastikan apa itu memang dia aku mencoba bertanya padanya, mungkin saja aku keliru.


"Apakah kau orang dengan jubah kemarin? "


"Akhirnya kau ingat juga, namaku iora mercenary rank a sekaligus manajer cabang Serikat mercenary di kota ini"


Jadi itu benar dia, kukira dia laki laki apalagi dengan tawa bebas yang tidak cocok untuk perempuan yang dia lakukan kemarin. Ah lupakan saja soal itu lagian tak terlalu penting, yang penting sekarang adalah mengapa dia memanggilku kemari, apa tujuannya yang sebenarnya.


"Kenapa seorang manajer cabang sepertimu memanggilku kemari? Apa ada yang kau butuhkan dariku, jika tidak aku akan pergi untuk mengurus pendaftaran ku sebagai mercenary"


Sebelum menjawab pertanyaan ku dia terlebih dahulu menyuruhku untuk duduk dan menikmati teh dan kue biskuit diatasnya meja, teh nya terasa enak biskuit nya juga kupikir sesuatu seperti gula sangat mahal harganya tapi seperti nya itu tak berlaku untuk manajer seperti dia, mungkin sebenarnya dia sangat kaya tapi itu bukan urusan ku. Kemudian dia mulai berbicara setelah meminum tehnya.


"Pertama untuk menjadi mercenary kau harus berusia sebelas tahun, berapa umur mu sekarang? "


"Sepuluh tahun, tapi itu akan menjadi sebelas minggu depan"


"Baiklah kalau begitu berarti kau memenuhi syarat, tapi kau tidak bisa mendaftar disini? "


"Apa!? "


Aku sedikit bingung dengan kata-kata nya, jika aku memenuhi syarat kenapa aku tidak bisa mendaftar, apakah kau memiliki semacam dendam padaku hah? Melihat raut wajahku yang mulai berubah membuat dia melanjutkan kata katanya.

__ADS_1


"Oh jangan salah paham, aku tidak melakukannya atas kemauan ku sendiri, selain itu aku ingin memiliki hubungan yang baik dengan mu jadi tidak mungkin aku akan melakukan itu"


Dia menjelaskan agar aku tak salah paham padanya


"Kalau begitu kenapa?


Aku bertanya kembali karena belum mendapatkan jawaban yang kuinginkan kenapa tidak bisa. Karena pertanyaan ku dia kemudian menjelaskan alasannya. Kurang lebih seperti ini.


Biasanya saat seseorang baru mendaftar ia akan mendapatkan rank g tapi itu hanya untuk orang biasa sementara mereka yang memiliki mana akan memulai dari rank b dan mereka harus mendaftar langsung ke markas besar serikat karena cabang serikat tak mempunyai wewenang untuk itu. Tak hanya sampai disitu dia juga menjelaskan bahwa mereka yang tak memiliki mana tak akan bisa melebihi rang c karena itu adalah standar nya, tak peduli seberapa kuat mereka. Menurut ku itu cukup konyol bukankah kekuatan adalah segalanya, bagaimana jika ada seseorang tanpa mana mampu mengalahkan mereka yang memiliki nya, bukankah itu hanya sebuah tamparan di wajah.


"Lalu kenapa kau bilang ingin membuat hubungan yang baik dengan ku? Apa alasanmu sebenarnya? "


Dia tersenyum akan pertanyaan ku.


"Bukan sesuatu yang rumit sih, hanya saja seseorang yang baru berusia sepuluh tahun sudah sekuat itu, bagaimana dengan nanti, kau pasti akan menjadi sosok besar, karena itulah aku ingin membangun koneksi dengan mu sekarang sebelum itu terjadi"


"Hanya dengan segelas teh dan beberapa biskuit? "


"Tidak terlalu buruk tapi mungkin kau tidak akan mendapatkan yang kau mau"


"Tak apa, setidaknya kita adalah seorang kenalan, oh ya aku belum tau namamu? "


"Panggil saja aku leo"


Jawabku, kemudian obrolan kami terus berlanjut.


"Ngomong ngomong aku tidak tau dimana markas besar berada, bisakah kau memberi tahu ku? "

__ADS_1


Dia terkejut dengan kata kataku, wajar saja kalau orang yang bukan seorang mercenary tidak mengetahui aturan dasar dari mercenary, tapi tak tau dimana markas besarnya itu agak aneh karena para mercenary adalah orang orang yang tersebar ke seluruh benua apalagi mercenary terkenal selalu berasal dari markas besar. Karena pekerjaan mercenary membuat kehidupan masyarakat lebih mudah jadi tidak sedikit yang mengidolakan mereka apalagi mercenary rangking tinggi. Dia pasti berasal dari desa yang amat terpencil begitu lah pikiran iora pada leo.


"Kau benar-benar tidak tau? "


"Karena itulah aku bertanya padamu!? "


Aku sedikit meninggikan suaraku setelah melihat ekspresi nya yang seolah-olah menganggap ku sebagai orang bodoh, kau pikir aku tak menyadari hal jelas itu hah? Menyadari hal tersebut ekspresi nya kembali seperti yang tadi kemudian dia memberi tahu ku letaknya dan cara untuk kesana dan berapa lama waktu yang dibutuhkan..


"Markas besar mercenary berada di kota bebas adurant yang tepat berada di tengah benua, untuk kesana butuh waktu sekitar sebulan lebih dengan berjalan kaki dan membutuhkan waktu sekitar dua minggu lebih dengan menaiki kereta kuda"


"Sebulan lebih ya? Itu waktu yang cukup lama, belum lagi ada kemungkinan akan tersesat karena aku tidak pernah kesana"


Aku merenungkan cara untuk bisa kesana, berjalan sebulan lebih itu terlalu lama dan untuk kuda harus kah aku membeli satu? Tidak, itu tak akan berhasil lagipula aku tidak bisa menunggang kuda lalu bagaimana jika menumpang kereta kuda pedagang yang akan kesana? Tapi aku tak kenal satupun pedagang tersebut, kalau begitu aku harus apa.


"Kalau kau bingung cara untuk kesana aku bisa meminta pedagang kenalanku untuk membawa mu kesana "


Dia baik sekali untuk menjawab kekhawatiran ku dengan begini masalah transportasi sudah teratasi tinggal bersiap untuk pergi. Karena urusan disini sudah selesai aku pun bersiap untuk pergi. Tapi saat aku berada di pintu keluar dia memanggilku dan memberiku saran untuk mengenakan sebuah topeng, saat aku bertanya pada dia alasannya dia hanya tersenyum kepadaku. Dan aku menuruti sarannya begitu saja, mungkin ada alasan untuk ini lagipula nasihat dari seseorang yang berpengalaman sangat berharga.


Karena masih ada waktu sampai keberangkatan tiba aku kembali ke tempat dimana aku menginap untuk menghabiskan waktu, seperti biasa tempat ini masih saja dipenuhi oleh para pemabuk. Apa kalian tak punya pekerjaan hah? Terutama orang ini darton dari tadi pagi sampai sekarang masih saja ada di sini. Memangnya apasih yang membuat orang orang ketagihan akan hal ini, untuk memenuhi rasa penasaran ku aku memesan segelas bir untuk kunikmati dan duduk di satu meja dengan darton, seharusnya dia agak risih dengan kehadiran ku tapi saat ini dia sedang mabuk berat sampai tertidur pulas di mejanya.


" Tunggu sebentar, bukankah anak kecil dilarang untuk minum ini? "


Salah seorang yang duduk dekat dengan ku mencoba mengingatkanku.


"Tak apa, lagipula aturan ada untuk dilanggar"


Kupikir bir rasanya enak sekali, tapi ternyata tak sesuai dengan bayanganku rasanya pahit agak sedikit manis dan ada sensasi tersendiri saat itu berada di tenggorokan ku yang membuatku ingin terus merasakannya.

__ADS_1


Ughhh, sudah berapa banyak aku minum, tubuh ku terasa panas dan wajahku memerah sepertinya aku sudah mabuk karena minum terlalu banyak. Terdapat beberapa gelas kosong di meja olehku sendiri, mungkin sudah saatnya aku berhenti dan kembali kekamar ku sebelum aku berakhir seperti orang bodoh disampingku ini, lihat saja dia tidur seperti orang mati.


Aku berhasil sampai kekamar ku meskipun aku berjalan terhuyung huyung sampai sini dan sebelum aku bisa mencapai kasur aku jatuh dilantai karena terlalu mabuk dan esokpun tiba......


__ADS_2