Return Of Old Love

Return Of Old Love
04. return of old love


__ADS_3

...***happy reading***...


Malam telah tiba. Alfiana bergegas bangun dari tidurnya setelah melihat jam bahwa sudah menunjukkan pukul setengah 7. Ia membersihakn badannya dan memakai dress yang ia pilih tadi siang.


Tak lama semuanya telah selesai, ia menuruni anak tangga dengan mengenakan dress berwarna merah muda, rambutnya yang digerai serta memakai polesan make up sedikit agar tidak terlihat pucat. Tak lupa ia juga membawa tas selempang yang senada yang menambah ia terlihat cantik dan elegan.


Sesampainya diruang tv Alfiana menemukan mama dan papanya sedang asik menonton tv dan didepannya terdapat cemilan. Alfiana menghampirinya.


"Ma, pa. Al izin ya mau kumpul bareng temen," ucap Alfiana berdiri disamping mamanya.


"Iya, hati-hati. Pulangnya jangan malam-malam,"balas indah mamanya.


"Yaudah Al berangkat ma, pa," pamit Alfiana kepada kedua orang tua nya.


Setelah itu dia berangkat menuju cafe yang sudah ditentukan oleh ia dan sahabatnya.


________________


Sesampainya dicafe, ternyata ketiga sahabatnya sudah berada disana. Ia langsung masuk kedalam cafe menemui sahabatnya.


"Hay. Telat ya gw?"tanyanya dengan cengiran.


"Ngga kok kita-kita juga baru dateng," jawab Aurel.


"Yaudah sini duduk,"tawar Karina kepada Alfiana.


Alfiana mengangguk dan langsung duduk dikursi sebelah Karina karena memang hanya itu yang masih kosong


"Bdw, kita mau ngapain ya?"tanya Alfiana


"Kumpul aja, udah lama gak kumpul," balas Sari.


"Yaudah kita pesen makanan dulu geh laper nih," ucap Aurel.


"Iya," jawabnya serempak


Tak lama makanan mereka sudah datang. Mereka makan dengan diselingi canda tawa, hingga kini tinggal makanan ringan saja yang tersisa


"Al Lo masih sayang gak sih sama Andrian?"tanya Aurel tiba-tiba.


"Masih," jawabnya jujur


"Kalo Lo seandainya diajak balikan Lo mau ngga?" Saat ini Karinalah yang bertanya.


"Mau sih kalo dia gak kek dulu lagi ninggalin gw," jawabnya santai.


"Tenang aja Al gw dukung kok. Kalo Lo diapa-apain sama tu cowo kita bakalan yang maju,"ucap sari sambil tersenyum.


"Makasih ya, kalian memang sahabat gw yang baik banget deh," ucap Alfiana dengan senyum yang mengembang menghiasi wajahnya yang cantik..


"Iya sama-sama, kita kan sahabat. Apapun yang terjadi diantara kita. Kita akan tetep bersama," ucap Aurel ikut tersenyum seperti mereka.


Ternya obrolan mereka berempat sangatlah menyenangkan hingga tak sadar bahwa sekarang telah pukul 10 malam. Mereka pun berpamitan satu sama lain untuk pulang karena memang sudah larut malam..


Kini Alfiana sudah sampai dirumahnya. Ia segera mamarkirkan motornya dan segera masuk kerumahnya.


Di rumahnya sudah sepi. Mungkin mama dan papanya sudah tidur terlebih dahulu. Ia langsung menaiki anak tangga untuk menuju kekamarnya. Setelah itu ia ganti pakaian dan sekarang ia mengenakan piyama bergambarkan katak atau keroppi. Ia membaringkan badannya dikasur king size nya dan meraih handphone nya untuk mengecek. Di sana terdapat nomor baru yang ngechatt dirinya.


085700******


Besok pagi gw jemput. By Andrian


Ya, yang mengirimkan pesan dengan nomor baru itu adalah Andrian. Alfiana sepat kaget kenapa tiba-tiba dia mau menjemputnya. Namun setelah itu ia tersenyum dan membalas chatt dari Andrian.

__ADS_1


Iya.


An : Yaudah, sv nomor gw.


Sekarang tidur.


Udah kok.


Iya.


Setelah membalas chattnya. Alfiana langsung mematikan handphonenya dan terlelap tidur menuju alam mimpi


__________________


Pagi telah tiba, gadis itu masih saja berbaring dikasur king sizenya. Ia enggan untuk bangun karena malas. Namu teriakan sesorang dari balik pintu kamarnya hingga membuatnya terusik.


"ALFIANA BANGUN!!!!! SUDAH SIANG!!" teriak Indah mamanya sambil menggedor-gedor pintu anaknya itu.


Karena Alfiana terusik. Ia bangkit dan melangkah menuju pintu untuk membuka pintu kamarnya.


"Kamu ya, udah jam berapa ini!!"seru Indah.


"Emang jam berapa ma?"tanyanya dengan mata yang masih terpejam


"Jam 7 bego!!"teriak mamanya sudah habis kesabaran dengan ulah anak satu-satunya itu


"Hah!!!! Kenapa mama gak bangunin Al dari tadi," teriak Alfiana tak kalah kerasnya.


"Mama udah bangunin kamu dari jam 5. Kamunya aja yang kebo. Tuh dihbawah ada yang nunggu,"ucap Indah


"Sapa ma?"tanya Alfiana


"Andrian mantan kamu," ucap Indah enteng


Indah bergeleng kepala melihat kelakuan ananknya itu. Ia turun untuk menemui Andrian.


"Nak Andrian, maaf ya Al nya kalo dibangunin susah kebo banget," ucap Indah dengan tersenyum.


"Ga papa tante," jawab Andrian


"Eh jangan tante dong, panggil mama aja biar sama kaya Al," ucap indah


"Eh iya tan-mama maksudnya," balas Andrian kikuk.


"Nah gitu dong, ya udah mama kedapur dulu ya. Kamu tungguin si Al dulu," ucap indah sehari menuju kedapur.


"Iya ma," jawab Andrian.


Dari atas terdengar suara langkah kaki seseorang. Yang tak lain adalah Alfiana yang turun menuju tempat Andrian duduk.


"An maaf lama," ucapnya dengan cengiran.


"Gak papa,"jawab Andrian dengan mengacak rambut Alfiana


"Ih jangan diberantakin,"kesal Alfiana sambil mengkerucutkan bibirnya.


Dan Andrian hanya terkekeh melihat tingkah Alfiana.


"Ya udah berangkat yuk." Ajak Alfiana


"Iya," jawab Andrian lalu bangkit dari duduknya


"Ma, Al sama An berangkat dulu ya," triak Alfiana kepada mamanya karena jarak ruang tamu dengan dapur lumayan jauh.

__ADS_1


"Gak sarapan dulu nak,"jawab indah


"Gak usah ma, nanti makan disekolahan aja," ucap Alfiana


"Ya udah, hati-hati dijalan," ucap indah


"Iya ma,"jawab Alfiana lalu ia melenggang pergi sambil menarik tangan Andrian menuju motor Andrian


Andrian berdehem "hemmmm,"


"Kenapa?"tanya Alfiana yang tak sadar karena tangannya enggan untuk melepaskan genggamannya.


"Ga mau lepasin nih. Ya udah gak usah berangkat pegangan tangan aja terus," goda Andrian.


"Eh maaf. Lupa," Alfiana menyengir merasa malu dengan tingkahnya sendiri lalu melepaskan pegangannya di tangan Andrian


"Ya udah ayo naik," ajak Andrian


"Iya," jawabnya


"Pake ni, gak mau gw bawa orang sampe kecelakaan karena gak pake helm kepalanya pecah," ucap Andrian sembari memberikan helm kepada Alfiana.


"Iya-iya, tumben bawel," sarkas Alfiana sambil menyebik. Andrian hanya mengedikan bahunya


Akhirnya mereka berangkat kesekolah. Saat seperti ini lah yang dirindukan oleh Alfiana hingga ia tak sadar bahwa kedua tangannya sudah melingkar dipinggang Andrian. Andrian yang menyadari hanya tersenyum sambil melihat Alfiana melalui spion kaca motornya.


________________


Tak membutuhkan waktu lama, mereka telah sampai diparkiran SMA Garuda. Sekarang mereka jadi pusat perhatian disekolahnya. Banyak tatapan iri, kagum dan masih banyak lagi. Alfiana sangat risih dengan tatapan mereka semua. Berbeda dengan cowo disampingnya yang tak memperdulikan apa yang terjadi.


"Gw duluan," langkah kaki Alfiana agak dicepatkan dan hendak ingin lari namu pergelangan tangannya digenggam oleh Andrian.


"Gak usah duluan, bareng gw. Gw antar Lo sampe Kelas,"ucap Andrian dengan menatap datar kedepan


"Tapi An-" jawab Alfiana namun diputus oleh Andrian.


"Gak ada penolakan," langsung menggenggam tangan Alfiana


Alfiana sangat bahagia bisa bersanding kembali dengan cowo yang amat dia sayangi. Tak sadar mereka telah sampai didepan kelas Alfiana.


"Makasih,"ucap Alfiana dengan senyum yang mengembang.


"Sama-sama, belajar yang rajin," jawab Andrian dengan tangannya yang jahil mengacak rambut Alfiana.


"Ih An Lo kebiasaan deh," kesal dengan kebiasaan Andrian yang tak hilang-hilang.


"Nanti istirahat gw jemput,"bisik Andrian didekat telinga Alfiana dan langsung melenggang pergi meninggalkan Alfiana yang terdiam. Bagaimana tak diam jika orang yang disayang dan tiba-tiba kembali lalu bersikap manis ?


.


.


.


Hay!!!


Segini aja deh


Stay trus ya:)!


Jangan lupa vote komen juga


Sampai jumpa di part selanjutnya!!

__ADS_1


__ADS_2