
...***happy reading***...
Hari ini adalah hari dimana kelas Alfiana berolahraga namun gadis yang menjadi famous SMA Garuda itu malah tak mengikuti pelajaran olahraga nya. Alasannya cukup simpel malas karena panas
Ingat!! Ia tak sendiri ya, yang pastinya ketiga sahabatnya ikut dong
Rofdor, tempat favorit mereka untuk membolos. Tak ada yang bisa ke rofdor karena hanya Alfiana yang memiliki kunci itu
Bahkan guru saja tidak ada yang pernah ke rofdor kecuali hanya saat mempositifkan ada yang bolos di situ atau tidak
"Al, nanti kita ketawan ga ya bolos?"tanya Aurel
"Gaya Lo nanyain ketawan apa ngga. Lah biasanya gimana ogeb," sahut Karina beserta Toyoran yang mengenai jidat Aurel
"Yaelah tanya doang gw mah,"
"Ketawan ga ketawan gw mah bodo amad. Males gw mau olahraga panas," ucap Alfiana yang kini sedang memakan coklat
"Nah gw setuju sama si Al," ucap Sari nyengir
"Ahahaha iya bener juga ya, jugaan kita udah terbiasa kena hukuman kan," ucap Aurel tertawa
________________
Dilain tempat Andrian dan kedua sahabatnya sedang belajar matematika. Sebenarnya sih mau bolos aja tapi entah lah ia urungkan hingga kini mereka bertempur dengan rumus-rumus yang sulit meski itu baginya sangat mudah. Wajar orang pintar mah bebas wkwk
Tiba-tiba Bu Citra selaku guru BK masuk kelasnya hingga membuat semua murid menatapnya
"Selamat pagi anak-anak, mohon maaf mengganggu sebentar," ucap Bu Citra
"Ga papa Bu!!" triak murid 12 IPA 1 kecuali Andrian tentunya, yang kini tampak acuh dan lebih mengambil posisi ternyamannya yaitu tidur dengan tangan dilipat sebagai bantal
"Ibu cuman mau ngasih tau kalian kalau kelas kalian ada murid baru," ucap Bu Citra
"Cewe atau cowo Bu!!" Triak Ananda
"Jangan di potong dulu," tegur Bu Citra
"Ehehe maaf Bu," ucap Ananda dengan tangannya ia angkat membentuk huruf 'V'
Bu Citra menengok ke arah pintu untuk menyuruh murid baru itu masuk "Sini nak masuk,"
Hingga masuk lah seorang gadis yang cantik, meski masih cantikan Alfiana sih kata mereka yang ada di kelas
Saat itu juga membuat Alex dan Ananda terkejut. Mereka saling pandang lalu Ananda mengisyaratkan Alex untuk membangunkan Andrian
Namun si empunya tak terusik sama sekali hingga suara lantang gadis di depan saat perkenalan diri membangunkan Andrian dengan spontan
"Silahkan kamu perkenalkan diri,"suruh Bu Citra
__ADS_1
Gadis itu mengangguk "kenalin nama gw Gabriel Artika Nella. Panggil saja Gabriel," kenalnya
Andrian yang mendengar nama itu spontan mendongakkan kepalanya menatap gadis didepan itu. Mata mereka bertemu membuat gadis itu tersenyum namun Andrian memutuskan pandangannya untuk memandang tempat lain
Jantungnya berdetak dengan cepat bahkan tidak beraturan. Pertanyaan mulai muncul di otaknya. Kenapa gadis itu datang lagi? Dan kenapa dia sekelas dengannya? itulah yang lebih parah
Membuat dirinya pusing sendiri. Ia bangkit lalu melenggang keluar kelasnya. Bu Citra yang memanggilnya pun ia acuhkan
"Andrian mau kemana kamu!!" Triak Bu Citra. Tak habis pikir dengan anak itu. Keluar masuk seenak jidat nya saja
Gabriel yang merasa aneh dengan sikap Andrian membuat ia bingung dan mengerutkan keningnya
"Ya udah buat kamu duduk di bangku bersama Nisa," suruh Bu Citra, yang langsung di angguk i oleh Gabriel
"Untuk Nisa angkat tangan kamu," lanjutnya
Nisa merasa di panggil dan di perintahkan lalu ia mengangkat tangan nya. Gabriel lalu berjalan menuju bangku yang berada di samping Nisa
Setelah duduk ia memanggil Alex yang memang mereka sudah kenal "Lex Andrian kenapa?"
"Mana gw tau,"jawabnya acuh
Kini ia giliran menatap Ananda "Nda Andrian kenapa sih?" Tanyanya
"Ga tau gw,"jawab Ananda sama acuhnya
Gabriel yang di perlakukan acuh sudah biasa memang sejak kejadian itu kedua sahabat Andrian acuh dengannya
________________
Ingin bertanya tapi ia urung kan disaat Andrian membaringkan tubuhnya didekatnya dan menutup mata dengan lengan
Alfiana hanya mampu menghembuskan nafas. Ketiga sahabatnya pun sama bingungnya seperti Alfiana
"Ngapain tuh si Andrian?" Tanya Karina
"Iya Al, tumben tuh cowo dingin ngacuhin Lo," tambah Aurel
Alfiana langsung menatap kearah sahabatnya dan menghentikan kedua bahunya tanda ia tidak tahu
Bel istirahat berbunyi membuat Alfiana dan sahabatnya bangun dari duduknya untuk turun dari rofdor menuju kantin. Namun sebelumnya Alfiana membangunkan Andrian
"An udah bel istirahat, ayok turu. Ke kantin," ucap Alfiana sambil menggoyangkan badan Andrian
Andrian yang terusik, membuka matanya perlahan yang langsung mendapat tatapan mata dari Alfiana membuat hatinya merasa damai
"Ayok ih ke kantin. Jangan liatin gw gitu dong," Serka Alfiana malu karena ditatap oleh Andrian terbukti kini pipinya sudah memerah bak tomat busuk
"Iya,"
__ADS_1
"Ya udah ayok," Alfiana menarik tangan Andrian untuk mengajak cowo itu berdiri menuju kantin
"Elah yang maken Deket udah lupa sama kawan sendiri," cibi Aurel
"Bacot Lo!" Sarkas Alfiana langsung turun mendahului ketiga sahabatnya tak lupa a tetap menggandeng tangan Andrian. Andrian pun hanya menurut saja
Di belakan ketiga sahabatnya tertawa terpingkal pingkal karena mampu membuat Alfiana kesal
Tiba di kantin rupanya Ananda dan Alex belum datang jadi hanya mereka berlima yang kini sedang duduk di bangku kantin sambil menunggu pesanan datang
Pesanan mereka pun datang. Kini mereka berlima makan dengan santai serta berceloteh tak jelas. Tak lama Ananda dan Alex datang menghampiri mereka yang membuat keempat gadis itu mengerutkan keningnya, ada salah satu cewe di belakang Ananda dan Alex. Siapa gadis itu? Pikir keempat gadis tersebut
Tiba-tiba gadis itu berlari menghampiri mereka saat mengetahui ada Andrian dekatnya dan bergelayut manja di lengan Andrian
Ada satu yang membuatnya heran, kenapa Andrian hanya diam saja? Kenapa ga menolak gadis itu? Siapa sebenarnya gadis itu? Tapi tak asing wajahnya? Pertanyaan-pertanyaan mulai muncul di pikiran Alfiana
Andrian yang tau perubahan muka Alfiana lalu berusaha melepaskan tangannya yang di peluk oleh gadis di sampingnya
"Ih Andrian ko di lepas sih," ucap Gabriel manja namun hanya di acuhkan oleh si empunya. Ya gadis itu adalah Gabriel gadis yang hanya dikenali oleh Andrian, Ananda dan Alex
Aurel, Karina dan Sari mengetahui perubahan Alfiana yang kini hanya berdiam. Mereka saling pandang tidak tau harus berbuat apa yang terpenting mereka tau Alfiana sedang dilanda api cemburu
Muak, itulah kata yang mewakili perasaan Alfiana. Ia bangkit lalu meninggalkan mereka semua. Membuat mereka menghela nafas panjang. Sudah tau alasan kenapa Alfiana lebih memilih pergi yang pastinya karena adanya Gabriel
"Eh itu siapa namanya, ko main pergi aja kan gw belum kenalan. Oh ya kenalin gw Gabriel Artika Nella panggil aja Gabriel," ucapnya berkenalan kepada Aurel, Karina dan Sari
"Gw Aurel," menerima uluran Gabriel
"Gw Karina," ucapnya dingin
"Kalo Lo sapa?" Tanya Gabriel
"Gw Sari," ucapnya acuh lalu melanjutkan makannya yang tertunda
"Emmm iya. Kalo yang pergi tadi siapa?"tanya Gabriel kepada mereka semua
"Alfiana." ucap Andrian dingin. Gabriel hanya mengangguk anggukan kepala tanda ia mengerti
.
.
.
Maaf kalau typo
Stay trus ya:)
Jan lupa vote, komen, juga follow okey:v
__ADS_1
Semoga suka:v