
...***happy reading***...
Bel istirahat berbunyi. Alfiana ddk dan Andrian ddk menikmati makanan di kantin bersama
Sebenarnya Alfiana malas namu karena paksaaan sahabatnya mau tak mau ia menyetujui
Mereka makan dengan tenang terkadang membuat leluconan seperti saat ini Alex dan Ananda yang berdepat ga jelas hanya karena pipet saja
"Ih itu punya gw pipetnya bego," umpat Alex pasalnya pipetnya direbut oleh Ananda tiba-tiba
Ananda memegangi pipet milik Alex dengan kencang ketika ingin direbut pemiliknya "pinjem bentar elah. Punya gw jatuh tu. Ya kali mau gw nyosor, kek bebek aja,"
"Gw ga mau bekas Lo anjir,"
"Bekas gw ga bakal bikin Lo rabies kali Lex," seka Ananda
Alex hanya mampu mengumpat saja sedari tadi karena kesal dengan Ananda "bodok lah Nda," lalu ia meneguk es nya tanpa pipet
"Kalian ini udah kek anak TK tau," cibir Aurel
"Bodok." ucap keduanya bersamaan
Yang lain hanya bisa terkekeh dan tertawa melihat tingkah Alex dan Ananda.
Bel berbunyi menandakan masuk pelajaran. Mereka semua bergegas masuk ke kelas masing-masing
__________________
"Pulang bareng gw," ucap Andrian
"Apaan sih An, gw nunggu supir gw kalik" tolak Alfiana
"Ga ada penolakan," ucapnya langsung menggenggam tangan Alfiana menuju motornya
Alfiana meronta-ronta namun tetap kalah karena lebih kuat Andrian ketimbang dia "lepasin An, main seret aja Lo,"
"Naik,"
"Huh dasar pemaksaan," namun tetap ia lakukan
"Pegangan,"
"Ogah!"
"Ya udah," lalu ia mengegas motornya mendadak hingga membuat Alfiana spontan memeluk Andrian. Andrian tersenyum dalam helmnya
"MODUS LOO!!!!" triak Alfiana rakun Andrian tak mendengarnya. Namun tak di jawab eh si empu nya. Dasar gilaa batinnya
Andrian memperhentikan motornya "turun,"
"Mau ngapain sih," jawab Alfiana kesal.
"Gw lapar mau makan," ucapnya
"Terus gu-,"ucap Alfiana terpotong oleh Andrian
"Gw tau Lo juga lapar. Ayo makan dulu," potongnya lalu menarik pergelangan tangan Alfiana menuju warung . Yang di tarik menghentak hentakkan kakinya
"Bu pesen ayam geprek nya dua ya,"ucap Andrian kepada penjual yang memang sudah menjadi langganannya
"Eh den Andrian, tumben bawa gadis cantik banget," ucap Bu Marni penjual ayam geprek. Dan hanya di senyumi oleh Andrian dan Alfiana
"Ya udah Ibu bikinin dulu ya den, neng." ucap Bu Marni lalu menyiapkan pesanan mereka
"Lo udah kenal An?" Tanya Alfiana
"Sering kesini,"jawabnya
"Emmm pantesan akrab," ucap Alfiana manggut-manggut
Hanya deheman lah yang keluar dari mulut cowo itu "hmmmm" membuat Alfiana kesal jika berbicara dengan Andrian pasalnya seperti berbicara sama tembok berjalan. Sia² ia berucap.
Bu Marni membawa pesanan mereka "ini neng, den pesenannya. Dimakan," ucapnya tersenyum
Alfiana dan Andrian tersenyum dan mengangguk "terimakasih Bu," jawab mereka bersama
Bu Marni tersenyum lalu pergi kebelakang meninggalkan mereka berdua, dan mereka sangat menikmati makanannya karena perutnya merasa lapar
Selesai membayar mereka melajukan motornya kembali. Di perjalanan hanya keheningan yang ada. Hingga tak lama mereka sampai di depan rumah Alfiana
"Makasih An buat makannya,"
"Iya, gw balik dulu,"
"Ngga mampir dulu?" Tanyanya.
"Ngga, lain kali aja."
"Ya udah hati-hati di jalan,"
Andrian mengangguk lalu melakukan motornya hingga hilang di pandangan Alfiana
Alfiana masuk rumah dengan tersenyum lebar dengan kejadian tadi. Meski ia kecewa tetap saja ia menyayangi cowo itu
__ADS_1
"Kamu ga gila kan?" Tanya Hendrik heran di ruang tamu
Alfiana menyebik "Ya ngga lah pa, ya kali cewe secantik aku di bilang gila,"
"Ya barang kali aja, soalnya dateng² senyum-senyum sendiri"
"Ehehe ga papa pa, ya udah Al ke kamar dulu"
Hendrik menggelangkan kepala melihat putrinya yang aneh
"Huh capek gw" ucapnya lesu langsung merebahkan diri di kasur
Ia membuka room chatt nya bersama sahabatnya yang menurutnya gesrek pada saatnya
Ciwi girl 😍
Karina : keluar yuk, bosen gw di rumah
Sari : yuk
Aurel : 2
3
Karina: ya udah oke, jam 7 ya
Aurel : oke
Read
Setelah memutuskan untuk keluar bersama sahabatnya. Ia buru-buru mbersihkan badannya. Tak membutuhkan waktu lama ia sudah selesai dengan celana jeans biru Dongker dan kaos pendek berwarna putih. Sederhana namun membuat siapa saja terpesona
Malam yang mereka tunggu kini Alfiana dan ketiga sahabatnya berada di caffe terdekat
"Eh kita ko bisa kompak sih pake baju putih-putih," ucap Karina terkekeh
"Iya ya, gw baru sadar," jawab Alfiana ikut terkekeh
"Sayangnya ga pada bawa gandengan," ucap Aurel tertawa
"Anjir. Jomblo karatan aja belagu lo," Serka Karina tertawa
"La iya, gitu hanya ngomongin gandengan," tawa dari akhirnya pecah
Aurel menonyor kepala karina yang memang Karina berasa di dekatnya"Enak aja kalo bilang. Gini-gini banyak kali gebetan gw,"
Karina mengusap kepalanya yang ditonyor Aurel "anjing mainnya tonyoran mana mau lah kalo Lo begini bego,"ejeknya
"Betul tuh mana ada yang mau sama modelan Lo Rel," cibir Sari dengan terkekeh
Aurel melotot tak trima"Bengek kalian semua,"umpatnya
Hingga membuat semua tertawa. Memang kalau sudah bersama sahabat itu enaknya membully salah satunya. Laknat sekali
_______________
Rupanya nasib tak berpihak kepada gadis manis yang menghentak hentakkan kakinya. Karena ia terlambat lagi
"Anjing gw terlambat lagi," gumamnya
"Auk ah bolos aja enak," lanjutnya
Lalu ia memanjat pagar belakang sekolah yang terlihat sepi sebab saat ini pembelajaran sedang berlangsung
Ia mendarat dengan mulus didalam area sekolahnya setelah berupaya memanjat pagar itu "akhirnya sampe juga,"
Kini ia menuju rofdor, tempat yang tepat untuk membolos. Sebelumnya ia sudah mengabari ketiga sahabatnya bahwa ia membolos. Tanpa di duga ketiganya malah ikut membolos. Setia kawan banget wkwkwk
Alfiana mendudukkan pantatnya di lantai yang beralasan tikar "huhf, gini kan enak ga pusing mikirin pelajaran,". Ya, gadis itu adalah Alfiana.
Tak sadar di rofdor juga ada orang lain hingga ia terlonjak kaget saat ada yang menyentuh pundaknya dari belakang
"Anjing hantuu!!!!!" Triaknya
"Gw bukan hantu bego,"menutup telinganya karena triakan dari Alfiana yang sangat nyaring
Alfiana menoleh kearah sumber suara dan terkejut "hah! Ko Lo ada di sini An?" Tanyanya
"Bolos" jawab Andrian singkat. Yang mengagetinya tadi adalah cowo dingin namun tampan yaitu Andrian
Alfiana mengangguk kan kepalanya "sendirian aja,"
"Iya,"
Hening itulah yang terjadi saat ini hingga tiba-tiba pintu terbuka dengan keras. Ternyata ketiga sahabat Alfiana yang mendobrak pintu rofdor
Alfiana memutar bola matanya "Biasa aja kali buka nya,"
"Woh rupanya ga sendiri Lo Al," ucap Aurel
"Iya tuh," tambah karina. Ketiganya berjalan menuju ketempat Alfiana dan Andrian dan ikut duduk bersama mereka berdua
"Iya,"jawab Alfiana.
__ADS_1
Andiran hanya bersandar dan diam memejamkan mata menikmati angin yang menerpanya tanpa memperdulikan ketiga sahabat Alfiana
Hingga tak lama, tiba-tiba pintu terbuka dengan keras kembali. Mereka semua spontan menengok ke arah pintu yang sudah menampilkan Bu Citra yang berkecak pinggang
"Kalian ini mau jadi apa, kalo sekolah aja bolos begini!!" Seru Bu Citra menghampiri mereka
"Eh ada Ibu, kami cuman santai doang kok," jawab Karina maju untuk menyalimi Bu Citra, namun di tepis
"Ngapain kamu mau nyalimin saya, ga bakal saya luluh!" Ucap Bu Citra yang terlihat sangat marah
Alfiana berdiri lalu mendekat ke Bu Citra "Bu, kata papa saya. Kalo udah ibu-ibu itu ga boleh marah-marah nanti bisa cepet tua,"
"Nah bener tu Bu kata si Al. Apa Ibu mau keliatan tua terus keriput kulitnya. Hiii saya ngery sendiri bayanginya," ucap Aurel menyetujui ucapan Alfiana juga menakut nakuti gurunya itu
Bu Citra nampak nya berfikir namun tiba-tiba "gak, Ibu ga peduli. Sekarang kalian saya hukum!"
"Eh jangan dong Bu," tolak Sari memohon
"Ga mau tau, sekarang kalian berlima hormat di di lapangan bendera sampe jam istirahat, sekarang!!"seru Bu Citra lalu meninggalkan mereka
Akhirnya mereka semua menurut dan turun dari rofdor untuk melaksanakan hukumannya
Panas yang terik membuat mereka sangat kelelahan terutama keempat gadis itu, karena harus berdiri dan menahan panas di tubuhnya
"Huh capek gw," ucap Alfiana lirih
"Iya nih. Coba gw ga ikut-ikut Lo Al, mungkin gw ga kena hukum," ucap Karina
"Salah Lo sendiri ngikutin gw," ucapnya sambil menyeka keringat di dahinya
Itu pun tak luput dari penglihatan Andrian hingga ia sedikit menggeser diri di samping Alfiana agar gadis itu tidak terkena sinar matahari.
Alfiana yang merasa tak terkena panas matahari ia mendongak dan langsung bertubrukan dengan hezel milik Andrian. Lalu ia tersenyum
"Makasih An," ucapnya
Andrian mengangguk dan berdehem
"Huaaamm... Seakan dunia milik berdua,"cibir Aurel. Hingga ia mendapat tatapan tajam dari Andrian. Yang di tatap hanya menyengir tanpa dosa
Dari kejauhan terlihat Alex dan Ananda menghampiri mereka dan ia menggoda mereka semua. Sungguh nikmat sekali membuat temannya sengsara
"Yang aus, yang aus," ucap Alex lalu meneguk air mineral dingin yang ia pegang
"Kalian mau ga?" Tawar Ananda menyodorkan botolnya di depan kelima temannya
"Anjing Lo," tunjuk Aurel ke arah Alex
"Peh, mantap seger banget di leher. Ahhhh anyess," ucap Alex dengan meragakan tangannya menyentuh lehernya dari atas kebawah
"Seger ya Lex apa lagi pas panas-panas gini"
Membuta keempat gadis itu sebal dan mengumpat karena di goda oleh Alex dan Ananda disaat ia di hukum panas-panas an begini
Andrian menatap tajam kedua sahabatnya "Pergi Lo," saat jengah dengan godaan kedua sahabatnya
"Elah bos seger tau. Bos mau," ucap Alex menyisirnya botol yang ia genggam. Andrian menatapnya nyalang hingga membuat Alex bergidik ngeri lalu pergi menarik Ananda meninggalkan mereka.
Namun kedua cowo itu kembali lagi dengan menenteng sekresek yang tak salah berisi air mineral. Setelah bel istirahat berbunyi mereka berlima menjadi sorotan dan mendapat bisikan-bisikan dari murid yang melewatinya
"Eh bukannya itu Alfiana sama sahabatnya ya,"
"Iya tuh. Mereka ga kapok ya kena hukuman terus,"
"Mana itu murid baru waktu itu kan , ikut kehukum dia,"
"Iya tuh, idih mau-maunya Andrian sama Alfiana yang bad gitu,"
"Iya, padahal suka nya bolos aja mana sering terlambat lagi,"
Seperti itu lah bisikan-bisikan mereka yang melihat Alfiana mendapat hukuman. Namun masih didiam kan oleh Alfiana karena ia lelah berdiri di panasan. Ingin rasanya ia cincang mulut murid-murid yang mengatainya tapi ia urungkan kapan saja bisa pikirnya
Mereka berlima menghampiri Alex dan Ananda yang duduk lesehan di bawah pohon
"Nih buat kalian. Baik kan gw," sombong Alex sambil menyodorkan kresek yang berisi air mineral dingin
Aurel mengambil dengan sewot "alah baik dari mananya, kalo ga di pelototin sama Andrian ga bakal pergi beli minum,"
"Bener tuh, pasti tetep godain kita-kita orang," tambah Karina
"Yang penting kan udah gw beliin kalik. Bukanya trima kasih malah ngomel Lo," ucap Ananda
"Semerdeka Lo," ucap Aurel lalu meneguk air mineral nya
"Udah sih jangan ribut. Aus gw, sini minta dua botol," ucap Alfiana menerima dua botol yang di berikan oleh Aurel . Satu botol ia berika ke Andrian satu botolnya lagi ia teguk sampe setengah
"Nih,"
"Hmm," menerima pemberian Alfiana lalu meneguknya hingga tak tersisa
.
.
__ADS_1
.
Jangan lupa vote okey:)