Return Of Old Love

Return Of Old Love
12. return of old love


__ADS_3

...***happy reading***...


"ikut gw," Andrian menarik pergelangan tangan Alfiana menuju parkiran


"Mau kemana sih An, ini masih jam sekolah loh," ucap Alfiana berusaha melepaskan genggaman di tangannya


"Diem, nurut aja,"


Alfiana menghentak hentakkan kakinya kesal "Tauk ah,"


Andrian meliriknya sekilas, ia tersenyum melihat Alfiana yang kesal karenanya. Tiba di parkiran Andrian langsung menaiki motornya dan mengundurkan untuk mengeluarkan motornya dari dalam parkiran selesai itu ia menyuruh Alfiana naik


"Naik,"


"Iya-iya," ucap Alfiana kesal namun tetap ia lakukan


Setelah itu mereka berdua melaju entah kemana yang tau hanyalah Andrian


"Mau kemana sih An,"


"Kepo Lo," jawab Andrian


Hening. Sampai tiba di depan apartemen milik Andrian.


"Ayo masuk," ajak Andrian


"Mau ngapain?" Tanya Alfiana was-was


Andrian mengangkat kedua bahunya acuh. Lalu melenggang masuk apartemennya lalu menuju kamar


Melihat Alfiana yang tetap diam di ambang pintu ia kembali menghampiri Alfiana lalu menariknya menuju kamar


"Mau ngapain sih An?" Tanya Alfiana penasaran


"Diem di kasur," suruhnya


"I-iya tapi mau ngapain?" Tanya Alfiana gugup. Siapa yang tidak gugup coba di bawa di apartemen, itu pun hanya berdua saja di tambah lagi di bawa ke kamar seorang cowo


"Diem,"


Akhirnya Alfiana hanya mampu menurut saja dengan perasaan tak karuan


Saat Andrian tiba-tiba melakukan aksinya. Dengan spontan Alfiana meringis kesakitan


"Agkhh.. sakit An,"


"Tahan,"


"Pelan-pelan dong agkhh.. sa-sakit..." Rintih Alfiana


"Iya, ini udah pelan-pelan Al,"


"Agkhh,, sakit bego jangan di teken kenceng-kenceng!" jerit Alfiana


"Ga kenceng-kenceng kalik," ucap Andrian


"An, agkhh berdarah kan,". Rintih Alfiana matanya mulai berkaca-kaca


"Tahan okey. Ga akan apa-apa ko. Darahnya cuman dikit ga banyak banget,"


"An, tapi ini tuh sa-sakitt,"


"Iya tau sakit, makanya tahan,"


" Pelan-pelan An sakit ini, sumpah deh,"


"Bawel Lo ah, tinggal tahan bentar doang aja," ucapnya dengan tersenyum miring. Kapan lagi bisa membuat Alfiana merintih


"Agkhh Andrian begoo, ini sakit anjing. Ngapain Lo teken keras banget!!" Seru Alfiana


"Bentar doang, ga akan sakit lagi kok,"


"Iya, tapi pliss jangan di teken lagi," ucap Alfiana lirih


"Iya,"

__ADS_1


"Perih," keluhnya


"Nah kan selesai. Lo nya aja alay, gitu aja sakit. Lemah," cibir Andrian setelah selesai mengobati kaki Alfiana yang tergores karena batu saat ia di jegal tadi. Yang tidak disadari oleh Alfiana namun di ketahui oleh Andrian. Sweet memang


"Makasih An udah obatin kaki gw. Meski Lo jahad banget di teken-teken," ucap Alfiana


"Lo nya aja yang lebay,"


"Bodo Amad ah,"


"Hmmm,"


"An,"


"Apa?"


"Pulang," ucap Alfiana pelan


"Ya udah ayok," jawab Andrian lalu bergegas mengantarkan Alfiana pulang.


Sepanjang perjalanan hening. Namun Alfiana tak berhenti tersenyum karena perlakuan cowo didepannya itu


Tak butuh waktu lama, mereka sudah berada di depan rumah Alfiana


"Makasih An," ucap Alfiana tersenyum


Andrian mengangguk"Iya," jawabnya


"Ngga mampir dulu An?" Tanya Alfiana


"Emm boleh bentar aja,"


"Ya udah ayo masuk,"


"Hmm,"


"ASSALAMUALAIKUM MAMA, AL PULANG!!" triak Alfiana saat memasuki rumahnya. Andrian menggeleng kan kepalanya


"Waalaikumsalam, ga usah triak-triak Al!" Seru Indah


"Lah ini tumben bawa cowo kerumah," goda mamanya


"Ih apa in sih ma,"


"Selamat sore ma,"ucap Andrian lalu menyalami Indah


"Siang nak An, sini mau mama bikinin jus?" Tanya indah


"Emm ga usah deh ma. Lain kali aja. Ini mau pulang udah sore banget," seka nya sopan


"Ya udah hati-hati kalo pulang. Kalo udah sampe rumah jangan lupa kabarin Al,"


"Iya ma," ucapnya mengangguk dan tersenyum


"Yang anak nya siapa, yang di perhatiin siapa," ucap Alfiana menghentakkan kakinya kesal. Membuat Indah dan Andrian terkekeh


"Tawa teros sampe mamposh,"


"Heh, ga boleh gitu Al," larang Indah


"Biarin,"


Andrian tersenyum melihat Alfiana yang seperti anak kecil merengek "ya udah ma, An pulang dulu ya,"


"Iya nak hati-hati,"


Diangguk i oleh Andrian lalu ia keluar rumah Alfiana diikuti oleh gadis itu juga


"Gw balik dulu,"


"Iya hati-hati,"


"Iya,"


Setelah berucap Andrian langsung saja menaiki motornya dan melaju pergi meninggalkan perkarngan rumah Alfiana

__ADS_1


Alfiana memasuki kamarnya. Ia merasa sangat lelah sekali di tambah kakinya sedikit perih. Mengingat kejadian tadi Alfiana tersenyum sendiri dan berguling guling kesana kemari di kasurnya


"Aaaaaaaaa!!! Gw kenapa ini!" triaknya. Untung saja kamarnya kedap suara jadi aman jika ia berteriak-teriak


"Dasar cowo nyebelin. Bisa-bisanya dia bikin gw gila gini," omelnya masih dengan kegiatannya


Ia duduk bersila, ia taruh bantal di atas kakinya dan ia tersenyum.


"Gw makin sayang deh sama Lo An," gumannya


"Semoga Lo juga masih sayang sama gw An," lanjutnya


Tak mau semakin gila, ia berlalu kekamar mandi untuk menyegarkan badannya kembali.


Setelah ritualnya, Alfiana turun dari kamarnya menuju ruang makan karena cacing diperutnya sudah berdemo sedari tadi. Disana sudah ada mama dan papanya rupanya


"Masak apa ma?" Tanya Alfiana


"Daging onta," jawab Indah


"Ih beneran ma, pa liat tuh mama bikin Al kesel," adunya kepada Hendrik, juga ia mergelayut manja di lengan papa nya. Memang Alfiana jika dengan papa nya sangat manja


"Ya udah iya nanti papa marahin mama kamu," ucap Hendrik membuat Alfiana berbinar


"Beneran ya pa?"


"Tuh ma dengerin makanya jangan bikin Al kesel," ejek Alfiana menjulurkan lidahnya kearah Indah


Indah yang di ejek putrinya tak trima "ya udah marahin aja pa. Tapi habis itu tidur diluar"


Ucapan istrinya itu mampu membuat Hendrik melotot "gak ah, ya ga bisa dong ma,"


"Ya salah sendiri mau marahin mama,"


"Iya-iya ga papa marahin ko mama,"


"Iss papa ko gitu sih," kesal Alfiana


"Ya papa ga mau dong tidur diluar. Ga dapet jatah juga nanti," ucap Hendrik mengelus rambut putrinya


"Serah papa sama mama deh. Sini mana makanannya Al lapar," final Alfiana lah yang mengalah


"Nih makan yang banyak kamu," ucap Indah sambil menyodorkan sepiring nasi serta sayur dan lauknya untuk Alfiana


"Makasih mamaku sayang,"


"Sama-sama cantik,"


"Papa mana ma?" Tanya Hendrik


"Ambil sendiri lah," seka Indah


"Mama masih marah ya sama papa, maaf deh besok ga lagi. Papa kan cuman kasian sama Al putri kesayangan papa," ucap Hendrik memelas


Membuat Indah dan Alfiana menahat tawanya agar tidak pecah, namun itu semua sia-sia buktinya mereka berdua tertawa


"Ya elah pa mana tega mama kek gitu sama papa, ada-ada aja deh. Iya ga ma?"


"Iya bener kata Al," ucap Indah membenarkan kata putrinya


"Ehehe iya deh," kekeh Hendrik


"Nih pa," ucap Indah menyodorkan sepiring nasi, sayur da lauk kepada suaminya


Mereka makan dengan hening, meski kadang sesekali terkekeh karena ulah Alfiana yang selalu mencairkan suasana hingga membuat keluarganya terlihat harmonis


.


.


.


Jangan lupa vote:)


Maaf teypo dan banyak kata kasar:v

__ADS_1


Stay trus deh ya:)


__ADS_2