Return Of Old Love

Return Of Old Love
13. return of old love


__ADS_3

...***happy reading***...


..._________________________________________________...


...Bukan tentang seberapa lama ia kenal tapi tentang seberapa besar ia menyimpan rasa yang sama meski tak bersama lagi hingga mampu membiasakan dirinya sendiri untuk dapat bersama kembali...


...-Alfiana Ratih-...


...____________________________________________________...


Detik berubah menit, menit berubah jam, jam berubah hari, hari berubah Minggu, Minggu berubah bulan. Nampaknya Alfiana dan Andrian kini semakin dekat. Sudah tak ada rasa cangguh seperti biasanya. Mungkin karena mereka sekarang sudah terbiasa bersama  kembali


Seperti saat ini, mereka berdua tengah bersantai ditaman kota sambil menikmati angin sore


Hening itu lah yang terjadi, hanya suara pengunjung taman, kendaraan dan hembusan angin saja yang terdengar


Alfiana benci dengan situasi ini, bosan itu lah alasannya tak suka dengan keheningan. Hingga ia membuka suara agar  suasana tidak hening


"An,"


"Hmm,"


Alfiana memutar bola matanya malas karena jawaban Andrian hanya sebuah dehem an


"Kemana aja Lo selama ini?" Tanyanya langsung ke inti


Andrian melirik Alfiana dan bertanya balik "Kemana apa nya?"


Kesal, itu lah yang dirasakan Alfiana. Ketika ia bertanya kenapa malah balik bertanya aneh memang


"Gw tanya serius an!" Serunya


"Ya udah tanya apa?"


"Auk ah ga jadi,"


"Idih ngambek," ucap Andrian lalu mengelus puncak rambut Alfiana membuat Alfiana menatapnya dan tersenyum


"Ga usah senyum juga kalik,"


"Ngerusak suasana Lo," kesal Alfiana


"Mau tanya apa hmm,"


"Gabriel Artika Nella itu siapa?"


Deg


Spontan jantung Andrian seperti berhenti dadakan dan ia langsung menengok menatap gadis disampingnya itu. Darimana Alfiana tau tentang Gabriel? Siapa yang memberi tahunya? Apa mereka sudah bertu? Pertanyaan-pertanyaan itu lah yang saat ini berada di pikiran Andrian


Dan ini lah yang ia takutkan jika Alfiana tahu tentang Gabriel. Ia tak sanggup untuk kehilangan Alfiana saat ini. Ia butuh Alfiana.


Alfia bingung kenapa Andrian tiba-tiba dia saat ia tanya tentang Gabriel "Siapa An?"


"Emm temen gw," ucapnya bohong lalu membuang muka untuk tidak menatap gadis disampingnya lagi


"Emm, kirain pacar Lo selama Lo ga sama gw," ucap Alfiana tersenyum


"Bukan elah,"


"Iya-iya,"


Andrian lagi-lagi melirik ke arah Alfiana. Ingin rasanya ia bertanya dari mana ia tau tentang Gabriel. Hingga ia tetap lah ia jika memiliki keinginan dan penasaran yang dalam akan ia lakukan. Seperti saat ini ia bertanya kepada Alfiana tentang Gabriel


"Emang Lo tau dari mana soal Gabriel?" Tanya Andrian yang masih melirik ke arah Alfiana


"Dari ig Lo," ucapnya tenang


"Lo talking ih gw," Andrian menaikkan sebelah alisnya


"Gr Lo ah. Ga sengaja aja gw sekrol-sekrol beranda ada posting an ig Lo,"


"Postingan apa?"


"Posting an foto Lo lah,"


"Terus ko Lo bisa tau tentang Gabriel,"


"Gw trus stalking ig Lo, ehehe," ucapnya sambil meringis menampilkan gigi nya


Andrian memutar bola matanya malas. Namun setelah itu ia berfikir kenapa harus saat ini Alfiana mengetahui tentang gadis itu. Dimana yang ia tak pikirkan terlebih dahulu saat kini dekat dengan Alfiana kembali, bagaimana hari-hari selanjutnya. Itulah yang ditakuti oleh Andrian


Alfiana yang bingung karena Andrian bengong, lantas ia menepuk bahu cowo disampingnya itu


"An, Lo ga papa kan? Gw cuman penasaran aja ko Lo posting foto gadis itu,"


"Ig gw di bajak sama dia pas dia pinjem hp gw buat buka ig," ucap Andrian mulai dingin


"Emmm gitu to,"


"Hmmmm,"


"Udah mau malem, Pulang yuk," ajak Alfiana


"Yuk,"

__ADS_1


Lalu mereka berdua meninggalkan taman kota untuk kembali kerumahnya masing-masing yang tentunya Andrian mengantarkan Alfiana terlebih dahulu


Hari mulai menggelap, Alfiana bersantai di balkon kamarnya yang memang sudah tersedia tempat duduk.


Ia  fokus dengan dunia orennya dimana tempat kehaluan tertinggi. Hiyaaa sama kek author nya wkwkwk. Tak lupa juga ia membuat minuman coklat hangat untuk menemani di malam yang dingin seperti saat ini


Handphone miliknya tiba-tiba bergetar yang menandakan bahwa ada pesan masuk. Dan benar saja ada notif masuk, pengirimnya ialaha cowo dingin seperti es batu datar seperti tembok. Andrian ya, Andrian lah yang mengirim kan pesan ke Alfiana


Andrian Es Batu❄️


Ko belum tidur


Ya, kini nama kontak Andrian di handphone Alfiana sudah di ganti. Karena Alfiana kesal dengan sikap Andrian jadinya ia ganti sesuai sikapnya yang dingin dan datar layaknya mumi hidup. wah parah padahal ganteng si Andrian ko dibilang mumi  hidup nih, Alfiana ada-ada saja


Lagi baca ******* gw


Tidur dah malem


Ntar ngapa An, masih jam 9 juga


Cepet!


Besok gw jemput


Alfiana tersenyum saat Andrian mengirim pesan untuk memberi tahunya bawa ia akan di jemput oleh cowo dingin itu


Iya-iya bawel Lo jadi cowo


Hmmm


Kesal, sangat kesal. Kalo sudah begini ga tau  lagi mau balas apa dirinya. Memang susah kalo sudah berhubungan dengan orang dingin bin datar. Serasa ngomong sendiri


Iya


Read


Lalu ia berjalan masuk kamarnya, tak lupa menutup pintu balkon dan membawa secangkir coklatnya kedalam


"Anjirr, cuman di read doang. Gila emang tu cowo," gumannya kesal


"Tau ah, mending gw tidur," lanjutnya


"Good sleep An," seletah berucap ia tersenyum setelah itu ia langsung  memejamkan mata untuk menuju alam mimpinya


____________________


Hari ini adalah hari dimana kelas Alfiana berolahraga namun gadis yang menjadi famous SMA Garuda itu malah tak mengikuti pelajaran olahraga nya. Alasannya cukup simpel malas karena panas


Ingat!! Ia tak sendiri ya, yang pastinya ketiga sahabatnya ikut dong


Rofdor, tempat favorit mereka untuk membolos. Tak ada yang bisa ke rofdor karena hanya Alfiana yang memiliki kunci itu


"Al, nanti kita ketawan ga ya bolos?"tanya Aurel


"Gaya Lo nanyain ketawan apa ngga. Lah biasanya gimana ogeb," sahut Karina beserta Toyoran yang mengenai jidat Aurel


"Yaelah tanya doang gw mah,"


"Ketawan ga ketawan gw mah bodo amad. Males gw mau olahraga panas," ucap Alfiana yang kini sedang memakan coklat


"Nah gw setuju sama si Al," ucap Sari nyengir


"Ahahaha iya bener juga ya, jugaan kita udah terbiasa kena hukuman kan," ucap Aurel tertawa


________________


Dilain tempat Andrian dan kedua sahabatnya sedang belajar matematika. Sebenarnya sih mau bolos aja tapi entah lah ia urungkan hingga kini mereka bertempur dengan rumus-rumus yang sulit meski itu baginya sangat mudah. Wajar orang pintar mah bebas wkwk


Tiba-tiba Bu Citra selaku guru BK masuk kelasnya hingga membuat semua murid menatapnya


"Selamat pagi anak-anak, mohon maaf mengganggu sebentar," ucap Bu Citra


"Ga papa Bu!!" triak murid 12 IPA 1 kecuali Andrian tentunya, yang kini tampak acuh dan lebih mengambil posisi ternyamannya yaitu tidur dengan tangan dilipat sebagai bantal


"Ibu cuman mau ngasih tau kalian kalau kelas kalian ada murid baru," ucap Bu Citra


"Cewe atau cowo Bu!!" Triak Ananda


"Jangan di potong dulu," tegur Bu Citra


"Ehehe maaf Bu," ucap Ananda dengan tangannya ia angkat membentuk huruf 'V'


Bu Citra menengok ke arah pintu untuk menyuruh murid baru itu masuk "Sini nak masuk,"


Hingga masuk lah seorang gadis yang cantik, meski masih cantikan Alfiana sih kata mereka yang ada di kelas


Saat itu juga membuat Alex dan Ananda terkejut. Mereka saling pandang lalu Ananda mengisyaratkan Alex untuk membangunkan Andrian


Namun si empunya tak terusik sama sekali hingga suara lantang gadis di depan saat perkenalan diri membangunkan Andrian dengan spontan


"Silahkan kamu perkenalkan diri,"suruh Bu Citra


Gadis itu mengangguk "kenalin nama gw Gabriel Artika Nella. Panggil saja Gabriel," kenalnya


Andrian yang mendengar nama itu spontan mendongakkan kepalanya menatap gadis didepan itu. Mata mereka bertemu membuat gadis itu tersenyum namun Andrian memutuskan pandangannya untuk memandang tempat lain

__ADS_1


Jantungnya berdetak dengan cepat bahkan tidak beraturan. Pertanyaan mulai muncul di otaknya. Kenapa gadis itu datang lagi? Dan kenapa dia sekelas dengannya? itulah yang lebih parah


Membuat dirinya pusing sendiri. Ia bangkit lalu melenggang keluar kelasnya. Bu Citra yang memanggilnya pun ia acuhkan


"Andrian mau kemana kamu!!" Triak Bu Citra. Tak habis pikir dengan anak itu. Keluar masuk seenak jidat nya saja


Gabriel yang merasa aneh dengan sikap Andrian membuat ia bingung dan mengerutkan keningnya


"Ya udah buat kamu duduk di bangku bersama Nisa," suruh Bu Citra, yang langsung di angguk i oleh Gabriel


"Untuk Nisa angkat tangan kamu," lanjutnya


Nisa merasa di panggil dan di perintahkan lalu ia mengangkat tangan nya. Gabriel lalu berjalan menuju bangku yang berada di samping Nisa


Setelah duduk ia memanggil Alex yang memang mereka sudah kenal "Lex Andrian kenapa?"


"Mana gw tau,"jawabnya acuh


Kini ia giliran menatap Ananda "Nda Andrian kenapa sih?" Tanyanya


"Ga tau gw,"jawab Ananda sama acuhnya


Gabriel yang di perlakukan acuh sudah biasa memang sejak kejadian itu kedua sahabat Andrian acuh dengannya


________________


Andrian kini berada di rofdor bersama Alfiana dan ketiga sahabat Alfiana. Sebenarnya Alfiana bingung kenapa Andrian tiba-tiba datang dan diam saja. Tak biasanya cowo itu bersikap acuh dengannya meski ia bersikap dingin


Ingin bertanya tapi ia urung kan disaat Andrian membaringkan tubuhnya didekatnya dan menutup mata dengan lengan


Alfiana hanya mampu menghembuskan nafas. Ketiga sahabatnya pun sama bingungnya seperti Alfiana


"Ngapain tuh si Andrian?" Tanya Karina


"Iya Al, tumben tuh cowo dingin ngacuhin Lo," tambah Aurel


Alfiana langsung menatap kearah sahabatnya dan menghentikan kedua bahunya tanda ia tidak tahu


Bel istirahat berbunyi membuat Alfiana dan sahabatnya bangun dari duduknya untuk turun dari rofdor menuju kantin. Namun sebelumnya Alfiana membangunkan Andrian


"An udah bel istirahat, ayok turu. Ke kantin," ucap Alfiana sambil menggoyangkan badan Andrian


Andrian yang terusik, membuka matanya perlahan yang langsung mendapat tatapan mata dari Alfiana membuat hatinya merasa damai


"Ayok ih ke kantin. Jangan liatin gw gitu dong," Serka Alfiana malu karena ditatap oleh Andrian terbukti kini pipinya sudah memerah bak tomat busuk


"Iya,"


"Ya udah ayok," Alfiana menarik tangan Andrian untuk mengajak cowo itu berdiri menuju kantin


"Elah yang maken Deket udah lupa sama kawan sendiri," cibi Aurel


"Bacot Lo!" Sarkas Alfiana langsung turun mendahului ketiga sahabatnya tak lupa a tetap menggandeng tangan Andrian. Andrian pun hanya menurut saja


Di belakan ketiga sahabatnya tertawa terpingkal pingkal karena mampu membuat Alfiana kesal


Tiba di kantin rupanya Ananda dan Alex belum datang jadi hanya mereka berlima yang kini sedang duduk di bangku kantin sambil menunggu pesanan datang


Pesanan mereka pun datang. Kini mereka berlima makan dengan santai serta berceloteh tak jelas. Tak lama Ananda dan Alex datang menghampiri mereka yang membuat keempat gadis itu mengerutkan keningnya, ada salah satu cewe di belakang Ananda dan Alex. Siapa gadis itu? Pikir keempat gadis tersebut


Tiba-tiba gadis itu berlari menghampiri mereka saat mengetahui ada Andrian dekatnya dan bergelayut manja di lengan Andrian


Ada satu yang membuatnya heran, kenapa Andrian hanya diam saja? Kenapa ga menolak gadis itu? Siapa sebenarnya gadis itu? Tapi tak asing wajahnya? Pertanyaan-pertanyaan mulai muncul di pikiran Alfiana


Andrian yang tau perubahan muka Alfiana lalu berusaha melepaskan tangannya yang di peluk oleh gadis di sampingnya


"Ih Andrian ko di lepas sih," ucap Gabriel manja namun hanya di acuhkan oleh si empunya. Ya gadis itu adalah Gabriel gadis yang hanya dikenali oleh Andrian, Ananda dan Alex


Aurel, Karina dan Sari mengetahui perubahan Alfiana yang kini hanya berdiam. Mereka saling pandang tidak tau harus berbuat apa yang terpenting mereka tau Alfiana sedang dilanda api cemburu


Muak, itulah kata yang mewakili perasaan Alfiana. Ia bangkit lalu meninggalkan mereka semua. Membuat mereka menghela nafas panjang. Sudah tau alasan kenapa Alfiana lebih memilih pergi yang pastinya karena adanya Gabriel


"Eh itu siapa namanya, ko main pergi aja kan gw belum kenalan. Oh ya kenalin gw Gabriel Artika Nella panggil aja Gabriel," ucapnya berkenalan kepada Aurel, Karina dan Sari


"Gw Aurel," menerima uluran Gabriel


"Gw Karina," ucapnya dingin


"Kalo Lo sapa?" Tanya Gabriel


"Gw Sari," ucapnya acuh lalu melanjutkan makannya yang tertunda


"Emmm iya. Kalo yang pergi tadi siapa?"tanya Gabriel kepada mereka semua


"Alfiana." ucap Andrian dingin. Gabriel hanya mengangguk anggukan kepala tanda ia mengerti


.


.


.


Maaf kalau typo


Stay trus ya:)

__ADS_1


Jan lupa vote, komen, juga follow okey:v


Semoga suka:v


__ADS_2