
...***happy reading****...
..._____________________________________________________...
...Jika sudah tau dia berada di dekapan orang lain. Lantas mengapa tetap masih berharap lebih...
...-Alfiana Ratih-...
..._______________________________________________________...
Sepanjang perjalanan Alfiana hanya menangis. Ia tidak memesan taxi atau ojek online. Ia hanya tak percaya bahwa dirinya ditampar untuk pertama kalinya. Itu pun oleh gadis yang membuat harga dirinya dijatuhkan
Ia tidak dendam. Tapi caranya yang membuat dirinya membenci gadis itu. Sekalipun ia memaafkan ia akan tetap ingat apa saja yang sudah gadis itu perbuat dan ucapkan kepadanya
Ini juga salah nya yang masih mau saja dekat dengan Andrian yang notabenenya sudah punya pacar. Terlalu bodoh karena terlalu menyayangi seseorang. Itulah Alfiana
Tinnn
Kelakson motor mengagetkan Alfiana hingga gadis itu berhenti dari jalannya. Alfiana menatap siapa pengendara itu, saat ia sudah mengetahuinya ia buru-buru berjalan dan menghapus air matanya dengan kasar
"Al tunggu, jangan lari!" Teriak Andrian. Yah sang pengendara motor tersebut adalah Andrian.
Setelah mengantar dan beradu mulut dengan Gabriel. Ia ingat dengan Alfiana dan langsung menyusulnya dengan perasaan yang campur aduk
Alfiana tak memperdulikan teriakan Andrian. Ia tetap kokoh dengan pendiriannya yang tetao berjalan menjauhi Andrian. Saat ini ia tak ingin bertemu dengan cowo itu
"Al tungguin gw, berhenti Al!!" Teriak Andrian berlari mengejar Alfiana
"Gw pengen sendiri An, pergi An Lo pergi!" Teriak Alfiana yang masih berlari
"Al gw minta maaf sama Lo," ucap Andrian yang kini sudah dapat mencekal pergelangan tangan Alfiana
"Lepasin An, lepasin gw!" Ronta Alfiana berusaha melepas cekakan Andrian
"Gak. Ga akan gw lepasin sebelum Lo bicara sama gw,"
Alfiana terisak, ia tidak bisa menahannya lagi untuk tidak nangis dan berusaha tegar "hiks... apa yang mau dibicarain An? Apa? Hiks... " Ucapnya disela isakan
"Gw minta maaf, karena Gabriel udah nampar Lo," ucap Andrian memandang manik mata Alfiana yang terlihat memendam kekecewaan
"Lo ga salah, dan gw minta lepasin gw jangan temuin gw An,' ucapnya lirih
__ADS_1
"Sakit An, kalo Lo tau. Gw ga pernah di tampar sama sesorang bahkan sama papa gw sendiri ga pernah An. Ini pertama kalinya gw ditampar!! Dan itu pacar Lo yang nampar gw An!!" Lanjutnya emosi
Di pinggir jalan dibawah pohon yang rindang sepontan Andrian menarik Alfiana untuk di peluknya. Ia tak tega melihat Alfiana nangis seperti ini. Terkadang ia selalu menyalahkan dirinya sendiri karena membuat Alfiana menangis
Alfiana memberontak, tapi semakin Alfiana memberontak semakin erat Andrian memeluknya hingga membuat ia lelah sendiri. Dan kini ia sudah tidak memberontak lagi
Dan saat itu Aurel dan Karina berhenti saat melihat Alfiana dan Andrian berada di pinggir jalan dan lebih membuat mereka bingung kenapa Alfiana menangis? entah, mereka tidak tahu kenapa. Segera mungkin mereka berdua turun dari mobil Aurel dan menghampiri Alfiana dan Andrian
"Al, An Lo berdua ngapain disini terus pelukan?" Tanya Aurel berada di samping Alfiana
"Iya, dan kenapa ko nangis Al?" Tambah Karina. Alfiana hanya menggeleng setelah melepas pelukan Andrian
"Kalo Lo belum mau cerita ga papa. Ya udah mending ikut kita berdua ke rumah Sari yuk," ajak Karina. Alfiana mengangguk
"Gw bawa Alfiana An," ijin Aurel kepada Andrian
"Iya, gw minta maaf," ucap Andrian dingin
"Ga papa," jawab Aurel mengerti maksud Andrian karena sudah membuat Alfiana menangis
Setelah itu mereka bertiga menaiki mobil Aurel dan melaju meninggalkan Andrian sendirian dengan rasa bersalahnya
"Maafin gw Al, tapi soal jauhin Lo gw ga bisa," monolognya lirih. Ia menghampiri ototnya dan pergi ke markas dimana tempat untuk menenangkan pikirannya
Sampainya dirumah Sari. Mereka dipersilahkan masuk dan mereka kini berkumpul di kamar milik Sari. Memang tadinya Aurel dan Karina ingin menyusul Alfiana beruntung nya mereka sudah bertemu di pinggir jalan meski mereka sempat bingung kenapa Alfiana menangis di dekapan Andrian
Sari yang melihat Alfiana sedikit berbeda merasa bingung, apa lagi mata sahabatnya itu membengkak seperti habis menangis
"Al mata Lo kenapa? Lo habis nangis?" Tanya Sari penasaran
Sebelum Alfiana menjawab sudah dijawab oleh Aurel "iya, dia nangis di pinggir jalan sambil dipeluk Andrian,"
"Bener kata Aurel Al?" Tanya Sari Kepada Alfiana
Alfiana menganggukdan menggambil nafas dalam sebelum berbicara "bener kata Aurel,"
"Emang Lo kenapa bisa nangis sih Al? Lo tu jarang tau yang namanya nangis," ucap Karina sedikit bingung
Lagi-lagi Alfiana menghembuskan nafasnya panjang "tadi gw diajak keluar Andrian ke cafedan disana Gabriel tiba-tiba datang trus marah-marah sama gw," jeda Alfiana menatap ketiga sahabatnya yang setia mendengarkan ceritanya "dan gw sempet ga terima karena gw di jelek-jelek in sama dia. Terus Andrian bela gw. Dan akhirnya gw di tampar sama Gabriel. Kalian tau kan gw ga perna di kerasin, papa gw aja lembut sama gw," lanjutnya berusaha menahan tangisnya
Aurel mengepalkan tangannya, ia tak terima sahabatnya di gitukan oleh orang lain "anjing tu cewe ga tau diri banget,"
__ADS_1
"Liat aja besok gw gejek tu muka tante-tante nya," ucap Karina yang juga sebal
"Udah ga usah di urus. Males gw urusan sama tu nenek rempong," ucap Alfiana
"Tapi dia udah berani tampar Lo Al," ucap Sari
"Udah ga papa. Tapi kalau dia buat macem-macem lagi ga bakal gw biarin," ucap Alfiana datar
"Kita bakal bantu Lo Al," ucap Sari di angguki oleh Aurel dan Karina. Mereka berempat berpelukan seperti Teletubis
"Udah deh jangan mellow-mellow gini," kekeh Alfiana mencairkan suasana
"Gara-gara Lo ini. Kita jadi mellow," jawab Aurel ikut terkekeh
"Mana nih makanannya laper gw, masa kita dari tadi ga di kasih makanan sama Sari. Pelit ah," ucap Karina membuat mereka tertawa melupakan apa yang barusan terjadi
"Ya tadi salahnya mellow-mellow an ya gw ga inget lah mau kasih makan kalian," jawab Sari terkekeh lalu pergi meninggalkan sahabatnya untuk mengambil cemilan di dapur
Tak lama Sari kembali dengan membawa beraneka cemilan dan minuman "nih makanan buat kalian semua. Ayam kalau udah lapar mah bringsik," ucapnya terkekeh
"****** Lo Sar," ucap Aurel tak terima
"Ahahaha canda kali. Eh tapi bener ya?" Ucap Sari meletakkan makanan dan minuman di depan mereka semua
"Salah!" Seru ketiganya. Membuat Sari terbahak-bahak
"Sialan Lo," gerutu Alfiana
"Sorry-sorry. Ayo makan dulu," ajak Sari kepada ketiganya yang masih terkekeh
Hingga mereka saat ini menikmati makanan dengan ditemani canda tawa yang membuat perut mereka merasa kaku. Ya memang bersama sahabat itu memiliki kebahagiaan tersendiri
.
.
.
Pantau terus yah:)
Jangan bosen
__ADS_1
Dan jangan lupa tinggalin vote dan komen sebagai tanda:v
Sampai jumpa di part selanjutnya:v