
...***happy reading***...
11 IPA 3 sangatlah hening dan sunyi sebab sedang melaksanakan ulangan harian matematika. Disinilah semuanya sedang bertempur dengan rumus-rumus yang seperti coretan anak kecil. Alfiana dan ketiga sahabatnya sibuk untuk menengok kesana kesini layaknya kipas angin.
"Hustt, Rel no 2 apa isinya?" Bisik Karina kepada Aurel.
"Diem Lo ketawan Pak Eko mampus Lo," jawab Aurel kesal karena Karina yang selalu memanggilnya untuk menyontek jawaban.
Belum sempat Karina menjawab Aurel sudah mendapatkan bentakan dari pak Eko yang terdengar lantang karena di kelasnya sunyi.
"Aurel, Karina kalian kenapa berisik!!?" Bentak pak Eko selaku guru matematika.
"Emmm, ngga papa pak ehehe," jawab Aurel dengan cengiran.
"Ya sudah lanjutkan dan jangan berisik!!" Perintah Pak Eko
"Baik pak," jawab Aurel dan Karina serempak.
Beberapa menit kemudian ulangan harian matematika pun selesai. Semua siswa mengumpulkan tugas nya dijmeja guru. Setelah Pak Eko meninggalkan kelas semua ribut dan bernapas lega karena telah usai ulangan yang bikin otaknya seperti akan pecah.
"Gilaaaa, tu guru galak betol. Pantesan jomblo," ucap Karina dengan kesal
"Iya tuh gak tau, sebel gw gara-gara Lo kita kena bentak pak jomblo," kesal Aurel kepada Karina.
"Ehehehe ya maap, kan gw ga bisa. Tau sendirilah gw lemah dipelajaran ini," dengan tangan dangkat membentuk huruf V Karina nyengir kepada Aurel.
"Udah lah kalian ini apa an sih, dari pada ribut mending ke kantin yok," ajak Sari kepada ketiga sahabatnya.
"Hayukkk," jawab ketiga sahabatnya dengan serempak.
Mereka pun berjalan melewati koridor sekolah menuju kantin yang lumayan agak jauh dari kelasnya. Banyak siswa yang kagum akan kecantikan keempat gadis itu dan sorak-sorak an dari siswa lainnya. Namun mereka tak memperdulikan sama sekali.
Ketika hendak masuk ke pintu kantin tak sengaja Alfiana menubruk dada bidang seseorang yang pikirnya adalah milik seorang lelaki, saat Alfiana mendongak dan menatap siapa pemilik dada bidang itu matanya melotot dengan lebar ketika mengetahui nya.
"Sorry gw ga sengaja," ucap cowo itu dengan muka datar nya. Namun tak dapat jawaban dari si penubruk karena ia sedang melamu, Andrian pun menepuk bahu si cewe itu. Dan baru lah Alfiana sadar dari lamunannya.
"An," ucap Alfiana yang masih menatap pria itu. Ya pria itu adalah An, Andrian Jacky Fernando mantan terindah seorang Alfiana Ratih.
"Hmmm," guman Andrian lalu pergi meninggalkan Alfiana yang masih mematung.
Ketiga sahabat Alfiana pun saling menatap setelah itu mengajak Alfiana mencari meja yang masih kosong di dalam kantin. Setelah mendapatkan mereka memesan makanan karena cacing-cacing nya sudah bersorak minta makan.
"Udah ya Al, jangan sedih gitu dong. Ayo dimakan makanannya keburu dingin," ucap Karin kepada sahabatnya yang sedang melamun sedari kejadian tadi.
"Iya Al, makan dulu geh," ucap Aurel menenangkan sahabatnya untuk segera makan.
"Iya Al, bener kata Karin dan Aurel lebih baik Lo makan deh. Gak usah dipikirin tu cowo. Kasian tuh makanannya dingin cuman tempat Lo yang masih utuh," tambahan Sari karena memang Sarilah yang lebih dewasa dibandingkan ketiga sahabatnya.
"Iya gw makan," jawab Alfiana
Setelah selesai mereka kembali ke kelas karena bel masuk sudah mau berbunyi. Namu Alfiana tiba-tiba berhenti dan bilang kalau dia gak mau masuk lebih memilih untuk ke rofdor sekolah yang sudah menjadi tempat favoritnya dan hanya merekalah yang boleh mendatanginya.
"Gw gak ke kelas, gw ke rofdor," ucap Alfiana langsung melenggang pergi ke rofdor meninggalkan ketiga sahabatnya.
"Biarin si Al sendirian dulu, mungkin dia lagi syok mantannya datang yang notabenya mantan terindah susah tuk di lupa," ucap sari untuk memberi tahu kedua sahabatnya
__ADS_1
"Iya bener kata Lo," sahut Aurel
"Eh tumben Lo bijak biasanya diem aja," protes Karina
"Enak aja Lo bilang, gini-gini gw bijak kek ukhti tauk," bangga Sari
"Ukhti dari mananya anjim, mana ada ukhti bar-bar kek Lo gini," ucap Karina mengamati Sari
"Anjing Lo," ketus sari
"Hahahaha ngakak gw liat muka Lo," jawab Karina sambil tertawa karena muka sari yang lucu ketika kesal.
"Yaudah ke kelas yok," ajak Aurel
"Yok," ucap Sari dan Karina
Setelah itu mereka bertiga masuk ke kelasnya karena bel masuk sudah berbunyi 5 menit yang lalu.
Mereka membiarkan Alfiana menyendiri karna ia tau sahabatnya membutuhkan waktu untuk sendiri. Tak lama bel pulang pun berbunyi semua murid berhamburan untuk pulang.
..._________________________________________...
...Jangan menganggap masalalu adalah beban, ingat tanpa adanya masalalu kita tak akan mengenal yang namanya sebuah pelajaran untuk masa depan...
...-Alfiana Ratih-...
...__________________________________________...
Sesampainya di rumah, dengan langkah malas Alfiana berjalan menuju kamarnya yang berada di lantai dua. Setelah itu ia bergegas membersihkan badannya yang sudah lengket. Tak lama ia sudah selesai dengan ritualnya.
Alfiana berjalan menuju balkon kamarnya yang sudah tersedia kursi dan meja untuk bersantai. Ia duduk melamu memikirkan apa yang terjadi di sekolahnya tadi.
Sesegera mungkin ia menyadarkan lamunannya.
"Kenapa gw mikirin dia sih, udah ah ga usah dipikirin lagi Al. Tidur aja lah jugaan besok ada jam olahraga harus punya tenaga super hehehe,"gumamnya sambil terkekeh merutuki kebodohannya karena memikirkan Andrian. Ya Andrian lah yang sedang di pikarkan gadis itu
__________
Hari sudah pagi namun entah kenapa dan apa yang berbeda, Alfiana sudah rapih dengan seragamnya meski gaya pakainya seperti berandalan yang satu kancing baju paling atas tidak dikancingkan, dasi yang longgar, baju yang tidak dimasukkan dan rok sekolah yang sedikit ketat dan pendek diatas lututnya. Namu seorang Alfiana tetap terlihat cantik meski dengan pakaian badnya
Setelah itu Alfiana turun untuk sarapan dan langsung berangkat sekolah sebab jam sudah menunjukkan jam 7 pagi, dan 10 menit lagi akan bel masuk.
"Selamat pagi ma, papa mana?" Tanya Alfiana kepada mama nya.
"Papa kamu sudah berangkat," jawab Indah
"Oh, ya udah Al langsung berangkat aja ma,"ucap Alfiana
"Ga makan dulu kamu?"tanya Indah
"Al makan di sekolah aja ma. Ya udah Al berangkat dulu," ucap Alfiana dan lngsung bergegas keluar untuk berangkat sekolah.
"Hati-hati nak," ucap Indah ketika anak semata wayangnya berlalu meninggalkan nya.
"Siap ma,"jawab Alfiana seraya mengegas motor sport nya yang sudah ia naiki.
__ADS_1
___________
Setelah sampai disekolah Alfiana langsung menuju kelas nya, tentu saja langsung di sambut oleh ketiga sahabatnya.
"Al Lo lama banget datengnya?" Tanya Aurel kepada Alfiana.
"Kesiangan bangun, gak dibangunin mama gw,"jawab Alfiana dengan kesuh.
"Bolos yuk males gw masuk pelajaran fisika," ajak Karina kepada sahabatnya.
"Yok lah, jugaan gak penting banget pelajaran fisika. Buah jatuh tinggal diambil eh ini malah dihitung kurang kerjaan banget," kesal Sari dengan satu pelajaran ini yang menurutnya gak berfaeda banget menghitung buah jatuh.
"Ya udah ayo, bentar tungguin gw naruh tas dulu," jawab Alfiana.
"Oke,"serempak ketiganya.
"Kuy rofdor," ajak Alfiana setelah menaruh tas nya di bangku.
Mereka berjalan menuju rofdor tempat favorit mereka untuk membolos karena gak bakal ada yang mengganggunya. Namun tiba-tiba mereka berhenti ketika bertemu dengan Andrian ddk. Mereka tampak berpikir ketika Andrian menghampiri mereka terutama tertuju kepada Alfiana.
"Gw mau bicara,"ketus Andrian
"G-gw?" Jawab Alfiana gugup.
"Hmmm," hanya deheman yang terlontar dari mulut Andrian dan dengan tanpa persetujuan Alfiana, Andrian menarik pergelangan tangan Alfiana.
Ketiga sahabat Alfiana hanya saling pandang dan membiarkan Alfiana mengurus urusan mereka berdua dan mereka melanjutkan perjalanan menuju ke rofdor sekolah...
____________
Dilain tempat masih dengan suasana cangguhnya yaitu Alfiana dan Andrian, dimana Andrian mengajak Alfiana ketaman belakang sekolah yang tempatnya sepi karena jarang di datangi siswa siswi. Akhirnya Alfiana membuka suara untuk mencairkan suasana yang paling ia benci.
"Lo ngajak gw kesini kenapa?" Tanya Alfiana
"Lo diem aja dulu," jawab Andrian dengan nada dinginnya tak lupa dengan wajah datarnya.
"Isssh masih sama kek dulu," dumel Alfiana karena sifat Andrian yang masih sama seperti dulu
"Gw minta maaf," ucap Andrian dengan nada dinginnya sambil menatap datar lurus kedepan.
"Buat?" Tanya Alfiana sambil menengok ke arah Andrian
"Buat semua," jawab Andrian
"Lupain aja, yang udah berlalu biarin berlalu," ucap Alfiana dengan senyum yang mengembang.
"Hmmmm,"hanya deheman yang terlontar dari bibir Andrian
Setelah itu hening, tak ada lagi percakapan diantara mereka berdua. Hanya suara anginlah yang mengalun disekitar mereka. Andrian dengan tiba-tibanya berdiri dan melenggang pergi tanpa berucap sedikitpun kepada Alfiana. Alfiana hanya bisa menghela nafas panjang lalu ia pergi meninggalkan taman tersebut untuk menyusul sahabatnya yang berada di rofdor.
-makasih udah mau mampir di cerita aku:)
-semoga suka ya:)
-jangan lupa follow, vote, komentar juga:)
__ADS_1
-terimakasih
-see you