
...***happy reading***...
Dilain tempat, Andrian duduk diam dikursi sebelah Alex. Membuat sahabatnya dan anggota ALASKAR yang lain merasa bingung. Tidak biasanya bos besarnya berperilaku seperti ini
"An, Lo diem Mulu dari tadi. Sariawan?" Tanya Alex penasaran
"Mungkin iya Lex, Andrian lagi sariawan jadi dia diem Mulu dari tadi," tambah Ananda
"Diem Lo!" Ucap Andrian dingin
"Ya makanya Lo kenapa dari tadi diem mulu kaya patung aja," ucap Alex
"Dari awal Lo dateng muka Lo udah kusut. Ditambah baju Lo kenapa bisa basah depannya bagian dada?" Lanjutnya mengamati sahabatnya yang keras kepala ini
"Iya, betul kata Alex. Lo kenapa sih An?" Ucap Ananda membetulkan ucapan Alex
Andrian menghembuskan nafasnya. Tidak mungkin juga ia pendam sendiri "ikut gw Lo berdua," perintah Andrian Kepada Alex dan Ananda. Keduanya mengangguk dan membuntuti Andrian dibelakangnya. Anggota lain hanya mengedikan bahunya pikirnya mungkin masalah pribadi jadi gak baik ikut campur
Kini mereka berada diruang kusus inti geng ALASKAR. Alex dan Ananda duduk dikursi yang memang sudah tersedia diruangan tersebut. Dan Andrian yang tetap berdiri menghadap jendela
Hening, membuat Alex kesal dengan sahabat satunya ini. Udah diturutin maunya, eh sampe disini dia ga ngomong juga. Dasar gila batinnya
"Lo ada masalah?" Tanya Alex kesal karena terlalu lama mereka diam di ruangan ini tanpa ada satupun yang mengeluarkan suara
Andrian menarik nafas panjang lalu mengangguk "gw berantem sama Alfiana,"
Jawaban Andrian membuat Alex dan Ananda saling menatap dan menaikkan sebelah alisnya
"Kenapa bisa?" tanya Ananda, Alex mengangguk menyetujui pertanyaan Ananda
"Ceritanya panjang," ucapnya menghela nafas
"Ya udah cerita aja kali An. Kaya sama siapa aja," ucap Alex
"Gw berantem sama Alfiana karena pas gw sama dia keluar ke cafe tiba-tiba Gabriel Dateng," jedanya menghembuskan nafas panjang "terus Gabriel ngatain Alfiana yang enggak-enggak, habis itu Gabriel nampar Alfiana," ceritanya
Ucapan Andrian yang terakhir membuat Alex dan Ananda terkejut. Bagaimana tidak, mereka tau Alfiana tidak pernah mendapat kekerasan dan mereka juga tau kalau Gabriel memang orangnya kasar
"BENERAN LO AN, GABRIEL NAMPAR ALFIANA!!"teriak Alex dan Ananda bersamaan. Andrian mengangguk
"Terus Lo diem aja," ucap Alex. Lagi-lagi Andrian mengangguk
"Begoo!!!! Lo begoo An!" kesal Ananda menonyor kepala Andrian
"Ya mau gimana lagi gw bingung, terus Alfiana marah juga sama gw dan langsung pergi pulang. Gw nganter Gabriel pulang dan didepan rumah Gabriel kita debat. Gw udah cape diginiin," ucapnya lirih
__ADS_1
Kedunya merasa iba dengan sahabatnya ini. Dibalik ketangguhannya tersimpan keterpurukan yang dialaminya
"Udah. Masa Lo lemah sih."cibir Alex yang langsung mendapat pelototan dari siempunya
"Ehehehe ampun bos ampun canda doang kok," ucap Alex cengengesan
"Mampus Lo," ucap Ananda terkekeh geli melihat tingkah Alex yang begitu menjijikan baginya jika sudah berhadapan dengan Andrian
"Sepulang dari nganterin Gabriel gw susulin Alfiana dan ternya dia jalan kaki. Gw merasa bersalah banget. Dia kecewa sama gw sampe dia ga mau gw deketin lagi, padahal gw ga bisa buat jauhin dia. Dan saat itu Aurel dan Karina lewat terus ngajak Alfiana kerumah Sari,"ucapnya melanjutkan bercerita kepada kedua sahabatnya yang kini fokus mendengarkan ceritanya
"Kalau kecewa, itu pasti An. Lo taukan Alfiana masih sayang sama Lo dan Lo taukan dia keliatan bahagia banget kalo udah sama Lo," ucap Alex yang sedikit menyadarkan Andrian
"Gw harap Lo tau keputusan Lo An. Lo cuman dimanfaatin sama Gabriel doang. Lo pikir deh dia gak hamilkan? Lo juga udah tanggung jawabkan, bahkan Lo rela diselingkuhin sama dia. Gw kasih saran sih lebih baik Lo tinggalin Gabriel, cewe banyak yang suka sama Lo An, sayang sama Lo. Bahkan yang cantik lebih dari dia masih banyak. Salah satunya Alfiana." Lanjut Ananda yang berucap, kini ucapannya terlihat bijak. Sok bijak masnya wkwkwk.
Andrian diam. Benar kata Ananda "hmmm bener kata Lo,"
"Besok Lo harus minta maaf sama Alfiana gimana caranya Lo harus minta maaf. Lo ga akan pernah nemuin cewe kaya Alfiana yang tulus sama Lo An," saran Alex. Andrian mengangguk mengiyakan.
"Tenang Gabriel tenang aja. Kita bantu ko," ucap Ananda tersenyum
"Thanks broo,"
"Kita kan sahabat," ucap Alex dan Ananda bersamaan
Setelah itu mereka bercanda dan tertawa. Andrian memang akan selalu tertawa jika bersama temannya dan Alfiana. Entahlah, ia juga tidak tau kenapa bisa begitu
Senin telah tiba. Dimana semua murid melaksanakan upacara bendera. Seperti biasa Alfiana dan ketiga sahabatnya membolos ke rofdor sekolah
"Males gw ikut upacara bendera, panas."uap Sari
"Hooh bener. Skincare ge mahal njir,"ucap Aurel terkekeh
"Nanti luntur ya Rel,"sahut Alfiana. Dan mereka tertawa
"Kita ambil makanan aja yuk di kulkas habis itu kita makan!" ajak Karina berseru
"Ya udah Sono ambil," suruh Aurel
"Ayo temenin,"ucap Karina manja
"Jijik gw Kar. Bener gw jijik sama muka Lo Kar," ucap Alfiana terkekeh
"****** Lo Al!" Seru Karina tak terima langsung bangkit dari duduknya mengambil makanan
Karina kembali dengan membawa beraneka makanan yang ada dikulkas tersebut. Kini mereka sudah kenyang karena makanan yang mereka makan banyak bahkan setok dikulkas tinggal sedikit
__ADS_1
Tett
Bel masuk berbunyi,yang tandanya upacara telah selesai. Mereka kembali keklasnya Pumpung masih rame jadi keliatannya tidak seperti orang bolos karena masuk bersama teman-teman yang lain. Memang otak kancil mah gitu, licik. Tapi bener juga sih boleh dicoba wkwkwk
Dalam perjalanan dikoridor mereka selalu menjadi sorotan murid SMA Garuda. Tapi yang namanya mereka selalu mengacuhkan, berperilaku bodo amad. Amad aja ngga bodo eh wkwk
"Huh akhirnya bisa kupasan juga gw,"ucap Karina sudah duduk dibangkunya dan menikmati kipas yang menyala dikelasnya
"Iya gerah gw," ucap Alfiana, Aurel dan Sari bersamaan
"Kok gurunya belum masuk Zril?"tanya Alfiana kepada Adzril selaku ketua kelasnya
"Kayanya ga masuk, jadi kelas kita free," jawab Adzril. Alfiana manggut-manggut
Yang mendengar Azril menjawab Alfiana sepontan semua penghuni kelasnya bersorak senang
"ALHAMDULILLAH FREE"teriak Karina membuat semua menutup telinganya
"Gak usah teriak juga kali," kesal Sari
"Ehehe sorry, seneng soalnya,"kekeh Karina
"Serah Lo deh,"
"Gw mau tidur aja lah ngantuk,"ucap Alfiana langsung turun kelantai membawa tas dan mencari posisi tidur yang nyaman
Ketiga sahabatnya menggelengkan kepalanya, tak habis pikir dengan Alfiana dimanapun tempatnya ia selalu bisa tidur meski suasananya bising
"Gw juga ah," ucap Aurel
"Hooh," ucap Sari dan Karina bersamaan
Hasilnya mereka berempat tidur di lantai bersampingan dan tasnya mereka gunakan sebagai bantal. Sungguh indah masa sekolah itu. Tak butuh waktu lama mereka semua terlelap
.
.
.
Hayu gimana?
Suka ngga? Semoga suka ya, aminn.
Maaf kalau typo:v
__ADS_1
Jan kupa tinggalin jejak seperti vote dan komen:)