Return Of Old Love

Return Of Old Love
20. return of old love


__ADS_3

...***happy reading***...


...____________________________________________________...


...Sungguh sulit bagiku untuk melupakanmu, sekalipun masalah selalu datang diantara kita...


...-Alfiana Ratih-...


..._____________________________________________________...


Empat gadis duduk bersama dibangku kantin menunggu pesanannya datang. Tak butuh waktu lama pesanan mereka sudah datang


"Ini neng mie ayamnya," ucap Mbak Titin penjual mie ayam dikantin


"Terimakasih mbak,"ucap keempatnya bersamaan. Mbak Titin hanya mengangguk setelah itu pamit untuk kewarungnya


"Akhirnya cacing gw dapet makan," ucap Sari memakan mie ayamnya


"Hooh," ucap Alfiana, Aurel dan Karina bersamaan


"Eh gila kita makan mana minumnya anjing, seret gw." Ucap Aurel tiba-tiba memegangi lehernya


"Anjing ngakak gw. Baru inget kita belum pesen minum ya," ucap Alfiana terkekeh


"Bego anjir!"seru Karina tertawa karena bisa-bisanya mereka lupa tidak pesan minuman


"Ya udah biar gw yang pesenin. Jagain makanan gw," ucap Alfiana terkekeh dan bangkit dari bangkunya


Belum sampai Alfiana berjalan dari bangkitnya sudah ada cowo yang menyodorkan pelastik berisi empat botol air mineral. Hal itu membuat Alfiana mendongak siapa yang memberi. Alfiana terkejut saat mengetahui siapa pemberinya


"Gw tau Lo haus sama sahabat Lo dan Lo lupa ga pesen minum," ucap Andrian. Cowo yang memberikan air mineral tesebut adalah Andrian Jacky Fernando, cowo yang membuat Alfiana Ratih gagal move on selama tiga tahun. Gila memang


"Apa dia cenayang ya kok tau?" tanya Alfiana dalam hati


Karena tak mendapat sahutan dari si empunya. Membuat Andrian tersenyum dalam diam melihat raut keterkejutan gadis didepannya itu


Andrian mencondongkan badannya mendekat Alfiana "Gak usah bengong juga kalik, gw bukan cenayang. Cuman tadi gw liat aja kalian makan tanpa ada minumnya" bisiknya


Hal itu membuat Alfiana sadar dari lamunannya dan kini mereka sedang menjadi pusat perhatian dikantin


"Gak usah deket-deket," ucap Alfiana mendorong Andrian agar menjauh


"Udah sana Lo pergi. Gw mau makan, makasih minumnya," usir Alfiana


"Hmm," dehem Andrian mengacak puncuk rambut Alfiana


Lagi-lagi Alfiana terdiam dan bengong karena perilaku Andrian yang selalu membuat jantungnya maraton setiap saatnya. Lalu Andrian berjalan menuju bangku pojok kantin yang biasanya ditempati ketika merasa lapar


"Al kok Lo diem aja sih," ucap Aurel membuyarkan lamunan Alfiana


"Hah.. apa Rel?" Tanya Alfiana bingung


Aurel, Karina dan Sari memutar bola matanya bersamaan


"Ngapain Lo bengong pas ada Andrian,?" Tanya Aurel sekali lagi

__ADS_1


"Gak papa," jawab Alfiana dan melanjutkan makannya yang tertunda


"Nih minum kalian," lanjutnya menyodorkan air mineral kepada ketiga sahabatnya


"Akhirnya gak keluar uang juga," ucap Karina terkekeh


"Huuu... Lo mah gitu," seru Alfiana, Aurel dan Sari. Karina hanya menyengir kuda saja


Tanpa mereka sadari sedari tadi ada seorang gadis yang melihat apa yang terjadi barusan. Gadis itu mengepalkan tangannya tanda ia marah. Dengan terburu-buru gadis itu langsung menghampiri Alfiana ddk dan menggebrak meja tempat Alfiana ddk tempati


BRAKK


Gebrakan Gabriel membuat Alfiana ddk dan seisi kantin terlonjak kaget, membuat Aurel mengumpat


"Anjing!!," umpat Aurel


Alfiana menatap Gabriel tajam. Ya, gadis itu adalah Gabriel Artika Nella gadis yang membenci Alfiana. Yang ditatap justru menatapnya balik, hal itu tidak sedikitpun membuat nyali Alfiana ciut meski yang dihadapinya adalah kakak kelasnya


"Apa?"tanya Alfiana dingin


"Gw udah peringatin sama Lo,jauhin Andrian!!"seru Gabriel


"Gw ga pernah deketin Andrian, justru dia yang deketin gw."jawab Alfiana santai tapi dingin


"Kalo Lo ga ganjen dia ga bakal deketin Lo juga!"


"Jaga mulut Lo anjing!" kali ini Aurel yang berucap


"Gw ga bicara sama Lo!"sewot Gabriel


"Intinya gw peringatin sama Lo-"jeda Aurel menunjuk Alfiana "jauhin Andrian," lanjutnya


Alfiana hanya mengedikan bahunya acuh. Hal itu membuat Gabriel menggeram dan langsung menjambak rambut Alfiana dengan kencang. Alfiana yang diperlukan seperti itu meringis merasakan sakit dikepalanya


Ia juga tak mau merasakan sakit sendiri hingga ia membalas jambakan dari Gabriel, terjadilah adegan jambak-jambakan. Tidak ada yang melerai karena takut mendapat imbasnya, bahkan ketiga sahabat Alfiana hanya memberi semangat aja. laknat memang


"Ayo Al jambaknya lebih kenceng!" Seru Aurel


"Biar sekalian copot dari kepalanya tuh rambut!"tambah Karina disertai tawa. Seisi kantinpun juga ikut tertawa mendengar seruan dari Karina


Kericuhan tersebut membuat Andrian ddk bangkit dari duduknya dan menghampiri Alfiana dan Gabriel yang masih dengan kegiatannya. Andrian menerobos kerumunan siswa yang mengerubungi kedua gadis yang sedang jambak-jambakan


"Stop!!"seru Andrian dengan dingin. Membuat Alfiana dan Gabriel menghentikan kegiatannya


"Kalian apa-apaan sih, kaya anak kecil tauk," ucap Alex


"Apa Lo, ga terima?!" ucap Gabriel


"Stop Riel!"seru Andrian


Alfiana hanya diam. Malas juga ikut debat dengan pasangan gak jelas seperti mereka pikirnya. Gabriel menatap Andrian


"Lo belain cewe itu lagi?!"tanya Gabriel berseru serta menunjuk kearah Alfiana yang menatapnya tajam


Gabriel berjalan mendekati Alfiana "hebat Lo udah bisa bikin Andrian berubah!"seru Gabriel

__ADS_1


"Kan dia sendiri yang berubah," ucap Alfiana enteng


"Loh ya-" ucap Gabriel terpotong saat Andrian tiba-tiba menariknya pergi dari kantin


"Iku gw!" Ucap Andrian menarik pergelangan tangan Gabriel dengan kasar


"An sakit tangan gw," ringis Gabriel. Andrian hanya diam tak ada niatan untuk menjawab. Hal itu membuat Gabriel merasa kesal


Sesampainya ditaman belakang sekolah yang sepi, Andrian melepas tangan Gabriel yang tadi ia pegang


"Lo gak usah cari ribut bisa gak sih!" seru Andrian


"Lo bela cewe murahan itu lagi!"


"Gw gak bela anjing!"


"Tapi Lo yang salah!" Lanjutnya


"Kalo dia gak deketin Lo, gw gak bakal cari masalah An!" seru Gabriel mulai menangis


"Ga usah nangis, ga usah manja. Semua ini Lo yang ngawalin Riel, Lo!!" Ucap Andrian membentak. Emosinya sudah tak terkontrol lagi


"Iya gw yang ngawalin, tapi gw gak suka Lo deket sama Alfiana An," ucap Gabriel lirih. Ia takut jika Andrian sudah emosi seperti ini


"Cukup!! Gw minta Lo jauhin Alfiana," ucapnya berhenti lalu mendekati Gabriel "Lo tetep pertahanin laki Lo itu, kan?" tanyanya. Gabriel mengangguk


"Oke . Sekarang gw minta sama Lo kita cukup sampe disini. Gw udah capek sama apa yang Lo lakuin ke gw Riel," lanjutnya


"Nggak, gw gak mau An! Ini pasti gara-gara cewe sialan itu kan!" tolak Gabriel


"Gw gak mau tau. Sekarang kita udah gak ada apa-apa lagi dan itu gak ada sangkut pautnya sama Alfiana. Faham!!" Bentak Andrian


Gabriel hanya diam dan menangis. Menolak pun juga mustahil baginya. Andrian langsung melangkah meninggalkan Gabriel. Masih dua langkah Andrian berjalan Gabriel sudah berkata lagi membuat Andrian memperhentikan langkahnya dan berbalik menghadap Gabriel


"Siapapun cewe Lo nantinya bakal gw kasih tau sebenarnya, bahwa cowo yang bersama dia itu udah lecehin anak orang," ancam Gabriel tersenyum miring. Berharap kali ini Andrian menuruti keinginannya


"Terus gw peduli," jawabnya acuh lalu meninggalkan Gabriel sendirian. Teriakan Gabriel ia abaikan tak mau menggubrisnya


"Andrian anjing Lo! Dimana pun Lo berada dan dengan siapapun Lo bersama, Lo tetep punya tanggung jawab sama gw sekalipun Lo udah nikah anjing. Arghhh!!!" teriak Gabriel frustasi menjambak rambutnya sendiri


Karena taman belakang sekolah sepi, jadi tidak ada satupun orang yang mendengar teriakan Gabriel meski suaranya sangat nyaring. Selain sepi letaknya juga sangat jauh dari kerumunan siswa maupun guru dan jarang dikunjungi


.


.


.


Hay..


Up lagi nih, sorry lama ga up ehehehe


Jangan lupa vote yaa, komen juga:)


Babay:)

__ADS_1


__ADS_2