
...***happy reading***...
..._______________________________________________...
...Tidak semua yang di ucapkan sama dengan apa yang ada di hati. Seperti bibir berkata ingin menjauh tapi justru hati berkata jangan...
...-Alfiana Ratih-...
...________________________________________________...
Semakin hari ke hari Alfiana dan Andrian terlihat sangat dekat. Bahkan Andrian dengan pacarnya sendiri malah terlihat renggang. Entah lah memang itu yang terjadi saat ini
Mungkin karena apa yang sudah dilakukan oleh Gabriel membuat Andrian seperti ini.
"Woyyy Al bangunan!!!!" Teriak Aurel membangunkan Alfiana yang molor di bangkunya
Alfiana sepontan terlonjak kaget. Karena teriakan sahabatnya itu sangat lah nyaring di telinga "Anjing Lo!" Umpatnya
"Soryy . Soal nya di bangunin secara halus Lo ga bangun-bangun sih iya ga gays," ucap Aurel dan di angguk i oleh Karina dan Sari
Alfiana memutar bola matanya malas "Bulan gitu juga caranya bambang!"
"Ehehe iya deh besok lagi ngga," kekeh Aurel
"Ya udah kantin kuy," ajak Karina
"Emang udah bell?" Tanya Alfiana polos
Ketiga gadis di hadapannya saling memandang dan memutar bola matanya "ya udah lah bego, ngapain juga gw bangunin Lo kalo ga buat di ajak kekantin!" Seru Aurel gemas
Yang di omeli hanya mengangguk anggukan kepala saja. Duh Jan bikin pengen penyet tu kepala. Astaghfirullah hilaff wkwkwk
"Buruan ayo," ajak Sari yang sudah menarik pergelangan tangan Alfiana di bantu oleh kedua sahabatnya
"Pelan-pelan anjing, ge bisa jalan sendiri"
"Lo kalo bangun tidur jalannya lambat," ucap Sari
"Bengek Lo!" Umpatnya
Hal itu pun membuat ketiga sahabatnya terkekeh
Sesampainya di dalam area kantin. Mereka memilih bangku yang berada di pojok sebab hanya disitu lah bangku yang masih kosong
"Kalian mau pesen apa? Biar gw sama Karina yang pesenin," ucap Alfiana
"Mie ayam aja gw," ucap Aurel
"Samain aja," timpal Sari
"Berarti semua mie ayam ya," ucap Alfiana dan diangguk i oleh ketiganya
"Minumnya?" Lanjutnya
"Samain aja, es teh," jawab Sari
"Oke,"
Alfiana beranjak menuju warung kantin untuk memesankan makanan untuk mereka berempat ditemani Karina
Sampainya di warung hendak memesan alfia di tabrak bahunya oleh Gabriel. Sebenarnya ia malas berurusan dengan Gabriel tapi gimana lagi.
__ADS_1
"Jalan tu pake mata!" Seru Gabriel. Membuat seisi kantin menatap kearahnya
Alfiana menaikkan sebelah alisnya "bukannya jalan pake kaki ya? Terus liatnya pake mata hmm?" Ucap Alfiana santai. Yang mendengar penuturan Alfiana tertawa, Alfiana ini ada-ada saja. Tapi benar juga
Gabriel menggeram dan mendekati Alfiana "jauhi Andrian, Andrian itu cowo gw!" Busuknya
"Gw ga deketein tu cowo. Tapi dia sendiri yang deketin gw!" Balas Alfiana penuh penekanan
"Namanya Lo kegatelan anjing!" Teriak Gabriel, akan menampar pipi Alfiana tapi lebih cekatan Alfiana yang kini sudah menahan tangan Gabriel
"Bener gw? Kan gw ga deketin cowo Lo. Inget," ucapnya dingin.
Sebenarnya ia malu di lihat oleh banyak orang terlebihnya gadis dihadapannya menghina dirinya
Gabriel menghempaskan tangannya hingga tangannya tak dicekal lagi oleh Alfiana "Gw ga suka Lo deket sama cowo gw," Ucap Gabriel lalu pergi
Alfiana hanya mengedikan bahunya acuh. Toh juga dia ga salah kan bukan dia yang deketin Andrian, meski merasa senang jika dekat dengan pria itu
"Ga papa Lo Al?" Tanya Karina
"Santay aja kali. Gw ga papa,"
"Kayanya dia ga suka sama Lo deh,"
"Mungkin,"
"Ayo bawa, keburu dingin ni mie. Gara-gara nenek rempong kita telat makan," kesal Karina
"Udah deh ayo," ajak Alfiana. Berjalan mendahului Karina menuju meja yang dipilihnya bersama ketiga sahabatnya
Sampai di meja ia duduk di depan Aurel dan langsung mendapat pertanyaan dari Aurel dan Sari
"Iya, Lo di apain Al?"tambah Sari
"Gw ga di apa-apa in kok. Dia cuman bilang jangan deketin Andrian,"
"Padahal gw ga deketin Andrian, tapi Andrian sendiri yang deketin gw. Gw udah pernah bilang ke Andrian kalo gw minta ke dia buat jauhin gw," jedanya mengambil nafas panjang dan menghembuskan kembali
"Tapi Andrian ga mau jauhin gw. Dia ga bisa katanya. Dan juga dalam hati gw ga ingin jauh dari dia sekalipun gw udah sempet bilang sama dia gitu," lanjutnya menunduk
Karina yang duduk disamping Alfiana mengelus punggung Alfiana untuk menguatkan
"Sabar ya Al, yang terpenting bukan Lo yang deketin Andrian. Meski Lo sebenarnya nyaman didekat dia," ucap Karina di setujui oleh Aurel dan Sari
"Iya Kar,"ucapnya lalu tersenyum
"Ayo makan, kan ketunda gegara mellow-mellow gini," ucap Sari terkekeh dan di ikuti ketiganya
Andrian ddk memasuki kantin dan langsung menuju ke meja Alfiana ddk yang memang tempatnya masih longgar
Untung baru dateng, kalo dia tau males gw ada sesi omel-omelan- batin Alfiana
"Weh para gadis lagi makan mie ayam nih, bagi dong." Ucap Alex yang baru datang dan duduk didekat Karina
"Beli sendiri Sono!" Sewot Karina
"Galak amat mba nya,"
"Nyenyenye,"
"Ilih kin,"
__ADS_1
"Til,"
"Mulut Lo ******,"serkas Karina
"Lo juga," ucap Alex menonyor jidat Karina membuat si empu mengelus ngelus jidatnya
Membuat mereka yang melihat terkekeh. Memang dua orang itu tidak pernah akur jika bertemu. Sudah seperti kucing dan tikus. Tom and Jerry dong wkwkwk
"Nda pesen makann serah Lo," printah Andrian kepada Ananda. Ia menyodorkan uang lima puluh ribuan yang ia ambil dari dompetnya dan langsung di terima Ananda
"Nah gitu dong. Sering-sering bos," ucap Ananda terkekeh
"Hooh bos!" Tambah Alex berseru
Andrian hanya memutar bola mata "Buruan,"
Lalu Ananda beanjak untuk memesankan makanan Andrian, Alex dan dirinya sendiri. Tak butuh waktu lama Ananda kembali dengan membawa nampan berisi mie ayam tiga, es teh tiga serta satu keresek sedang berisi jajanan. Entah apa aja yang cowo itu borong
"Lo borong apaan sampe satu keresek gitu?" tanya Aurel
"Kepo Lo. Bilang aja Lo mau minta," ucap Ananda dengan memamerkan kereseknya yang penuh jajanan
"Enak aja Lo bilang, gini-gini gw masih mampu beli sendiri kali,"cibir Aurel tak terima
"Alah mau minta bilang makanya ga usah sewot,"ucap Ananda menaikkan sebelah alisnya
"Udah ngomelnya?"ucap Andrian dingin. Hingga membuat Aurel dan Ananda menyengir dan mengangguk bersamaan
"Kalo udah makan, jajan di bagi-bagi," lanjutnya
"Alhamdulillah dapet jajanan geratis," ucap Karina dramatis serta menyomot salah satu jajanan yang berada di keresek itu
"Lo mah kalo masalah geratisan langsung nyosor," ejek Sari
"Gw bukan bebek kalik nyosoran," jawab Karina terkekeh
Alfiana menggeleng kan kepalanya, tak habis pikir dengan sahabatnya selalu begitu jika masalah geratisan
Mereka semua makan dengan nikmat serta diselingi celotehan yang membuat suasana tidak hening. Terkecuali Andrian yang hanya diam saja layaknya mumi yang terbawa oleh sahabat nya
Tett
Tett
Tett
Bell masuk berbunyi membuat mereka bergegas kembali ke kelas nya masing-masing. Kelas anrara Alfiana ddk dan Andrian ddk lumayan agak jauhan karena tempatnya yang berlawanan
.
.
.
Jangan lupa vote dan komen ya:)
Follow juga boleh, bakal aku back ko:v
Stay trus ya:v
Maaf typo dan kalo banyak kata kasarnya
__ADS_1