Return Of Old Love

Return Of Old Love
05. return of old love


__ADS_3

...***happy reading***...


Bel istirahat berbunyi, semua murid berhamburan menuju kantin untuk mengenyahkan perutnya. Begitu juga denga empat gadis yang sedang membereskan bukunya setelah itu akan pergi kekantin.


"Kantin yok,"ajak Aurel


"Ayok,"jawab Karina.


Saat mereka ingin keluar kelas ternyata didepan pintu kelasnya terdapat cowo bertubuh jakun dan tampan sedang berdiri dihadapan mereka berempat yang sepertinya baru saja datang.


"Ayok,"ajak Andrian dan langsung menarik pergelangan tangan Alfiana lembut. Betul sekali cowo itu adalah Andrian.


"Tapi sahabat gw,"jawab Alfiana


"Ga papa," jawab Andrian singkat


"Ih Lo mah"kesal Alfiana.


Tak lama mereka berdua sudah sampai kantin dan memilih tempat yang berada dipojok kantin yang berdekatan dengan dua sahabat Andrian.


"Lo duduk aja, biar gw pesenin," ucap Andrian


"Iya,"kata Alfiana


Andrian kembali denga dua mangkuk bakso ditangannya, satunya disodorkan didepan Alfiana.


"Makan nih,"


"Makasih An" jawab Alfiana


"Buruan makan nanti dingin," ucap Andrian. Alfiana mengangguk


Alfiana langsung memakan baksonya. Andrian memanggil Alex untuk membelikan minum untuk dirinya dan Alfiana.


"Lex, sini," ucap Andrian


"Gue?"tanya Alex dengan nunjuk dirinya sendiri.


Andrian memutar bola matanya malas "ya iya lah," ucapnya dingin. Alex dengan cekatan menghampiri Andrian


"Ada apa pak bos?" Tanya Alex


"Beliin gw es teh dua," suruh Andrian.


"Gw kesini cuman suruh beli es doang?" Ucap Alex tak habis pikir dengan bosnya yang menjelma menjadi sahabatnya itu.


"Iya," jawabnya singkat


"Oke, asal gw jajanin,"tawar Alex dengan cengiran.


"Nih,"ucap Andrian sambil menyodorkan uang duapuluh ribu kepada Alex dan langsung diterima. Langsung saja Alex berjalan untuk membeli es.


"Gila Lo, mainnya nyuruh aja,"ucap Alfiana bergeleng


"Biarin, dari pada kita gak minum," ucapnya santai


"Iya juga sih"kekeh Alfiana.


Tak lama Alex datang membawa dua es teh pesanan Andrian.


"Nih es nya," ucap Alex


"Makasih," ucap Alfiana tersenyum


"Alfiana aja ngehargain gw udah beliin. Lah ini boro-boro ngehargain natap gw aja kaga,"cibir Alex yang langsung mendapat tatapan tajam dari Andrian


"Canda An," cengirnya dengan jarinya membentuk huruf 'V'.


Setelah selesai makan. Alfiana bangkit untuk kelasnya.


"Makasih An, gw kelas dulu,"ucap Alfiana dengan senyum yang mengembang


"Sama-sama," jawab Andrian lalu mengangguk


Alfiana pun langsung ke kelasnya karena jam istirahat akan habis dalam lima menit mendatang. Sesampainya dikelas ketiga sahabatnya mendatangi Alfiana yang duduk dibangkunya.


"Lo balikan lagi Al?"tanya Karina. Alfiana menggeleng.


"Terus Lo ngapain kekantin bareng dia?"tanya nya lagi

__ADS_1


"Dia yang ngajak,"ucap Alfiana enteng


"Lo masih sayang gak Al sama Andrian?" Kali ini Aurel yang bertanya.


"Masih,"


"Gw harap dia gak bakal nyakitin Lo lagi Al,"ucap Sari


"Semoga aja," jawabnya dengan tersenyum.


____________


Bel pulang berbunyi sudah dua menit yang lalu. Di area sekolah dipenuhi murid yang berlalu lalang akan pulang. Andrian dan kedua sahabatnya juga sedang berjalan menyusuri koridor untuk menuju parkiran.


"Lo berdua duluan aja," suruh Andrian


"Emang Lo mau kemana?"tanya Ananda


"Mau jemput Alfiana dikelasnya," ucapnya dingin


"Cieelah celbek ni Yee,"goda Alex


"CLBK begok!"seru Ananda dengan tawa yang menggelegar karena ucapan Alex


"Ya itu maksud gw,"ucap Alex dengan melihatkan gigi putihnya


"Ngekek gw sumpah, CLBK bisa jadi celbek," kata Ananda yang masih saja tertawa sambil memegangi perutnya. Dan Andrian hanya bergeleng geleng bisa-bisanya ia memiliki sahabat yang otaknya stres begini.


"Gw ke kelas Alfiana," ucap Andrian lalu melenggang pergi meninggalkan kedua sahabatnya yang masih tertawa karena salah berbicara tadi.


Kini Andrian sudah berdiri disamping pintu kelas 11 IPA 3. Saat Alfiana keluar Andrian langsung memegang pergelangan tangan Alfiana.


"Pulang bareng gw," ucap Andrian datar.


Alfiana melirik ketiga sahabatnya dan diangguki oleh mereka. Alfiana mengiyakan ajakan Andrian. Mereka berjalan beriringan layaknya kekasih namun nyatanya mereka hanya lah mantan. Aneh memang. Sama-sama masih sayang tapi gengsinya gedek.


Mereka sudah sampai parkiran, Andrian langsung menaiki motor ninjanya.


"Naik,"


"Hah," ucap Alfiana


"Iya-iya bawel," kesal Alfiana langsung menaiki motor milik Andrian


"Nih pake,"ucap Andrian menyodorkan helm kepada Alfiana dan langsung diterimanya. Serasanya sudah siap Andrian langsung menancap gas motornya menuju kerumah Alfiana. Mereka berdua menikmati sore hari yang begitu sejuk karena cuaca tidak panas tidak mendung cuman redup saja. Jadi pengen deh huhuhh


________________Tak lama mereka sampai didepan rumah megah milik Alfiana.


"Makasih An," ucap Alfiana tersenyum


"Sama-sama," jawab Andrian


"Mampir dulu An,"tawar Alfiana


"Lain kali aja. Gw ada janji sama temen-temen," ucap Andrian


"Ya udah iya,"


"Gw pulang," ucap Andrian yang masih menatap Alfiana


"Iya, hati-hati," dan langsung masuk kedalam rumah setelah berucap itu


Andrian langsung saja melajukan motornya menjuh dari perkarngan itu. Ia menuju markas tempat mereka berkumpul. Ya jangan lupakan bahwa Andrian adalah ketua geng motor yang begitu ganas namu akhir-akhir ini ia tak pernah berkumpul semenjak masuk sekolah barunya. Selain terkenal ganas, mereka juga terkenal ramah dan memiliki hati yang baik terhadap orang yang tidak mampu. GASTAR, itu lah nama geng yang ditakuti banyak orang karena keganasannya. Namun mereka memiliki musuh bebuyutan yaitu geng yang bernama ALASKAR.


Namun itu tak diketahui oleh Alfiana karena semenjak putus dengan Andrian, mereka berdua loskontak tak ada kabar sama sekali. Alfiana memang tau tentang geng motor itu namu tak mengetahui siapa ketuanya. Karena Alfiana merupakan gadis yang bodoamad


____________


Pagi ini kelas 11 IPA 3 sedang berolahraga. Semua muridnya berada di lapangan sekolah tepatnya di lapangan basket karena akan melaksanakan permaianan bola basket.


Prittttt!!!


Suara peluit terdengar nyaring. Menandakan bahwa pelajaran olahraga akan dimulai. Semua berhamburan berbaris di depan Pak Mor selaku guru olahraga.


"Anak-anak sekarang kita akan melakukan permainan bola besar, yaitu bola basket," ujar pak Mor memberi tahu materinya.


"Baik pak," jawab mereka semua


"Biar bapak bagi kelompok nya,"kata pak Mor.

__ADS_1


"Alfiana, Karina, Aurel, Sari, dan indah. Kalian kelompok satu,"


"Intan, Gisel, Jihan, Putri, dan Fiki kelompok dua,"


Dan selanjutnya sampe selesai. Setelah itu mereka bermain. Pertama laki-laki yang bermain dan sekarang mereka sedang istirahat dan giliran pemain putri yang bermain. Kelompok Alfiana saat ini yang bermain. Disaat permain dimulai. Namanya juga cewe jadi mainnya cuman teriak-teriak wkwkwk. Canda teriak.


"Woy bego sini lempar ke gw!" pinta Aurel bertriak


"Bodo amad, mau gw masukin. Kalo gak masuk mau gw robohin nih tiang," ucap Karina dengan lantang sehingga membuat semua yang berasa disana melongo setelah itu terbahak-bahak.


"Gila aja Lo," tawa Alfiana pecah dengan ucap Karina yang absurt.


"Ehehehe canda gayss,"cengir Karina karena malu di tertawakan.


___________________


Dilain tempat, Andrian ddk sedang menonton adik kelasnya berolahraga lebih tepatnya kelas Alfiana ddk.


"Lo tebak deh. Kelompok siapa nanti yang menang,"ucap Alex duduk di samping Andrian


"Kelompok Putri lah,"ucap Ananda bangga.


"Gw kelompok Alfiana," ucap Andrian datar, yang masih menatap Alfiana bermain tanpa mengalihkan pandangannya di lain tempat.


"Aelah si bos mentang-mentang udah deket lagi sama Alfiana kalo liatinnya sampe gak kedip,"ujar Alex


"Awas nanti matanya copot," lanjut Ananda menggoda Andrian


"Bacot," ketus Andrian


"Cie marah. Jangan marah sama Dedeq Alex dong buwang," ucap Alex dramatis dengan muka di melas-melaskan.


"Jijik gw," ucap Ananda dengan menonyor kepala Alex.


"Anjing Lo," Alex tak terima dengan perlakuan Ananda hingga ia mendorong Ananda hingga tersungkur membuatnya terbahak.


"Mampus Lo. Salah siapa jahad tin Dedeq Alex," ucapnya yang masih terbahak.


"Sialan Lo,"guman Ananda


Andrian hanya menggelengkan kepalanya. Kedua sahabatnya memanglah gila kalau sudah bersanding, udah seperti kucing dan tikus kadang.


Permainan basket pun selesai. Dan tebakan Andrian yang benar. Kelompok Alfiana yang memenangkan permainan basket tadi. Andrian melihat gadisnya sedang duduk bersama ketiga sahabatnya di bawah pohon yang terlihat kelelahan langsung menghampirinya tak lupa ia membawa sebotol air mineral. Whatt!? gadisnya, ya memang Andrian menganggapnya begitu namun gengsi untuk mengungkapkan perasaannya kembali. Dasar cowo gengsian.


Andrian bangkit dari duduknya dan mengambil air mineral yang masih utuh dibelinya tadi yang memang niat akan ia berikan kepada Alfiana.


"Mau kemana Lo bos," tanya Ananda


"Tempat Alfiana," jawab Andrian dingin tak lupa dengan wajah datarnya yang selalu menyertai setiap ekspresi nya. Dan ia langsung melenggang pergi.


"Ya gidu. Otaknya gengsi jantungnya masih meminta kembali. Dasar si bos," ucap Alex


"Hati bego buka jantung," koreksi Ananda


"Ya itu maksud gw,"


"Yaudah ikutin bos," ajak Ananda.


"BOSSS TUNGGUIN DEDEQ ALEX!!" triak Alex yang langsung mengundang banyak tatapan kearah mereka berdua.


"Maafin temen gw ya. Obatnya lagi habis ini," ucap Ananda sambil menggapit kepala Alex diketiaknya juga tak lupa dia menatap seluruh murid yang menatapnya tadi dengan jari membentuk huruf'V'


"******, lepasin kepala gw. Bau anjing ketek Lo," ronta Alex


"Diem. Biar gw tuntun sampe ke Andrian biar Lo gak malu-malu in," kekeh Ananda bisa mengerjak sahabatnya ini


"Anjing Lo," umpatan demi umpatan terlontar dari mulut Alex yang kesal dengan Ananda


.


.


.


Jangan lupa vote and komen okey!


Kembali lagi sama si Al dan An ya!!


Stay trus deh!

__ADS_1


__ADS_2