
...***happy reading***...
..._________________________________________...
...Jangan menganggap masalalu adalah beban, ingat tanpa adanya masalalu kita tak akan mengenal yang namanya sebuah pelajaran untuk masa depan...
...-Alfiana Rati-...
...__________________________________________...
Sesampainya di rumah, dengan langkah malas Alfiana berjalan menuju kamarnya yang berada di lantai dua. Setelah itu ia bergegas membersihkan badannya yang sudah lengket. Tak lama ia sudah selesai dengan ritualnya.
Alfiana berjalan menuju balkon kamarnya yang sudah tersedia kursi dan meja untuk bersantai. Ia duduk melamu memikirkan apa yang terjadi di sekolahnya tadi.
"Kenapa dia harus datang disaat gw udah mulai ngelupain segalanya tentang dia, meski rasanya masih sama," batin Alfiana
Sesegera mungkin ia menyadarkan lamunannya.
"Kenapa gw mikirin dia sih, udah ah ga usah dipikirin lagi Al. Tidur aja lah jugaan besok ada jam olahraga harus punya tenaga super hehehe,"gumamnya sambil terkekeh merutuki kebodohannya karena memikirkan Andrian. Ya Andrian lah yang sedang di pikarkan gadis itu
__________
Hari sudah pagi namun entah kenapa dan apa yang berbeda, Alfiana sudah rapih dengan seragamnya meski gaya pakainya seperti berandalan yang satu kancing baju paling atas tidak dikancingkan, dasi yang longgar, baju yang tidak dimasukkan dan rok sekolah yang sedikit ketat dan pendek diatas lututnya. Namu seorang Alfiana tetap terlihat cantik meski dengan pakaian badnya
Setelah itu Alfiana turun untuk sarapan dan langsung berangkat sekolah sebab jam sudah menunjukkan jam 7 pagi, dan 10 menit lagi akan bel masuk.
"Selamat pagi ma, papa mana?" Tanya Alfiana kepada mama nya.
"Papa kamu sudah berangkat," jawab Indah
"Oh, ya udah Al langsung berangkat aja ma,"ucap Alfiana
__ADS_1
"Ga makan dulu kamu?"tanya Indah
"Al makan di sekolah aja ma. Ya udah Al berangkat dulu," ucap Alfiana dan lngsung bergegas keluar untuk berangkat sekolah.
"Hati-hati nak," ucap Indah ketika anak semata wayangnya berlalu meninggalkan nya.
"Siap ma,"jawab Alfiana seraya mengegas motor sport nya yang sudah ia naiki.
___________
Setelah sampai disekolah Alfiana langsung menuju kelas nya, tentu saja langsung di sambut oleh ketiga sahabatnya.
"Al Lo lama banget datengnya?" Tanya Aurel kepada Alfiana.
"Kesiangan bangun, gak dibangunin mama gw,"jawab Alfiana dengan kesuh.
"Bolos yuk males gw masuk pelajaran fisika," ajak Karina kepada sahabatnya.
"Ya udah ayo, bentar tungguin gw naruh tas dulu," jawab Alfiana.
"Oke,"serempak ketiganya.
"Kuy rofdor," ajak Alfiana setelah menaruh tas nya di bangku.
Mereka berjalan menuju rofdor tempat favorit mereka untuk membolos karena gak bakal ada yang mengganggunya. Namun tiba-tiba mereka berhenti ketika bertemu dengan Andrian ddk. Mereka tampak berpikir ketika Andrian menghampiri mereka terutama tertuju kepada Alfiana.
"Gw mau bicara,"ketus Andrian
"G-gw?" Jawab Alfiana gugup.
"Hmmm," hanya deheman yang terlontar dari mulut Andrian dan dengan tanpa persetujuan Alfiana, Andrian menarik pergelangan tangan Alfiana.
__ADS_1
Ketiga sahabat Alfiana hanya saling pandang dan membiarkan Alfiana mengurus urusan mereka berdua dan mereka melanjutkan perjalanan menuju ke rofdor sekolah...
____________
Dilain tempat masih dengan suasana cangguhnya yaitu Alfiana dan Andrian, dimana Andrian mengajak Alfiana ketaman belakang sekolah yang tempatnya sepi karena jarang di datangi siswa siswi. Akhirnya Alfiana membuka suara untuk mencairkan suasana yang paling ia benci.
"Lo ngajak gw kesini kenapa?" Tanya Alfiana
"Lo diem aja dulu," jawab Andrian dengan nada dinginnya tak lupa dengan wajah datarnya.
"Isssh masih sama kek dulu," dumel Alfiana karena sifat Andrian yang masih sama seperti dulu
"Gw minta maaf," ucap Andrian dengan nada dinginnya sambil menatap datar lurus kedepan.
"Buat?" Tanya Alfiana sambil menengok ke arah Andrian
"Buat semua," jawab Andrian
"Lupain aja, yang udah berlalu biarin berlalu," ucap Alfiana dengan senyum yang mengembang.
"Hmmmm,"hanya deheman yang terlontar dari bibir Andrian
Setelah itu hening, tak ada lagi percakapan diantara mereka berdua. Hanya suara anginlah yang mengalun disekitar mereka. Andrian dengan tiba-tibanya berdiri dan melenggang pergi tanpa berucap sedikitpun kepada Alfiana. Alfiana hanya bisa menghela nafas panjang lalu ia pergi meninggalkan taman tersebut untuk menyusul sahabatnya yang berada di rofdor.
-makasih udah mau mampir di cerita aku:)
-semoga suka ya:)
-jangan lupa follow, vote, komentar juga:)
-terimakasih
__ADS_1
-see you