
jangan lupa vote ya:)
...***happy reading***...
Matahari pagi mulai menyusup ke cela-cela jendela milik seorang gadis yang masih bergelud dengan selimutnya yaitu Alfiana. Ia mulai terusik dengan teriakan-teriakan yang berasal dari balik pintu kamarnya yang tak lain adalah Indah Permta mamanya
"Alfiana!!!!! Bangun udah siang, gak sekolah lagi kamu mau-an hah!!!!" Teriak Indah mamanya dengan kesal karena memiliki anak gadis yang super-super bad itu.
Namun Alfiana dengan berat hati duduk dari tidurnya dengan mata masih memejam, dan kedua tangannya yang digunakan untuk menopang dagunya agar tidak roboh tertidur lagi
"Iya mamaku sayang Al sudah bangun!!!" balas Alfiana dengan tak kalah kuat berteriaknya. Ya, Alfian sering dipanggil dengan sebutan Al, katanya biar mudah memanggilnya cuman dua huruf saja. Aneh memang.
Sesegera mungkin ia bangkit dan berjalan dengan sempoyongan ke arah kamar mandi untuk membersihkan badan. Setelah selesai dengan semua keperluan sekolahnya Alfiana berjalan munuruni anak tangga Menuuju ruang makan dengan tergesa-gesa karena jam sudah menunjukkan pukul 06.50 am.
"Selamat pagi mama, papa!!!" Seru Alfiana sambil menarik kursi makan untuk didudukinya.
"Pagi juga anak papa yang cantik," jawab Hendrik papa nya.
"Pa nanti Al berangkat sendiri aja ya sekolahnya," pinta Alfiana dengan menunjukan pupy eyes nya.
Dengan berat hati Hendrik mengiyakan "Huft.. iya, tapi jangan kebut kebutan dan jangan balapan. Awas aja sampe ketawan balapan papa sita fasilitas yang papa berikan," ancam nya kepada gadis semata wayangnya itu.
"Siap, iya pa." jawab Alfiana dengan senang dan sedikit kesal karena ancaman itu yang selalu dilontarkan papanya ketika berbuat kesalahan.
__ADS_1
Di ruang makan hanyalah denting sendok yang terdengar karena tak ada suara perbincangan diantara mereka saat makan, itulah aturan keluarga Alfiana dimana makan dilarang banyak berbicara.
Selesainya makan Alfiana langsung pamit berangkat sekolah.
"Ma, pa Al berangkat dulu. Dadadadada!!!" Teriaknya dari pintu menuju motornya di luar rumah.
Alfiana mengendarai motor sportnya membelah jalan ibukota Jakarta menuju sekolah. Tak selang beberapa menit ia sudah sampai di depan gerbang sekolahnya SMA Garuda dan sialnya gerbang itu sudah ditutup rapat.
"Sial gw terlambat lagi, mana udah ditutup lagi gerbangnya," gumamnya sambil melihat jam yang melingkar cantik ditangannya dan ternyata sudah jam 7.15. Ia telat 5 menit setelah itu ia memandang gerbang menjulang tinggi dihadapannya yang tertutup rapat.
Dengan ide yang ada dipikirannya Alfiana pun menaruh motornya di tempat warung mbok Inah yang ada disamping pojok sekolahnya. Setelah itu ia mengintari sekolahan menuju belakang sekolah untuk memanjat gerbang belakang yang tidak terlalu tinggi.
Alfiana dengan hati-hati memanjat gerbang itu dan berhasil mendarat di dalam sekolahan dengan selamat. Naasnya tak beberapa selang waktu terdapat teriakan sesorang yang tak jauh dari dirinya.
"Eh ibu cantik, pagi-pagi ga boleh teriak-teriak Bu. nanti cepet tua ehehehe," dengan menggoda Bu Citra, Alfiana diam-diam langsung berlari menjauhi Bu Citra yang sudah mencak² di sana tak memperdulikan teriakannya.
"Alfiana jangan lari kamu!!!!!!! Kesini ibu hukum kamu!!!" Bu Citra dengan kekuatannya meneriaki siswi famous di SMA Garuda itu dengan kesal.
"Ahahahahah dada ibu cantik," dengan melambaikan tangan nya, ia sudah berbelok ke arah kelasnya.
"Dasar cantik-cantik tapi nakalnya minta ampun heh,"guman Bu Citra yang sudah tidak melihat Alfiana lagi
Sesampainya di kelas Alfiana yang sedang ngos-ngosan sudah diserbu oleh ketiga sahabatnya.
__ADS_1
"Eh Lo dari mana Al, kirain gak sekolah lo jam segini baru nongol?" Tanya Aurel dengan mengamati Alfiana yang terlihat ngos-ngosan.
"Iya tuh, udah terlambat dateng kek dikejar hantu Pancoran lagi," sahut Karina
"Udah-udah diem dong kalian, kasian tuh si Al masih cari oksigen untuk bisa idup," sela Sari dengan kekehan melihat sahabatnya yang ngos-ngosan
"Iya deh iya," jawab Aurel dan Karina.
"Dari pada kalian nyocros aja gak jelas mending kasih gw minum haus nih gw abis dikejar mak lampir," pinta Alfiana kepada teman-temannya.
Dengan sigap Karina mengambilkan botol minumnya untuk Alfiana. Setelah diterimanya langsung diteguk oleh Alfiana hingga menyisakan setengah dibotol.
"Lo haus apa nguras Al?" Tanya Karina melotot melihat isi botolnya tinggal setengah.
"Gw haus diem aja Lo," sewot Alfiana.
Setelah itu Alfiana ddk menuju tempat duduknya masing-masing. Dimana Alfiana dengan Aurel dan Karina dengan Sari.
-trimakasih udah mau mampir:)
-ikuti terus ya:)
-follow, vote juga boleh:)
__ADS_1