Return Of Old Love

Return Of Old Love
07. return of old love


__ADS_3

...***happy reading***...


Malam ini sepasang kekasih tengah menikmati hembusan angin malam di atas motor ninja hitamnya Upsss bukan kekasih lebih tepatnya mantan namun dekat. Canda mantan...


Alfiana sangat rindu dengan situasi saat ini dimana dulu ia serin pergi berdua bersama cowo didepannya yang kini berstatus mantannya.


Alfiana tersenyum miris karena ia hanya sebagai mantan bukan lagi kekasih nya. Meski begitu ia sangat bahagia bisa keluar bersama Andrian. Tak sengaja dengan senyum jahilnya yang tak dapat dilihat oleh siapapun Andrian tiba-tiba menggas motornya kuat hingga membuat Alfiana reflek memeluk cowo didepannya. Melihat Alfiana memeluknya ia sangat senang karena jujur ia juga merindukan gadis di belakangnya saat ini.


"KALO NAIK MOTOR GA USAH NGEGASS!!! MODUS AJA LOO!" Triak Alfiana karena takut Andrian tak mendengarnya.


"MAKANYA PELUK GW," ucap Andrian tak kalah kerasnya hingga membuatnya tersenyum karena membuat Alfiana kesal. Saat ini hobi nya adalah membuat Alfiana kesal.


"Bawel," guman Alfiana namun tetap saja ia memeluk Andrian. Dasar kalo gengsi mah gitu padahal nyaman.


Hening , keduanya nya fokus dengan pikirannya masing-masing hingga mereka berdua sampai di taman kota Jakarta.


"Ngapain kesini?"tanya Alfiana penasaran


"Nyantai aja, Lo laper kan. Ayok cari makan,"tetap seperti itu. Andrian akan selalu bersikap manis dan lembut jika bersama Alfiana berbeda jika bersama orang lain ia akan menunjukan muka datarnya dan dingin seperti es batu.


"Ayok," ucap Alfiana antusias jika sudah berhubungan dengan makanan. Terutama dengan coklat. Yah gadis itu sangat menyukai coklat bahkan di lemari dinginnya di rumah penuh dengan coklat katanya buat stok.


Merek kini berada di kedai mie ayam. Karena cuaca sedikit dingin jadi mereka memilih untuk memesan mie ayam mang Ujang. Yang sudah menjadi favorit nya dulu jika keluar berdua.


"Eh si mbk Al sama mas An. Udah lama ga Dateng ke keda mang Ujang ya," ucap mang Ujang


"Sibuk sekolah mang,"jawab Alfiana tersenyum


"Yaudah mang Ujang bikinin dulu ya mbk, mas." kata mang Ujang


"Iya mang, jangan lama-lama Al udah laper juga Al udah lama ga kesini kangen mie ayam mang Ujang,"ucap Alfiana menyengir


"Iya mbk siap,"jawab mang ujang lalu membuatkan mie ayam untuk mereka berdua. Andrian hanya menggelengkan kepalanya ternyata sifat Alfiana tak berubah yang membuat nya cinta kepada gadis itu karena menurutnya unik


Tak lama pesanan mereka datang dan mereja langsung memakan nya. Andrian lebih dulu habis entah bagaimana cara nya makan hingga cepat habis. Namanya juga cowo.


"Ah kenyang gw,"ucap Alfiana sambil menepuk-nepuk perutnya karena Kenya baru selesai makan


Tiba-tiba Andrian mengusap bibirnya lembut "kalo makan kaya anak kecil ga berubah dari dulu," ucapnya.


Alfiana hanya mampu diam mematung menatap Andrian karena sikapnya yang manis padanya.


"Iya gw tau kalau gw ganteng, jadi ga usah segitunya kalo liatinnya," goda Alfiana


"Eh gr Lo,"ucap Alfiana sadar lalu memalingkan wajahnya kearah lain, hingga membuat Andrian terkekeh.


"Au ah nyebelin Lo," kesal Alfiana


"Iya maaf, ya udah mau kemana lagi? Atau pulang?" Ujar Andrian


"Pulang aja deh gw capek ngantuk udahan,"ucap Alfiana memang ia sangat merasa lelah dan ngantuk yang ia inginkan saat ini adalah kasur bantal dan guling.


"Ya udah ayok,"ajak Andrian langsung diangguk i oleh Alfiana..


15 menit berlalu mereka sudah sampai di depan rumah Alfiana.


"Makasih buat malam ini An," ucap Alfiana tersenyum setelah turun dari motor Andrian


"Sama-sama,"jawab Andrian lalu mengacak rambut Alfiana


Alfiana mengkerucutkan bibirnya "ga usah di berantakin jadi rusak rambut gw," kesal nya


"Ya udah gw pulang,"ucap Andrian lalu mengegas motor nya


"Hati-hati!" Triak Alfiana karena motor Andrian sudah melesat jauh.


_________________


Pagi harinya Alfiana sudah siap dengan seragam sekolahnya, dengan santai menuruni anak tangga ia berteriak "selamat pagi mama papa!!"

__ADS_1


"Ia kamu ni, pagi-pagi udah teriak-teriak ganggu tetangga aja," ucap Hendrik papanya


"Ya suruh sapa jadi tetangga,"ucap Alfiana santai langsung duduk didekat papanya menunggu hidangan sarapan dari mamanya


"Enak aja kamu bilang, kalo ga kamu ke hutan sana biar bebas teriaknya," ucap Hendrik


"Tega ya jadi bapak,"kesal Alfiana kepada papanya


"Udah-udah sekarang makan aja, tiap hari berantem kalo ga ketemu rindu,"cibir indah mamanya. Hingga mereka semua tertawa.


Alfiana selesai makan lalu pamit untuk berangkat sekolah. Kedua orang tuanya hanya bergedek melihat putrinya yang bar-bar itu bahkan baju saja tidak di masukkan.


"Perasaan papa dulu ga salah gaya deh, ko keluarnya macem itu ya,"ucap Hendrik heran


"Ih papa ngomong apa sih,"Indah memukul lengan suaminya malu dengan ucapan suaminya barusan.


"Tapi bener kan ma?"goda Hendrik kepada istrinya


___________________


15 menit kini Alfiana sudah berada di depan pintu kelasnya. Ia bingung dengan tatapan ketiga sahabatnya itu


"Ngapain liatin gw gitu?" Tanya Alfiana kepada ketiganya


Aurel yang sangat intens menatapnya "Lo semalem jalan sama Andrian ya?" Tanyanya


"Emm anu itu," jawab Alfiana bingung akan berkata apa


"Aela tinggal jawab aja susah amat Lo," ucap Karina


"Eh, iya. Ko kalian tau?" Tanya Alfiana sedikit gugup


"Tau lah orang gw ada disana bertiga," ucap sari Santai


Alfiana melongo, "Ko kalian ga ngajak gw sih," hingga ia merasa sebal dengan ketiga sahabatnya karena ia tak di ajak


Flashback on


Ketiga nya kini sudah berada di depan rumah Alfiana, mereka berencana untuk mengajak Alfiana keluar malam bersama karena sudah lama tidak keluar bersama.


Aurel menekan bel rumah Alfiana hingga tak lama pintu terbuka menampakan ibu-ibu yang masih Candil yaitu indah mama Alfiana.


"Tante Alfiana nya ada?" Tanya Aurel sopan karena ia tau siapa lawan bicaranya


"Aduh Rel, Al nya udah keluar barusan sama Andrian," jawab indah


"Hah, sama Andrian Tan!" Seru ketiganya hingga membuat indah menutup kedua telinganya


"Iya nak," ucap Indah


"Emm ya udah Tan, kami permisi dulu ya. Lain kali aja deh ngajak Al keluar barengnya kalo dia ada di rumah," kata sari yang memang ia yang lebih dewasa dibanding lainnya.


"Iya nak, hati-hati," ucap Indah


"Baik Tan," jawab mereka lalu pergi meninggalkan rumah Alfiana dan menuju taman kota Jakarta yang memang itu tujuannya hanya untuk sekedar nongkrong. Sesampainya mereka bertiga duduk di kursi panjang yang berada di taman itu.


" Eh itu pa gak an Alfiana sama Andrian deh,"ucap Karina tiba-tiba ketika ia seperti mengenali sepasang yang sedang makan miayam di kedai


"Eh iya bener kata Lo,"jawab Aurel


"Samperin yok,"ajak Karina


"Ga usah biarin aja, mereka kek nya masih saling sayang tapi gengsi. Buktinya mereka bisa jalan bareng berdua apa lagi kelihatannya mereka menikmati malam ini," ujar sari panjang lebar


"Iya bener kata Lo," ucap Aurel dan Karina bersamaan


Flashback off


"Ngapa kalian ga nyamperin aja, kan enak kalo rame," ucap Alfiana menatap ketiga nya

__ADS_1


"Ya kalo gw mau jadi kambing congek," ucap Aurel tak trima jika di jadikan kambing congek oleh Alfiana


"Ya ngga lah. Gw kan ga ada apa-apa sama Andrian,"


"Tapi tetep Deket kan,"goda Karina


"Apaan sih," seka Aurel lalu melenggang masuk kelasnya..


___________________


Dilain tempat, Andrian ddk berada di kelasnya. Mereka tertawa karena ulah Alex yang bikin ngakak


"Kalian tau ga, masa gw nge DM mbk kekey di bales Lo," seru Alex sambil tertawa


"Anjing kirain siapa, ternyata mbk kekey," tawa Ananda pecah hingga seisi kelas menatap mereka bertiga.


"Bener gw bahagia banget, nantikan gw bisa nyanyi kekey bukan boneka bareng mbk kekey,"ucap Alex di sela tawanya


"Gendeng koe Kabeh Yo," ucap salah satu murid 12 IPA 1 hingga membuat seisi kelas tertawa


________________


Tetttt!!!!!


Bunyi bel istirahat terdengar sangat nyaring hingga membuat semua murid berhamburan untuk mengisi perutnya masing-masing.


Sama halnya dengan Alfiana ddk. Mereka kini berjalan menyusuri koridor menuju kantin. Tak ada satu mata pun yang tak memperhatikannya bahkan bisikan-bisikan dari mereka selalu terlontar


"Gila mereka berempat cantik banget,"


"Gw pengen deh jadi sahabat mereka biar bisa populer juga,"


"Cantik mau jadi pacar Abang ngga,"


"Alfiana itu cantik tapi sayang ganjen suka deketin Andrian,"


Bisikan terakhir mampu membuat Alfiana ddk berhenti seketika dan langsung menatap gadis yang mengatai, yang tak salah adalah kakak kelasnya sendiri.


"Ada masalah apa Lo sama gw,"ucap Alfiana dingin dengan menatap kakak kelasnya itu dengan tajam


"Adik kelas aja belagu, mana deketin Andrian lagi,"cibir Anggi kakak kelas tersebut. Sebenarnya ia takut di tatap Alfiana begitu tapi demi imagenya ia belagak sok berani. Pikirnya toh ia juga tak sendiri juga, ia bersama dua temannya yaitu Gisel dan Adis.


"Kalo ga suka bilang, jangan cuman ngomong di belakang," ucap Alfiana santai


"Lo itu ya,,, udah jadi adik kelas ga sopan sama kakak kelasnya," kata Anggi


"Ahahaha Lo minta di sopanin hah!? Orang Lo aja sama adik kelas ga sopan seenak jidat Lo sendiri ngatainnya. Gitu minta di sopanin, Ngaca dong mbaknya," jawab Alfiana dengan senyum smirk yang mampu membuat siapapun ngeri melihatny


Kini mereka menjadi pusat perhatian di dekat pintu kantin. Namu yang namanya Alfiana, ia tak pernah memperdulikan sekitarnya toh juga ia ga salah.


Dengan geram Anggi ingin menmpar Alfiana namun gagal karena Alfiana lebih cekatan menahan tangannya.


"Jadi kakak kelas ga usah sok keras, gw ga akan ngelawan sama kakak kelas kalo dia ga mulai duluan!" Ucap Alfiana dengan penekanan dan memintir tangan kakak kelasnya hingga kakak kelasnya meringis kesakitan. Ketiga sahabat Alfiana hanya diam menyaksikan sambil bertepuk tangan karena mereka tau Alfiana kuat. Sekuat hatimu kwkwkw.


"Ayo kantin, ga guna ngeladenin mereka," ajak Alfiana lalu menyeret sahabat ny menuju kantin.


.


.


.


Maaf baru up lagi, maaf juga banyak typo


Soal nya sibuk persiapan ujian sekolah:D


Stay trus deh pokoknya di jamin bakal seru di part selanjutnya.


Sampai ketemu bersama Al dan An.

__ADS_1


__ADS_2