
...***happy reading***...
Minggu, dimana seorang gadis bermalas malasan di atas kasurnya yang empuk. Karena memang tidak ada jadwal untuk keluar jadi ia urungkan untuk bangkit dari tidurnya meski hari sudah siang
Getar handphone miliknya mengusik ketenangan tidurnya. Dengan malas ia meraba raba kasur mencari benda pipih yang sedari tadi mengganggu. Saat sudah mendapatkan langsung ia angkat telvon entah dari siapa ia tak membaca nama penelevon
"Hallo, apa? Ganggu gw tidur aja Lo,"ketusnya. Matanya yang masih tertutup
"Bego, udah siang ini,"ucapnya dingin disebrang sana
"Hah!?" Serunya saat mengenali siapa yang menelvonnya
"Buruan bangun. Jam setengah 10 gw jemput," ucap Andrian disebrang. Yah yang mengganggu paginya adalah Andrian
"Mau kemana?"tanyanya kini ia sudah bangun duduk ditepi ranjang
"Ga usah banyak tanya,"
"Males ah. Mager,"
"Gak ada penolakan," ucap Andrian dingin dari sebrang. Langsung ia matikan sepihak setelah berucap. Membuat Alfiana kesal setengah mati karena belum saja menjawab sudah di putus sambungannya
"Dasar gilaa,"gumannya
Setelah itu Alfiana bangkit menuju kamar mandi untuk melaksanakan ritualnya. Takbutuh waktu lama ia selesai dengan pakaian santainya
Kaos putih pendek bergambar bunga didepannya, celana jeans biru dongker. Meski begitu ia tetap terlihat cantik. Rambutnya hanya ia gerai setengah, setengahnya ia kepang dan diberi pita. Wajahnya hanya ia poles natural.
Saat bercermin ia tersenyum. Ia bergegas turun dari kamarnya menuju ruang makan. Dan ternyata disana sudah ada Andrian bersama mamanya
"Anak gadis udah cantik tapi sayang bangunnya molor banget,"cibir Indah mamanya
"Apaan sih ma. Orang hari Minggu juga,"ucap Alfiana mencebikkan bibirnya. Membuat indah dan Andrian terkekeh
"Ga usah ketawa kalian!" Lanjutnya
"Sana makan udah di tunggu nih," ucap Indah
"Iya ma," jawabnya lalu mengambil nasi goreng dipiringnya lalu ia makan
"Nak Andrian ga ikut makan?"tanya indah kepada Andrian
"Udah ma tadi,"jawab Andrian tersenyum
Kini mereka berdua menaiki motor sport milik Andrian. Entah mau kemana Alfiana tak tau. Ia hanya menurut saja
Hingga akhirnya sampai di sebuah cafe sederhana tapi elegan. Membuat Alfiana tersenyum melihat cafe tersebut. Pasalnya isi cafe tersebut semuanya termasuk kursi dan mejanya dan hiasan dindingnya terbuat dari kayu. Jadi lebih terlihat sederhana tapi mewah dan keren pikir Alfiana
"Kok gw baru tau tempat ini ya," takjub Alfiana saat hendak duduk disalah satu bangku cafe
"Lo nya aja yang ga pernah kesini," ucap Andrian dingin mendudukkan dirinya dikursi depan berhadapan dengan Alfiana
Alfia berdecak "Ck, emang Lo sering kesini?" Tanyanya
"Iya dulu,"
__ADS_1
"Emmm. Lo kesini sama siapa? Soalnya baru tau gw kalau disini ada cafe sebagus ini meski agak jauh sih tempat nya,"
"Sama Gabriel,"
Jawaban Andrian nampu membuat Alfiana terdiam. Moodnya tiba-tiba hilang ketika mendengar nama itu. Bukannya tidak suka tapi entah lah ia anti banget dengan nama itu. Setiap mendengar nama itu membuat moodnya selalu menurun
Andrian yang mengetahui perubahan Alfiana langsung memanggil pelayan untuk memesan makanan
"Eh mas Andrian mau pesen apa? Udah lama ga kemari,"ucap pelayan dengan tersenyum
"Cappucino satu sama coklat satu minumnya," ucap Andrian
"Loh mas, ini siapa? Ko bukan mbak Gabriel, kan biasanya mbak Gabriel" tanya pelayan saat menyadari bawah gadis yang bersama Andrian bukan Gabriel yang biasanya datang bersama Andrian
Saat mendengar pertanyaan pelayanan itu, membuat mood Alfiana menambah buruk saja. Dimana mana sudah mengenali Gabriel. Sesak itu lah yang dirasakan Alfiana saat ini
Andrian menghela nafasnya "temen gw. Alfiana namanya,"
Deg
Teman, miris sudah dirinya. Memang benar ia hanya sebatas teman. Entah lah mungkin hanya Alfiana yang berharap lebih tidak dengan Andrian. Ingat dia udah ada yang punya Al! - batinnya berseru
"Emmm ya udah mas saya kembali kedapur"pamit pelayan
"Hmm"
Pelayan itu beranjak kembali ke dapur untuk membikin kan pesanan Andrian
Alfiana masih sama tak membuka suara, ia hanya fokus dengan ponselnya. Padahal biasanya gadis di depan Andrian ini selalu berceloteh. Itu yang membuat Andrian bingung
Pesanan mereka datang. Mereka berdua menikmati dalam keheningan hingga datang lah seorang gadis yang tiba-tiba menggebrak mejanya. Membuat Alfiana terlonjak kaget dan para pengunjung yang ada disana menatap kearahnya, berbeda dengan Andrian yang hanya menatap datar
Gadis itu menatap Alfiana nyalang "Lo jadi cewe ga usah ganjen deh,"
Alfiana balik menatap dan kini ia sudah berdiri dihadapan gadis itu "Lo bilang apa tadi hmm"
Setelah Alfiana berucap. Gabriel menyeret Alfiana keluar cafe karena saat ini mereka sudah menjadi tontonan. Andrian pusing, entah ia haru berbuat apa. Siapa yang akan ia bela.
"Lepasin gw!" Seru Alfiana menghempaskan tangannya yang di Cengkram Gabriel
Gabriel. Ya gadis itu adalah Gabriel pacar dari seorang Andrian. Gabriel menunjuk ke arah wajah Alfiana yang datar "Lo itu budek atau gimana? Gw udah pernah bilang sama Lo jauhin Andrian!!"
"Gw ga pernah deketin Andrian. Inget itu!" Ucap Alfiana melirik Andrian. Andrian yang sadar dilirik hanya menghela nafas. Ia tau ia salah tapi mau gimana lagi. Sulit baginya untuk menjauhi Alfiana
"Apa Lo ga laku? Sampe pacar orang Lo deketin. Mau jadi pelakor Lo?!" Ucap Gabriel menaikkan sebelah alisnya
"Riel udah," ucap Andrian melerai
"Lo belain dia? Lo itu pacar gw! Dan dia ga tau malunya deketin Lo yang sudah jelas sudah punya pacar,"
"Jaga ucapan Lo!" Seru Alfiana tak terima
"Lo ga terima, kalo Lo ga terima jauhin Andrian,"
"Gw udah bilang kan gw ga deketin Andrian dan gw ga ada apa-apa sama Andrian. Gw.gak.suka.sama.Andrian," ucap Andrian serta penuh tekanan di kalimat terakhir
__ADS_1
Andrian terdiam. Pikirnya apa benar Alfiana tidak suka dengannya lagi?
"Bagus dong. Karena cewe murahan kaya Lo ga pantes buat Andrian," Ucao Gabriel remeh
"Lo-" ucap Alfiana terpotong oleh ucapan Andrian
"Stop!!" Seru Andrian dingin dan menatap Gabriel tajam
Gabriel menatap Andrian lalu tersenyum "Lo belain dia lagi. Dia ga pantes buat Lo An!! Di pelakor, penggoda!" Ucap Gabriel yang kini sudah menatap Alfiana "karena Lo Andrian berubah jalang!" Lanjutnya disusul dengan tamparan keras yang mengenai pipi putih Alfiana
Plakk
Alfiana memejamkan matanya merasakan panas di pipinya. Selamanya ia hidup ga pernah di tampar dan ini satu pertama kalinya ia ditampar. Lebih parahnya ia ditampar oleh cewe yang menghinanya
"Itu pantas buat Lo jalang!" Ucap Gabriel tersenyum miring
Ia menatap Gabriel tajam "Lo yang jalang! Gw ga suka cara Lo yang ga punya perasaan. Dan bodohnya Andrian,"ucap Alfiana menggantung menatap Andrian "memilih cewe kasar seperti Lo. Wajah Lo emang cantik tapi hati Lo seperti bunga bangkai BUSUK!" Lanjutnya berseru saat berucap kata 'busuk' tak lupa senyum mengejeknya ia keluarkan membuat Gabriel menggeram
Setelah itu Alfiana lalu melenggang pergi meninggalkan Andrian dan Gabriel di depan cafe
Andrian menyeret Gabriel dengan kasar menuju motornya. Ia mengantarkan Gabriel pulang. Sampainya di depan perkarngan rumah Gabriel mereka berdua turun. Saat Gabriel hendak berjalan ingin masuk rumahnya ditahan oleh Andrian
"Lo apa apaan sih," ucapnya dingin
"Dia pantas di gituin An, dia mau jadi perusak hubungan kita," ucap Gabriel memelas
"Emang hubungan kita baik-baik saja? Ngga kan!"
"An dengerin gw dulu. Gw emang salah udah selingkuh tapi gw masih sayang sama Lo,"
"Dan Lo sendiri yang udah bikin gw ga betah sama kelakuan Lo itu," ucapnya datar
"Harusnya Lo ga suka lagi sama Alfiana. Gw tau dia mantan Lo. Tapi dia mau rusak hubungan kita An. Dan ingat An Lo pernah tidur bareng gw, Lo udah lecehin gw!," Ucap Gabriel kini mulai menangis
Sebenarnya Andrian tak tega tapi mau gimana lagi. Pikirnya masalah apapun bisa diselesaikan kecuali perselingkuhan. Itulah prinsipnya
"Gw inget dan juga gw udah tanggung jawab pertahanin Lo. Tapi apa ini balasan Lo. Lo mikir harusnya Riel, Lo mikir!" Emosinya Andrian yang mulai tak terkontrol
"Lo boleh cari yang lain buat ngelampiasin rasa Lo. Dan tetap nantinya kembali sama gw. Tapi satu minta gw jangan Alfiana. Gw benci cewe itu An!!"
"Udah cukup!! Gw cape Riel Lo gini in terus. Gw juga pengen bahagia, gw pengen cewe yang benar-benar serius sama gw ga kaya Lo!" Setelah berucap itu Andrian menaiki motornya lalu melaju dengan kencang tidak memperdulikan teriakan Gabriel.
"Arghhhh anjinggg!!!" Teriaknya frustasi. Ia sangat bingung. Ia merasa lemah dan hancur karena sudah dihianati oleh kekasihnya sendiri, terlebihnya ia sudah pernah melakukan hal kotor bersama gadis itu
Dan saat seperti inilah ia terlihat rapuh dibalik dirinya yang tangguh, dingin, dan selalu menampakkan wajah datar. Semuanya hanya lah topeng belaka
.
.
.
Jangan bosen ya:)
Stay terus:v
__ADS_1
Jangan lupa tinggalin tanda bintangnya:)
Saling support juga boleh ya:)