
***happy reading***
Seorang gadis kini tengah mengendarai motornya untuk menuju markas geng GASTAR setelah ia menyaksikan keributan tadi. Ia sangat kagum dengan Andrian karena bisa mengalahkan musuhnya dalam waktu sebentar. Tak sia-sia anggotanya memilih nya sebagai ketua geng pikirnya.
Alfiana sudah sampai di depan markas dan ia langsung saja masuk hingga membuat semua manusia-manusia di dalam markas spontan menengok ke arahnya. Ya gadis itu adalah Alfiana. Dan bodohnya ia hanya menampilkan sederet an gigi nya tanpa dosa lalu duduk di samping Andrian
"Ngapain kesini?" Tanya Andrian
"Suka-suka gw dong," jawabnya enteng lalu merebut kotak p3k yang di bawa oleh Alex untuk mengobati sudut bibir milik Andrian. Ia saat ini tak ingin menunjukkan rasa cangguhnya yang ia pikirkan sekarang adalah mengobati Andrian
"Sini gw obatin," ucap Alfiana mengambil kapas dan mendekatkan dirinya ke wajah Andrian untuk membersihkan bekas darah yang mulai mengering di sudut bibir Andrian, hingga jarak antara mereka berdua terkikis. Keduanya merasakan gejolak yang membuatnya gugup dan detak jantung yang lebih cepat tak seperti biasanya.
Bahkan Andrian sendiri hanya mampu memandangi setiap inci wajah Alfiana tanpa berkata sedikit pun. Menurut nya gadisnya ini tak pernah berubah dan semakin cantik jika di lihat dari dekat. Ah bukan gadisnya ya. Lupa. Huuuuu dasar Andrian ngaku-ngaku wkwkwk
Adegan itu tak luput dari perhatian Alex dan Ananda, mereka berdua saling pandang lalu tersenyum geli menyaksikan adegan di hadapannya itu
"Makanya kalo mau berantem tu ajak-ajak dong. Masa gw cuman nonton doang kan ga seru," lanjut nya dengan menetralkan kegugupannya
Alex dan Ananda melongo bahkan Andrian pun juga ikut kaget dengan penuturan Alfiana namun sebisa mungkin ia netralkan ekspresi kagetnya sehingga tak ada yang mengetahuinya. Bisa turun dong harga dirinya kalau ketawan kaget padahal kan biasanya datar kek batu bata wkwkwk
"Lo liat tadi?" Tanya Alex penasaran
"Iya, salah Lo tadi gw mau ikut ga dibolehin jadi gw buntutin dong kalian semua," ucap Alfiana yang masih melakukan kegiatannya
Flashback on
Setah Alex dan Ananda pergi Alfiana bangkit dari duduk nya
"Mau kemana Lo Al?" Tanya Aurel
"Mau nyusul mereka," jawab Alfiana
"Gila Lo nanti kalo Lo ketawan gimana?" Kini Karina yang bertanya
"Tenang , gw ga apa-apa ko. Kalian ga ikut?" ucapnya
"Ngga deh. Gw sibuk di suruh mama nganter ke supermarket," jawab Karina
"Gw juga ga ikut ya Al. Sorry," ucap sari dan Aurel bersamaan
"Iya ga papa, santay aja kali. Gw ga bakal kenapa-kenapa ko tenang aja," ucap Alfiana lalu pergi menyusul Alex dan Ananda
Tak butuh waktu lama, saat ini Alfiana berada tak jauh dari markas ALASKAR. Ia bersembunyi di balik pohon besar di dekat warung makan. Ia menyaksikan semua kejadian dan ia tersenyum ketika Andrian mampu menghajar Gio selaku ketua geng ALASKAR.
Flashback off
"Gila Lo, kalo Lo ketawan sama geng ALASKAR gimana bego," ucap Ananda
"Ya tinggal gelud lah," jawabnya enteng. Tak butuh waktu lama ia sudah selesai mengobati luka Andrian
"Besok jangan gitu,"kali ini Andrian yang berbicara
"Kenapa? Seru tau," ucap Alfiana
Namun hanya deheman lah yang keluar dari bibir Andrian"Hmmm"
"Alfiana gendeng," ucap Alex yang langsung mendapat tampolan dari si empu
"Aw, anjing sakit goblokz" dumel Alex merasa sakit di lengannya karena ulah Alfiana
"Mampos!!" ucap Ananda seru karena ia sangat suka jika Alex dianiaya begini
"Sahabat laknat Lo,"
"Bodo amad gw ganteng," ucap Ananda sembari terkekeh. Andrian hanya memutar kedua bola matanya
"Ya udah deh, gw pulang dulu. Cuman mau ngingetin aja kalo mau tawur lagi jangan lupa ngajak gw oke," ucap Alfiana terkekeh lalu bangkit dari duduknya dan melangkah keluar dari markas
"OGAH BANGET LO JELEK AL!!" triak Alex
"ENAK AJA, LO ITU YANG JELEK KAYA KUDANIL TERDAMPAR DI LUMPURAN !!" Jawab Alfiana tak kalah kuat nya berteriak dari kejauhan
Yang mendengar triakan dari Alfiana langsung saja menertawai Alex. Bagaimana tidak orang Alex yang notabe nya tampan di katai seperti kudanil terdampar ya ketawa lah. Aneh memang Al ini bicaranya selalu tanpa filter
"Anjing si Al," umpat Alex, hingga ia mendapat tatapan tajam dari Andrian. Yang di tatap hanya menyengir kuda saja
__ADS_1
______________
Saat sampai rumah Alfiana langsung bergegas membersihkan badannya yang terasa sangat lengket. Tak butuh waktu lama ia selesai dengan ritual nya. Ia merebahkan badannya di kasur king size nya karena merasa sangat lelah
Getar handphone miliknya mengusik ketenangannya, mau tak mau ia ambil dan membuka room chatt nya yang ternyata dari grup bersama sahabatnya
Ciwi girl 😍
Aurel : Al Lo dimana? Gimana tadi?
Sari : 2
Karina : belum pulang mungkin, kalo ga dia ikut atraksi wkwkwk
Aurel : @karina palak kau itu
Karina : canda janda
Aurel : gila Lo Kar. Mainnya janda janda an. Ngapa ga duda aja wkwkwk
Karina : gw masih doyan bujang kali bukan duda anak dua
Sari : sapa tau kan Lo doyan
Karina : gak
Gw disini
Aurel : gimana tadi Al ?
Sari : iya Al gimana?
Ya ga gimana gimana lah, Gw nonton dari kejauhan tadi. Mau keluar udah selesai tawurnya
Karina : terus Lo ketawan ngga?
Ya ngga dong Al gitu loh
Ia terkekeh dengan jawabannya yang sok sombong. Ga papa lah sombong sama sahabat sendiri - pikirnya
Aurel : sombong nya kambuh anjing
Karina : mintaa di tampol pake sendal jepit tu mulut ahahaaha
Aurel : gelud yuk
Ayok kapan Rel kita gelud nya wkwkw
Aurel : ga jadi lah kalo lawannya Al nyerah gw:(
Karina : Cemen Lo
Sari : 2
Aneh
Setelah membalas chatt dari sahabatnya ia langsung menutup room chatt nya dan menutup matanya hingga ia tertidur dan menuju alam mimpinya yang menurutnya sangat indah di banding dunia nyata wkwkwk
__________________
"MAMA, PAPA AL PULANG!!" triak Alfiana saat memasuki rumah
"Kamu ini triak-triak mulu kalo masuk rumah. Kali-kali salam gitu kek," ucap Indah heran dengan tingkah putri semata wayangnya itu
"Ya elah ma, kan biar ga sepi ni rumah," jawab Alfiana lalu melenggang menuju kamarnya
"Dasar bocah," cibir Indah memandang punggung putrinya yang sudah menjauh
Di kamar bernuasan warna putih, Alfiana bersantai setelah selesai ritualnya. Ia mengotak ngatik handphone nya untuk membaca cerita di aplikasi orange. ******* nama aplikasi nya. Dimana tempat kehaluan tinggi seorang gadis yang bermalas malasan.
Sama seperti gadis cantik ini yang sedang bermalas malasan dan mengisi kegabutannya dengan membaca cerita *******. Ia merebahkan diri di kasur yang menurutnya tempat paling nyaman di banding yang lain
"Ih apa an sih cowo nya goblok banget, mau-maunya di manfatin cewenya. Kalo gw udah ogah tu،," kesal Alfiana di saat cerita ******* yang ia baca tokoh cowo nya sangat goblok mau-maunya dimanfaatin menurutnya
"Ga suka ah, mending tidur gw,"lanjutnya lalu ia kembali dari aplikasi orange itu
__ADS_1
Saat ia memejamkan mata, namun matanya kembali terbuka. Bayangan-bayangan dimana dia sedekat tadi saat bersama Andrian membuatnya tersenyum
"Ngapain coba gw mikirin tu cowo. Ga usah gr Al. Masa di deket dia trus di tatap dia Lo baper sih,"monolog nya merutuki ke gr annya saat ditatap oleh Andrian
Ia kembali menutup matanya, naasnya ia terus saja terbayang wajah datar milik Andrian namun tampan menurutnya "arghhh udah dong jangan mikirin dia lagi, inget dia udah bukan siapa-siapa Lo lagi Al!"serunya untuk meyakinkan diri
"Tapi gw masih sayang sama dia, masih sama seperti dulu meski gw merasa kecewa dan berusaha ngelupain. Arghhh!! kenapa begini jadinya. Kenapa Lo kembali An. Kenapa kita harus berpisah dulu. Gw sayang sama Lo An. Gw dulu emang egois tapi itu karena Lo An!!. Gw pengen kek dulu An, kita bareng-bareng lagi. Tapi sepertinya itu mustahil, itu hanya sebuah angan," lanjutnya dengan tanpa izin air matanya meluruh membasahi kedua pipinya disaat ia mengingat memori-memori bersama Andrian . Sungguh miris batinnya
Ia tersenyum kecut mengingat kejadian itu lalu buru-buru ia usap jejak air mata nya dengan kasar. Dan langsung menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya agar dapat tertidur. Hingga tak lama denguran halus terdengar yang tandanya gadis itu sudah tertidur.
Jadi mellow deh
___________________
Yah, terkadang melupakan seseorang memang lah sulit jika ia sudah sangat menyayanginya Meski orang tersebut telah melakukan kesalahan yang membuatnya kecewa.
Melupakan mu tak semudah berkata aku sudah melupakannya-Alfiana Ratih
____________________
Nampaknya matahari malu-malu untuk menampilkan wujutnya, terbukti saat ini cuaca sedikit mendung dan juga hari ini hari minggu hingga membuat seorang gadis enggan untuk bangkit dari tidurnya. Padahal alarm handphone miliknya sudah berbunyi sedaritadi.
Dengan mata masih tertutup, ia meraba raba mencari benda pipih yang berbunyi mengganggu tidurnya sedari tadi. Kalanya sudah ketemu langsung ia matikan dan lempar sembarangan padahal kini sudah pukul 9 pagi. Menurutnya jika terlempar terus jatuh, terus pecah ya tinggal beli lagi lah. Anak sultan mah bebas
"Bangun!!!! Sudah siang ini!!"triak indah mengguncang guncangkan tubuh Alfiana dengan keras
Namun nihil, hanya lenguhan yang terlontar dan menggeliat kecil dari sang empu
Indah memiliki satu ide untuk membangunkan putrinya yang kebo "WOYY!!! BANJIR BANJIR!!!! Triaknya
Alfiana yang mendengar triakan itu seketika langsung bangun "aaaaaaaaa banjir mama, tolong Al huaaaaaa!!!" Triaknya seketika. Membuat Indah tertawa terpingkal pingkal
Al yang baru menyadari bahwa ia di kerjai oleh mamanya mendengus kesal pasalnya mamanya saat ini tengah menertawai dirinya
"Ih mama jahad deh , suka bener bikin anak sendiri sengsara,"dumel nya
"Abisnya di bangunin susah banget kamu. Udan jam berapa ini hah?" Ucap Indah meredakan tawanya
"Masih jam 9 ma,"
"Anak gadis jam 9 pagi di bilang masih. Sana bangun mandi trus turun makan," ucap Indah lalu berlalu meninggalkan Alfiana yang mengumpat ga jelas namun tetap di jalani perintahnya oleh gadis itu. Memang aneh.
Setelah selesai Alfiana menuruni anak tangga menuju ruang makan dimana disana sudah ada mama dan papanya
"Selamat pagi ma, pa." sapa Alfiana dengan tersenyum lebar
"Pagi palakmu nak, udah jam berapa ini," cibir Indah
"Husst mama ga boleh gitu sama anaknya," ucap Hendrik memperingati istrinya
"Nah ma dengerin papa tu,"
"Kamu juga Al anak gadis bangunnya siang," ucap Hendrik papanya hingga si empu hanya meringis memamerkan giginya
"Itu mata kamu kenapa Al," tanya Indah penuh selidik
Ia gelagapan harus jawab apa "Eemm ini ma, tadi malem Al baca ******* trus ceritanya sedih banget jadinya nangis bombay deh," alasannya agar mamanya tak mengetahui bahwa nangisnya karena teringat masalalu. Ah sepertinya memang yang namanya masalalu selalu gentayangan dipikiran, kek setan wkwkwk
"Oh, kirain kenapa,"
"Hehehehe,"
Hendrik menggeleng kan kepala "Ada-ada saja kamu ini," ucapnya kepada Alfiana
"Ada lah pa,"
.
.
.
Jangan lupa vote yaa!
Follow juga, follback DM aja oke;)
__ADS_1
Maap banyak teypo
terimakasih