Return Of Old Love

Return Of Old Love
14. return of old love


__ADS_3

...***happy reading***...


...___________________________________________________...


...Tidak ada orang yang biasa saja jika orang yang dekat dengannya didekati oleh orang lain sekalipun ia hanya sebatas mantan...


...-Alfiana Ratih-...


...______________________________________________________...


Alfiana duduk lesehan dilantai tanpa alas yang berada di rofdor. Mood nya hilang seketika. Entah semenjak ia mengetahui ada gadis lain yang mergelayut manja dengan Andrian dadanya terasa sesak


Kenapa ia tak tau kalau ada murid baru cewe? Entah lah mungkin karena ia bodo Amad dengan sekitar


Tanpa aba-aba cairan bening luruh seketika dari pelupuk matanya. Langsung ia hapus dengan kasar ia tak mau ada yang tau kalau dia rapuh hanya masalah cowo


"Gw bodoh ya masih ngarepin tu cowo yang jelas udah di gondol sama tante-tante girang gitu," monolog nya sambil terkekeh


"Udah lah Al, mungkin temennya itu," sahut Aurel tiba-tiba. Memang Aurel lah yang langsung mengejar Alfiana setelah berkenalan dengan Gabriel


Sepontan Alfiana menengok ke arah sumber suara "kok Lo tau gw disini?" Menaikkan sebelah alis nya


"Tau lah, Lo kalo sedih atau apa lah pasti ke rofdor Alfiana Ratih yang cantik,"


"Bisa aja Lo,"


"Udah jangan nangis lagi deh. Seorang Alfiana sad miris banget idup Lo," cibir Aurel yang kini sudah duduk di samping Alfiana


Alfiana yang di ejek langsung menampol lengan Aurel "enak aja Lo bilang!" Setelah itu mereka berdua tertawa


"Tapi gw udah terlanjur sayang sama Andrian Rel," lanjutnya setelah tertawa


"Iya gw tau Al. Tapi jangan terlalu di pikir. Positif thinking aja okey," ucap Aurel menatap sahabat disampingnya


"Iya Rel Lo benar," jawab Alfiana lalu tersenyum


Tett


Tett


Tett


Bel masuk berbunyi nyaring. Semua murid berhamburan memasuki kelasnya masing-masing. Namun berbeda dengan Alfiana yang tetap kekeh dengan pendiriannya yang masih berada di rofdor


Sekarang ketiga sahabatnya sudah duduk disampingnya. Tentu saja tujuannya untuk menemani Alfiana


Brak


Hantapan pintu terbuka membuat keempat gadis yang sedang duduk santai terkejut dan mengumpat


"Anjing!!" Teriak Karina sepontan


"Mulut Lo anjing," komen Aurel


"Lo juga bilang kasar woyyy!"teriak Sari disamping telinga Aurel . Membuat si empunya mengelus-elus telinganya


"****** jangan di telinga juga teriaknya," kesal Aurel


Dari arah pintu, cowo yang mendobrak pintu dengan keras berjalan ke arah mereka. Dan duduk di samping Alfiana


Namun Alfiana tampak acuh dengan kehadiran cowo di sampingnya itu. Andrian yang merasa di acuhkan melirik ke arah Alfiana. Cowo itu adalah Andrian

__ADS_1


Aurel, Karina dan Sari hanya saling pandang. Mereka tau Alfiana dan Andrian butuh waktu untuk bersama hingga ia harus meninggalkannya


"Al gw ke kelas aja ya," ucap Aurel


"Ngapain?"


"Masih laper tadi belum kenyang keganggu sih," sindir Sari. Sari memang terlihat lebih dewasa dan pendiam namun sekali ucap nusuk sampe jantung


"Ya udah kita ke kelas dulu," lanjutnya


"Iya,"


Mereka bertiga akhirnya meninggalkan Alfiana dan Andrian sendirian


Hening. Tak ada percakapan diantara mereka berdua. Keduanya fokus dengan pikirannya masing-masing


"Al," panggil Andrian sambil menatap gadis yang di panggilnya


"Apa?" Jawabnya juga ikut menatap Andrian. Hingga keduanya saling pndang.


Andrian tau sangat tau bahwa Alfiana sedang cemburu


"Tadi Gabriel,"


"Emmm cantik aslinya ya ketimbang fotonya," ucapnya tersenyum


"Hmmm,"


"Bener bukan pacar Lo?"


"Iya,"


"Emmm,"


Tak terasa denguran halus terdengar oleh Andrian. Ternyata Alfiana sudah tertidur pulas. Andrian menatap gadis di sampingnya itu tersenyum namun senyum nya pudar dikala ia mengingat adanya Gabriel


Ia tak sanggup untuk jujur yang sebenarnya, ia tak ingin menyakiti perasaan Alfiana. Ia belum siap kehilangan Alfiana. Andrian muak dengan kehidupan ini terlalu rumit menurutnya. Ia menarik rambutnya kasar. Ia kecewa dengan dirinya sendiri. Ya benar itu lah yang saat ini dirasakannya


Jam terakhir sudah habis kini semua murid berhamburan keluar kelas untuk pulang. Andrian perlahan menggoyang badan Alfiana hingga Alfiana terbangun


"Udah pulang?" Tanyanya sembari mengumpulkan nyawa yang belum terkumpul


"Hmm,"


Alfiana bangkit lalu berlalu keluar rofdor meninggalkan Andrian.


"Kok kalian belum pulang?" Tanya Alfiana saat sampai di kelasnya


"Baru bel sayang, masih rame di luar ga mau gw desek-desek an gitu sama banyaknya manusia-manusia," cerocos Karina


"Emmm. Ya udah ayok pulang. Eh gw nebeng dong supir gw ga jemput nih," pinta Alfiana serta menunjukkan gigi putihnya yang rapi


Ketiga sahabatnya memutar bola matanya. Ini nih yang beda sama Alfiana. Ia kalau sedih tidak terlihat karena temannya satu ini pintar sekali menyembunyikan kesedihannya


"Ya udah bareng gw aja," ucap Aurel


"Utututu cangtip nya my besplen,"ucapnya lebay lalu memeluk Aurel


"Anjim sesek Al,"


"Sorry deh," lalu melepaskan pelukannya

__ADS_1


"Parkir yuk," ajak Karina diangguk i oleh ketiganya


sampainya di parkiran disana sudah ada Andrian ddk.


"Pulang bareng gw," ajak Andrian Kepada Alfiana


"Tapi gw udah sama Aurel An,"


"Ga ada penolakan,"


Sudah, jika Andrian sudah berbicara seperti itu tandanya tak mau dibantah. Terpaksa ia harus pulang sama Andrian


"Rel, maaf ya gw di anter sama Andrian," ucap Alfiana tak enak hati


"Udah deh ga papa kaya sama siapa aja. Hati-hati ya Al," jawab Aurel


"Thanks,"


Hendak Alfiana menaiki motor Andrian tiba-tiba ada gadis yang menarik lengannya hingga ia hampir terjatuh. Untung saja ada sahabatnya yang mampu memegangi Alfiana


"Apa-apa an sih Lo!" Seru Aurel tak trima karena sahabatnya di gitukan


"Udah Rel," relai Alfiana. Ia tak mau berdebat, hatinya sedang kacau sangat kacau yang ia inginkan adalah segera pulang


"Sorry. Gw yang mau nebeng Andrian bukan Lo," ucap Gabriel menunjuk kearah Alfiana


"Eh kita belum kenalan ya, kenalin gw Gabriel Artika Nella panggil aja Gabriel. Gw pacarnya Andrian," lanjutnya juga mengulurkan tangannya kearah Alfiana. Andrian yang mendengar penuturan Gabriel hanya menghembuskan nafas panjang. Hal yang ia sembunyikan kini terbongkar sudah


Terkejut?pasti. Alfiana sangat terkejut bahkan ketiga sahabatnya pun juga ikut terkejut


Alfiana menerima uluran dengan ragu tapi ia berlaga tak ada apa-apa "gw Alfiana Ratih. Panggil saja Al,"


"Ayo Rel pulang," lanjutnya lalu menarik tangan Aurel ke motor Aurel


Andrian? Cowo itu hanya mampu diam saja tidak ada yang ia dibela. Bingung itulah yang ada dipikirannya sekarang


Alfiana dan sahabatnya sudah melesat jauh. Hingga tinggal kedua sahabatnya, dirinya dan Gabriel saja. Karna sekolahan kini sudah sepi


"Tadi Al kok mau bareng Lo sih An," ucap Gabriel manja. Membuat Alex dan Ananda jijik. Hingga langsung melesat meninggalkan Andrian dan Gabriel saja


"Nebeng, ga dijemput,"


"Gw bareng Lo ya,"


"Hmm,"


.


.


.


.


Heyyy apa kabar? Baik kan? Alhamdulillah


Jangan lupa vote and koment ya:)


Maaf banyak kata-kata kasar


Maaf juga kalau typo

__ADS_1


Stay truss okey!!


__ADS_2