Return Of Old Love

Return Of Old Love
02. return of old love


__ADS_3

...***happy reading***...


Alfiana Ratih gadis cantik yang saat ini masih tertutup selimut disekujur tubuhnya karena ia sangat malas untuk beranjak dari kasurnya yang nyaman. Karena mengingat hari ini adalah hari Minggu jadi ia urungkan untuk anjak dari kasurnya namun gedoran pintu yang keras mampu membuat gadis itu terusik dari tidurnya, ditambah teriakan yang berasal dari balik pintu kamarnya itu yang tak lain adalah suara sahabat-sahabatnya.


"Al!!!! Bangun Lo udah jam berapa ini ******!!"teriak Karina yang notabe suaranya paling cempreng diantara sahabatnya.


"Al, gw sama Karina dan Sari udah dari tadi nunggu Lo, tauk!"triak Aurel tak kala kerasnya.


"Eh Lo berdua bisa diem ga, rumah orang ni!" Kesal Sari dengan tingkah sahabatnya yang ga tau malu.


"Ya salah Al lah di panggil dari tadi ga bangun-bangun,"sewot Karina.


Sela diperdebatkan mereka tiba-tiba pintu pun terbuka dan menampakan seorang gadis yang matanya masih tertutup, rambut berantakan dan tentunya masih mengenakan piyama tidurnya.


"Brisik Lo," ketus Alfiana dengan mata yang masih menutup.


"Abisnya Lo diteriakin sampe suara gw mau abis gak bangun-bangun," ucap Karina kesal


"Gw ngantuk," jawab Alfiana akan beranjak masuk kamar kembali


"Eh, Lo cepetan mandi kita jalan-jalan. Udah lama kita gak jalan-jalan bareng." Ucap Aurel


"Iya, tunggu bentar. Ganggu aja Lo ah," lalu Alfiana berlalu untuk bersiap-siap


Mereka bertiga langsung turun ke ruang tv untuk menunggu Alfiana selesai, sambil menikmati makanan dan minuman yang disuguhkan oleh Bi Ani selaku pembantu Alfiana. Tak lama Alfiana turun dengan mengenakan bawahan celana jeans, atasan kaos pendek berwarna putih tak lupa wajahnya sedikit dipoles agar tidak terlihat pucat dan juga membawa tas selempangnya. Alfiana menghampiri ketiga sahabatnya.


"Kuyu kita berangkat," ucap Alfiana setelah sampe didekat sahabatnya.


"Kuyyy let's go!" seru mereka bertiga. Dan Alfiana hanya memutar bola matanya malas.


Setelah itu mereka berempat berangkat ketujuan utama yaitu cafe untuk mengisi perutnya yang cacing-cacingnya mulai menjerit kelaparan.


____________


Di tempat lain Andrian berkumpul dengan kedua sahabatnya disebuah cafe didekat mall Jakarta. Mereka bertiga sangat asik dengan makanan yang terhidang yang termasuk makanan teraktiran dari Andrian. Karena Andrian yang mengajak keluar jadi mau tak mau dia lah yang harus menteraktir, itupun karena dipaksa oleh kedua sahabatnya.


"An Lo kemarin ngapain ngajak Alfiana ke taman belakan sekolah?" tanya Alex disela mereka sibuk dengan makanannya masing-masing.


"Gak papa," jawab Andrian singkat.


"Yaelah Lo mah sok gak papa aja padahal ada apa-apa. Kek cewe Lo," sahut Ananda dengan santai sambil memakan kentang goreng nya. Yang langsung mendapat tatapan tajam dari Andrian.


"Canda bos canda,"ucap Ananda diselingi cengiran.


Alex hanya terkekeh meliah kedua sahabatnya seperti itu yang menurutnya itu lucu apa lagi ketika Ananda seperti ketakutan karena ditatap oleh Andrian.


Disela percakapan mereka, lonceng cafe berbunyi menandakan ada seseorang yang masuk dan mereka bertiga serempak melihat ke arah suara itu. Namu setelahnya mereka saling pandang kecuali Andrian yang diam lurus menatap seorang gadis yang sedang menatap nya juga.


Itu pun tak berlangsung lama karena Andrian memutuskan kontak mata secara sepihak. Baginya menatap gadis itu rasanya ingin menggenggam tangan gadis itu dengan erat tak ingin ia lepas seperti dulu lagi.


Cukup dulu ia merasa bodoh mengabaikan gadis yang benar-benar menyayangi dirinya. Setelah itu tak lama para gadis itu melewati meja yang dipakai oleh Andrian dkk.


"Cuwiwit Hay cantik," goda Alex kepada Alfiana ddk. Yang memang Alex lah termasuk play boy

__ADS_1


"Apaan sih,"sewot Karina ketus


"Mampusss loo, seorang playboy ditolak mentah-mentah," ucap Ananda dengan tawa yang menggelegar.


"Enak aja Lo, liat aja nanti,"tegas Alex tak trima.


"Okey gw tunggu," jawab Ananda yang masih tertawa.


"Heyy, sini duduk sini aja gabung sama kita-kita," ajak Alex baik kepada Alfiana ddk.


"Boleh? Kalo iya oke-oke aja sih iya gak gays," sahut sari dengan santai.


"Gak ah cari tempat lain aja," tolak Alfiana dengan melirik ke arah Andrian dan ternyata Andrian sedang melihat dirinya juga, dengan gerakan cepat Alfiana langsung mengalihkan pandangannya.


"Ga papa kali Al biar akrab sama cogannya Garuda," ucap Aurel dengan mengedipkan sebelah matanya kepada Ananda.


"Ngapain mata Lo kedip-kedip, kelilipan?" Tanya Ananda kepada Aurel .


"Eh ngga ko, ayok gays kita duduk sini aja. Kalo rame lebih seru tauk," ajak Aurel kepada ketiga sahabatnya sambil menarik kursi yang berada disamping Ananda kemudian ia duduki.


Mau tak mau mereka bertiga pun bergabung mengikuti Aurel bergabung dengan Andrian. Dan semuanya semakin akrab, namu berbeda dengan Andrian dan Alfiana yang tetap diam tak mengeluarkan suara sedikitpun meski hanya Alfiana yang tersenyum melihat tingkah sahabatnya yang sangat absurt setelah berteman dengan Alex dan Ananda. Beda dengan Andrian yang hanya diam namu sesekali ia hanya melirik ke arah Alfiana ia sedikit lega melihat gadisnya dulu yang sedih karenanya dan sekarang sudah tidak lagi meski tak tau dengan sebenarnya.


Alex pun memecahkan keheningan diantara Andrian dan Alfiana karena memang ia sudah tau tentang mereka berdua.


"An diem aja Lo, bisulen," tanya Alex kepada Andrian.


"Ngaco Lo, mana ada bisulen gak bisa ngomong," sahut Ananda sambil menonyor kepala Alex.


Seketika mereka semua tertawa termasuk Alfiana ikut tertawa mendengar ucapan Alex yang konyol itu. Andrian yang melihat Alfiana tertawa ia sedikit menarik ujuk bibirnya membentuk senyum yang tak dapat dilihat oleh siapapun hanya dirinya yang tau.


Lagi-lagi mereka tertawa karena Alex dan Ananda


...____________________________________________________...


...Mantan biarkan mantan, tak semua yang berbau mantan itu buruk. Maka dari itu lebih baik berbaikan dari pada bermusuhan dengan mantan yang malah membuatmu menyimpulkan bahwa dirimu sendirilah yang buruk ketimbang mantanmu....


...____________________________________________________...


Hari ini adalah hari Senin dimana semua murid SMA Garuda sedang melaksanakan upacara bendera. Namun berbeda dengan empat gadis dan tiga cowo itu, mereka bertujuh sedang berada dirofdor sekolah untuk membolos upacara.


Dari kejadian kemarin mereka semua semakin dekat begitu juga dengan Andrian dan Alfiana. Itu semua karena sahabat mereka yang semakin lama, semakin dekan jadi mau tak mau Andrian dan Alfiana berbaikan juga meski mereka masih cangguh seperti saat ini saat berkumpul walau Alfiana lebih banyak bicara dengan sahabatnya.


"Ternyata sekolah ini ada rofdornya ya," ucap Alex yang baru tau tentang tempat itu.


"Iya lah, kalau bukan Alfiana yang memberitahu kita gak mungkin kita-kita sering disini," sahut Aurel dengan menunjuk Karina dan Sari.


"Beneran Lo duluan yang tau Al?"tanya Alex


"Iya bahkan tempat ini jadi tempat favorit gw untuk menyendiri atau berkumpul dengan tiga curut ini nih," jawab Alfiana dengan menganggap ketiga sahabatnya curut. Yang tentu saja tidak diterima oleh mereka.


"Enak aja Lo ngatain kita curut," ucap Karina dengan menonyor kepala Alfiana diangguki oleh Aurel dan Sari.


"Iya deh iya gw minta maaf," jawabnya dengan memutar bola matanya.

__ADS_1


Setelah itu hening menyelimuti mereka semua, namu tak selang beberapa menit Andrian berdehem mencairkan keheningan.


"Hemmm," dehem Andrian.


"Ngapa Lo?"tanya Ananda kepada Andrian.


"Gw mau ngomong sama Alfiana,"ucap Andrian dengan muka datarnya


"Ya kalo mau ngomong mukanya gak usah datar juga kalik," seka Alex menggelengkan kepalanya karena heran dengan sikap Andrian yang kaya es batu.


"Ya udah kami berlima ke kelas dulu,"ajak Aurel karena mengerti dengan situasi ini.


Mereka berlima pun pergi meninggalkan rofdor dan hanya menyisakan Andrian dan Alfiana. Kedua pasang mata itu saling diam tak ada yang bersuara. Akhirnya Alfiana bersuara terlebih dahulu.


"Lo mau ngomong apa sama gw?"tanya Alfiana


"Gw pengen kita baikan," ucap Andrian yang wajah nya tetap datar.


"Iya, yang dulu ga usah di bahas lagi An," jawab Alfiana dengan menatap Andrian.


"Iya," ucap Andrian yang sama apa yang dilakukan Alfiana sehingga mereka saling tatap dan terdiam dengan pikirannya masing-masing sebelum Alfiana memalingkan wajahnya karena malu ditatap seperti itu, tepatnya ia tak kuat ditatap cowo yang ia rindukan.


"Gw ke kelas dulu,"ucap Alfiana lalu bangkit dari duduknya


"Gw antar," ucap Andrian yang ikut bangkit dari duduknya.


"Tapi An-" sela Alfiana.


"Ga ada penolakan," potong Andrian tegas.


Alfiana hanya mendengus kesal dengan Andrian yang selalu seenaknya sendiri tanpa ada bantahan. Sehingga mau tak mau Alfiana menuruti perintah Andrian untuk mau diantar ke kelasnya.


Di sepanjang jalan mereka berdua menjadi sorotan utama bagi murid-murid SMA Garuda. Kejadian ini akan menjadi gosip besar bagi murid SMA Garuda karena seorang Alfiana Ratih yang tak pernah sekalipun berjalan beriringan dengan cowo dan ini momen paling uwuu bagi semuanya. Sehingga banyak pula tatapan mereka yang menatapnya dengan iri, jengkel, dan berbagai macam suasana lagi.


Hingga Alfiana merasa risih dengan tatapan-tatapan yang mereka berikan berbeda dengan Andrian yang tidak memperdulikankan semuanya.


"An gw malu ditatap mereka,"ucap Alfiana lirih.


"Biarin aja mereka itu iri," ucap Andrian dengan entengnya.


Hingga membuat Alfiana menghela nafas panjang "Huh,". Dan Andrian hanya meliriknya.


Hingga tak sadar mereka berdua sudah sampai di kelas Alfiana yang langsung ditatap oleh semua siswa kelas tersebut karena mereka melotot dengan apa yang dilakukan Andrian kepada Alfiana yaitu sebelum anjak dari kelas Alfiana, Andrian sempat mengacak pucuk rambut milik Alfiana dengan halus. Yang membuat Alfiana mematung tak percaya. Hingga ketiga sahabatnya menghampirinya dan membuyarkan lamunanya.


"Balikan lagi Lo sama Andrian?" tanya Karina kepo. Yang hanya mendapat gelengan dari si empunya.


"Ya elah gw tanya serius Al," ucap Karina memutar bola matanya malas.


Dengan menghela nafas akhirnya Alfiana menjawab pertanyaan sahabatnya itu "Gw cuman baikan lagi sama dia, gak lebih," lalu pergi ketempat duduknya. Dan diikuti oleh ketiga sahabatnya yang masih ragu oleh jawaban Alfiana


-lanjut terus ya:)


-jangan bosen , semoga suka:)

__ADS_1


-vote sama komentar juga ya:)


-terimakasih


__ADS_2