
...***happy reading***...
Sesampainya di rumah. Alfiana merebahkan tubuhnya di kasur selepas membersihkan badannya. Ucapan gadis itu mampu menghantui pikirannya saat ini
Apa benar dia pacarnya Andrian? Atau hanya mengaku ngaku saja? Atau Andrian yang bohong? Tapi buat apa Andrian berbohong padanya? Entahlah tak tau. Pertanyaan pertanyaan itu saat ini memenuhi pikirannya
Siapa yang harus ia percayai saat ini? Andrian atau gadis itu?. Menurut kalian siapa? Gatau? Ya udah lanjut aja ya wkwkwk
"Arghhhh ngapain gw mikirin itu sih," ucapnya frustasi
Kecewa? Pasti. Tapi seedikit. Toh juga ga ada salahnya jika Andrian sudah memiliki kekasih, bukan?
Derrtt
Benda pipih milik Alfiana yang berada di sampingnya bergetar. Segera mungkin Alfiana ambil dan membuka siapa yang mengirim pesan padanya
Andrian Es Batu❄️
Jam 7 malam gw jemput
Pesan tersebut adalah pesan dari Andrian. Buat apa dia jemput gw? -batinnya
Mau kemana?
Udah ikut aja
Iya, tapi kan aku tanya mau kemana?
Kepo Lo
Apaan sih
Read
Setelah di read oleh Andrian benda pipih yang ia pegang langsung dilempar sembarangan
"Apaan sih tu cowo ga jelas banget," dumelnya
__________________
Alfiana duduk bersila di ranjang kamar serta kepala ranjang ia jadikan sandaran. Ia melihat jam yang berada di nakas dekatnya, yang sudah menunjukkan pukul setengah 7
Segera mungkin ia bangkit memilih pakaian yang akan ia kenakan untuk keluar nanti. Sekiranya sudah cocok seperti yang ia kenakan saat ini kaos putih pendek dan celana jeans setelah itu ia langsung menuju meja rias. Wajahnya ia beri bedak bayi sedikit hingga terlihat natural tak lupa juga ia memoles bibirnya memakai liptin agar terlihat tidak pucat. Rambutnya hanya ia cepol biasa. Itupun ia sudah terlihat sangat cantik
"Cantik juga gw," ucapnya terkekeh
Hingga panggilan dari luar pintu kamarnya terdengar
"Al udah di tunggu sama An," panggil Indah
"Iya ma," ucapnya sembari membuka pintu kamar
"Noh, di ruang tamu udah ada Andrian,"
"Iya ma. Ya udah ayo turun ma," ajak Alfiana
"Ayo," jawab Indah
Kedua anak dan ibu kini menuruni anak tangga menuju ruang tamu. Disana sudah ada Andrian yang duduk di sofa bersama Hendrik papa Alfiana
"Maaf An nunggu lama," ucap Alfiana saat sampai di samping Andrian
"Iya ga papa," jawab Andrian
"Ya udah ma pa, An sama Al pamit keluar dulu," lanjutnya
"Hati-hati nak," ucap Indah
"Jaga putri papa boy," ucap Hendrik kepada Andrian
"Siap pa," jawab Andrian lalu keluar di susul Alfiana
__ADS_1
Hingga kini sampai di taman kota. Sebenarnya Alfiana penasaran kenapa ia di ajak keluar? Tapi setiap ia bertanya pasti ga ada jawaban yang membuatnya puas
"An, ngapain sih kita kesini. Enakan juga rebahan dirumah," ucap Alfiana kesal. Menurutnya ini hanya membuang buang waktu saja
"Gw minta maaf," ucap Andrian dingin namun serius
"Buat?" Tanyanya
"Gw udah bohong sama Lo," jawab Andrian yang saat ini sudah menatap gadis didepannya secara intens
Tatapan itu membuat Alfiana tak sanggup untuk memandangnya hingga ia mengalihkan pandangannya "ga papa. toh juga wajar kalo Lo punya pacar. Kan kita ga ada apa-apa," ucapnya
"Tapi tetep aja gw udah bohong sama Lo,"
"Ga papa An. Dan gw minta sekarang Lo jatuhin gw," ucapnya lirih dan menunduk
"Gw ga bisa kalo harus jatuhin Lo Al,"
"Kenapa? Kenapa ga bisa An? Gw ga mau jadi perusak di hubungan kalian," luntur sudah pertahanan Alfiana. Air mata yang ia tahan akhirnya jatuh juga
"Jangan nangis," ucap Andrian sembari menghapus air mata Alfiana
"Jauhin gw,"
"Jangan paksa gw buat jauhin Lo Al!!" Bentak Andrian sudah tak tertahan. Jujur dia benar-benar tidak bisa jika harus menjauhi gadisnya dulu
Alfiana yang tersentak kaget karena bentakan sepontan menjauh dari Andrian. Dia kecewa. Papa nya saja tidak pernah membentak nya kenapa orang lain justru membentaknya lebih parahnya cowo yang ia sayang
"Jauhin gw An," ucap nya lagi dengan nada yang sangat lirih
Andrian tak tega, ia juga sakit melihat Alfiana menangis itupun karenanya. Andrian langsung mendekat dan menarik Alfiana untuk di peluk.
Tadinya Alfiana memberontak. Tapi semakin lama Alfiana sudah tidak memberontak lagi. Mungkin sudah lelah karena lebih kuat Andrian
Dalam pelukan, Alfiana tetap menangis. Andrian merasakan baju nya basah. Ia kendurkan pelukannya agar Alfiana tidak terasa sesak
"Udah jangan nangis Al," ucapnya mengelus rambut Alfiana. Alfiana hanya mengangguk
Ini semua salahnya tidak seharusnya ia berbohong dan tidak seharusnya ia membentaknya. Sudah lah. Sudah terlanjur juga
Dalam perjalanan hanya hening diantaranya. Tidak ada yang membuka suara. Tak butuh waktu lama mereka sampai di rumah Alfiana.
"Makasih An,"
"Iya. Langsung tidur."
"Iya,"
"Gw pulang,"
"Hati-hati,"
Andrian mengangguk, setelah itu langsung meninggalkan rumah Alfiana.
Lelah, sangat lelah rasanya saat ini. Entah lah lelah jiwa atau batinn, Alfiana juga tak tau. Ia merebahkan dirinya di kasur king size nya.
Ia berusaha memejamkan mata agar cepat tidur namun selalu gagal. Pikirannya akhir-akhir ini selalu terganggu hingga membuatnya susah untuk tidur. Lelah dengan pikirannya sendiri perlahan ia menutup matanya hingga tertidur pulas
___________________
Berung berkicau di luar sana. Nampaknya gadis yang tengah tertidur sedari malam belum sadarkan diri. Padahal sekarang sudah pukul 6 pagi
"ALFIANA BANGUUUUN!!!!!" teriak Indah dari luar pintu kamar putrinya
"ALFIANA!!!!"
"BANGUN KAMUUU!!!!!"
"SUDAH DI TUNGGU SAMA ANDRIAN DI BAWAH!!!"
Yap! rupanya teriakan terakhir mampu membangunkan Alfiana. Terbukti kini ia bergegas bangun dan berlari ke kamar mandi. Tak butuh waktu lama kini ia sudah selesai dengan persiapan sekolahnya meski di pandang jauh dari kata rapih
__ADS_1
"Al udah bangun ma," ucapnya cengengesan
"Astaghfirullah Al, kamu itu niat sekokah nggak sih. Baju berantakan gitu," dumel Indah
"Biarin," jawabnya lalu melenggak pergi meninggalkan mamanya yang bergeleng geleng dan mendumel
"Pagi pa, An." Sapa Alfiana lalu duduk di kursi samping Andrian
"Buruan makan udah di tunggu nih," suruh Hendrik
"Iya pa, sabar ngapa."
"Papa udah sabar sayang,"
"Noh sayangnya papa masih ngedumel dari kamar Al,"ucapnya terkekeh melihat mamanya yang komat kamit turun dari kamarnya
Andria yang melihat Alfiana seperti itu. Sedikit bingung. Apa dia lupa dengan kejadian tadi malam? Entah lah ia juga tak tahu
Selesai makan. Alfiana dan Andrian pamit untuk berangkat sekolah. 15 menit sudah mereka berdua sudah sampai di sekolahannya. Seperti biasanya mereka menjadi sorotan murid SMA Garuda. Buka mereka berdua kalau tidak bodo amad dengan sekitar
"Gw kekelas dulu," ucap Alfiana
"Iya, belajar yang bener," ucap Andrian tak lupa ia mengacak rambut Alfiana
"Ih An jangan diberantakin,"Kesal Alfiana
"Biarin,"
"Tauk ah. Gw ke kelas,"ucapnya lalu pergi ke kelasnya
Sesampainya di kelas ia langsung di introgasi oleh ketiga sahabatnya
"Al Lo ga papa kan?" Tanya Aurel
"Ga papa lah," jawab Alfiana santai
"Lo berangkat sama Andrian?" Tanya Karina dan mendapat anggukan dari si empu nya
"Itu beneran pacar nya Andrian Al? Tapi kok kaya tante girang ya," ucap Sari
"Parah Lo gitu-gitu manusia," seka Aurel
"Ya gw tau yang namanya tante itu manusia bego," ucap Sari serta menonyor kepala Aurel
"Anjimm Lo!" Seru Aurel karena kepalanya di toyor toyor
"Udah-udah jangan berantem. Gw kasih tau ya. Jadi Gabriel itu emang pacar nya Andrian," ucap Alfiana enteng
"Beneran!" Seru ketiganya
Alfiana memutar bola matanya "iyaaaa,"
"Ah masih cantikan Lo Al," ucap Karina
"Iya tuh bener kata Karina," ucap Sari membetulkan ucapan
"Jangan gitu lah. Ga boleh dosa. Tapi bener sih," tawa Alfiana pecah di ikuti oleh ketiga sahabatnya
"Alfiana bego!" Seru ketiganya yang masih tertawa
Hingga bell masuk berbunyi. Mereka berempat kembali duduk di bangkunya masing-masing
.
.
.
Jangan lupa vote dan komen ya. Terimakasih
Maaf typo dan banyak kata kasarnya
__ADS_1