
...***happy reading***...
Rupanya nasib tak berpihak kepada gadis manis yang menghentak hentakkan kakinya. Karena ia terlambat lagi
"Anjing gw terlambat lagi," gumamnya
"Auk ah bolos aja enak," lanjutnya
Lalu ia memanjat pagar belakang sekolah yang terlihat sepi sebab saat ini pembelajaran sedang berlangsung
Ia mendarat dengan mulus didalam area sekolahnya setelah berupaya memanjat pagar itu "akhirnya sampe juga,"
Kini ia menuju rofdor, tempat yang tepat untuk membolos. Sebelumnya ia sudah mengabari ketiga sahabatnya bahwa ia membolos. Tanpa di duga ketiganya malah ikut membolos. Setia kawan banget wkwkwk
Alfiana mendudukkan pantatnya di lantai yang beralasan tikar "huhf, gini kan enak ga pusing mikirin pelajaran,". Ya, gadis itu adalah Alfiana.
Tak sadar di rofdor juga ada orang lain hingga ia terlonjak kaget saat ada yang menyentuh pundaknya dari belakang
"Anjing hantuu!!!!!" Triaknya
"Gw bukan hantu bego,"menutup telinganya karena triakan dari Alfiana yang sangat nyaring
Alfiana menoleh kearah sumber suara dan terkejut "hah! Ko Lo ada di sini An?" Tanyanya
"Bolos" jawab Andrian singkat. Yang mengagetinya tadi adalah cowo dingin namun tampan yaitu Andrian
Alfiana mengangguk kan kepalanya "sendirian aja,"
"Iya,"
Hening itulah yang terjadi saat ini hingga tiba-tiba pintu terbuka dengan keras. Ternyata ketiga sahabat Alfiana yang mendobrak pintu rofdor
Alfiana memutar bola matanya "Biasa aja kali buka nya,"
"Woh rupanya ga sendiri Lo Al," ucap Aurel
"Iya tuh," tambah karina. Ketiganya berjalan menuju ketempat Alfiana dan Andrian dan ikut duduk bersama mereka berdua
"Iya,"jawab Alfiana.
Andiran hanya bersandar dan diam memejamkan mata menikmati angin yang menerpanya tanpa memperdulikan ketiga sahabat Alfiana
Hingga tak lama, tiba-tiba pintu terbuka dengan keras kembali. Mereka semua spontan menengok ke arah pintu yang sudah menampilkan Bu Citra yang berkecak pinggang
__ADS_1
"Kalian ini mau jadi apa, kalo sekolah aja bolos begini!!" Seru Bu Citra menghampiri mereka
"Eh ada Ibu, kami cuman santai doang kok," jawab Karina maju untuk menyalimi Bu Citra, namun di tepis
"Ngapain kamu mau nyalimin saya, ga bakal saya luluh!" Ucap Bu Citra yang terlihat sangat marah
Alfiana berdiri lalu mendekat ke Bu Citra "Bu, kata papa saya. Kalo udah ibu-ibu itu ga boleh marah-marah nanti bisa cepet tua,"
"Nah bener tu Bu kata si Al. Apa Ibu mau keliatan tua terus keriput kulitnya. Hiii saya ngery sendiri bayanginya," ucap Aurel menyetujui ucapan Alfiana juga menakut nakuti gurunya itu
Bu Citra nampak nya berfikir namun tiba-tiba "gak, Ibu ga peduli. Sekarang kalian saya hukum!"
"Eh jangan dong Bu," tolak Sari memohon
"Ga mau tau, sekarang kalian berlima hormat di di lapangan bendera sampe jam istirahat, sekarang!!"seru Bu Citra lalu meninggalkan mereka
Akhirnya mereka semua menurut dan turun dari rofdor untuk melaksanakan hukumannya
Panas yang terik membuat mereka sangat kelelahan terutama keempat gadis itu, karena harus berdiri dan menahan panas di tubuhnya
"Huh capek gw," ucap Alfiana lirih
"Iya nih. Coba gw ga ikut-ikut Lo Al, mungkin gw ga kena hukum," ucap Karina
"Salah Lo sendiri ngikutin gw," ucapnya sambil menyeka keringat di dahinya
Alfiana yang merasa tak terkena panas matahari ia mendongak dan langsung bertubrukan dengan hezel milik Andrian. Lalu ia tersenyum
"Makasih An," ucapnya
Andrian mengangguk dan berdehem
"Huaaamm... Seakan dunia milik berdua,"cibir Aurel. Hingga ia mendapat tatapan tajam dari Andrian. Yang di tatap hanya menyengir tanpa dosa
Dari kejauhan terlihat Alex dan Ananda menghampiri mereka dan ia menggoda mereka semua. Sungguh nikmat sekali membuat temannya sengsara
"Yang aus, yang aus," ucap Alex lalu meneguk air mineral dingin yang ia pegang
"Kalian mau ga?" Tawar Ananda menyodorkan botolnya di depan kelima temannya
"Anjing Lo," tunjuk Aurel ke arah Alex
"Peh, mantap seger banget di leher. Ahhhh anyess," ucap Alex dengan meragakan tangannya menyentuh lehernya dari atas kebawah
__ADS_1
"Seger ya Lex apa lagi pas panas-panas gini"
Membuta keempat gadis itu sebal dan mengumpat karena di goda oleh Alex dan Ananda disaat ia di hukum panas-panas an begini
Andrian menatap tajam kedua sahabatnya "Pergi Lo," saat jengah dengan godaan kedua sahabatnya
"Elah bos seger tau. Bos mau," ucap Alex menyisirnya botol yang ia genggam. Andrian menatapnya nyalang hingga membuat Alex bergidik ngeri lalu pergi menarik Ananda meninggalkan mereka.
Namun kedua cowo itu kembali lagi dengan menenteng sekresek yang tak salah berisi air mineral. Setelah bel istirahat berbunyi mereka berlima menjadi sorotan dan mendapat bisikan-bisikan dari murid yang melewatinya
"Eh bukannya itu Alfiana sama sahabatnya ya,"
"Iya tuh. Mereka ga kapok ya kena hukuman terus,"
"Mana itu murid baru waktu itu kan , ikut kehukum dia,"
"Iya tuh, idih mau-maunya Andrian sama Alfiana yang bad gitu,"
"Iya, padahal suka nya bolos aja mana sering terlambat lagi,"
Seperti itu lah bisikan-bisikan mereka yang melihat Alfiana mendapat hukuman. Namun masih didiam kan oleh Alfiana karena ia lelah berdiri di panasan. Ingin rasanya ia cincang mulut murid-murid yang mengatainya tapi ia urungkan kapan saja bisa pikirnya
Mereka berlima menghampiri Alex dan Ananda yang duduk lesehan di bawah pohon
"Nih buat kalian. Baik kan gw," sombong Alex sambil menyodorkan kresek yang berisi air mineral dingin
Aurel mengambil dengan sewot "alah baik dari mananya, kalo ga di pelototin sama Andrian ga bakal pergi beli minum,"
"Bener tuh, pasti tetep godain kita-kita orang," tambah Karina
"Yang penting kan udah gw beliin kalik. Bukanya trima kasih malah ngomel Lo," ucap Ananda
"Semerdeka Lo," ucap Aurel lalu meneguk air mineral nya
"Udah sih jangan ribut. Aus gw, sini minta dua botol," ucap Alfiana menerima dua botol yang di berikan oleh Aurel . Satu botol ia berika ke Andrian satu botolnya lagi ia teguk sampe setengah
"Nih,"
"Hmm," menerima pemberian Alfiana lalu meneguknya hingga tak tersisa
.
.
__ADS_1
.
Jangan lupa vote okey:)