
...***happy reading***...
Dilain tempat ketiga cowo tengah melihat adegan dimana seorang cewe sedang berdebat di dekat pintu masuk kantin yang kini tengah menjadi tontonan
"Gilaaaaa, Mantan Lo keren banget sekarang An!" Seru Alex kagum
"Hooh bener kata Alex, Alfiana berubah ga lemah kek dulu," tambah Ananda
"Gw juga salut sama dia,"ucap Andrian sedikit menarik ujung bibirnya yang hanya dia seorang yang mengetahuinya.
"Ajak balikan Sono, ga ada cewe yang kek dia," ucap Ananda
"Kalo Lo ga mau, gw gebet deh tu si Al," kata Alex langsung mendapat tatapan tajam dari Andrian
"Eheheh canda boss, mana bisa gw Nikung Lo yang ada gw abis di tangan Lo," cengir Alex
"Ya udah samperin tu anak yok, sekalian mau modus sama Aurel gw," kata Ananda lalu berjalan meninggalkan Alex dan Andrian.
"Eh bocah, gaya nya soso an mau modus di tatap aja ngisut tu anak," ucap Alex tak habis pikir dengan sahabatnya itu. Lalu ia dan Andrian ikut menyamperi Alfiana ddk
_______________
"Hay cantik boleh gabung ga," goda Ananda kepada Aurel
"Apaan sih ga jelas,"ketus Aurel risih dengan hadirnya Ananda yang hobinya menggoda
"Ga usah ketus-ketus dong neng," godanya lagi
"Pergi sana deh Lo!! Enek gw liat nya,"seru Aurel dengan tatapan tajam menuju retina Ananda langsung
"Gila galak juga ni gadis," kata Alex yang baru datang bersama Andrian
"Diem Lo kadal hutan,"ketus Aurel
"Enak aja gw ganteng begini di katain kadal hutan sama anoa," ucap Alex tak trima
"Hah apa Lo bilang, gw anoa. Lo itu taik nya,"ucap Aurel tak suka di bilang anoa oleh Alex dan ia langsung pindah duduk di tengah antara Sari dan Karina
"Apa an sih Lo, sempit tauk pantan Lo lebar,"ucap Karina hingga membuat kedua cowo didepannya tertawa berbeda dengan Andrian yang hanya diam lalu duduk di samping Alfiana yang tengah memakan bakso nya tanpa terusik oleh kegilaan sahabatnya
"Kenapa diem?"tanya Andrian di dekat Alfiana
"Lapar, enakan makan," jawab Alfiana lalu melahap bakso nya lagi yang tinggal satu sendok
"Enak?"
"Enak banget, Lo mau tapi tinggal kuah doang,"ucap Alfiana sampul menyengir tanpa dosa
"Mau nambah?"tawar Andrian
"Ngga deh udah kenyang,"jawab Alfiana
"Aelah akur niii e sekarang yaa,"goda Alex dramatis
"Iya nih, mantan rasa pacar. Eaaaaa," lanjut Ananda
"Apaan sih kalian ni,"ucap Alfiana menahan malu oleh perkataan yang di ucapkan Alex dan Ananda
"Ga usah malu kali Al,"kini Karina yang menggodanya
"Ga jelas Lo Kar,"seka Alfiana kini pipinya sudah merona bak kepiting rebus
"Aelah gitu aja pipi nya udah kaya tomat busuk,"kali ini Sari yang menggoda
Andrian yang melihat tingkah Alfiana hanya bisa menahan senyum nya. Tak menyangka gadisnya dulu tetap sama meski sekarang status nya berbeda.
Hingga tak lama bel masuk berbunyi, mereka bertujuh meninggal kan kantin namun tidak untuk masuk kelas melainkan untuk bolos di rofdor sekolah. Sesampainya di rofdor mereka semua bersantai karena di sana juga tersedia alas lantai hingga baju nya tak akan kotor, dan disana juga terdapat ruangan sedikit kecil tempat lemari es yang berisi banyak jajan hingga tak repot² membawa jajanan jika ingin memakan makanan di rofdor. Itu semua di sediakan oleh Alfiana, karena itu ide nya. Memang Alfiana terbaik deh author jadi pengen:(
"Gw mah kalo begini terus betah, udara sejuk, banyak makanan juga, mana geratis lagi,"ujar Alex yang tengah membopong berbagai makanan yang ia ambil dari lemari es
"Dasar perut karet,"cibir Karina
"Iri bilang boss,"ucap Alex lalu duduk dan menakan makanan yang ia bawa
"Bagi kali Lex,"kata Ananda kepada Alex
__ADS_1
"Ambil sendiri lah, disono masih banyak," jawabnya.
"Pelit Lo kuburannya sempit,"ucap Ananda
"Orang dia di bakar hidup-hidup ko tanpa di kubur,"sahut Aurel
"Mulut Lo minta di sunat,"kata Alex
"Bego apa gimana Lo, mana ada mulut di sunat,"ucap Alfiana dengan tawa yang menggelegar yang lain pun juga ikut tertawa selain Andrian tentunya
"Tau tuh, otaknya jatuh mungkin. Udah jelas kalo yang di sunat itu anu Lo eh ini malah bilang nya mulut,"ucap Aurel tak kalah kerasnya ia tertawa
"Iya juga ya, yang di sunat kan anu gw bukan mulut Lo," ujar Alex
Ananda dan Andrian menonyor kepala Alex "Bego Lo nya," ucapnya bebarengan
"Lah Lo berdua ko bisa sih punya sahabat kek dia,"tunjuk Karina kearah Alex, tak habis pikir bagaimana jalannya otaknya itu
"Nemu di selokan,"ucap Andrian ngawor yang langsung mendapat pukulan di lengannya yang ternyata dari tangan mungil milik Alfiana
"Enak aja Lo ngomong, gitu-gitu sahabat Lo juga kali,"ucap Alfiana dengan sedikit terkekeh
"Nah betol tu kata Alfiana. Untung ada yang bela gw,"kata Alex
"Gr Lo," ucap Alfiana singkat
"Mampos loo ga ada yang bela," seru Karina sambil tertawa
"Habis di terbangin di jatuhin, sakit ati Alex Mak,"ucap Alex dengan dramatis nya. Hingga membuat sahabatnya tertawa karena tingkahnya
_________________
Saat mereka asik bercanda tawa, terdengar suara handphone berbunyi hingga membuat mereka berhenti tertawa yang ternyata itu milik Andrian
Ia merogoh saku celananya untuk mengambil handphonenya lalu bangkit dan mengangkat panggilan dari Aldan, seorang cowo yang menjabat sebagai anggota gengnya. GASTAR
"Ada apa?" Ucap Andrian langsung ke inti karena ia tak mau berbosa basi
"Gawat bang, markas geng kita di serang sama geng ALASKAR sekarang," ucap Aldan di sebrang sana
Lalu ia menyelonong keluar dari rofdor namun di hentikan oleh triakan Alex yang menggelegar
"Bos Lo mau kemana!" Triak Alex
"Markas kita di serang, gw mau kesana,"ucapnya dingin lalu pergi meninggalkan yang lainnya
"Ayok kita susul si bos," ajak Ananda langsung bangkit dari duduknya dan melangkah pergi
"Ayok,"jawab Alex lalu mengikuti Ananda dibelakang nya
"Gw boleh ikut?"tanya Alfiana tiba-tiba yang membuat langkah kedua cowo itu terhenti bahkan membuat ketiga sahabatnya melongo
"Lo gila, Lo cewe. Disana bahaya mending Lo disini aja,"ucap Alex
"Bener kata Alex, kalo Lo ada disana dan kenapa-kenapa pasti Andrian marah sama Lo,"tambah Ananda
"Tapi gw pengen ikut,"
"Dengerin aja kata mereka berdua Al , mending kita disini. Mereka pasti bisa nanganinnya sendiri ko. Lo tau kan gengnya dia hebat semua,"kata Sari yang di setujui oleh sahabat-sahabat nya
"Oke deh gw ga jadi ikut. Jangan sampe kalah,"
"Beres deh," ucap Ananda dan Alex bebarengan dan langsung meninggalkan mereka di rofdor
____________
Kini Andrian dan kudua sahabatnya berada di tengah-tengah antara anggotanya yang memang mereka bertiga menjadi inti geng.
"Kenapa bisa di serang," tanya Andrian dingin dan menatap anggotanya tajam hingga mampu membuat anggotanya bergidik ngeri bak akan di makan hidup-hidup
"Itu bang ga tau, tiba-tiba geng ALASKAR nyerang dan ngancurin cendela markas kita dengan melempari batu," jawab salah satu anggotanya
"Persiap kan diri kalian. Kita datengin markas ALASKAR sekarang," perintah Andrian kepada semua anggota nya.
"Dan ingat jangan ada yang bawa senjata kalau sampe ada berhadapan langsung sama gw," lanjutnya
__ADS_1
Mereka semua tau jika bosnya sudah berbicara dingin dan serius tandanya ia sedang marah. Dan di pastikan tak ada yang bisa membantah satu pun. Semua anggota dan inti geng langsung menuju motornya masing-masing menuju markas musuhnya yang telah mengusiknya lagi
Tak butuh waktu lama mereka semua kini berada di depan markas milik ALASKAR
Andrian turun dari motornya dan menuju ke markas ALASKAR di ikuti oleh anggotanya di belakang. Di dekat pintu utama ternyata ada satu anggota ALASKAR yang langsung di dekati oleh Andrian
"Mana bos cupu Lo itu," ucapnya dingin dan datar
"Mau apa Lo cari bos," tanya anggota ALASKAR.
"Mau panggilin atau gw masuk paksa," ucap Andrian dengan menatap anggota ALASKAR tajam hingga yang di tatap takut dan segera masuk memanggil bos nya atau ketua geng ALASKAR
"Wah-wah ada tamu istimewa rupanya," ucap Gio Algibran selaku ketua geng ALASKAR yang kini berdiri di hadapan Andrian
"Mau Lo apa," tanya Andrian ketus
"Mau gw geng Lo itu bubar," ucap Gio tersenyum miring
"Lo mau geng kita bubar? Ga kebalik tuh," sahut Alex mengejek
"Ga ada kaca kalik Lex," sambung Ananda dan langsung membuat anggota GASTAR tertawa
Gio mengepalkan tangannya tak trima karena ia di ejek oleh geng musuhnya. Dan tanpa ba-bi-bu ia langsung menyerang Andrian secara tiba-tiba
BUGH
Gio berhasil membogem sudut pipi Andrian hingga cowo itu mengeluarkan darah karena tak siap untuk di serang
SERANG!!!
ucap kedua ketua geng memerintahkan anggotanya
Dengan senyum smirk nya Andrian menatap tajam gio lalu membalas Bogeman dari Gio
BUGH
BUGH
BUGH
Tiga kali pukulan berhasil melumpuhkan Gio lawannya "cuman segitu kemampuan Lo" tanya Andrian
Dengan tenaga yang dimiliki Gio bangkit dan membalas Andrian namun gagal karena Andrian lebih cekatan menangkis tangan Gio lalu memelintir tangannya hingga si empu meringis "arghhh,"
"Ga usah sok jagoan kalo nyata lo ga mampu,"ucap Andrian dingin pas di telinga Gio
"Anjing Lo," umpat Gio tak trima
Karena Andrian kesal dengan umpatan Gio, ia kembali membogem rahang milik Gio hingga mengeluarkan darah dan pingsan
BUGH
"Gw harap ini Bogeman gw terakhir buat Lo," ucap Andrian sebelum kesadan Gio menghilang
"Berhenti!!! Kita pulang!!" Seru Andrian mengajak anggotanya
"Lah An cepet banget," ucap Alex
"Ketuanya udah tepar," jawab Andrian
"Tuh urus bos Lo yang sok jagoan nyatanya sama Andrian aja langsung koid,"suruh Ananda kepada salah satu anggota ALASKAR dengan tawa
Mereka lalu meninggalkan markas ALASKAR dan kembali ke markas mereka sendiri untuk mengobati luka-luka yang ada di tubuhnya
Tanpa di sadari ada seorang gadis yang melihat semua kejadiannya dengan tersenyum bangga. Alfiana. Ya siapa lagi kalau bukan dia karena hanya dia lah yang ingin ikut ke markas namun di larang hingga ia memilih membuntuti saja
.
.
.
Jangan lupa vote okey!!
Komen dan follow juga deh!
__ADS_1
Stay trus ya:v