
...***happy reading***...
Andrian aja masuk kelasnya dan mendudukkan bokongnya kekursinya. Ia langsung mendapatkan pertanyaan dari Ananda sahabatnya.
"Lama banget Lo, Lo apain si Al?"tanya Alex denga mengamati Andrian secara intens.
"Ngapain Lo liatin gw gitu," ucap Andrian yang tak suka dilihat seperti itu.
"Gw curiga aja. Nanti si Al Lo apa-apa in. Yang notabenya Lo masih sayang sama dia," jawab Alex yang sudah duduk dengan benar di depan Andrian.
"Gak gw apa-apa in, pikiran Lo itu mesum terus" ucapnya datar.
"Lo masih sayang kan sama si Al?"tanya Ananda serius
"Hmmm," namun hanya deheman yang terlontar dari bibir Andrian.
"Yaelah kalo Lo masih sayang perjuangin lagi lah, emang Lo mau kehilangan kesempatan ini. Karena memang saat ini lah yang pas buat Lo deketin si Al lagi toh jugaan dia gak punya cowo semenjak sama Lo padahal udah tiga tahun yang lalu," ucap Alex panjang lebar untuk menyemangati sahbynya itu.
"Tumben Lo pinter," cibir Ananda
"IRI BILANG BOSSS!!!"teriak Alex tak terima.
"Ga usah teriak ngapa," ketus Andrian karena sahabatnya sudah mengundang seisi kelas menatap mereka.
"Ibu-ibu dan bapak-bapak maapin kawan saya ya, ini memang lagi habis obatnya jadi gilanya kambuh lagi deh," ucap Ananda dengan nyengir dan tangannya yang menyembah untuk meminta maaf kepada teman sekelasnya. Karena tak terima Alex langsung saja menjitak kepala Ananda dengan keras.
Tak
"Anjing Lo,"ucap Ananda dengan kesal.
"Kan salah Lo sendiri," ucap Alex.
"Serah deh auk ah gelap," ucap Ananda sambil mengibaskan tangannya layaknya sedang mengibaskan rambut panjangnya.
"Jijik gw," ucap Alex bergidik ngeri dengan melakukan sahabatnya itu.
Dan Andrian hanya mampu menggelengkan kepalanya heran dengan kelakuan kedua sahabatnya yang tak akan pernah berhenti berdebat meski hanya masalah sepele.
Bel pulang berbunyi, semua murid berhamburan menuju parkiran untuk segera pulang. Sama seperti keempat gadis yang begitu menawan berjalan beriringan. Tak banyak siswa yang melirik dan memuji kecantikannya namu tak dihiraukan oleh mereka. Yang mereka ingin saat ini adalah pulang dan beristirahat.
"Sar Lo pulang bareng sapa?"tanya Karina kepada Sari.
"Gw bawa mobil sendiri kok,"jawab Sari yang langsung di angguk i oleh Karina.
"Ya udah gw duluan ya, sopir gw udah dateng tu," tunjuk Aurel ke arah sopir nya.
"Oke hati-hati," ucap ketiganya serempak.
"Kalo Lo sama sapa Al? Bareng gw aja,"ajak Karina.
"Ngga lah, bentar lagi Pak Budi Dateng kok buat jemput gw," tolak Alfiana halus. Ya Pak Budi adalah laki- laki yang sudah sedikit tua yang bekerja sebagai sopirnya.
"Kalo gitu gw sama Sari pulang duluan ya," ucap Karin dan langsung beranjak meninggalkan Alfiana diikuti Sari dibelakangnya.
"Hati-hati," ucapnya langsung diangguki oleh Karina dan Sari. Setelah itu mobil mereka berdua melesat hilang tak terlihat.
Sudah setengah jam Alfiana menunggu Pak Budi datang namun tak kunjung datang hingga handphonenya berdering memunculkan kontak bernama 'PakBudi'.
"Halo pak, gimana?" Tanya Alfiana sopan karena ia tau lawan bicaranya lebih tua darinya.
"Anu no, maaf. Saya tidak bisa menjemput. Tiba-tiba nyonya menyuruh saya untuk mengantarnya ke mall," jawab Pak Budi di sebrang sana.
"Oh, iya ga papa pak. Biar Al naik taxi saja," ucap Alfiana
__ADS_1
" Iya non, non hati-hati dijalan ya. Kalo ada apa-apa langsung hubungin pak Budi aja," tawar Pak Budi.
"Iya pak," jawab Alfiana dan langsung mematikan sambungan televonnya.
Alfiana hanya menghela nafas panjang karena Pak Budi tidak bisa menjemputnya pulang
___________________
Dari kejauhan saat hendak melajukan motornya Andrian melihat gadis yang berdiri didepan gerbang sekolahnya, sepertinya ia mengenali sosok gadis yang sedang berdiri itu. Tak mau ambil pusing Andrian pun langsung melaju menghampiri gadis itu yang ternya memang ia kenali yaitu Alfiana.
"Kenapa belum pulang?"tanyanya datar
"Eh anu Pak Budi gak jadi jemput gw," jawab Alfiana kaget, tiba-tiba disampingnya sudah ada Andrian.
"Naik," ucapnya dingin.
"Hah gw?"tanya Alfiana. Memastikan bahwa memang dia yang diajaknya.
"Cepet," tegas Andrian
"I-iya," ucap Alfiana gugup dan langsung menaiki motor ninja milik Andrian yang sudah lama tidak ia naiki, ia rindu segalanya tentang cowo yang berada didepannya.
Tiba-tiba Andrian melepas jaketnya dan berikan kepada Alfiana.
"Pake. Tutupin paha Lo," ucapnya datar.
"Iya, makasih," ucap Alfiana lirih. Ia tak menyangka bahwa Andrian masih sama. Sama seperti dulu jika menyangkut dirinya, sehingga akan diperhatikan seperti saat ini.
Setelah itu mereka melajukan motornya membelah jalanan Jakarta yang ramai. Hingga tak membutuhkan waktu lama mereka sudah sampai didepan gerbang rumah yang menjulang tinggi serta didalamnya terdapat rumah bercat putih yang begitu besar dan mewah, rumah itu adalah rumah milik Alfiana.
Alfiana turu dari motor Andrian dan mengucapkan terimakasih.
"Makasih An," ucapnya dengan senyum yang mengembang.
"Hmmmm," namun Andrian hanya berdehem dan langsung pergi melenggang meninggalkan Alfiana yang berdiri.
_____________
Ciwi girl😍
Aurel : gayss cafe yuk.
Karina : hayukkk, jam berapa?
Aurel : nanti malam jam 7 pada bisa gak?
Karina : gw bisa!!
Sari : gw juga bisa.
Karina : Alfiana mana ni?
Aurel : lagi molor mungkin.
Sari : boker dia wkwkwkwk.
Enak aja Lo bilang boker sar!
Sari : iya deh soryy.
Karina : gimana Lo bisa gak Al nanti malem kumpul bareng?
Iya gw bisa kok.
Aurel : okey lah langsung ke cafe aja nanti.
__ADS_1
Karina : oke.
Sari : 2
3
Aurel : sip
Read
Setelah itu Alfiana keluar dari room chattnya dan mematikan handphonenya. Ia bergegas memilih dress yang akan ia kenakan nanti malam.
____________
Dilain tempat, tiga cowo tengah memakan cemilan dan membuang sampahnya sembarangan hingga Andrian menggeram kesal dengan kedua sahabatnya. Karena sejak kedatangan kedua sahabatnya sekarang kamarnya seperti kapal pecah dimana sampah cemilan berserakan diamana mana dan bantal yang tergeletak dilantai. Andrian hanya mampu menghela nafas.
"Bersihin nanti," ucapnya dingin
"Sabar boss nanti kita beresin kok kalo gak lupa ehehe," jawab ales dengan menyengir.
"Serah,"
"An gw mau ngomong serius," tiba-tiba Ananda berbicara serius.
"Lah gaya Lo serius-serius an," ucap Alex sambil memikul Ananda dengan bantal disampingnya.
"Gw serius ogep," kesal Ananda
"Iya deh iya lanjut," Alex pun mengalah ketimbang harus berdebat.
Setelah perdebatan kecil itu Ananda mulai bertanya serius kepada Andrian sahabatnya itu
"Gw tanya serius An," ucap Ananda
"Tanya apa?" Jawabnya
"Lo masih sayang kan sama Alfiana?"tanya Ananda yang sudah duduk manis disamping Andrian
"Iya," Singat, itulah yang keluar dari bibir Andrian
"Kalo Lo sayang sama dia, perjuangin An. Itu saran dari gw. Karna gw tau pasti banyak cowo yang ingin bersanding sama dia. Tapi karena dia masih menutup hatinya yang kelihatan banget dari sorot matanya, dia itu masih sayang sama Lo An," ucap Ananda panjang lebar sambil menepuk nepuk bahu Andrian untuk memberi semangat.
Andrian yang mendengar penuturan sahabatnya langsung menatap sahabatnya "iya gw usahain buat merjuangin dia sekali lagi" final sudah ucapan Andrian yang mampu membuat kedua sahabatnya tersenyum.
"Gw bakal dukung Lo An," ucap Alex yang sudah ikut duduk didekat mereka berdua
"Lo harus bisa dapetin Alfiana lagi An, meski dia anaknya bad tapi dia itu baik," lanjut nya.
"Iya, makasih udah dukung gw," balas Andrian. Lalu Alex tiba-tiba memeluk Andrian
"Jijik goblokkk,"ketus Andrian
"Gw terharu bego," seka Alex
"Bodok," ucap Andrian
Setelah itu kedua sahabatnya pamit untuk pulang karena hari sudah mulai larut malam dan meninggalkan kamar Andrian yang sudah tak berbentuk.
Sehingga Andrian sendirilah yang membersihkan kamarnya dengan kesal.
Yang berantakin siapa yang beresin siapa dasar onggok buangan tu curut- batinnya.
-makasih udah mampir ya:)
-jangan lupa vote sama komentar ya
__ADS_1
-see you