Robot Vs Manusia

Robot Vs Manusia
Bab 12


__ADS_3

Felix dibawa ke tengah tengah pengadilan robot untuk diadili. Diruangan tersebut sudah bersedia beberapa robot prajurit, Hakim Agung, raja Mula, Simula dan beberapa robot berpengaruh lainnya.


"Bawa dia kemari" Teriak Hakim agung


Felix terpaksa digotong oleh beberapa robot karena kakinya yang melepuh akibat oli panas. Para robot melihat hal tersebut kebingungan karena dari kaki Felix keluar darah yang banyak.


"Darimana kau berasal" Tanya Hakim


"Dari kerajaan Nusantara yang mulia" Jawabnya


"Kerajaan Nusantara? Apakah kerajaan Nusantara memiliki satu Raja?" Tanya Hakim


"Tentu"


"Berapa banyak manusia yang ada di Nusantara" Tanya raja Mula


"Tidak terhitung"


Semua para robot terkejut mendengar kesaksian Felix


"Apa tujuanmu menghampiri kerajaan RSoM" Tanya raja Mula


"Aku diperintahkan Rajaku untuk menjelajah bumi"


"Apa yang dia gunakan" Tanya Hakim kepada raja Mula


"Sebuah kendaraan yang mampu berjalan di air Tuan" Jawab B1


"Kami menyebutnya kapal laut" Ujar Felix


"Kau begitu lancang" Teriak Hakim berdiri


"Katakan apa tujuanmu datang ke kerajaan RSoM!" Teriaknya lagi lalu duduk


Felix hanya diam. Kemudian Robot dokter menghampiri Felix

__ADS_1


"Ijinkan aku Tuan" Sembari memberi hormat


"Silahkan" Jawab Hakim


Robot dokter menghampiri Felix dengan semua peralatan medisnya.


"Apa tujuanmu menghampiri kami" Ujar Dokter robot sembari merobek pipi Felix dengan perlahan


Felix berteriak kesakitan karenanya


"Aku sudah katakan" Ujar Felix bergetar


"Boleh aku tau nama cairan merah yang ada di wajahmu?"


"Darah. Tolong hentikan, ini sangat sakit" Ujar Felix gemetar meneteskan air mata


"Stoop!" Teriak raja Mula


"Apa yang ada di bola matanya" Tanya Hakim


"Lanjutlan" Ujar Hakim


"Refleksi ya. Ambilkan penyumpat mulut" Teriak Dokter


Robot tersebut membentuk petak pada pipi Felix untuk membuka kulit bagian luar pada pipi Felix. Darah Felix bertumpahan hingga robot tersebut menjadi bingung dan ingin tau darimana asal cairan tersebut.


Kemudian dia mengambil kulit bagian luar Felix dan menaruhnya ke tubuhnya. Robot tersebutpun kagum karenanya.


"Tuan lihat. Fungsi benda lentur ini adalah untuk melindungi bagian dalam pada tubuh manusia ini" Ujarnya kepada Hakim


Kemudian dia menaruh kulit tersebut diatas wadah yang sudah disediakan.


"Mau kau apakan benda lentur itu" Tanya Hakim


"Tuan banyak diantara kita, para robot merasa sangat terbakar jika terkena matahari. Hingga kerajaan meminta untuk berhenti beraktivitas di luar ruangan ketika siang hari. Mungkin makhluk ini menciptakan benda lunak itu untuk membuat mereka bisa leluasa keluar ruangan" Ujar A1 kemudian duduk

__ADS_1


"Buka besi penutup mulutnya" Ujar Hakim


Felix teriak dengan sangat kesakitan. Felix sangat menangis dan bercucuran air mata.


"Tolong saya. Saya tidak bermaksud untuk menyakiti siapapun. Tolong saja" Ujar Felix menangis


"Siapa yang menciptakanmu!" Teriak Hakim


"Tuan alangkah baiknya kita tutup saja mulutnya" Ujar A1


Kemudian mulut Felix kembali di tutup. Robot tersebutpun kembali menguliti pipi sebelah yang belum di kuliti. Dia membetuk pola petak juga lalu mencabutnya dari daging wajah Felix hingga dia sangat merasakan kesakit yang luar biasa.


Kemudian robot itu pergi memutari Felix sembari memperhatikan setiap bentuk dan liku liku tubuh Felix.


"Tubuhnya serupa dengan tubuh para robot Tuan. Ijinkan aku membuka semua kulitnya sesuai bentuknya" Ujarnya memberi hormat


"Silahkan" Ujar Hakim


Robot tersebut mulai menguliti Felix dari leher hingga kaki dalam keadaan masih hidup. Kulit Farel utuh tak terputus dari sayatan dokter robot tersebut.


Farel tidak mampu menahan rasa sakit hingga dia terpingsan.


"Apa itu yang ada di dadanya. Berdetak seperti jam dinding" Ujar Hakim


Robot tersebut langsung menusuk jantung Felix hingga dia mati.


"Ini ternyata tuan sumber darah dan kehidupannya" Ujar robot itu


Kemudian robot tersebut mengenakan kulir Felix layaknya mengenakan piayama dengan terkagum dan memberikan rasa hormat kepada Hakim dan raja Mula.


"A1 beserta A12 segera jumpai saya" Ujar Raja Mula


"Pengadilan selesai" Ujar Hakim menepuk palu


Tubuh Felix dibawa keruangan khusus untuk di selidiki lagi.

__ADS_1


__ADS_2