Robot Vs Manusia

Robot Vs Manusia
Bab 23


__ADS_3

Tuooot Tuooot Tuot Tuot Tuooot *Suara Sangkakala terakhir


Tembok gerbang ketiga berhasil di robohkan. Pasukan robot mengantisipasi serangan mendadak. Para robot belum masuk ke dalam Nusantara. Raja Sada yang melihat dari atas singgasana menggunakan teropong terus bersiaga.


"Siapkan Pedang kaliaaan!" Teriak raja Sada sembari menarik pedang dari sarungnya lalu mengangkatnya.


Sontar kedua Anak Sada berteriak dan mengeluarkan pedang dari sarungnya dan mengangkatnya keatas lalu berteriak.


Untuk Nusantara, Untuk Bangsa Sada *Teriak mereka serentak


Merekapun segera turun menuju prajurit kuda yang sudah menunggu mereka, bersama para tetua serta orang orang penting, beserta keluarga besar keturunan Sitolu.


Raja Sada dan Anaknya beserta 2000 prajurit berkuda dan yang lainnya menuju barisan paling terdepan.


"Tidak Gentar! Tidak Gentar!" Teriak Raja mengangkat Pedangnya.


Langkah kaki pasukan Sada dihentakkan secara bersamaan hingga menghasilkan dentuman bumi yang sangat kuat.


Dub Dub Dub Dub Dub *Bunyi injakan kaki pasukan Nusantara


Sesampainya di barisan paling depan raja Sada mengangkat pedangnya dan berteriak.


"Untuk Nusantara!."

__ADS_1


Semua pasukan Nusantara berhenti mengehentakkan kakinya secara serentak lalu berteriak.


Untuk Nusantara, Untuk Nusantara, Untuk Nusantara *Teriakan Pasukan Nusantara


"Turunkan perisaaaai. Buka barisaan" Teriak Panglima barisan pertama


Pasukan membuka barisan untuk membiarkan Pasukan kuda beserta Raja dan lainnya masuk bagian ke dalam. Hingga bentuk mereka menjadi persegi.


Pasukan Sada mulai memasuki Nusantara.


Bruk Bruk Bruk Bruk Bruk *Bunyi ribuan langkah kaki prajurit robot


A1 melihat Raja dan Anaknya berada di tengah Pasukan.


"Mereka adalah bagianku" Ujar Mula


Para robot membentuk barisan untuk bersiap menyerang.


"Banyak sekali kulit Tuan. Jumlah mereka sangat banyak. Aku akan mempelajari bagaimana mereka berkembang biak dan akan membiakkan mereka" Ujar A1


"Tutup barisaaan" Teriak Panglima barisan pertama. Barisanpun tertutup, tetapi Raja dan yang lainnya dapat melihat prajurit robot dari atas kudanya.


"Siapkan pelontar batu. Lemparkan semuanya " Ujar Sada menatap Mula dari kejauhan dengan emosi dan serius

__ADS_1


"Siapkan tembakan!" Teriak Panglima


"Tembak!" Teriaknya lagi


Dari penyusunan strategi sebelumnya, A1 sudah mengetahui penembakan batu itu akan terjadi. Dan sudah mempersiapkan perisai yang sangat besar. Ketika pukul 03.00 perisai yang diminta oleh A1 telah sampai ke Nusantara.


Prajuritpun mengeluarkan perisai tersebut dan meletakkannya di depan mereka. Bentuknya panjang sekitar 100 meter. Mula menekan tombol yang ada di tengah perisai tersebut. Kemudian perisai itu menjadi panjang hingga menutupi seluruh pasukan. Dan setelah sampai ke ujung. Perisai tersebut meninggi dna melengkung hingga menutupi seluruh prajurit robot sampai ke barisan paling belakang sesuai disaign yang dibuat A1 sampai A12.


Batu yang dilontarkan tidak mempan sama sekali. Raja Sada mulai sedikit gentar dengan apa yang dia lihat. Panglima dan Pasukan Nusantara yang berada di barisan terdepan terkejut.


"Bersiaaap!" Teriak Panglima barisan pertama sembari masuk ke dalam barisan.


Barisan terdepan menutup lagi barisan menggunakan seperti semula.


"Siapkan panah! Tunggu aba aba dariku" Ujar Sada


"Panah! Siaaap!" Teriak Panglima


Seluruh batu telah dilontarkan kearah pasukan Mula. Tetapi tidak dapat menembus pertahanan mereka. Kemudian Perisai tersebut kembali menutup ke seperti semula setelah Mula menekan sebuah tombol.


Ketika perisai itu terbuka raja Sada memberikan sebuah kode untuk menembakkan panah pasukan pemanah. Ribuan panah meluncur kearah pasukan RSoM. Karena tidak sempat menutup kembali. Panah itu langsung mengarah kepada para robot. Hingga pasukan yang bersiap untuk perang berjumlah 5000 robot.


"Seraaang!" Teriak Mula mengangkat pedangnya.

__ADS_1


Setiap robot hanya menggunakan Pedang dan Tombak untuk berperang.


__ADS_2