
“Kau telah membuat sebuah bencana terhadap kaummu!” Teriak raja Mula menunjuk kearah raja Zalong
Ada sebuah tradisi yang harus dipatuhi yaitu ketika terjadi peperangan para pendamping Raja seperti anak dan Panglima tidak diperbolehkan untuk mencampuri perbincangan antara raja dengan raja, jadi Putir dan Panglima besar tidak ikut bicara dalam perbincangan ini.
Begitupula dengan RSoM, mereka memiliki kesamaan dalam kehidupan karena para robot pada faktanya adalah ciptaan Manusia. Tetapi para robot ini tidak mengetahui akan hal tersebut, sehingga mereka beranggapan bahwa Manusia adalah makhluk lemah yang berasal dari luar angkasa.
“Penghinaan! Kau telah menghina kaumku!” Teriak raja Zalong
“Bukankah para Manusia yang terlebih dahulu menciptakan peperangan ini?” Ujar raja Mula
“Pergilah jadikanlah semua bangsa menjadi keturunan Sada…” Teriak raja Zalong
“Hentikan!” Teriak raja Mula
“Bukankah kaummu yang memulai peperangan ini! Apa yang ada di dalam tubuh kalian! Makhluk hina!” Teriak raja Mula
Raja Mula kemudian menarik senjatanya ingin memenggal kepala raja Mula.
“Kau tidak tau penghianatmu adalah berasal dari kaummu” Ujar raja Zalong sembari mengangkat satu tangannya memberikan kode bahwa dibelakangnya terdapat seorang prajurit yang membidiknya dengan senjata yang di aliri listrik.
Melihat hal itu raja Mulapun menurunkan senjatanya
“Sebab engkau berasal dari pasir dan akan kembali menjadi pasir!” Teriak raja Mula sehingga membuat kepalanya bergetar karena amarah
__ADS_1
Kemudian raja Zalong mengambil kepala Mula yang sudah dipenggal oleh Putri dari tangan Putri kemudian melemparnya kearah raja Mula.
A1 yang melihat peristiwa itu langsung mengambil kepala Mula kemudian melihat kearah raja Zalong dengan penuh amarah.
“Aku bersumpah! Aku memisahkan kepalamu dari tubuhmu” Teriak raja Mula dengan sangat marah
Putri melihat hal tersebut tersenyum dengan sinis dan menatap raja Mula dengan penuh dendam.
“KNC tidak akan takut melawan kalian, sebab kalian adalah ciptaan para Manusia!” Teriak raja Zalong sembari mengarahkan pedangnya kearah raja Mula.
“Jika kau memiliki nyali, berkelahilah denganku, jika kau kalah maka seluruh kaummu akan menjadi budakku!” Ujar raja Mula
Mendengar hal tersebut Panglima tertinggi langsung berkata
“Lancaang!” Teriak Panglima tertinggi KNC sembari mengangkat pedangnya, sehingga membuat Panglima B3 juga ikut mengangkat pedangnya.
Raja Zalong juga ikut bergegas balik menggunakan kudanya untuk kembali kebarisan KNC
Setelah sampai pada barisan peperanganpun pecah, terompet sangkakala ditiupkan dengan sangat lama menandakan bahwa peperangan sednag berlangsung.
Pasukan robot KNC membuka barisan untuk membiarkan mereka masuk ke dalam barisan.
“Perkasalah RSoM, Perkasalah RSoM” Teriak raja Mula sehingga diikuti para prajurit RSoM
__ADS_1
“Panah!” Teriak seorang Panglima
“Tembaaak…”
Pemanahpun menembakkan panahnya kearah pasukan RSoM, tembakan itu berarti apa apa bagi para prajurit RSoM.
“Agkat. Perisaaai…” Teriak Panglima B4
Kemudian pasukan RSoM hendak membalas serangan KNC dengan melemparkan tombak.
“Bidik sasaran kalian” Ujar Pemimpin penembak jitu dari atas bukit
Ribuan robotpun kehilangan kendali sehingga ketika melemparkan tombak, tombak tersebut malah mengenai pasukan RSoM yang berada di barisan terdepan.
A1 yang melihat kejadian tersebut sedikit terkejut sehingga sehingga dia melihat lihat kearah bukit yang tepat berada di belakang pasukan merekan. Tetapi dia tidak menemukan apapun diatas sana, karena pasukan jitu tersebut sangat mirip sekali dengan alam.
“Pasukan ketapel siaaap!” Teriak seorang Panglima lagi
“Tembaaak!”
“Apa yang terjadi dengan pasukan kita Tuan” Tanya A1
“Perisaaai” Teriak B3
__ADS_1
Tetapi perisai mereka tidak mampu menahan hantaman batu hingga membuat raja Mula terlihat sangat marah. Diapun mengangkat pedangnya dan berteriak
“Seraaang…!”