
Dalam beberapa bulan setiap Manusia yang berada di pinggiran laut kerajaan Nusantara semakin berkurang. Hingga suatu hari seorang Panglima menghampiri Masyarakat sekitar berniat untuk menanyakan keadaan sekitar.
Tiba tiba seorang Manusia menghampirinya dengan penuh darah diwajahnya.
"Apa yang terjadi denganmu?" Tanya Panglima setelah turun dari kudanya.
Pada saat itu kendaraan bermotor hanya boleh dimiliki oleh keluarga Kerajaan beserta keturunan pendamping. Panglima juga boleh mengenakkannya tetapi jika meminta ijin dan tujuan yang disetujui Kerajaan.
"Tuan, warga pinggiran laut dalam masalah besar Tuan. Warga sudah banyak yang menghilang" Ujarnya terengah
"Bawa dia masuk kedalam Kerajaan. Bunyikan sangkakala dan pergilah kepada Raja sampaikan pesanku kalau Masyarakat dalam bahaya" Teriak Panglima kepada pendampingnya
Kemudian Panglima Sam bergerak dengan cepat menuju tempat masyarakat yang dekat dengan lautan. Dia melihat para robot membawa Manusia masuk ke dalam kapalnya.
Dengan cepat dia menembakkan panah ke sebuah robot yang masih jauh dari kapal. Panah tersebut mengenai bagian dada robot. Hingga robot tersebut tidak dapat bergerak dengan baik.
Panglima Sam menghampiri robot tersebut dengan pelan lalu memyumpal mulutnya menggunakan kain yang dia bawa. Robot tersebut tidak dapat berbuat apa apa karena adanya sistem sensor gerak yang rusak.
Setelah beberapa menit para robot itu pergi meninggalkan tempat tersebut tanpa menyadari bahwa ada satu prajurit robot yang tertinggal.
Panglima Sam dengan bergegas. membawa robot itu keatas kudanya beserta Manusia yang terpingsan.
"Prajurit bawa pria ini ke tabib. Dan ikat makhluk kaleng ini untuk diadili" Teriaknya lalu bergegas menemui Raja Sada
"Rajaku" Sembari memberi hormat
"Dimana dia, ikat dengan rantai dan bawa kehadapanku!" Teriak raja Sada
Kemudian robot tersebut dibawa menghadap Raja
***
__ADS_1
"Tuan ada sebuah robot yang tidak kembali kekapal" Ujar robot Agen pengintai para robot
"Aktifkan penglihatannya dan sampaikan ke Devisi keamanan robot" Ujar pemimpin Agen
Kemudian penglihatan dan pendengar robot yang ditangkap tersambung ke monitor robot B1. B1 langsung meminta raja Mula untuk segera datang ke Markas keabadian RSoM.
A1 sampai A12 ikut serta dalam undangan tersebut. Dalam beberapa menit merekapun sampai pada Markas keabadian RSoM.
***
"Apa yang dia lakukan di Kerajaanku" Tanya Raja kepada Panglima Sam
"Kumpulkan ke 11 Panglima ditempat ini" Teriak raja Sada
Pada dasarnya Nusantara memiliki 12 Panglima. Dalam beberapa menit ke 11 Panglima memasuki ruangan Sidang Keadilan. Kemudiam duduk mengelilingi robot tersebut.
"Rajaku, mereka mencuri Masyarakat yang berada di pinggiran laut" Ujar Panglima Sam
"Mereka?" Ujar raja Sada
"Monster! Apa yang lakukan di Kerajaanku!" Teriak Raja
Kemudian Panglima Tristan membawa sebuah balok dari sebelah kanan dan memukulkannya ke kepala robot tersebut. Para Panglima dan Raja terkejut pasalnya kepala dari robot tersebut tidak memberikan efek sakit atau tidak mengeluarkan darah.
Sistem para robot sudah memasuki penglihatan robot dan pendengarannya. Kini robot itu telah dikendalikan dari pusat untuk berbicara.
"Aku dapat melihat kalian" Uja raja Mula melalui robot tersebut
Raja Sada memberikan kode kepada Panglima Tristan untuk kembali ke kursinya.
"Siapa kau? Apa yang kau inginkan dari Masyarakatku" Tanya Raja Sada
__ADS_1
"Aku adalah Raja dari kerajaan Robotik State of Mula"Jawabnya
"Dan kau? Pasti Raja Nusantara bukan?"
"Apa yang kau inginkan dari Masyarakatku!" Teriak raja Sada sembari menghampiri robot tersebut.
"Aku membutuhkan kulit mereka" Jawab raja Mula
"Beraninya kau!" Teriak Raja
"Kau ingin peperangan!" Teriaknya
"Kerjaan Nusantara tidak akan gentar" Teriaknya hingga membuat semua panglima berteriak
Hidup Raja Sada
"Jika kau menginginkan peperangan maka aku akan memberikan perang kepada Kerajaanmu" Ujar Mula
"Lancang!" Teriaknya Sembari mengangkat pedangnya dan menebas kepala robot tersebut
Robot tersebut langsung putus koneksi dengan pusat, tetapi masih dalam keadaan hidup. Melihat hal tersebut semua para Panglima dan Raja terkejut.
"Bakar mayatnya" Teriaknya lalu pergi meninggalkan ruangan
Raja sada sudah mengetahui hal ini akan terjadi melalui Kitab yang dituliskan oleh Raja Sada pertama. Dan mengetahui pula bahwa para robot akan menguliti tubuh mereka untuk digunakan pada tubuh mereka.
Raja Sadapun menghampiri Putri untuk memintanya pergi kearah timur bumi untuk melindunginnya dan keturunanya. Daerah tersebut dahulunya adalah Negara Israel. Dia meminta Putri untuk tinggal disana dalam beberapa tahun dengan alasan perutnya yang akan membesar.
"Putriku" Ujarnya menghampiri Putri yang berada di kamarnya
"Pergilah ke Bumi bagian timur. Beberapa waktu lalu Ayah mengirimkan Panglima ke benua itu, beserta ribuan pasukan dan masyarakat untuk menggenapi perintah di dalam Kitab Suci. Dan disana kamu harus mempertanggung jawabkan perbuatanmu" Ujar Raja Sada
__ADS_1
"Besarkanlah Anakmu dan berikkanlah dia nama Sada. Sebagaimana dia yang akan memimpin Dunia setelah Ayah. Dan ini telah Ayah anugrahkan kepada Panglima Felix" Ujar Raja Sada
Putripun memeluk Raja Sada tanpa menyadari peristiwa yang sedang terjadi. Putripun dengan diam pergi meninggalkan kerajaan bersama seorang prajurit untuk mendampinginya.