
Maaf ya teman teman Author udah lama banget gak update. Tapi tenang aja Author bakal lanjutin Novel ini karena memang ada Bab yang masih belum lengkap.
“Istriku Sisada akan terjadi kerusuhan di Kerajaan ini. Bersiaplah!” Ujar raja Sada pertama
“Ramalan itu akan segera digenapi” Ujar raja Sada pertama
Kemudian Ratu Sisada keluar ruangan Raja dan masuk ke ruangan peristirahatan ratu Sitolu.
“Bukankah kau sudah mengetahui apa yang sedang terjadi belakangan ini di Kerajaan ini?” Tanya ratu Sisada
“Ya Tuanku. Apakah Tuanku tidak memiliki rasa hormat terhadapku?” Ujar ratu Sitolu sembari keluar dari permandiannya
“Apa ini ada kaitannya dengan dirimu wahay Adikku” Tanya ratu Sisada pelan sembari meneteskan air mata
“Berhenti memanggilku Adik!...” Teriak ratu Sitolu
“Mengapa kau melakukan ini” Tanya ratu Sisada lagi dengan raut wajah yang dipenuhi amarah sembari memotong teriakan ratu Sitolu
“Aku tidak! Aku tidak ada kaitannya dengan apa yang sedang terjadi” Jawab ratu Sitolu menghampiri ratu Sisada sehingga mereka saling bertatapan mata dengan dekat
__ADS_1
Kemudian ratu Sisada keluar meninggalkan ruangan tersebut. Setelah keluar dari ruangannya, ratu Sitolu tersenyum dengan sendirinya seakan berhasil mengelabuhi rayu Sisada.
Saat ini Kerajaan Nusantara mengalami beberapa masalah di dalam Masyarakat. Terjadi kematian yang misterius sehingga mengakibatkan kekhawatiran bagi rakyat Nusantara.
Beberapa mayat ditemukan di setiap sisi Kerajaan. Dan kejadian tersebut terjadi setelah 2 hari dari kejadian setelahnya.
Dalang dari kematian Masyarakat tersebut adalah ratu Sitolu beserta anaknya, tetapi untuk saat ini Keluarga kerajaan belum mengetahui hal tersebut.
Setelah dikeluarkan sebuah Perjanjian kekal bahwa yang berhak menjadi Raja adalah keturunan dari raja Sada dengan ratu Sisada. Ratu Sitolu merasa tidak adil. Sehingga dia harus merancang sebuah skenario jatuhnya Kerajaan Nusantara.
Kematian rakyat Nusantara merupakan skenario awal dalam rencana busuk ratu Sitolu. Hal tersebut dilakukan hanyalah untuk melakukan pengalihan terhadap keluarga Kerajaan yang nantinya akan runtuh.
“Lakukan semua dengan baik” Ujar ratu Sitolu kepada anaknya
“Ibuku. Bukankah apa yang telah kami perbuat hanyalah akan sia sia” Tanya Anak ratu Sitolu
“Kamu adalah anak pertama dalam hubungan yang sia sia terhadap Raja Nusantara. Jarak antara Manusia pertama Raja Sada Agung mula mula dengan ratu Sisada pertama kerajaan Nusantara sangatlah jauh. Pada dasarnya kita tidak mengetahui apakah Raja saat ini memanglah keturunan asli dari Raja Sada Agung Nusantara mula mula atau tidak. Artinya jika kamu menduduki kursi Tahta kerajaan Nusantara maka Hak atas Keturunan Raja Sada Agung Mula mula akan menjadi milikmu” Ujar Sitolu
“Bukankah Raja Sada, Ratu Sisada dan Ibunda adalah Manusia pertama di bumi ini?” Tanya Anak Sitolu
__ADS_1
“Bukan anakku” Jawab ratu Sitolu
“Ketika seorang Raja menjadi Raja di Nusantara… Maka dia harus menjalani kehidupan Raja terdahulu. Raja tersebut harus memilih 1 pendamping hidup dan 1 wanita pemuas napsu. Untuk melanjutkan ras kehidupan Manusia. Semua aturan termasuk nama akan mengikuti Raja Mula mula Nusantara” Jawab ratu Sitolu lagi
“Namamu akan berganti menjadi Raja Sisada dan haruslah memiliki 2 orang pendamping” Jelas ratu Sitolu lagi
Kemudian pergi dari tepian Kerajaan Tahta kerajaan tertinggi Nusantara meninggalkan Anaknya.
Dengan ambisius yang besar ratu Sitolu membuat sebuah kesalahan yang fatal. Dia telah mendustakan sebuah kebenaran bahwa benar Raja dan Ratu Nusantara saat ini memanglah Manusia pertama. Sumber dari segala Manusia saat ini.
Raja Sada dan Sisada memiliki 12 keturunan dan masing masing keturunan memiliki 24 Keturunan bersama pasangan wanitanya dari keturunan Sada dengan Sitolu.
Sitolu memanglah dipakai sebagai wanita pelampiasan dari raja Sada. Hingga dia melahirkan 15 anak wanita dan 20 anak Pria. Yang masing masing keturunan memiliki keturunannya masing masing.
Kemudian nantinya ke 12 keturunan raja Sada dengan ratu Sisada akan menjadi raja di kerajaan Nusantara. Sesuai dengan Perjanjian kekal dari Raja Sada bahwa keturunan laki laki tertua dari ke 12 raja nanti yang akan memimpin Kerajaan Nusantara selanjutnya.
Anak Pria dari ke 24 keturunan tersebut akan menikahi keturunan raja Sada dan ratu Sitolu selanjutnya. Dan hal tersebut mengakibatkan putusnya hubungan antara raja Sada dan ratu Sitolu.
Artinya pewaris tahta kerajaan Nusantara selanjutnya akan dilanjutkan oleh keturunan dari ke 12 Raja tersebut. Dan setiap pria pada keturunan Sitolu akan diangkat sebagai Panglima atau pemimpin daerah pada Kerajaan Nusantara. Hal inilah yang membuat ratu Sitolu merasa tidak mendapatkan keadilan.
__ADS_1