Robot Vs Manusia

Robot Vs Manusia
Kematian Ratu Sitolu


__ADS_3

Seluruh Keluarga Kerajaan Nusantara saat ini dalam keadaan duka yang mendalam. Hal itu sangat dirasakan Raja Sada dan Ratu Sisada. Seluruh rakyat juga merasakan kesedihan yang sangat mendalam.


“Aku turut prihatin atas kematian 6 Pangeran kerajaan Nusantara” Ujar ratu Sitolu sembari menghampiri ratu Sisada yang sedang duduk di dalam ruangannya dengan termenung


“Duduklah” Ujar ratu Sisada lesu


“Aku benar benar ikut bersedih atas kejadian ini” Ujar ratu Sitolu meneteskan air matanya


“Usap air matamu. Bahkan setetes air mata yang keluar dari matamu adalah petaka bagi kematian para Pangeran” Ujar ratu Sisada sedang tatapan yang kosong


Kemudian ratu Sitolu tersenyum sembari membiarkan air matanya mengalir diatas pipinya.


“Kau begitu tidak tau diri” Ujar ratu Sitolu sembari menuangkan minuman untuk diminum


Ratu Sisada masih termenung dengan tatapannya yang begitu kosong, tubuhnya begitu lesu, terlihat dari raut wajahnya.


“Ratuku, bukankah permainan baru dimulai? Mengapa Anda merasa bahwa ini adalah akhir dari permainan ini” Ujar ratu Sitolu pelan kemudian meneguk minuman yang dia tuang


“Anda akan membutuhkan energi Anda. Aku mohon jagalah kesehatan Anda” Ujar ratu Sitolu senbari memberikan hormat dengan menundukkan kepala lalu pergi meninggalkan ratu Sisada.


Perlahan air mata ratu Sisada menetes membasahi kedua pipi miliknya, tak lama ratu Sisadapun pingsan karena kelelahan.

__ADS_1


***


“Awasi ke 6 Pangeran Nusantara. Mereka adalah target selanjutnya” Ujar ratu Sitolu kepada Anak pertamanya


“Mengapa tidak langsung kita racuni saja Ibu?” Tanya Anak sulung ratu Sitolu


“Dengan peristiwa kematian dari 6 Pangeran Nusantara, tidaklah mungkin raja Sada tidak membentuk team dalam melanjuti penyebab utama kematian dari Anaknya” Ujar ratu Sitolu sembari menuangkan the kepada anaknya


“Ibu sudah melobi Para petinggi Kerajaan, sisanya hanya keturunan dari Raja dan Ratu yang harus kita singkirkan” Ujar ratu Sitolu berlinang dengan tatapannya yang tajam


“Apa rencana Ibu selanjutnya” Tanya Anak ratu Sitolu


“Selesaikan masalah yang sudah terjadi” Tukas ratu Sitolu


Dengan memberikan hormat Anak sulung ratu Sitolu pergi meninggalkan ratu Sitolu untuk menuju ruang penyekapan.


***


Tanpa disadari seorang Pelayan wanita mengetahui penyebab kematian dari ke 6 Pangeran Nusantara. Pelayan itu bernama Putri, anak dari keturunan raja Sada dengan ratu Sisada.


“Apa saja yang kau lihat” Tanya Anak sulung ratu Sitolu

__ADS_1


“Tidak, aku tidak melihat apa apa” Jawab Putri ketakutan


“Jangan biarkan dia meninggalkan ruangan ini, sampai dia mengakui perbuatannya.” Perintah Anak sulung ratu Sitolu


“Mengapa tidak kita akhiri saja hidupnya Tuan” Tanya seorang Pengawal setianya


“Dia adalah keturunan asli raja Sada dan ratu Sisada. Kita tidak boleh membununya sembarangan. Merekalah keturunan wanita dari raja Sada dan ratu Sisada yang akan menjadi wadah keturunanku” Ujar Anak sulung ratu Sitolu


“Jika dia melihat apa yang kita lakukan Tuan, maka ini akan berbahaya bagi kita” Tanya Pengawalnya sembari menutup pintu ruangan sekapan tersebut


Anak ratu Sitolu mengabaikan pertanyaan Pengawal tersebut dan pergi meninggalkannya.


“Tolong… Siapapun tolong aku” Teriak Putri menggedor pintu


Kemudian dia melihat kearah jendela. Jendela tersebut memiliki posisi yang tinggi daripadanya, dengan sigap dia mengambil beberapa jerami kemudian menumpuknya agar dia dapat meraih jendela tersebut.


Diapun melihat aliran sungai dia sana. Dia sangat mengenali sungai itu karena dia sering kesungai untuk mengambil air ketika lelah mengumpulkan beberapa jamur di hutan.


Dengan cepat dia mengambil kayu yang ada di ruangan sekapan tersebut dan mencongkel jendela itu dengan sekuat tenaganya, hingga pintu jendela tersebut terlempar jatuh ke lantai.


Dan diapun berhasil kabur dari ruangan sekapan tersebut. Dia berlari menuju hutan, karena takut ketahuan dan dikejar para Pengawal Putri tidak memperhatikan langkah kakinya dengan seksama hingga membuat dia tersandung akar pohon dan terjatuh berguling hingga dia pingsan karena terbentur batu.

__ADS_1


__ADS_2