Robot Vs Manusia

Robot Vs Manusia
6 Pangeran Sada Diracuni


__ADS_3

“Rajaku tidakkah cukup bagimu melihat penderitaan Rakyat?” Tanya ratu Sisada


Raja Sada hanya terdiam dan berbaring diatas kasurnya.


“Aku akan berbicara kepada Penasihat Kerajaan Nusantara” Ujar raja Sada sembari memeluk ratu Sisada


Raja Sada memiliki 1 orang kepercayaan yang bernama Sam. Sam merupakan penasihat sekaligus Panglima tertinggi pada kerajaan Nusantara. Sam adalah salah satu orang yang sangat setia kepada Raja. Sam merupakan keturunan raja Sada dengan ratu Sitolu.


Tetapi ketika Sam mengetahui kebenaran dari ratu Sitolu maka kesetiaan Sam retak dan pergi mengasingkan diri di dalam hutan. Sejak saat itu Sam tidak diketahui keberadaannya.


Pagi hari raja Sada memerintahkan prajurit untuk meminta Panglima Sam untuk menemuinya. Tetapi dia mendapat kabar bahwa Panglima Sam sudah tidak di tempatnya sehingga putus sudah harapan raja Sada untuk mengungkap kebenaran.


Pasalnya semua keturunan dari ratu Sitolu merupakan Panglima di kerajaan Nusantara sehingga dia tidak tau apa yang harus diperbuatnya lagi.


“Rajaku. Bukankah seharusnya kau berbincang dengan Panglima tertinggimu?” Tanya ratu Sisada bergegas mendekati raja Sada


“Seekor anak ayam akan mengikuti induknya kemanapun dia pergi” Jawab raja Sada dengan berat hati


Mendengar hal tersebut ratu Sisada langsung meninggalkan raja Sada untuk menghampiri ratu Sitolu yang sedang berada di taman Kerajaan.


“Apa yang telah kau lakukan!” Teriak ratu Sisada bergetar


“Aku tau kau akan mencariku!” Ujar ratu Sitolu sembari menyiram tanaman


“Budak!” Teriak ratu Sisada dengan amarah


Mendengar teriakan itu ratu Sitolu berhenti menyiram bunga dan berbalik.


“Apa Anda katakan!” Ujar ratu Sitolu dengan kesal


Ratu Sitolupun melemparkan benda yang dia pegang dan menghampiri ratu Sisada.


“Aku pastikan! Kau akan menyesali perkataanmu itu” Ujar ratu Sitolu dengan berlinang air mata.


Kemudian dia pergi bersama ke4 pelayannya meninggalkan ratu Sisada


“Berhenti kau! Teriak ratu Sisada. Aku adalah ratu kerajaan Nusantara! Hentikan apa yang sudah kamu mulai!” Teriak ratu Sisada


“Kau tidak tau apa yang aku rasakan. Kau juga tidak tau apa yang sedang aku perbuat. Hentikan bualanmu. Atau hidungmu akan berdarah” Ujar ratu Sitolu dengan pelan


“Pengawal! Tangkap wanita ini!” Teriak ratu Sisada bergetar


Ratu Sitolu menghampiri ratu Sisada dan berkata

__ADS_1


“Aku memiliki kuasa yang serupa denganmu” Ujar ratu Sitolu dengan berlinang air mata


“Pengawal! Tangkap ratumu! Tangkap aku!” Teriak ratu Sitolu mengeram kemudian pergi meninggalkan ratu Sisada


Beberapa saat ratu Sitolu meninggalkannya. ratu Sisadapun tersungkur di lantai. Kemudian ratu Sisada dibantu berdiri oleh ke 8 pelayannya dan bergegas mengejar ratu Sitolu.


“Hentikan langkahmu Ratuku” Ujar raja Sada


Ratu Sisadapun berhenti melangkah


“Anda memiliki kuasa untuk menahan wanita itu! Mengapa Anda diam saja!” Teriak ratu Sisada


“Aku memang memiliki kuasa tersebut. Tetapi kamu lupa kalau Kerajaan tidak memiliki bukti. Kerajaan Nusantara akan mengalami keruntuhan” Ujar raja Sada


Raja Sada telah pasrah dengan apa yang akan terjadi selanjutnya. Tidak ada seorang Panglimapun memihak kepadanya. Kini raja Sada hanya memiliki seorang istri dan ke 12 anaknya.


“Kita memiliki 12 Pangeran yang akan menjadi penerus kerajaan Nusantara ini. Pangeran Pertama dan adik adiknya sedang menyelidiki kasus ini, mereka akan mencari tau kebenaran yang sedang terjadi. Biarkan Yang mulia Hakim yang menghukum mereka” Ujar raja Sisada


Di dalam Kerajaan Nusantara Hakim tidak diperbolehkan memihak. Karena hukum yang mereka pegang.


Ketika hendak pergi menuju ruangan Kerajaan, beberapa prajurit menghampiri mereka.


“Rajaku! Pangeran Sada ke 6 sampai ke 12 dalam bahaya” Ujar seorang Prajurit


Tiba tiba rait wajah ratu Sisada dipenuhi kekhawatiran merekapun segera pergi mengikuti Prajurit tersebut.


Mendengar kabar tersebut Pangeran Sada 1 sampai ke 5 yang sedang menyelidiki kasus yang sedang terjadi di Kerajaan langsung menuju Istana.


“Apa yang terjadi dengan mereka” Tanha ratu Sisada pelan kepada seorang tabib sembari meneteskan air mata


Raja Sada yang melihat ke 6 Putranya terbaring membuat dia murka. Diapun bergegas menuju ruangan peristirahatan ratu Sitolu


“Rajaku hampir 1 tahun Anda tidak masuk ke dalam ruangan ini” Ujar ratu Sitolu tersenyum sembari mengoles tangannya dengan lulur


“Apa yang telah kau lakukan” Tanya raja Sada penuh dengn amarah


“Apa yang sedang kau bicarakan Rajaku” Ujar ratu Sitolu mendekat ke Raja


“Jangan bermain main denganku!” Teriak raja Sada


“Bukankah aku melayanimu dengan sungguh sungguh. Bukankah aku memberikan sepenuhnya milikku kepadamu! Apa yang aku dapat!” Teriak ratu Sitolu


“Lancang!” Teriak raja Sada dengan marah hendak menampar pipi ratu Sitolu

__ADS_1


Ratu Sitolu seakan memberikan pipinya untuk ditampar. Tangan Raja terdiam kaku melihat tingkah laku ratu Sitolu


“Aku ingin minum” Pinta ratu Sitolu terhadap pelayannya


Karena emosi yang semakin tidak bisa dibendung talenan yang berisi minuman ratu Sitolu dipukul oleh Raja hingga terjatuh ke lantai. Ratu Sitolu tidak memberikan reaksi apapun terhadap hal itu. Tatapan ratu Sitolu yang lurus dan fokus membuat dia kelihatan begitu tegar.


“Apa yang sedang terjadi saat ini, adalah hasil dari penghinaanmu terhadapku dan keturunanku Yang Mulia!” Tegas ratu Sitolu sembari melihat mata raja Sada dengan sediki mata melotot


Kemudian raja Sadapun tak tau harus berkata apa lagi kemudian pergi meninggalkan ruangan ratu Sitolu.


Setelah beberapa menit ratu Sitolu hampir tersungkur tetapi beberapa pelayannya bergegas meraihnya agar tidak terjatuh.


Tiba tiba ratu Sisada menghampiri ratu Sitolu. Bergegas para pelayan menjauhi ratu Sitolu.


Plak *Suara tamparan


Ratu Sitolu terkejut dan memegang pipi kirinya.


"Apa yang kau lakukan ini!" Teriak ratu Sitolu


“Hentikan apa yang telah kau mulai” Tangkas ratu Sisada dengan penuh amarah


“Bukankah kau harus bersyukur terahadap apa yang telah kau terima Budaak!” Teriak ratu Sisada dengan penuh amarah


Mendengar hal itu wajah ratu Sitolu kesal dan ingin menampar ratu Sisada, tetapi tangan ratu Sitolu dihadang oleh Pangeran Sada pertama.


“Lepaskan” Ujar ratu Sitolu bergetar


“Apapun yang kau lakukan. Akan sia sia” Ujar Pangeran pertama


Kemudian dia melepaskan tangan ratu Sitolu dan pergi meninggalkan ruangan ratu Sitolu bersama ratu Sisada.


"Arrrg... Aaa... Aaaa... Ahahaha Hahaha Hahaha" Teriak ratu Sitolu sembari tersenyum licik


Keenam Pangeran Sada telah diracuni oleh suruhan dari Putra pertama ratu Sitolu. Setelah beberapa minggu dilakukan penyelidikan, para Pelayan yang meracuni Pangeranpun ditanggap dan di hukum pancung, karena racun tersebut mengakibatkan kematian pada para Pangeran Nusantara.


Sebelum terjadinya eksekusi mereka dipaksa untuk dibungkam agar tidak memberitahukan dalang dari kematian ke 6 Pangeran Nusantara. Hal itu membuat kasus kematian dari para Pangeran ditutup.


Atas kematian yang dialami para Pangeran membuat hati ratu Sisada dan raja Sada bersedih dan terluka.


“Yang Mulia. Maafkan kelancanganku. Sebaiknya ratu Sisada menyudahi kesedihan ini” Pinta seorang tabib Kerajaan


“Apa Anda katakan. Lancang!” Teriak ratu Sada menghampiri Tabib seakan ingin menamparnya

__ADS_1


“Maafkan aku Yang Mulia. Tidak baik hal ini terus menerus anda alami. Demi kebaikan Bayi yang ada di dalam kandungan Anda” Ujar Tabib dengan cepat


Hal itu membuat ratu Sisada berhenti melangkah. Kemudian raja Sada menghampiri ratu Sisada yang nyaris terjatuh. hingga ratu Sisada jatuh kedalam pelukan Raja. Rajapun memberikan kode kepada Tabib untuk segera meninggalkan ruangan.


__ADS_2