
“Rajaku, kami adalah rakyat Nusantara. Kami berhak tau dimana keberadaan para Pemimpin daerah kami” Teriak Ketua pengawal Kupu
Seorang Pengawal pintu gerbangpun meminta mereka untuk membubarkan diri.
“Hentikan kebodohan ini dan pulanglah” Teriak Pengawal
Mendengar hal tersebut Ketua pengawal Kupu sedikit gentar dan terdiam. Mengingat dampak dari kehilangan Para Panglima membuat dia berteriak kembali
“Raja Sada! Kami adalah rakyat Nusantara. Kami berhak tau dimana keberadaan para Pemimpin daerah kami” Teriaknya lagi
Kemudian sekelompok Rakyat pusat menghampiri mereka, dengan penampilan yang sedikit berbeda dan elegan. Sontak membuat rakyat yang sedang berdemo tersenyum dan memberikan hormat terhadapnya.
“Apa yang kalian lakukan di tempat ini” Tanya salah seorang Rakyat pusat
Ketua Kupupun turun dan menghampiri mereka
“Maafkan kami Tuan jika kami mengusik kenyamanan Tuan” Ujar Ketua Kupu
“Tidak, tolong jelaskan apa yang sedang terjadi di sini” Tanyanya lagi
Ketua Pengawal Kupupun menjelaskan apa yang yang terjadi di daerah mereka, sehingga Rakyat pusat berdiri di sebelah Ketua Kupu ketika memanggil Raja.
__ADS_1
Melihat hal tersebut Pengawal pintu gerbang tidak dapat berbuat apa apa dan hanya terdiam. Diapun meminta Prajurit untuk menyampaikan apa yang sedang terjadi di depan gerbang Istana.
Diwaktu yang bersamaan seorang Pengawal setia Panglima Nusantara menghampiri seorang Pengawal wanita yang merupakan Pengawal wanita dari mendiang ratu Sitolu. Dia pun menjanjikan keamanan dan emas yang berlimpah jika dia berkata jujur.
Pengawal wanita itupun berkata bahwa saat itu yang berada bersama ratu Sitolu adalah ratu Sisada. Tanpa dia ketahui lebih detailnya Pengawal ini langsung memberikan setumpuk emas yang sudah dijanjikan kepada Pengawal wanita tersebut lalu pergi menuju penjara Panglima.
***
“Ada apa rakyatku menghampiri Istana, bukankah kalian seharusnya memiliki peran untuk Bangsa ini?” Tanya Raja
Kemudian seorang rakyat pusat berkata
“Yang Mulia, perkenalkan, aku adalah Sam rakyat Pusat, ijinkan aku menyampaikan apa yang harus Yang mulia dengar” Pintanya sembari memberikan hormat
Kemudian diapun menjelaskan mengapa rakyat berdemo di depan gerbang Istana Nusantara. Mendengar hal tersebut Rajapun menaiki tempat orasi.
“Silahkan kalian turun dari sana, Raja ingin berbicara” Pinta seorang Pengawal gerbang Istana
“Rakyat Nusantara, Aku mengetahui dan dapat merasakan apa yang sedang kalian rasakan. Apa yang sedang terjadi di Istana merupakan ulah dari para Panglima” Ujar Raja
“Keributan! Kekacauan! yang terjadi di Istana merupakan ulah dari para Panglima” Teriak Raja dengan tegas
__ADS_1
Para rakyatpun terkejut dan mulai berbisik satu sama lain
“Untuk saat ini para Panglima yang kalian sayangi harus dihukum! Karena mereka telah membunuh ke 6 Pangeran” Teriaknya lagi dengan tegas dan penuh amarah
Rakyatpun mengangkat tangan dan berteriak
“Hukum yang salah! Hukum yang salah!” Teriak mereka serentak
“Rajaku bagaimana nasib mereka yang membutuhkan seorang Panglima untuk mengatur jalannya kehidupan di Kerajaan ini” Tanya rakyat pusat
“Untuk melakukan pemilihan Panglima. Mereka harus diadili!” Ujar Raja
Para rakyat pusat yang hadir di sanapun mengerti tujuan dari perkataan raja Sada. Rajapun pergi meninggalkan tempat itu sembari berkata
“Aku tidak perlu berkata lagi terhadap engkau. Karena aku tau kamu mengetahui apa yang aku inginkan” Ujar raja Sada
Rakyat pusatpun mengangguk sembari memberikan hormat kepada Raja
“Tuanku bagaimana keputusannya” Tanya Ketua Kupu
“Ijinkan kami yang menggantikan posisi para Panglima terlebih dahulu” Ujar rakyat pusat
__ADS_1
Dengan begitu merekapun bubar kembali ke Daerah mereka masing masing. Para Ketua pengawal daerah dan beberapa rakyat pusat berunding untuk membicarakan hal tersebut.
Merekapun memutuskan 24 rakyat pusat akan turut menggantikan para Panglima untuk sementara.