Robot Vs Manusia

Robot Vs Manusia
62


__ADS_3

“Apa yang harus aku katakan kepada Raja dan Ratu” Tanya Putri


“Duduk saja, biarkan aku yang berbicara, kamu akan dipersilahkan berbicara ketika sudah diperintahkan berbicara, itu adalah tradisi keluarga Kerajaan” Tangkas Pangeran


Mereka berduapun menuju ruangan rapat Keluarga, yang dimana Raja, Ratu dan semua Pangeran Nusantara sudah menunggu kedatangan mereka.


“Apa yang membuatmu untuk membuat kita berkumpul” Tanya Raja


Raja dan Ratu sama sekali tidak mempertanyakan mengapa Putri bisa ikut dalam diskusi keluarga tersebut. Karena Raja dan Ratu sangat menghargai keberadaan seseorang jika seseorang tersebut dibawa oleh para Pangeran.


“Baginda, aku sudah mengetahui siapa dalang dan penyebab dari kematian para Pangeran” Ujar Pangeran Sada pertama


Sontak pernyataan tersebut membuat Raja dan Ratu terkejut.


“A.. Apa maksud dari perkataan kamu Pangeran” Tanya Ratu Sisada


“Wanita yang di sebelahku ini bernama Putri, dia merupakan saksi hidup atas tragedi kematian para Pangeran” Ujar Pangeran Sada pertama


Kemudian Putri dipersilahkan untuk membicarakan apa yang dia lihat dan saksikan, sebelumnya Raja dan Ratu meminta satu Hakim kerajaan untuk ikut serta mendengar kesaksian Putri.


“Segera lakukan penangkapan!” Teriak Raja sembari berlinang air mata karena sangat kecewa dengan apa yang sudah terjadi.


Ratu Sisada juga sangat murka dengan apa yang baru saja dia dengar dari Putri terlihat dari raut wajahnya yang penuh dengan emosi, perlahan air matanya menetes membasahi pipinya. Kemudian pergi meninggalkan ruangan.

__ADS_1


“Baginda Ratu..” Ujar seorang pelayan wanita ketika melihat ratu Sisada hendak terjatuh


“Aku tidak apa” Ujar ratu Sisada


Ratu Sisadapun pergi berkunjung ke ruangan ratu Sitolu.


“Aku sudah menduga baginda Ratu mengunjungiku” Ujar ratu Sitolu sembari menuangakan teh untuk dia minum


“Usap air matamu!” Teriak ratu Sisada dengan lantang


Setelah mengetahui kebenaran Raja memerintahkan untuk mengepung rumah para Panglima dan menangkap mereka di kediamannya, tetapi tidak dengan ratu Sitolu. Karena sesuai kesaksian Putri, ratu Sitolu tidak disebutkan dalam rencana pembunuhan para Pangeran.


“Kau begitu licik” Ujar ratu Sitolu tersedu menangis sembari meminum teh


“Apakah pembunuhan para Pangeran Anda terlibat?” Tanya ratu Sisada dengan lantang


Ratu Sitolu hanya diam tanpa berkata apapun sembari membiarkan air matanya menetes. Tak lama ratu Sitolupun berdiri.


“Aku tidak apa” Ujarnya ketika para Pelayan hendak membantunya berdiri


“Aku bertanya kepada Anda! Apakah pembunuhan para Pangeran, anda terlibat!” Teriaknya lagi


Lagi lagi ratu Sitolu terdiam tanpa berkata satu katapun, hanya meneteskan air mata sembari melihat ratu Sisada sedang murka.

__ADS_1


“Mengapa Anda melakukan hal ini terhadapku” Ujar ratu Sisada menangis


“Aku tidak memiliki pilihan lain. Maafkan aku Ratuku” Jawab ratu Sitolu menangis


Kemudian ratu Sisada meminta semua pelayan untuk pergi meninggalkan mereka di dalam ruangan ratu Sitolu. Merekapun duduk diatas meja dengan teh yang sudah disiapkan sebelumnya.


“Anda ingat… Ketika raja Sada meminta aku untuk menanamkan benihnya di dalam tubuhku, hal itu membuat aku sangat bahagia, karena hal itu akan menjadikan aku sebagai Ibu umat manusia di generasi generasi selanjutnya. Dan yah… Itu terkabul, sekarang manusia sudah bertambah banyak” Ujar ratu Sitolu terus meneteskan air mata


Ratu Sisada hanya terpaku melihat wajah ratu Sitolu dengan penuh amarah.


“Tetapi, rahimku adalah wadah bagi keturunan Raja” Ujar ratu Sitolu sehingga membuat dia semakin tersedu menangis


“Maafkan aku Bu” Ujar ratu Sitolu sembari bersujud dihadapan ratu Sisada


“Tebus kesalahan yang telah Anda perbuat” Ujar ratu Sisada datar


“A.. Apa yang harus aku lakukan baginda Ratu” Tanya ratu Sitolu


Kemudian ratu Sisada keluar ruangan ratu Sitolu sembari meneteskan air mata. Kemudian ratu Sisada pingsan tepat di depan pintu ruangan ratu Sitolu. Ratu Sisada meminta ratu Sitolu untuk meminum racun yang telah dia bawak sebelumnya.


Karena kesalahan yang telah diperbuat ratu Sitolu, ratu Sitolupun mencampur racun tersebut ke dalam teh milikya kemudian mengaduknya dengan meneteskan air mata.


“Maafkan aku Bu, sampaikan maafku kepada Tuan” Ujar ratu Sitolu kemudian meneguk teh yang sudah dicampur racun tersebut.

__ADS_1


__ADS_2