
Panglima pertama mendatangi ratu Sitolu untuk membincangkan yang baru saja dia lihat.
“Ibunda Ratu” Ujar Panglima sembari memberikan hormat kepada ratu Sitolu yang sedang duduk menikmati teh
“Apa yang membuatmu menghampiriku” Tanya ratu Sitolu
“Ibunda Ratu para Pangeran mengambil sebuah gulungan silsilah salah satu rakyat Nusantara” Ujar Panglima sehingga ratu Sitolu tidak jadi meminum the yang hendak dia minum
“Apa yang mereka lakukan” Ujar ratu Sitolu sembari meletakkan cangkir
“Biografi siapa yang mereka bawa” Tanya ratu Sitolu
“Aku tidak tau percis Ibu” Jawab Pangeran
“Pergilah, kau sudah selesai” Ujar ratu Sitolu
Kemudian Panglima pertama pergi meninggalkan ruangan ratu Sitolu, terlihat ratu Sitolu sangat marah dari tatapan matanya. Diapun bergegas pergi menuju ruangan ratu Sisada untuk meminta penjelasan atas apa yang dilakukan para Pangeran.
“Dimana Yang Mulia Ratu” Tanya ratu Sitolu kepada seorang Pelayan yang berada di ruangan ratu Sisada
Pelayanpun memberitahu bahwa Ratu sedang duduk di Taman tak jauh dari Kerajaan Nusantara.
__ADS_1
“Yang Mulia Ratuku” Ujar ratu Sitolu menghampiri ratu Sisada sembari memberikan hormat
“Taman ini begitu indah, karena keindahannya benalu menghampiri mereka, dan merusak sedikit demi sedikit keindahan yang dihasilkan bunga ini” Ujar ratu Sisada sembari tersenyum bermaksud untuk menyindir ratu Sitolu
“Apa yang membuatmu kemari Yang Mulia Ratu” Tanya ratu Sisada sembari berdiri
“Apa yang baru saja Anda lakukan Tuanku” Tanya ratu Sitolu
“Aku pernah mengatakan hal itu” Ujar ratu Sisada kemudian pergi meninggalkan ratu Sitolu
“Berhenti!” Ujar ratu Sitolu dengan wajah yang dipenuhi amarah
Ratu Sisadapun mengabaikan ratu Sitolu dan hendak pergi meninggalkan ratu Sitolu.
“Tidakkah Anda menganggapku adalah seorang Ratu” Ujar ratu Sitolu sehingga membuat ratu Sisada dan rombongan berhenti melangkah
“Itu adalah kesalahan” Ujar ratu Sisada berbalik
“Bukankah aku…” Ujar ratu Sitolu
“Apa alasan Anda bertanya tentang apa yang baru saja dilakukan para Pangeran?” Ujar ratu Sitolu memotong pembicaraan ratu Sitolu dengan nada yang keras sembari menghampiri ratu Sitolu
__ADS_1
“Sebagai Ratu dari kerajaan Nusantara seharusnya Anda diam saja” Ujar ratu Sisada lagi
“Apa Anda memiliki hubungan atas kematian para Pangeran!” Tanya ratu Sisada dengan berlinang dan penuh emosi
Merekapun saling melihat dengan mata yang penuh dengan emosi. Tak lama ratu Sisadapun berbalik dan pergi meninggalkan ratu Sitolu.
“Lancang!” Teriak ratu Sitolu bergetar. Sehingga membuat ratu Sisada berhenti melangkah
“Anda sudah melewati batasan Anda” Ujarnya lagi
“Seorang Pangeran memiliki hak atas apa yang ingin dia lakukan jika mendapat persetujuan langsung dari Yang Mulia Raja” Ujar ratu Sisada
“Tidak ada hak dalam apa yang dilakukan para Pangeran” Ujar ratu Sitolu
“Berhentilah berbicara” Ujar ratu Sisada kemudian pergi meninggalkan ratu Sitolu
Ratu Sitolupun tersungkur hingga terjatuh ke tanah, para Pelayan dengan cepat mengangkat ratu Sisada. Ratu Sisada khawatir apa yang dilakukan para Pangeran akan menghambat keturunan dari ratu Sitolu menjadi Raja di kerajaan Nusantara.
Jika Bigorafi silsilah tersebut diangkat di pengadilan Kerajaan, Maka putus sudah harapan ratu Sitolu terhadap ambisinya. Langah yang harus dia lakukan adalah dengan cara membunuh semua keturunan Pangeran dan para perangkat penting di dalam Kerajaan Nusantara.
Dan mengambil beberapa Rakyat yang tidak mengetahui kebenaran yang telah terjadi di dalam kerajaan Nusantara dan memiliki garis keturunan langsung keluarga kerajaan untuk diangkat sebagai Hakim dan perangkat perangkat penting lainnya.
__ADS_1