Robot Vs Manusia

Robot Vs Manusia
Bab 66


__ADS_3

Mendengar perkataan raja Sada para Panglima yang berada di dalam tahanan terlihat pasrah.


“Aku tidak tau harus berbuat apa di pengadilan nanti” Ujar Panglima pertama


“Jika memang kita akan diadili maka siapa pengganti para Panglima, bukankah diantara kita tidak ada yang menikah dan memiliki keturunan?” Tanya Panglima 2


“Adikku Raja akan membuka silsilah dari keturunan Raja dan mendiang ratu Sitolu, artinya Raja akan mengangkat keturunan ke 13 dan seterusnya yang menjadi Panglima” Jawab Panglima pertama


“Tetapi apakah itu sah dimata Hukum Nusantara?” Tanya Panglima ke 2


“Tentu, ketika Panglima sudah tiada, maka Kerajaan dengan cepat harus mencari pengganti kita” Jawabnya lagi


“Artinya…” Ujar Panglima terpotong karena seorang Pengawal menghampiri mereka


“Ijinkan kami berbicara” Pinta Pengawal tahanan


“Tuanku, kematian dari mendiang Ratu disebabkan oleh ratu Sisada” Sontak membuat mereka terkejut dan berdiri menghampiri Pengawal


“Jika kau berdusta atas perkataanmu ini, maka aku pastikan kepalamu tidak berada di tubuhmu!” Ujar Panglima pertama dengan emosi


“Aku mendapat info bhawa sebelum kematian dari ratu Sitolu, Dia sedang bersama dengan ratu Sisada, ketika beberapa saat ratu Sisada keluar dari ruangan mendiang Ratu, dengan raut wajah yang penuh dengan penyesalan dan tetesan air mata” Tangkas Pengawal itu


***

__ADS_1


“Sidang dibuka” Ujar Hakim sembari mengetukkan palu


Rajapun membawa Putri sebagai saksi dari pembunuhan Para Panglima.


“Ceritakan apa yang kamu lihat” Pinta Hakim


Putripun menjelaskan dengan rinci dan detail apa yang dia ketahui dan saksikan.


“Apakah engkau yakin dengan apa yang engkau katakan!” Tanya Hakim


“Iya Tuanku” Jawab Putri


“Aku ingin para Panglima diadili!” Ujar ratu Sisada berdiri dangan mata berlinang


“Bukankah mereka telah meniadakan para Pangeran!” Teriak ratu Sisada


“Hukum di Nusantara mengatakan bahwa pengganti para Pangeran adalah keturunan dari mereka, aku bertanya kepada Ibunda ratu. Jika mereka diadili apakah tidak melanggar apa yang sudah tertulis”


Mendegar hal tersebut ratu Sisadapun tersungkur hingga meneteskan air matanya


“Aku tidak berhak mengintervensi area kekuasaan Anda, tetapi Nusantara memiliki keturunan ke 13 daripada mendiang” Ujar Raja


Hal tersebut membuat Hakim ketua dan Hakim lainnya berunding.

__ADS_1


“Jika mereka diadili, memang itulah yang seharusnya terjadi” Ujar Hakim sehingga membuat ratu Sisada sedikit tersenyum


“Para Panglima pertama hingga ke 12 akan diadili hukuman mati dengan cara dipenggal” Ujar Hakim kemudian mengetuk palu sebanyak 3 kali.


Bersamaan dengan pengadilan tersebut, para Panglima berhasil kabur dari tahanan dengan bantuan para Pengawal setia mereka.


“Bebaskan kami dari sini, panggil semua para Pengawal setia kami” Ujar Panglima Pertama


Kemudian Pengawal tersebut pergi meninggalkan tahanan dan memanggil semua Pengawal setia Pangelima untuk membebaskan mereka. Dengan gerak cepat merekapun berhasil membebaskan para Panglima.


Ketika hendak membubarkan persidangan seorang Pengawal masuk ke dalam persidangan.


“Maafkan kami Yang mulia. Terjadi perlawanan di dalam tahanan” Ujar seorang prajurit dengan pedang menancap di bagian lambungnya


“Apa!” Teriak Raja


Sontak membuat Raja, para Hakim dan para Pangeran terkejut mendengar hal tersebut. Para Pangeran dan Raja pergi menghampiri ruang tahanan. Sekitar 20 prajurit mati tersebunuh dan beberapa prajurit lainnya terluka.


“Apa yang mereka lakukan” Ujar Raja


“Perketat keamanan. Kalian para Pangeran akan ikut untuk mencari keberadaan para pemberontak itu” Pinta Raja


“Baik Yang mulia” Jawab Pangeran Pertama

__ADS_1


Saat ini kerajaan Nusantara tidak memiliki pemimpin pasukan, para Pangeranpun turun tangan untuk memimpin pasukan yang ada di Kerajaan Nusantara.


__ADS_2